Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 117. Pengantin Panas VS Pengantin Hangat


__ADS_3

Di lantai tertinggi di Dirgantara Hotel dua kamar pengantin telah disiapkan. Kenapa dua? Itu karena pengantin yang masih hangat tidak mau kalah dari pengantin panas yang baru sah pagi tadi. Siapa lagi kalau bukan pasangan Elang dan Aira. Dan sudah pasti dapat dengan mudah ditebak jika ide itu datangnya dari otak cerdas Elang yang kini telah bertambah gelar menjadi otak mesum.


Dua kamar di lantai 55 yang biasa ditempati Juna dan Elang kini telah disulap menjadi kamar pengantin. Mulai dari seprai, sarung bantal dan guling berwarna putih polos. Begitu juga dengan tirai yang tergantung di gorden.


Ada yang berbeda dengan ranjang di kamar Elang. Biasanya ranjang itu polos. Tapi malam ini ada empat pilar di setiap sudutnya dengan kain tipis berwarna putih dengan hiasan bunga mawar putih yang tercium harum.


Di atas ranjang bertaburan kelopak bunga mawar putih dan mawar merah dengan sebuket bunga mawar berwarna merah.Cahaya temaram dari puluhan lilin aroma terapi yang menyala.


Penampakan kamar Juna tak jauh beda dengan kamar Elang. Hanya pilar saja yang membedakan keduanya.


Tak lama berselang setelah lilin-lilin itu dinyalakan Elang dan Aira masuk ke dalam kamar mereka dengan Aira yang berada digendongan Elang. Lagi-lagi Naira berakhir dengan ikut Erna dengan akal bulus yang berhasil terfikirkan oleh otak mesum Elang yang malam ini lebih mendominasi.


Flash Back On....


Malam ini resepsi pernikahan dengan tamu undangan yang merupakan rekan bisnis dan kenalan kedua mempelai digelar di ballroom hotel. Acaranya tidak sekaku siang tadi. Hanya acara ramah tamah dan makan bersama. Tidak ada acara spesial.


Jam delapan malam Naira merasa mengantuk dan merengek ingin pulang. Namun Elang sudah memiliki rencananya sendiri setelah acara ini dan itu harus berhasil.


"Princess pulang dulu dengan kakek dan nenek ya" kata Elang sambil mengusap lembut kepala gadis kecilnya.


"Tapi Nai ingin bobok sama Bunda Dad"


"Nai, Pestanya masih belum selesai dan Daddy masih belum bisa pulang. Princess nggak kasihan sama Daddy kalau Bunda pulang duluan. Nanti Daddy nggak ada temannya." bujuk Elang agar rencananya berhasil. Ia ingin mengulangi malam pengantinnya.


"Baiklah Dad. Ayo nek kita pulang."


Dan Aira mempunyai firasat yang tidak baik setelah Elang mengerlingkan mata nakalnya. Apalagi saat Naira berkahir di gendongan Andrian dengan mulut yang tidak berhenti menguap.


"Seharusnya kita tidak apa jika pulang duluan mas. Acara malam ini kan santai."


"Memang. Tapi acara setelah resepsi inilah intinya."


"Memangnya ada acara apalagi mas?"


"Nanti kamu akan tahu." Sekali lagi Aira memiliki firasat yang buruk dimana dia yang akan banyak berperan.


Flash Back Off....

__ADS_1


Skip dulu! Adegan +21 dimulai!!! Yang merasa kurang nyaman bisa mundur teratur....


"Ini indah sekali mas." Aira takjub dengan penampilan kamar Elang yang terlihat berbeda dari yang sebelumnya ia masuki.


Elang menurunkan Aira di depan ranjang. Diraihnya buket bunga dan diserahkan pada istrinya.


"Bunga yang indah untuk wanita terindah malam ini." Aira masih saja memerah jika Elang menggodanya. Dengan tersipu ia menerima buket bunga dan diciuminya sambil menutup mata. Berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdebar lebih cepat dengan aroma eliksir bunga mawar yang menyegarkan.


Namun betapa terkejutnya ia saat ia membuka mata. Elang sudah membuka kemeja yang ia gunakan. Kini Aira disuguhkan dengan bentuk tubuh yang indah milik suaminya. Apalagi saat tubuh atletis itu mendekapnya dengan erat. Aroma tubuhnya yang maskulin memasuk hidungnya dan menggelitik hatinya.


