Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 107. Akhirnya Menikah Juga


__ADS_3

Acara kembali dilanjutkan, namun kali ini pengantin pria sudah berubah. Laki-laki yang tadinya duduk di depan penghulu saat ini menjadi penonton seperti tamu yang lain bersama gadis kecil yang merubah pemikiran egoisnya selama ini.


Sedangkan di depan penghulu, Elang dengan lancar mengucapkan ijab Kabulnya. Dengan mas kawin sebuah cincin berlian yang sudah sejak lama menjadi liontin pada kalung yang dikenakan Elang selama ini dan juga sejumlah uang tunai yang ada di dalam dompet Elang yang jumlahnya tak lebih dari satu juta rupiah, gadis cantik kekasih SMA nya telah resmi menjadi istrinya.


Semua orang mengucapkan suka citanya saat kata “Sah” menggema di dalam masjid itu. Tangis harupun mengiringi kebahagiaan kedua orang yang telah resmi menjadi pasangan suami istri itu.


“Telima kasih Om Alka. Om sudah membuat Daddy dan bunda Nai belsatu dan bahagia. Semoga om Alka segela mendapatkan pengganti dali bundanya Nai.” Naira mengenggam tangan Arka.


“Mereka memang sudah seharusnya bersatu Naira. Mereka memang diciptakan untuk bersama. Maafkan Om yang egois ini.”


“Om sekalang udah beda.”


“Ayo temui Daddy dan bundamu.” Arka menggandeng Naira menghampiri kedua mempelai yang baru saja meresmikan hubungan mereka.


“Akhirnya Pernikahan ini berjalan lancar. Walaupun bukan aku yang jadi pengantin.”


“Terima kasih tuan Arka. Anda telah menyatukan kami.” Elang menjabat tangan Arka.


“Tidak masalah. Saya senang melakukannya. Dan pesta resepsi pernikahan akan tetap dilaksanakan. Anggap saja hadiah pernikahan dari saya.”


“Kamu sangat baik mas. Semoga Allah membalas perbuatan baik mu pada kami ini.”


“Aamiin. Selamat untuk kalian berdua. Cinta kalian lah yang menyatukan kalian.”


“Terima kasih banyak.”


“Baiklah kalau begitu. Silahkan istirahat. Nanti malam resepsi pernikahan kalian akan dilaksanakan dengan meriah.” Arka meninggalkan mereka bertiga untuk bergabung dengan keluarganya dan meninggalkan masjid tempat berlangsungnya acara.


“Daddy, bunda peluk.” Kata Naira menggemaskan. Elang dan Aira segera memeluk Naira dengan erat. Kemudian Elang menggendong Naira dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menggandeng Aira.


“Apa yang kamu bicarakan kepada Tuan Arka Nai?” tanya Elang pada gadis kecilnya saat mereka bertiga berjalan berdampingan menuju mobil mereka.


“Aku bilang kalo cinta itu tidak halus memiliki, jika mencintai seseorang dengan tulus, dengan melihatnya bahagia saja akan merasa bahagia.”


“Dari mana kamu belajar kalimat itu? Siapa yang mengajarimu sayang?”


“Dari Televisi. Sudah lama aku bellatih mengucapkan kata-kata bijak itu. Jadi, kalian berdua harus membelikan hadiah untuk itu.”


“Baiklah sayang. Hadiah apa yang kamu inginkan?”


“Adik.” Jawaban Naira membuat wajah Aira merah padam. “Sudah lama Nai pengen adik. Teman-teman Nai sudah banyak yang punya adik.”


“Baiklah sayang. Daddy dan Bunda akan segera membuatkanmu adik.” Kata-kata Elang sukses membuatnya mendapatkan cubitan maut di perutnya dari sang istri yang menahan malu. Namun dia hanya menyeringai melirik istrinya yang berwajah menggemaskan itu.


“Jadi, apakah nanti Nai sudah bisa menggendong adiknya?”


“Hahaha. Tidak secepat itu sayang. Untuk mendapatkan adik, bunda harus hamil dulu.”


“Daddy, princess perintahkan agar Daddy cepat buat Bunda Nai hamil.”


Uhuk-uhuk, Aira semakin merasa malu mendengar perkataan anak sambungnya. Perintah yang terdengar aneh.


“Jika Nai benar-benar ingin cepat mendapatkan adik, ada syaratnya.” Kata Elang sebelum ia membuka pintu mobil.

__ADS_1


“Apa syaratnya dad?”


“Nai tidak boleh mengganggu jika Daddy dan Bunda sedang ada di kamar.”


“Kenapa?”


“Katanya Nai pengen Cepet punya adik. Jadi, Daddy dan Bunda harus konsentrasi bikin adiknya.”


“Mas, kenapa bicara seperti itu pada Naira?” Aira akhirnya tidak tahan mendengar pembicaraan yang membuatnya canggung.


“Kenapa? Ini memang perlu dibicarakan dengan Naira, dia perlu tahu. Jangan sampai dia melihat adegan yang tidak seharusnya dia lihat kan?”


“Tapi kan...?” aira tidak tahu harus berkata apa.


“ Princess Naira setuju?”


Dan usaha Elang untuk memberi pengetahuan tentang syarat mendapatkan adik berhasil. Gadis kecil itu akhirnya mengajak mbak Weni untuk pulang dan tidak ikut Daddy dan Bundanya pergi ke hotel.


