
Dimohon untuk menjadi pembaca budiman setiap episode. Karena like, Rate dan vote kalian yang sederhana itu merupakan sesuatu yang luar biasa untuk akoh....
Malam ini Elang begitu terpukau melihat penampilam Aira. Elang memang berpesan agar Aira dandan malam ini. Dan ketika dia datang menjemput mekasihnya itu, dirinya dibuat terpesona.
Aira kelihatan sangat cantik dengan gaun berwarna peach dengan brukat yang menutupi tubuh bagian atasnya. Rambut Aira diikat sebagian ke belakang dan diberi pita. Hari ini Maminya benar-benar mengubah Aira menjadi seorang princess.
Di dalam mobil yang dia kendarai, beberapa kali Elang menoleh pada Aira. Kecantikan Aira malam ini benar-benar menghipnotisnya.
"Jangan dilihatin terus mas. Aku kan malu." Pipi Aira sudah semerah tomat. Dia tahu jika dari tadi Elang memperhatikan dirinya.
"Maaf sayang. Abisnya kamu malam ini benar-benar cantik." Elang mengelus rambut Aira pelan. Takut membuat rambut yang telah ditata menjadi rusak akibat ulahnya. Pipi Aira semakin merah mendengar pujian yang diberikan Elang.
.
.
Elang menutup mata Aira di saat mereka hampir sampai ke tempat yang akan mereka tuju.
"Aku mau dibawa kemana sih mas?"
"Rahasia. Mas yakin kamu akan senang."
Elang menuntun Aira ketika mereka turun dari mobil. Elang membawa Aira ke sebuah rumah. Menuntunnya ke bagian belakang rumah itu. Disana, sebuah taman sudah ditata dengan sangat indah. Lampu kelap-kelip dipasang sepanjang jalan menuju tengah taman yang sudah disulap menjadi tempat dinner yang romantis.
Lilin beraneka warna dan ukuran juga tersebar di sekitar mereka. Bunga beraneka jenis dan warna juga menghiasi tempat romantis itu. Elang mendudukkan Aira di kursinya sebelum dia membuka penutup mata Aira. Dan memeluk Aira dari belakang.
"Indah banget mas." ucap Aira takjub melihat keindahan taman itu. Aira memperhatikan sekeliling taman.
Taman Ini terlihat indah namun sedikit aneh. Di halaman belakang sebuah rumah terdapat banyak sekali jenis permainan anak-anak seperti yang ada di taman kanak-kanak. Ada juga gazebo dengan papan tulis terletak disana.
"Ini tempat apa mas?"
"Ini adalah lokasi untuk rumah baca bintang di masa depan. Bagaimana?"
"Tapi?" Aira masih belum memahami perkataan Elang. Rencana mereka ingin memindahkan rumah baca Bintang belum pernah dibicarakan lagi karena Aira masih sibuk persiapan ujian.
"Nanti kita bicarakan lagi sambil lihat-lihat. Sekarang lebih baik kita makan dulu." Aira mengangguk. Elang kemudian memberi kode pada pelayan disana untuk menyajikan makanan ke atas meja di depan mereka.
Mereka pun makan dengan tenang. Di taman itu hanya ada mereka berdua karena setelah menyajikan makanan, pelayan-pelayan tadi masuk ke dalam rumah.
Setelah makanan mereka habis, Elang beranjak bangun dan menyalakan musik klasik. Dia mengulurkan tangannya pada Aira.
"Mau dansa?"
"Hah?"
"Kemarin kan kita dansa dengan tidak sempurna. Maukah kamu mengulanginya sayang?"
__ADS_1
Elang ingin Aira merasakan dansa yang sesungguhnya. Bukan dengan naik di atas kakinya seperti waktu pesta ulang tahun pernikahan orang tuanya. Aira pun menyambut tangan Elang.
Di bawah sinar rembulan, keduanya berdansa dengan romantis. Elang mengarahkan langkah mereka. Hingga kini, mereka berdansa dengan Elang memeluk Aira dari belakang, meletakkan Dagunya di bahu Aira, menghirup puas-puas aroma tubuh Aira yang selalu menenangkannya. Bergerak ke kanan dan ke kiri dengan posisi itu cukup lama.
"Capek mas." keluh Aira ketika lagu berhenti. Elang tersenyum dan membalikkan tubuh Aira, menghadap ke arahnya.
Elang tiba-tiba berjongkok di depan Aira, memegang tangan gadis yang kini membisu menerima perlakuan darinya.
"Sayang, dulu kita jadian dengan keadaan yang tidak romantis. Sekarang, aku ingin mengulangi moment yang seharusnya menjadi moment yang indah untuk kita." Aira bergeming. Dia tak menyangka jika Elang melakukan ini semua untuknya.
