Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 30. Camping Part 1


__ADS_3

🌱Dari alam kita mendapatkan segalanya. Jadi ayo kita dukung go green🌱


Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Siswa-siswi peserta camping. Sudah dari pukul enam pagi Mereka sudah berkumpul di halaman sekolah. Begitu juga dengan Aira dan teman-temannya.


Dua bis sudah terparkir di halaman parkir SMA Bakti Nusa. Kegiatan ini memang tidak diwajibkan untuk semua siswa. Hanya bagi yang berminat dan memenuhi syarat karena camping kali ini lebih menantang dari tahun sebelumnya dimana akan ada kegiatan mendaki.


Keributan kecil karena ulah dari Bela sudah menyambut Aira di pagi yang cerah itu membuat mood gadis tomboy itu sedikit rusak. Juna yang lebih memilih duduk dengannya lah yang menjadi pemicu.


"Minggir Ra!" ucapan Bela membuat Aira dan teman-temannya menoleh kepada gadis cantik yang berdiri di depan mereka dengan didampingi oleh dua dayang setianya.


"Ogah. Tempat duduk masih banyak."


"Gue mau duduk sama Juna."


"Na pindah lo. Gue malas berdebat pagi ini."


"Kenapa mesti gue yang pindah sih Ra?" Aira menggedihkan bahunya. Sungguh malas dan memnuat mood down. "Lo mending pergi dari sini. Kalo nggak bakal gue tendang lo bertiga keluar dari bis." ancam Juna.


"Jun. Duduk sama gue aja ya dari pada sama cewek jadi-jadian itu." tunjuk Bela pada Aira. Aira memutar bola matanya.


"Sana ah Na. Berisik tau nggak."


Juna berdiri dan memegang lengan Bella. Bella yang dipegang Juna merasa menang dan tersenyum mengejek pada Aira. Juna menarik Bella ke bagian belakang. Karena memang di bagian belakang tempat yang masih kosong.


Tapi tanpa di duga Bella, Juna malah mendorongnya turun.


"Apa yang lo lakuin Jun?"


"Ngirim lo ke tempat dimana lo seharusnya berada."


"Maafin gue Jun. Gue janji nggak ganggu lo lagi."


"Awas lo kalo masih ganggu gue." ancam Juna. Bella dsn kedua temannya masuk bis dan memilih tempat di belakang kursi Aira dan Juna setelah mengusir yang telah menempati sebelumnya. Huh. Dasar!


Kini, Aira duduk sambil memetik senar gitarnya. Di depannya, Juna nerdiri sambil bernyanyi kadang Mikaila yang bernyanyi. Dengan penampilan mereka, bis yang mereka tumpangi menjadi lebih hidup dan bersemangat. Teman-teman mereka yang lain juga kadang ikut bernyanyi atau request lagu favorit mereka.


"Gue capek Wil. Lo pegang." Aira menyerahkan gitar yang dari satu jam dia pangku dan mainkan. Wildan menerima gitar itu.


"Lo pindah sini." Wildan menuruti permintaan Aira dan bangun dari duduknya untuk bertukar posisi dengan temannya itu. Wildan mulai mencari posisi yang nyaman. Dan keseruan dalam bis masih terus berlangsung.


Aira mengambil handphone yang dari tadi dia abaikan. Padahal dia tahu benda pipih itu beberapa kali berkedip menandakan ada notifikasi masuk ke dalam Handphone itu. Senyum Aira terbit saat melihat ada 10 pesan whatsapp dari satu nomer. Siapa lagi kalau bukan dari Elang.


🗨Semangat cantik


🗨Jangan lupa sarapan dulu


🗨Sudah berangkat Ra?


🗨Selamat bersenang-senang


🗨Rindu


🗨Ra


🗨Ting


🗨Kamu nggak lupain mas kan?


🗨Ra bales dong


🗨Kamu baik-baik aja kan Ra?


^^^Maaf mas. Tadi lagi karaokean 🗨^^^


sama teman-teman. Jadi nggak pegang HP.


📞Mas Elang Caling.....


Di reject.


