Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 129. Janji Elang


__ADS_3

“Bagaimana hasilnya?” tanya Elang tidak sabar karena baik Wira maupun Erna belum menjawab pertanyaanya.


“Garis dua.” Jawab Aira dengan menampilkan senyum terbaiknya. Ia langsung menghambur memeluk Naira.


Sepersekian detik para laki-lak yang ada di sana hanya diam. Salahkan saja mereka yang tidak mengerti apa maksud dari garis dua yang diucapkan Aira.


Berbeda dengan gadis kecil yang baru saja dipeluk oleh bundanya. Karena sering ia melihat sinetron ia tahu betuk arti dari garis dua yang dimaksud bundanya.


“Daddy nggak seneng?” tanya Naira penuh selidik ketika melihat daddynya hanya diam. Apakah daddynya tidak senang jika di dalam perut bundanya ada calon adiknya?


“Sebentar-sebentar, ini maksudnya gimana? Ada yang bisa menjelaskan?” tanya Elang begitu penasaran.


“Selamat kak Elang. Naira akan memiliki adik.” Juna menjabat tangan Elang dengan antusias. Dia mengerti arti daru garis dua bahwa itu menandakan Aira positif hamil. Melati dulu juga menggunakan benda kecil ajaib itu pada saat mengecek kehamilannya untuk pertama kali.


Elang terpana. Apa yang diucapkan Juna menghipnotisnya. Tanpa berkata apapun, Elang menghampiri Aira dan memeluk istriny erat. Senyum cerah terukir pada bibir seksi kesukaan Aira.


“Apakah benar yang diucapkan Juna?” bisik Elang. Aira hanya mengangguk sebagai jawaban.


Elang melepaskan pelukannya. Kemudian berlutut di depan Aira. Mengusap perut sang istri yang jelas-jelas masih belum berubah. Ia meraih Naira yang berada di samping Aira. Memeluknya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan masih mengusap perut datar Aira.


“Princess Naira, di dalam perut bunda ada adik Naira. Apa kamu senang sayang?” tanya Elang lembut.


“Tentu saja Nai suka Dad. Tapi.... apakah setelah bayi kecil lahir kalian akan tetap menyayangiku?” Naira mengungkapkan ketakutannya. Apa yang pernah ia dengar nyatanya masih membuatnya takut jika sewaktu-waktu ia tidak akan dilupakan.


Aira ikut berlutut. Memeluk Naira dengan erat. Elang memeluk keduanya.


“Itu pasti sayang. Sesuatu yang menakjubkan di dunia ini adalah cinta dan kasih sayang. Semakin banyak kita membaginya, semakin banyak pula kasih sayang yang kita dapatkan. Kasih sayang itu tidak akan berkurang jika dibagi. Princess mengerti?” kata Aira lembut.


“Nai percaya. Nai sayang bayi kecil.”


“Kami semua juga menyayangimu sayang. Kita akan menunggu bayi kecil bersama.” Elang memeluk keduanya. Kebahagiaannya lengkap sekarang.


Semua orang yang ada disana hanyut dalam kebahagiaan keluarga kecil di depan mereka. Satu persatu mengucapkan selamat kepada calon ayah, calon ibu dan calon kakak itu. Mereka ikut bahagia.


...🐣🐣🐣...


Malam ini, malam yang hangat untuk kedua calon orang tua itu. Aira dan Elang masih belum menutup mata mereka malam itu. Setelah keduanya bersama-sama menidurkan Naira di kamarnya, mereka berdua memilih menghabiskan waktu bersama.


Keduanya duduk di ranjang. Bersender di kepala ranjang. Aira bersandar di dada Elang. Elang mengelus lembut perut datar Aira. Bibir keduanya terus mengembangkan senyuman menandakan jika hati keduanya dipenuhi kebahagiaan sekarang.


“Aku masih tidak yakin jika di perutku ini ada bayi kecil.” Kata Aira sambil menghentikan tangan Elang yang mengusapnya dari tadi. Usapan Elang menimbulkan rasa yang lain. Indra kewanitaannya terangsang juga jika seperti ini terus.


“Apakah harus aku periksa untuk meyakinkanmu sayang?”


“Bagaimana caranya?” Aira mendongak memandang Elang yang juga sedang memandangnya.


“Aku akan memberi perintah pada Pedro untuk memeriksanya di dalam sana.” Senyum mesum Elang tercipta. Membuat Aira mencubit keras perut Elang.


“Aduh sayang. Ini sakit.” Elang mengelus perutnya yang memerah akibat cubitan Aira yang tak beradap.


“Abisnya mas mesum banget sih. Semakin lama tingkat kemesuman mas semakin meningkat.”

__ADS_1


“Itu bagus kan. Jika semakin menurun baru itu yang buruk.”


Aira melayangkan tangannya memukul tangan Elang yang mengelus lengannya. “Bisa nggak bicara serius sebentar saja?”


“Bisa dong kalau sebentar. Setelah itu kita bicarakan lagi kesejahteraan Pedro sebelum dia puasa nantinya.” Cubitan maut kembali mendarat. Kali ini lebih keras hingga meninggalkan bekas biru di perut Elang.