"Mari kita ulangi lagi malam pengantin kita yang tak terencana dulu. Fiuh!" bisik Elang disertai tiupan nafas hangat yang menyapa kulit telinga dan leher Aira. Membuat gairah seketika memuncak.


"Mas, kita bukan lagi pengantin baru. Kita bahkan hampir setiap hari melakukannya. Apakah mas tidak merasa lelah hari ini?"


"Tidak sayang. Aku tidak lelah sama sekali. Aku masih sanggup mengajakmu terbang ke awan."


"Oh ya? Terbang ya? Tapi yang kulihat mas tidak mempunyai sayap. Mengajakku terbang dengan apa memangnya?"


"Dengan ini!" seru Elang dengan bibir yang sudah menjelajah di leher jenjang Aira. Tangan sang penjelajah juga sudah berkelana mengunjungi tempat-tempat favoritnya yang merupakan daerah sensitif yang selalu bisa membangkitkan gairah sang istri.


"Jangan ditahan sayang." semakin memerah saja wajah Aira mendengarnya.


Tangan Elang yang sudah terampil melepaskan kain yang disebut pakaian. Dalam beberapa menit saja tubuh polos Aira sudah tersaji di bawah kungkungan Elang. Membuat sang tersangka menelan ludahnya karena merasa tidak sabar untuk mengeksplor setiap inci tubuh istrinya.


Dan sekali lagi, malam itu Elang berulang kali memuntahkan cairan lava panasnya pada rahim Aira. Walaupun hampir setiap hari tubuh itu ia nikmati, nyatanya Elang tidak pernah merasa bosan. Yang ada malah semakin ketagihan dengan sensasi yang tercipta setiap kali ia bersatu dengan Aira istrinya.


Di kamar pengantin panas yang bersebelahan dengan kamar pengantin hangat itu. Ketika sang pengantin hangat sudah menyelesaikan dua rondenya, pasangan suami istri yang baru selesai dari pesta resepsi mereka masuk ke dalam kamar pengantin yang sudah disediakan untuk mereka.


Keduanya berwajah kusut tak berbentuk. Rasa lelah akibat panjangnya acara yang berlangsung sejak pagi membuat tenaga keduanya habis terkuras.


"Capeknya...." Melati tumbang di atas ranjang yang pnuh taburan bunga itu. Masih lengkap dengan gaun berwarna putih dan segala pernak-pernik yang digunakan.


"Aku juga..." Juna juga menyusul di sebelah wanita yang tadi pagi ia sahkan menjadi istrinya.


"Akhirnya kita menikah juga ya Mel."


"Hem. Rasanya ini seperti mimpi." tangan Juna meraih tangan Melati. Tubuhnya bergerak mendekati gadis itu.

__ADS_1


"Ayo kita tidur saling berpelukan." Juna meraih kepala Melati dan meletakkannya di dadanya.


Perasaan keduanya saat ini sangat bahagia. Merasa saling memiliki merupakan impian mereka. Perasaan yang lama terpendam membuat mereka merasa lega telah terikat dengan ikatan suci pernikahan.


Jantung keduanya berdebar mendapati posisi yang sangat intim bagi keduanya ini. Namun rasa lelah mengalahkan semua keinginan untuk berbuat lebih. Mereka harus puas hanya dengan tersenyum sebelum tidur dan saling menghangatkan saat mereka tidur dengan berpelukan.


Akhirnya, pasangan pengantin yang masih panas tertidur dengan masih memakai segala yang dipakai saat acara resepsi mereka.


Sedangkan, suara *******, lenguhan, desisan dan rintihan masih terdengar di kamar pengantin sebelah. Kedua manusia yang masih saja mendayung demi menggapai kenikmatan dunia berlomba-lomba menuntaskan hasrat mereka hingga mereka bermandikan peluh lewat tengah malam.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir...πŸ€—


Moon maap. Panas lagi ya? Huahahahaha


Kipas-kipas mantaaap!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...πŸ€—...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. πŸ™...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❀❀❀Queen_OK❀❀❀...

__ADS_1


__ADS_2