🗨Kenapa di matiin Ra


^^^Sorry mas. Ne banyak teman. 🗨^^^

__ADS_1


Jadi nggak enak kalo malah asik telfonan. Nanti aja kalo sudah sampai aku kabarin.


🗨Ya sudah. Padahal mas kangen pengen dengar suara kamu


^^^Jangan kangen mas 🗨^^^


🗨Kenapa


^^^Nggak baik buat kesehatan🗨^^^


🗨Kamu tahu aja kalo jantungku bermasalah Akhir-akhir ini


^^^Yang benar mas? 🗨^^^


🗨Iya. Kalo dekat kamu sukanya jedag jedug nggak karuan


^^^Udah jangan gombal. Nggak mempan🗨^^^


🗨Hiks padahal beneran lo


^^^Hahahaha. 🗨^^^


🗨Ya sudah. Mas kerja dulu. Makasih buat semangatnya.


^^^Ok. Met kerja. Cari uang yang banyak🗨^^^


🗨Ok. Met senang-senang Ra. Tapi ingat jangan lupain mas. Nanti sampai disana kamu lupain mas


^^^Ish lebay. Sudah katanya mau kerja. 🗨^^^


🗨Bos mah santai Ra


^^^Cih sombong🗨^^^


🗨Oke-oke. EMMUACH


^^^Hiiii🗨^^^


###


"Siapa Ra? Dari tadi lo senyum-senyum?" Mikaila dari tadi memperhatikan sahabatnya itu. Aira bahkan seperti melupakan bahwa Mikaila duduk di sampingnya.


"Bukan siapa-siapa."


"Bukan siapa-siapa kenapa lo kelihatan seneng gitu?"


"Emang lo seneng kalo gue sedih? Lo seharusnya seneng dong lihat gue seneng."


"Iya juga sih. Gue seneng kok. Tapi gue penasaran aja ama lo. Nggak biasanya kan lo kayak gini."


"Ada saatnya seseorang berubah Mik."


"Benar. Saat jatuh cinta. Mau cerita?"


"Cinta apaan. Nggak ada yang namanya cinta-cintaan."


"Oke. Kapanpun lo siap cerita. Lo tahu gue bakal selalu bersedia menjadi pendengar yang baik buat lo."


"Thanks. Lo emang sahabat terbaik gue."


Setelah menempuh perjalanan selama dua setengah jam bus mereka berbelok ke dalam sebuah lapangan yang luas di pinggir hutan. Tempat itu biasa digunakan untuk camping para pelajar yang masih awam dalam hal pendakian.


Di pinggir lapangan itu ada bangunan-bangunan berupa kantor dan juga kantin. Disana juga ada beberapa toilet yang tersedia. Jadi mereka tidak akan sepenuhnya hidup di alam liar.


Setelah semua turun dari bis. Mereka mendapatkan pengarahan dari panitia camping. Jadwal kegiatan, pembagian tempat untuk mendirikan tenda yang dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, aturan dan apa yang tidak boleh mereka lakukan selama mereka berada disana. Yang paling penting panitia mengingatkan para peserta camping untuk selalu berkelompok dan tidak pergi sendirian agar tidak tersesat mengingat daerah itu berada di tengah-tengah hutan dan jauh dari pemukiman.


Semua siswa mendirikan tenda bersama kelompok mereka. Laki-laki berada di lapangan sebelah kiri yang langsung berbatasan dengan hutan, sedangkan untuk wanita lapangan sebelah kanan yang dekat dengan kantor dan juga kantin.


Aira dan Mikaila mendapatkan satu siswi sebagai kelompok mereka karena masing-masing kelompok terdiri dari tiga orang yaitu Melati. Gadis yang berpenampilan sedikit culun. Berkacamata tebal dan rambut nya selalu dikuncir dua.


"Kalian nggak keberatan aku satu kelompok sama kalian?" tanya Melati saat mengingat panitia menyuruhnya untuk satu kelompok dengan Aira dan Mikaila. Dia sendiri yang tidak punya kelompok.


"Tentu saja iya." jawab Mikaila. Wajah Melati pias seketika. "Nggak kok. Tenang aja. Kami nggak keberatan sama sekali. Iya kan Ra."