 


 


Elang membawa Aira ke hotel miliknya sendiri yang juga tak jauh dari hotel milik Arka yang menjadi tempat acara resepsi pernikahannya.


Kamar yang mereka datangi tidak kalah indah dengan kamar yang disiapkan Arka untuk Aira.


Renolah yang mengurus semuanya. Ia tahu bahwa pasangan yang baru menikah itu akan datang kesana daripada menggunakan kamar yang telah disiapkan oleh Arka. Akan sangat tidak sopan jika mereka melakukan itu.


“Kamu sangat cantik sayang.” Elang memeluk Aira ketika mereka baru masuk ke dalam kamar.


“Mas juga tampan.”


“Kita memang pasangan yang sempurna sayang.” Elang mendaratkan ciumannya di bibir Aira untuk yang pertama kalinya. Percaya tidak percaya, ini adalah ciuman pertama untuk keduanya.


Elang merapatkan tubuh mereka dengan mengeratkan tangan kirinya di pinggang Aira. Sedangkan tangan kanannya dia tekankan di tengkuk Aira untuk memperdalam ciuman mereka.


Didalam sana, lidah mereka saling melilit dan mencecap. ******n demi ******n mereka nikmati bersama hingga mereka melepaskan ciuman panas mereka setelah kehabisan nafas. Keduanya aling menempelkan kening mereka.


“I love you Aira.”


“I Love you Too mas Elang.”


Keduanya tersenyum. Kebahagian terpancar dari wajah keduanya. Penantian dan kesabaran keduanya Akhirnya berbuah manis sekarang. Siapa yang menyangka jika kejadian yang awalnya mereka anggap menyedihkan ini akan berbalik menjadi kejadian yang paling manis dan membahagiakan.


“Sebaiknya kita segera ganti baju dan istirahat.” Kata Elang. Aira hanya menganggukkan kepalanya. “Reno sudah menyiapkan pakaian ganti untuk kita.” Elang menunjuk lemari.


“Baiklah.” Aira duduk di depan meja rias. Melepas satu persatu perhiasan yang terpasang di rambutnya. Elang duduk di belakangnya, ikut membantu.


Mereka berdua saling menatap dari cermin. Tapi, tangan keduanya masih sibuk melepaskan barang-barang kecil di sanggul Aira. Setelah semua terlepas, Elang menyisir rambut Aira dengan Hati-hati. Harum rambut Aira membuat sesuatu bergejolak dalam diri Elang. Tapi ia harus dapat mengendalikannya sekarang. Jika tidak, semua akan buruk. Sedangkan acara resepsi sudah menunggu.


“Aku sangat bahagia sayang, akhirnya kita menikah.” Ucap Elang.


“Aku juga bahagia mas. Aku tidak menyangka kita akan menjadi pasangan suami istri.” Senyum keduanya tidak luntur sejak tadi.

__ADS_1


Elang telah selesai menyisir rambut Aira. Ia mendudukkan tubuhnya di depan Aira. Meraih kedua tangan istrinya dan menciumnya dengan masra.


“Senyummu sangat manis sayang. Mungkin Aku tidak bisa menjanjikan jika di masa depan kita akan selalu bahagia, tapi, Aku akan selalu berusaha agar kebahagiaan itu tidak jauh dari kamu.” Elang mencium kening Aira.


“Aku percaya mas.”


“Aku tidak tahu apa yang ada di masa depan. Tapi aku dapat memastikan jika aku akan setia hanya padamu sayang. Kamulah wanita yang paling aku cintai.”


“Aku tahu mas. Cintamu memang luar biasa.” Bagaimana tidak luar biasa. Lima tahun menikah dengan wanita cantik yang seksi tidak membuat hatinya berpaling. Cintanya hanya untuk Aira seorang.


“Aku akan selalu berusaha membuat keluarga kecil kita bahagia, hanya ada aku, kamu,  Naira,  dan tentunya adik-adik Naira nantinya. Kamu mau Berapa adik yang akan kita berikan untuk Naira?” Perkataan Elang sukses membuat wajah Aira kembali memerah.


“Kamu sakit sayang?” elang menggoda Aira. Ia menempelkan punggung tangannya di kening Aira. Padahal Ia tahu betul jika istrinya itu pasti merasa malu. Tapi melihat wajah Aira yang merah padam itu sangat menyenangkan. Aira terlihat semakin cantik dan menggemaskan.


“Aku tidak apa-apa mas.” Aira menundukkan kepalanya. Berusaha menyembunyikan rasa malunya.


“Tidak perlu malu seperti ini sayang. Kamu adalah istriku, dan aku adalah suamimu.” Elang Mengangkup wajah Aira dengan kedua tangan besarnya dengan lembut. Kemudian mengecup bibir itu sekilas sebelum membawa istrinya ke dalam pelukan hangatnya yang menenangkan.


Namun bukannya tenang, Aira semakin merasa malu sekarang. Status barunya sebagai seorang istri dai Elang Dirgantara Mahes masih membuatnya merasa canggung. Apalagi saat Elang menyebutkam bahwa dirinya adalah suami Aira, perasaan aneh menghinggapi Aira. Tiba-tiba saja tubuhnya menjadi kaku.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


...***...


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Dua puluh sembilan🍃...


...🌸Pada malam ke dua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


 

__ADS_1


__ADS_2