
Sepasang suami istri paruh baya duduk di depan seorang wanita. Wanita di depan mereka terlihat lebih kurus sejak seminggu tidak bertemu. Wajah yang biasa terlihat cantik hari ini terlihat lesu. Semenjak pertemuan terakhir mereka seminggu yang lalu, wanita ini banyak berfikir.
Dia adalah Safna. Setelah hampir tiga bulan lebih ia berada di balik jeruji besi dia akhirnya menyadari semua kesalahannya. Perkataan Amira seminggu yang lalu membuatnya berfikir dengan kepala jernih. Membuang segala ego dan kebencian.
"Maafkan Safna Mi, Pi. Sekarang aku sudah menyadari keasalahanku. Seminggu inu aku banyak berfikir. Dan aku sangat menyesal telah berubah menjadi orang yang sangat jahat selama ini." ucap Safna membuat Andra dan Amira saling berpandangan dan tersenyum. Anak mereka yang baik telah kembali.
"Apakah semua ini kenyataan?"
"Ya Pi. Aku sangat menyesal. Maafkan sikapku yang sangat tidak sopan dan jahat pada kalian."
Flash Back On...
"Kenapa kalian kesini lagi?" tanya Safna ketus. Kedua orang tuanya rutin mengunjunginya seminggu sekali.
"Kami hanya ingin mengetahui jika kamu baik-baik saja sayang." Amira berusaha meraih tangan Safna yang berada di atas meja.
"Cih! Aku tidak butuh perhatian palsu kalian." Safna menjauhkan tangannya dari jangkauan Amira.
"Kamu tidak boleh berkata kasar pada mamimu Safna." kata Andra. Melihat perubahan Safma yang semakin hari semakin kasar membuatbya bersedih. Dulu Safna bukanlah anak yang seperti itu. Dulu Safna berkelakuan sangat lembut. Putrinya itu sudah banyak berubah.
"Untuk apa berbuat baik pada orangtua yang tidak menyayangi anaknya?"
"Apa yang kamu katakan Safna? Masih kurangkah kasih sayang yang kami berikan selama ini?"
"Jika memang kalian menyayangiku, kalian tidak akan membiarkanku berlama-lama disini. Tentunya sangat mudah bagi kalian untuk membebaskanku dari penjara sialan ini."
"Justru karena kami menyayangimu kami membiarkan kamu tinggal disini. Karena kasih sayang yang berlebihan yang kami berikan padamu membuatmu menjadi orang yang egois. Hingga kamu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang kamu inginkan. Bahkan kamu tega berniat melenyapkan adikmu sendiri."
Setiap kata yang keluar dari mulut Andra membuatnya berfikir jika semua itu memang benar adanya. Dia sudah bertindak terlalu jauh. Dia sudah menjadi monster untui adiknya yang selama ini ia sayangi. Dan ia melakukannya hanya demi laki-laki yang bahkan tidak mencintainya sama sekali.
"Aira adalah adik kandungmu sayang. Bukankah selama ini kamulah yang paling menyayanginya? Kenapa kamu berubah begitu banyak hingga membunuh semua karaktermu?" Semakin dalam Safna berfikir. Sekarang ia ingat banyak hal buruk yang ia lakukan. Bukan hanya pada adiknya saja, melainkan pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan anak kandungnya turut menjadi korbannya.
__ADS_1
Sejak dilahirkan Naira yang ia lahirkan dari rahimnya tidak pernah ia beri kasih sayang. Bahkan setetes ASI pun tak pernah ia berikan. Setiap kali melihat sang anak bahkan ia akan memikirkan ide untuk memanfaatkan anak kecil itu untuk mendapatkan perhatian dari Elang.
"Sebenarnya Salsa ingin mencabut tuntutannya padamu." Safna menatap tajam Andra. Ia tak percaya jika adiknya yang beberapa kali coba ia sakiti bahkan hampir ia bunuh masih bisa menunjukkan kasih sayangnya pada sang kakak. Sebagai seorang adik tentu saja Aira tidak akan tega membiarkan kakaknya berada di dalam penjara dalam waktu yang lama. Namun sebagai kakak yang sudah begitu jahat ia merasa tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua dari Aira.
"Tapi maafkan papi karena papilah yang mnghentikan niat baik Salsa." Kini Safna memandang tajam pada Andra. Seakan tidak percaya bahwa laki-laki yang selama ini paling menyayanginya justru menghalanginya untuk keluar dari penjara.
"Mohon maaf waktu kunjungan sudah habis. Silahkan datang lagi lain waktu."
