Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 128. Aku Nggak Mau Jadi Badut


__ADS_3

"Ada apa sayang?" tanya Elang ketika melihat Aira terburu-buru bangun setelah dengan santainya mendorongnya.


"Aku baru ingat sore ini Naira minta ditemani berenang. Aku pergi dulu ya mas." tanpa menunggu jawaban dari suaminya, Aira segera keluar dari kamar.


Elang menggelengkan kepalanya mendapati tingkah Aira kali ini. Ia tahu betul jika istrinya hanya mencari alasan untuk lepas darinya. memang menjadi kebiasaannya jika ia tak akan mampu menahan diri jika sedang bersuan di kamar. Dia tidak akan memperdulikan waktu. Yang ada dia hanya ingin menyentuh istrinya itu terus menerus.


Ketika mendengar suara gelak tawa dari arah kolam renang. Elang memutuskan untuk ikut menemani kedua wanita kesayangannya. Elang segera keluar kamar. Bergabung ke dalam kesenangan ibu dan anak itu di kolam renang.


"Mau kemana Lang?" tanya Erna saat melewati dapur.


"Ke kolam ma. Kelihatannya Aira dan Naira butuh ditemani.


"Suami, istri sama anak sama saja. Ini sudah sore, masih mau main air." gerutu Erna yang tak digubris oleh Elang. Dia malah lebih memilih menggoda wanita yang telah melahirkannya tiga puluh tahun yang lalu itu.


"Mama kalo sirik ikut aja."


"Ogah. Sana-sana jagain menantu dan cucu kesayangan mama." usir Erna. Namun Elang semakin tertarik untuk menggoda Erna semakin jauh. Elang masuk ke dapur dan mengangkat tubuh mamanya ala bridal style.


"Apa-apaan kamu ini Lang. Turunin mama. Kalo mama jatuh gimana?" Erna berpegangan erat pada leher Elang.


"Ck. Mama menghinaku. Setiap hari aku menggendong Aira saja biasa."


"Mama sudah tua Lang. Mama takut."


Elang tak hanya tersenyum mendengar rengekan mamanya. Ia terus membawa ibunya keluar dari rumah. Menuju kolam yang berada di belakang rumah. Erna terus berteriak meminta untuk dilepaskan.


"Mas Andrian tolong! Anak bandelmu menculikku!" teriak Erna panik.


"Tenanglah ma. Kalo mama terus teriak akan Elang jatuhkan disini." ancam Elang. Erna menyerah. Pasrah akan apa yang akan dilakukan oleh anaknya.


"Oma kenapa Dad?" teriak Naira saat melihat Daddynya menggendong Erna.


"Oma mau ikutan renang sayang. Tapi malu mau bilang." jawab Elang enteng. Erna segera memukul dada Elang. Mana ada dia ibgun renang. Anaknya ini mengada-ngada.


"Aira sayang tolong mama. Mama nggak mau renang."


"Sini mas. Mama masukin air." dan kalimat yang tidak diharapkan keluar dari mulut sang menantu kesayangan.


Elang menyeringai. Istrinya setuju dengan rencananya. Elang segerw mengeratkan pegangannya pada Erna sebelum berlari dan memasukkan diri ke dalam kolam dengan Erna yang masih dalam gendongannya.


"Aira! Elang! Kalian benar-benar ya!" sayangnya sang pahlawan kesiangan benar-benar datang terlambat. Andrian datang ketika Elang sudah melompat. Kin dia hanya berkacak pinggang melihat istrinya yang tadi berteriak minta tolong padanya sudah basah kuyup di tengah kolam dengan cengiran pasangan suami istri yang sedang sama-sama somplak.

__ADS_1


"Sini Pa. Airnya segar." kata aira sambil menepuk-nepuk air. Elang menyeringai. Ia keluar keluar kolam dan mendorong Andiran hingga jatuh ke dalam kolam.


Dan akhirnya sore itu dihabiskan mereka di dalam kolam sambil bermain air. Andrian dan Erna juga merasa bahagia dapat tertawa bahagia bersama Elang dan keluarga kecil anaknya itu. Melihat senyum di bibir Elang membuat kedua orangtua itu merasa sangat puas untuk bahagia.


...πŸ¦‰πŸ¦‰πŸ¦‰...


Suasana kehangat keluarga masih berlanjut. Malam harinya mereka memutuskan makan malam di luar. Sebab Erna yang menjadi juru masak utama tidak menyelesaikan tugasnya. Para maid juga diintruksikan agar tidak memasak terlalu banyak.