“Ini sakit sayang.”


“Itu tanda cinta mas. Mas malah sering buat yang seperti itu di tubuhku.” Cibir Aira. Ia hanya memandang tanda biru akibat ulahnya. Kulit putih Elang ternoda tanda cubitan biru disana.


“Itu lain sayang. Aku kan membuatnya dengan enak. Gini.”


“Aahh” Aira mendesah saat Elang mendaratkan bibirnya di leher jejang Aira. Membuat tanda yang dimaksud Aira. Elang menyeringai. Aira tidak akan mampu menolak rangsangannya.


Tangannya tidak mau diam. Kebiasaan tangan penjelajah itu sudah mendarah daging. Dengan lembut dan penuh perasaan tangan itu meraba setiap inci tubuh Aira di balik piyamanya.


Bibir seksi favorit Aira juga sudah bertautan dengan partnernya. Menimbulkan decapan dengan suara yang ambigu. Kemesuman keduanya tidak mungkin berakhir di tengah jalan. Mereka kembali meraih surga dunia mereka untuk kesekian kali.


“Besok kita pergi ke dokter kandungan sayang.” Kata Elang sambil merapikan rambut Aira yang berantakan akibat pergulatan panas yang baru mereka lakukan.


“Iya mas. Aku heran kenapa tidak merasakan ada yang berubah dengan diriku. Melati saja sampai seperti itu. Dia hampir tidak bisa dimasuki makanan. Kok aku tidak ya mas?”


“Justru kamu harus bersyukur sayang. Ini artinya anak kita ini pengertian. Dia tidak ingin menyusahkan bundanya. Cukup Daddynya yang ngerepotin bundanya.” Aira memukul ringan lengan Elang.


“Untung saja segera ketahuan. Jadi aku bisa lebih hati-hati mulai sekarang. Aku juga akan mulai memperhatikan makanan apa yang aku konsumsi.”


“Terima kasih sayang. Hari ini kamu memberikan kejutan yang paling indah seumur hidupku.” Elang mencium pucuk kepala Aira.


“Tentu saja. Apa hal yang lebih membahagiakan daripada kehamilanmu?”


“Apakah dulu mas tidak senang saat kehamilam Naira?”


“Jujur saja iya. Bahkan aku sangat membencinya saat dia masih berada di dalam perut Safna. Aku merasa dialah yang menghancurkan hidupku. Aku bahkan ingin sekali mengakhiri hidupku ketika aku tahu jika benihku tumbuh di dalam rahim Safna.”


“Tapi sekarang mas sangat menyayangi Naira kan?”


“Tentu saja. Kau tahu kenapa?”


“Memangnya kenapa?”


“Itu karena dia perempuan. Dulu aku berniat akan menjadikannya seperti dirimu. Aku akan membuat Naira semirip mungkin denganmu. Aku akan menganggapnya anakmu. Bukan anak Safna.”


“Kenapa seperti itu?”


“Karena sampai kapanpun aku tidak menganggap Safna sebagai istriku. Sampai kapanpun, istriku hanya satu, Aira Salsabila Raharja. Bukan yang lain.”


“Wah wah. Sepertinya ada yang bucin tingkat Persdir nih.” Goda Aira. Elang mencubit pelan hidung Aira.


“Kamu baru tahu kalau tingkat kebucinanku sudah setinggi itu? Aku bahkan seperti mayat hidup ketika kepergianmu dulu. Apalagi ketika kamu kembali, kamu sudah bertunangan. Sedangkan aku sendiri bahkan sudah menikah dan memiliki anak. Rasanya ingin aku menghancurkan dunia ini.”


“Gawat juga ya." goda Aira.

__ADS_1


"Sekarang aku bahagia kita bisa bersama. Kita akan membangun keluarga yang bahagia.”


Keduanya saling berpelukan. Mengalirkan kasih sayang mereka.


“Mas bolehkah aku meminta sesuatu?”


“Katakan saja. Apa itu?”


“Sebagai ganti batalnya bulan madu kita, Aku ingin membebaskan kak Safna. Boleh ya?” Elang menatap tajam Aira untuk pertama kalinya. Membuat istrinya itu sedikit khawatir.


“Tidak. Bahkan aku tidak akan mengizinkanmu menemuinya dalam waktu dekat.”


“Kak Safna sudah berubah mas.” Aira menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya saat ia mencoba meraih laci nakas untuk mengambil surat yang diberikan Safna.


Elang menerima dan membaca isi surat yang Safna berikan.


“Tidak, sampai aku yakin jika ia memang sudah berubah sayang. Dia sangat licik. Aku takut dia akan merusak kebahagiaan keluarga kecil kita.”


“Tapi mas, mami dan papi sangat sedih karena kak Safna dipenjara. Naira juga pasti akan senang.”


“Suatu saat, aku sendiri yang akan membawanya menemuimu dan keluarga kita. Aku janji.”


*


*


*


Kita sudah sampai pada Episode-episode menjelang akhir.... 🐨


Jangan lupa Like ya 😉


Mendadak akoh jadi melow gini ya.... 😫


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2