Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 56. Malam Minggu Seru


__ADS_3

Malam ini seharusnya Elang mengajak para remaja itu jalan-jalan keliling kota menikmati malam minggu di alun-alun kota. Tapi karena keadaan Melati yang tidak memungkinkan, jadi mereka memutuskan untuk menghabiskan malam di vila.


Empat buah kompor sudah tertata rapi di pinggir kolam. Bahan masakan yang berbeda sudah disiapkan di dalam keranjang. Segala perlengkapan juga sudah disiapkan tak jauh dari ke empat meja itu. Mereka akan mengadakan lomba masak berpasangan. Yang akan menjadi juri adalah Reno, Chef Arnold, miss Tasya, dan pak Paijo.


Keempat pasangan juga sudah siap dengan memakai celemek di tubuh mereka. Mereka duduk di kursi untuk mendengarkan peraturan yang dibacakan oleh Chef Arnold. Bagi pemenang lomba malam ini, mereka akan mendapatkan hadiah sejumlah uang untuk belanja di pusat oleh-oleh yang akan mereka datangi esok pagi sebelum mereka kembali sore harinya. Selain itu mereka juga mendapat voucer belanja di Mall Elang yang ada di Jakarta. Tentu saja para remaja itu girang. Dan hukuman bagi yang kalah malam itu akan memakai aksesoris badut dan berjoget setelah acara selesai.


"Untuk urutan memilih keranjang, saya akan mempersilahkan kalian mengambil bola di dalam kotak ini." Chef Arnold memperlihatkan kotak kaca yang dibawanya. Di dalamnya banyak terdapat 10 bola bernomor. "Setiap pasangan mengambil dua bola. Dan urutannya nanti sesuai dengan jumlah kedua bola yang diambil. Yang paling banyak, memilih keranjang lebih dulu."


"Siap!"


"Baiklah." Chef Arnold maju dan mendekatkan kotak berisi bola itu pada para pasangan. Mereka semua mengambil bola. Menunjukkan pada pasangan masing-masing nomor bola yang mereka dapatkan.


Elang mendapatkan bola bernomor 1, Sedangkan bola Aira bernomor 7. Juna mendapat 4, bola Melati bernomor 10. Bola Mikaila bernomor 2, Wildan bernomor 9, Ridwan bernomor 3, Dela bernomor 6.


Jadi, sesuai urutan, Juna dan Melati memilih keranjang mereka terlebih dahulu, setelah itu Mikaila dan Wildan, Ridwan dan Dela, dan yang terakhir adalah Elang dan Aira.


"Lo bakal kalah Ra. Siap-siap jadi badut malam ini!" ejek Juna ketika dia berjalan menuju tempatnya dengan membantu Melati jalan.


"Belum dimulai sudah sombong Na."


"Hahaha. Lo bedain gula ma garam aja nggak tahu." cibir Juna. Aira mendengus. Ingin sakali membalas. Tapi yang dikatakan Juna adalah kebenaran.


"Sudahlah Na. Jangan ejek Aira terus." kata Melati membungkam mulut Juna. Aira menjulurkan lidahnya saat mendengar Melati membelanya dan Juna menurut saja.


"Pest Pest mas, aku nggak bisa masak sama sekali. Kalau kita kalah gimana? Aku nggak mau jadi badut." Aira berbisik pada Elang.


"Tenang saja sayang. Aku juga jago masak."


"Oh iya ya. Aku sampai lupa."


"Aku nggak mungkin buat acara lomba yang tidak aku mampu. Mereka semua salah satunya juga bisa masak kan?"


"Ya. Tapi Juna Dan Melati lawan paling tangguh. Mereka berdua bisa masak semua."


"Hey sayang. Kita ikutan lomba bukan untuk menang. Memang itu tujuannya. Membuat chemistry Juna dan Melati semakin kuat. Kita lihat saja nanti."


"Rencana yang hebat."


"Tentu saja."


"Tapi besok mas Elang traktir aku kan?"


"Tentu saja. Sepuasnya. Katanya mau menguras dompetku?"

__ADS_1


"Ye Ye."


Lomba masak dimulai setelah semua peserta siap di belakang kompornya. Elang yang terbiasa masak dengan cekatan menyiapkan bahan dan bumbunya. Dia memutuskan untuk membuat cumi-cumi saus pedas manis. Itu bukanlah hal sulit bagi Elang. Aira diminta mengupas bawang merah dan bawang putih. Elang memberikan pisau yang sedikit tumpul agar tidak menyakiti Aira. Lagipula untuk mengupas keduanya tidak diperlukan pisau yang tajam. Sedangkan Elang memotong dan mencuci cumi-cumi, setelah itu Elang mempersiapkan bumbu-bumbu yang akan dihaluskan.


Juna dan Melati yang mendapatkan kesempatan pertama untuk memilih keranjang memilih masakan yang paling mudah dibuat. Mereka akan membuat pasta dengan saus carbonara. Keduanya membagi pekerjaan mereka. Keduanya bisa masak sehingga saling melengkapi. Juna yang tinggal di apartemen terbiasa masak untuk dirinya sendiri, sama seperti Elang.


Dela, yang kelihatan manja ternyata tidak kalah jago. Memasak adalah salah satu hobinya. Dengan cekatan dia menyiapkan bahan. Mereka akan membuat jengkol balado. Ridwan membantu sesuai instruksi dari Dela.