__ADS_1


"Hem." Aira menganggukkan kepala sambil berusaha mendirikan tenda milik ketiganya.


"Terima kasih."


"Sama-sama. Sekarang ayo kita rapikan barang kita." ajak Mikaila saat tenda yang mereka dirikan telah berdiri dengan gagah. lebay...


"Punya gue sekalian." Aira melemparkan tas nya ke dalam tenda tanpa merasa bersalah. Dia bahkan tidak melihat wajah Mikaila yang masam.


"Biar aku saja yang merapikan barang Aira. Dia pasti capek tadi selama perjalanan."


"Tuh Dengerin Melati. Dia aja kasian sama gue." kata Aira yang mendengar pembicaraan keduanya dari luar tenda. Aira sendiri memilih duduk di samping tenda dengan memainkan gitarnya.


Selesai mendirikan tenda mereka istirahat sampai siang. Setelah makan siang nanti akan ada beberapa permainan yang sudah disusun oleh panitia untuk membina kecekatan dan kekompakan masing-masing kelompok.


"Nanti lo ikut permainan apa Ra?" tanya Mikaila saat ketiganya berbaring di tenda.


"Semua akan gue ikutin." jawab Aira mantab.


"Lo yakin?"


"Iya lah. Buat apa jauh-jauh kesini kalau kita nggak seneng-seneng."


"Kalo lo Mel?"


"Kalo aku... Lihat nanti aja. Aku nggak terlalu suka yang menantang. Aku pasti kalah."


"Belum dicoba jangan nyerah. Lo mesti semangat."


"Ya. Semoga aku bisa."


"Gitu Dong. Lo sendiri ikut permainan apa Mik?"


"Emm. Apa ya?" Mikaila membaca daftar permainan. Bukan permainan yang modern. Permainan yang tujuannya mendekatkan diri dengan alam dan juga beberapa permainan tradisional. Saat Aira membaca draftnya tadi Aira sangat bersemangat karena dia penasaran dengan permainan yang sepertinya sangat seru jika dilihat dari namanya.


"Eh. Kalian mau nggak nanti main bakiyak panjang." tanya Mikaila saat membaca satu permainan untuk regu.


"Permainan seperti apa itu?" Aira mengernyitkan alisnya tidak mengerti.


"Gue juga nggak tahu."


"Itu permainan dengan menggunakan papan kayu panjang yang digunakan sebagai sandal dengan tiga orang sekaligus. Nah kita akan jalan dengan satu papan itu bersama-sama" jelas Melati. Dia yang dari lingkungan biasa mengetahui permainan yang biasanaya dilombakan saat acara Agustusan.


"Sepertinya menarik."


"Iya. Gimana cara kerjanya?" tanya Mikaila polos. Dia memang belum pernah sekalipun mengetahuinya.


"Intinya kekompakan yang paling utama. Satu melangkah dengan kaki kanan, yang lainnya juga sama. Jadi kita tentukan kaki mana dulu kita melangkah. Terus kita harus bilang kiri-kanan agar langkah kita sama. Jadi kita Tidak akan terjatuh karena langkah yang berbeda."


"Itu bagus. Gue punya ide Ra buat kerjain Bella dan dayang-dayang kecentilannya."


"Apa?"


"Sini!" Melati dan Aira mendekat untuk mendengar rencana Mikaila yang disampaikan dengan cara berbisik.


"Good idea." Aira menyeringai. Ia yakin rencana mereka akan sukses. Sepertinya camping kali ini akan seru.


Dan akhirnya Melati sedikit memahami bagaimana perasaan author jika para Reader yang baca malas memberi like ke karyanya. Just kidding 🤞


*


*


*


...Terima kasih sudah mampir 🤩...


...Maaf banyak Typo bertebaran🙏...


...Jangan lupa like👍 vote😎 dan rate ⭐lima...


...Jangan lupa sentuh💙 agar tahu ada up terbaru...


...Ramaikan komentar nya. Dengan ketik lanjut saja Author sudah sangat senang😍...

__ADS_1


__ADS_2