Sebuah privat room sudah dipersiapkan untuk makan malam keluarga pemilik Dirgantara Hotel. Mereka juga mengundang Reno dan yang lainnya secara mendadak.


Karena undangan yang mendadak akhirnya Mikaila tidak dapat bergabung karena ada kegiatan syuting.


Setelah makan malam selesai, mereka semua masih enggan meninggalkan ruangan. Mereka masih asik berbincang dan bercanda.


"Kak Reno, kok aku tiba-tiba ingin lihat kakak pakai kostum badut terus nari-nari ya." ucap Aira tak terduga. membuat semua orangengarahkan atensinya pada wanita muda yang duduk menopang dagu sambil memasukkan kentang goreng ke dalam mulutnya. Jangan lupakan watadosnya. Matanya yang berbinar penuh harap juga tak luput dari penglihatan semua mata yang tertuju padanya.


"Hah? Maksud kamu apa Ra?" Reno meminta kejalasan kalimat yang diucapkan Aira.


"Ya gitu kak. Aku pengen lihat badut. Kan udah lama aku nggak lihat."


"Kamu udah gede kok pengen lihat badut sih. Noh bilang Elang buat jadiin kamu badut."


Sebelum Elang mengeluarkan suaranya, Reno sudah memotongnya. "Ya bisalah. Kalo kamu hamil pasti nanti mirip badut. Perut gendut, pipi tembem. Hahaha"


Penjelasan Reni membuat Aira menekuk wajahnya. Ia membayangkan jika ia benar-benar memakai pakaian badut dengan perut yang gendut. Kemudian kedua pipinya yang tembem berhias tanda merah bulat.


"Enggak-enggak. Aku nggak bakal jadi kayak badut." rengek Aira. Tiba-tiba saja ia menangis dan memeluk Elang. "Aku nggak mau jadi badut mas. Kak Reno jahat banget sih bilang aku kayak badut. Huhuhu."


"Jangan-jangan kamu hamil Ra?" tanya Ridwan membuat semua orang kaget. Aira juga langung menghentikan tangisnya. Dengan tanoaerasa bersalah dia mengusap air mata dengan cara menduselkan di kemeja Elang. Membuat semua orang merasa memang ada yang salah dengan Aira.


"Tapi aku nggak ngerasa apa-apa Rid. Aku nggak mual, nggak lemes, nggak susah makan. Aku nggak ngerasain tanda-tanda kehamilan."


"Tapi memang ada yang tidak mengalami gejala-gejala hamil Sayang. Kamu terakhir dapet kapan?" tanya Erna. Dulu waktu dia mengandung Elang juga tidak merasakan hal-hal yang biasana dialami wanita yang sedang hamil muda kebanyakan.


Aira mengingat-ingat terakhir kali dia mendapatkan tamu bulanannya. Kemudian dia mengambil handphone karena dia mencatatnya disana.


"Sayang, kayaknya kamu udah lama nggak dapet deh. Aku juga udah nggak puasa sebulan lebih deh." kata Elang. "Kita jarang libur kan." lanjutnya. Membuat semua orang yang ada disana saling memandang tidak percaya. Sejak kapan Elang berbicara vulgar di depan umum?


"Iya-iya. Kita nggak pernah libur mas." jawaban dari suami-istri yang mendadak menjadi pasangan yang mesumable kembali membuat orang terbengong-bengong.


"Dad, Bun. Kalau kalian libulan Nai diajak ya."

__ADS_1


Semua orang beralih manatap satu-satunya anak balita disana. Naira yang sejak tadi diam membuat mereka semua hampir saja melupakan keberadaan manusia terkecil diantara mereka.


"Sayang coba pake ini deh." Erna menyodorkan tas plastik dengan logo apotek. Aira menerimanya dengan heran.


"Ini apa Ma?" Aira tidak mengetahui benda apa yang baru saja ia keluarkan dari sana.


"Itu tespeck. Cepat dicek."


"Ngeceknya gimana?"


Erna tak lagi menjawab. Ia tak yakin jika Aira akan mengerti dengan sekali ia menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Erna mengajak Aira ke kamar mandi yang ada di dekat ruangan itu, kemuadian meminta Aira menampung air seninya.


Semua orang menunggu kedua pasangan menantu dan ibu mertua yang baru saja keluar. Tak lama berselang, kedua orang itu kembali masuk ke dalam privat room dengan wajah muram. Erna bahkan terlihat seperti menuntun Aira agar menantunya itu tidak sampai terjatuh.


"Gimana?"


*


*


*


Maaciiih..... 😜


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...πŸ€—...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. πŸ™...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❀❀❀Queen_OK❀❀❀...

__ADS_1


__ADS_2