Sebelum Safna melayangkan protesnya seorang polisi wanita menghampiri mereka dan membawa Safna kembali ke dalam selnya. Andra dan Amira juga pulang setelah itu.
Hari ini Safna dipindahkan sementara ke dalam sel yang ada di dalam. Karena sel yang digunakan Safna akan dibersihkan dan diperbaiki tembiknya yang berlubang akibat ulah tahanan sebelumnya.
Sesampainya Safna di dalam sel barunya, pandangan benci langsung ia dapatkan dari beberapa wanita yang juga memakai seragam tahanan yang sama dengan yang ia pakai. Di dalam sel yang ditempati Safna, ada lima orang lagi disana. Beberapa dari Mereka terlihat masih muda. Usianya mungkin tidak jauh beda dengan dirinya. Namun penampilam mereka terlihat sangar. Mereka adalah para tahanan dengan kasus pencopetan.
"Ini tahanan baru yang tega mencelakai adiknya untuk mendapatkan kekasih adiknya?" kata sinis keluar dari salah satu tahanan saat petugas yang mengantar Safna pergi. Safna hanya diam.
"Bukan itu saja. Dia bahkan menabrak anak kandungnya sendiri. Sungguh menjijikkan. Cuih!" salah satu tahanan bahkan meludahi tubuh Safna hingga membuat emosi Safna yang masih belum reda setelah mendengar tentang tindakan Andra kembali memuncak.
"Berani kamu!" tahanan wanita itu juga segera terpancing dan berdiri melayangkan tangannya menampar pipi mulus Safna dengan keras. Menyebabkan tahanan yang paling junior itu berteriak keras karena merasakan perih dan panas yang menjalar di pipi kirinya.
"Beraninya kau! Aku adalah Safna Tsania Raharja. Dan beraninya kau menamparku hah?!" teriak Safna sambil memgangi pipinya yang memerah.
"Disini akulah yang berkuasa. Siapapun kamu di luar sana, di dalam sini akulah bosnya." seorang tahanan wanita bertubuh tinggi besar dengan kedua tangannya bertato yang dari tadi hanya melihat pertunjukan menarik di depannya berdiri sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
Ketika wanita bernama Dora itu berdiri. Semua tahanan disana menyeringai. Mereka semua tahu jika Dora tidak suka dengan orang ya g merasa lebih berkuasa di banding dengannya. Dora adalah tahanan yang dihukum karena kasus pembunuhan berencana yang divonis hukuman seumur hidup. Terkenal kejam dan suka memerintah tahanan lain. Tampaknya Safna salah lagi dalam mencari musuh.
"Aku bisa memberimu uang yang banyak kalau kau mau." Safna mulai gemetaran saat melihat Dora maju dengan merenggangkan ototnya. Terlihat ia menekuk lehernya. Terdengar suara tulang bergerak yang menakutkan. Terdengar pula suara yang menakutkan saat kedua tangan Dora bergantian melakukan perenggangan.
"Hahahahaha." suara tawa Dora menggelegar disana. Membuat Safna menelan ludahnya yang terasa tercekat.
"Kamu kira uangmu disini akan laku hah?" Dalam sekejap, Dora sudah mencengkeram dagu Safna dengan kuat.
__ADS_1
"Kamu pikir aku kekuarangan uang? Aku adalah orang kaya. Tapi semua kekayaan itu tidak dapat menyelamatkanku dari sini. Dan kamu pikir dengan uangmu itu kamu bisa berkuasa? Jangan mimpi." Dora mendorong tubuh Safna hingga perempuan itu terjengkang di atas lantai dingin sel tahanan.
Tak berakhir sampai disitu, dengan sebuah kode mata, Dora menyuruh semua tahanan yang merupakan anak buahnya untuk memberi pelajaran pada Safna yang berperilaku sok berkuasa disana.
Dora hanya duduk dengan bertampu sebelah lututnya. Melihat anak buahnya menyiksa Safna dengan pukulan, tamparan, tonjokan, tendangan dan jambakan yang membuat Safna terus berteriak histeris merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Cukup! Jangan biarkan dia mati dengan mudah." kata Dora. Keributan dan teriakan dari Safna juga pasti mengundang petugas untuk melihat apa yang terjadi. Dan jika melihat mereka sedang mnganiaya Safna tentu saja hukuman mereka akan bertambah.
Dan benar saja. Dua orang penjaga mendatangi mereka dan menanyakan yang terjadi. Dora hanya memberi alasan jika Safna menyiksa dirinya sendiri karena frustasi. Dan karwna semua tahanan yang ada mengiyakan ucapan Dora dengan terpaksa menerima alasan Dora dan mengabaikan pembelaan yang dilakukan Safna.
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1