Mikaila dan Wildan akan membuat nasi goreng sea Food. Makanan yang paling mudah karena merupakan makanan favorit keduanya. Wildan dan Mikaila bisa memasak walaupun tidak begitu jago. Mereka berdua saling mengingatkan jika ada bumbu yang kurang atau berlebihan.


Para juri berjalan menghampiri para peserta, menanyakan tentang masakan apa yang akan mereka buat, dan bumbu apa yang mereka butuhkan. Mereka juga bebas jika menanyakan pendapat dan masukan dari Chef Arnold.


Setelah menghabiskan waktu selama satu setengah jam. Makanan yang mereka buat siap tersaji di atas meja. Chef Arnold, Miss Tasya, Reno dan juga Paijo berdiri di depan makanan-makanan hasil dari keempat pasangan itu. Sedangkan empat pasangan itu berdiri berdampingan di depan para juri.


Satu persatu juri mulai mencicipi masakan mereka. Keempat orang itu berperan seperti juri profesional. Dalam posisi ini, keadaan tegang seketika tercipta. Mereka penasaran dengan hasil masakan masing-masing. Dengan refleks menggenggam tangan pasangan masing-masing. Bahkan Juna dan Melati tidak sadar jika dari tadi mereka saling meremas tangan.


Masakan pertama adalah masakan milik Mikaila yang paling cepat selesai. Satu persatu juri melakukan tugasnya. Memberikan nilai dan mencatat pada kertas yang mereka bawa. Paijo dan Reno yang tidak mengerti betul hanya menilai berdasarkan rasa masakannya. Sedangkan Chef Arnold dan Miss Tasya selain menilai, mereka memberikan poin-poin penting mengenai masakan yang mereka cicipi.


Setelah makanan Mikaila selesai, giliran masakan Melati, Dela dan yang terakhir adalah masakan Aira karena masakannya adalah yang terakhir matang.


Penilaian sudah selesai. Keempat juri segera berkumpul untuk menjumlahkan penilaian mereka.


Semua orang sudah duduk di kursi panjang di depan kolam renang. Hasil penilaian lomba masak malam ini akan diumumkan. Chef Arnold berdiri di depan semua orang.


"Masakan Mikaila dan Wildan mendapatkan total nilai tiga puluh dua." Semua orang bertepuk tangan mendengarnya.


"Masakan Melati dan Juna mendapatkan total nilai tiga puluh enam."


"Yah gue kalah." ucap Mikaila kesal. Wildan menepuk pundak Wildan. Menguatkan.


"Lo kalah Wil. Yang menang itu gue." kata Ridwan penuh percaya diri.


"Kita bakal menang Mel." kata Juna pada Melati yang duduk di sampingnya. Melati hanya mengangguk sambil tersenyum. Mereka tanpa sadar duduk saling merapat seperti pasangan yang sesungguhnya.


"Masakan Dela dan Ridwan mendapatkan total nilai tiga puluh lima."


"Lo kalah juga Rid. Hahaha." ejek Wildan.


"Tenang-tenang. Itu artinya sejauh ini makan Juna dan Melati unggul. Sekarang saya akan mengumumkan total nilai masakan tuan Elang dan Aira. Dan nilainya adalah....."


"Jreng Jreng Jreng.... "semua remaja yang ada disana kompak berseru. Menurut mereka itu menyenangkan. Seperti ada efek tersendiri.


"Tiga puluh...... enam. Nilainya sama dengan masakan Juna dan melati."

__ADS_1


"Lo ngalah aja Ra." ujar Juna.


"Mana bisa begitu?"


"Sudah-sudah. Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan pemenang dari lomba ini adalah Juna dan Melati. Masakan mereka lebih cepat selesai dan tampilannya lebih menarik." putus Chef Arnold.


"Kita menang Mel." teriak Juna girang. Dia memeluk Melati dengan erat. Sedangkan Melati sangat kaget menerima respon Juna. Jantungnya sudah berirama tidak beraturan.


"Eehem... Ekhem.... Dilepas dulu kali." sindir Mikaila. Juna langsung tersadar dan melepaskan pelukannya pada Melati. Aira sudah cekikikan dari tadi. Dia tidak menyangka jika Juna akan sampai bertindak seperti itu.


"Sorry Mel. Gue nggak sengaja."


"Iya nggak papa."


Keduanya kembali duduk dengan canggung. Beberapa kali mereka saling melirik.


"Baiklah. Hadiahnya akan saya berikan besok ketika kita akan berangkat ke pusat oleh-oleh."


"Kak. Kita juga mau dong."


"Kita lihat besok ya. Sekarang lebih baik kita makan."


Selain masakan hasil dari perlombaan, Elang juga telah memesan masakan dari resort. Jadi malam ini meja makan terasa ramai karena Chef Arnold, miss Tasya dan Pak Paijo juga ikut bergabung makan.


Setelah makan, mereka semua duduk santai di tepi pantai memandang bintang dengan dihibur dua badut dadakan yang mendapatkan hukuman. Siapa lagi kalau bukan Mikaila dan Wildan. Keduanya sepertinya menikmati peran mereka menjadi badut. Mereka berjoget dan membuat lawakan. Membuat semua orang tertawa.


Canda tawa menyertai kegiatan santai malam ini. Suasana hangat tercipta menghilangkan dinginnya angin malam.


*


*


*


...**Terima kasih sudah mampir ☺...


...Jangan lupa like👍, VOTE😁...


...dan rate⭐ lima ya...


...Salam sayang😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2