"Aira Salsabila Raharja, Maukan kamu menjadi kekasihku? kekasihku sekarang dan sekaligus kekasihku di masa depan nantinya?" tanya Elang.
"Ya mas. Aku bersedia." Aira mengangguk dan matanya berkaca-kaca. Dia benar-benar bahagia sekarang. Memiliki Elang adalah anugerah yang terindah. Merasa begitu dicintai membuat perasaannya hangat dan juga tenang.
Elang berdiri. Memeluk erat kekasih yang dia tembak untuk kedua kalinya dengan keadaan yang berbeda sama sekali.
Dari dalam saku jasnya, Elang mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin yang dia pesan khusus. Dimana ada inisial EA di desain dengan unik di dalam bentuk hati yang dihiasi berlian. Terlihat sangat indah dan elegan. Aira memegang liontin hati itu. Dia sangat senang.
"Ini indah sekali Mas."
"Ini mas pesan khusus untuk kamu Sayang, di dunia ini hanya ada satu yang seperti ini."
Elang tidak mengatakan jika dia menggunakan berlian asli pada kalung itu. Ia yakin Aira juga tidak tahu.
"Aku pakaikan ya?" Aira mengangguk. Elang segera memakaikan kalung itu di leher Aira. Leher itu untuk pertama kalinya dihiasi oleh kalung yang mewah dan elegan. Kalung itu terlihat indah setelah menggantung di leher jenjang Aira.
"Suka sekali. Desainnya indah."
Benar seperti dugaanya. Aira senang bukan karena berlian yang menghiasi, tapi pada desain kalungnya sendiri.
"Jangan pernah kamu lepaskan, sayang."
"Aku janji mas. Mulai sekarang, kalung ini akan selalu menemaniku."
Elang tersenyum, kemudian mencium kening Aira sebelum memeluk erat gadis itu.
Malam ini adalah malam yang sangat membahagiakan bagi mereka. Makan malam romantis, mengulangi dansa yang dulu tidak sempurna meski berhasil membuat semua pasang mata menatap dengan tatapan baper. Mengulangi lagi moment mereka jadian. Jika sebelumnya mereka jadian dengan di kelilingi dinding bercat putih dan beraroma obat. Kini mereka jadian kembali di kelilingi puluhan lilin dan bunga-bunga yang tertata indah di antara mereka. Jika dulu kaki Aira dalam keadaan di perban, kini Aira tampil cantik seperti seorang putri.
Setelah itu, Elang mengajak Aira berkeliling rumah. Menjelaskan tentang isi rumah yang nantinya akan menjadi rumah singgah untuk anak-anak jalanan yang mereka bina. Aira sangat senang mendengarnya. Dia tak menyangka jika keinginan itu sebentar lagi akan terwujud.
"Tapi bagaimana dengan para preman itu mas?"
"Kamu tenang saja. Mereka menjadi urusan mas."
"Tapi mereka berbahaya mas."
"Kamu khawatir hem?"
__ADS_1
"Tentu saja. Aku tidak mau sesuatu yang buruk menimpa mas."
"Tenang saja sayang. Mas akan menanganinya dengan cantik tanpa ada yang akan terluka." Elang mengelus lembut pipi Aira. Memberi ketenangan pada gadis di sampingnya.
"Apa rencana mas?"
"Itu rahasia sayang. Yang pasti, setekah kamu resmi lulus dari SMA, rumah singgah ini sudah akan penuh dengan tawa anak-anak jalanan yang siap merubah hidup mereka."
Aira bahagia mendengarnya. Ini adalah mimpinya yang akan segera diwujudkan sang kekasih. Melihat hidup orang lain berubah menjadi lebih baik adalah kebahagiaan tersendiri untuknya.
"Kamu suka dengan rumah ini?"
Aira telah memeriksa seluruh bagian rumah. Ada lima kamar dengan ranjang lima bertingkat di setiap kamar. Ini memungkinkan banyak anak jalanan lagi yang bisa mereka tampung disini.
Elang juga menjelaskan nantinya akan menempatkan dua orang pembantu disana, serta tiga orang pengawas untuk anak-anak itu nantinya. Aira dan yang lainnya tidak mungkin akan berada disana sepanjang hari.
"Aku sangat bahagia mas. Terima kasih sudah mewujudkan mimpiku mas." Aira memeluk Elang. Menyatakan bahwa dia benar-benar bahagia sekarang.
"Apapun yang membuatmu bahagia adalah prioritasku Sayang." Elang mencium pucuk kepala Aira.
Malam ini, keduanya menghabiskan malam dengan membicarakan rencana masa depan untuk rumah singgah mereka. Membicarakan rencana masa depan mereka.
"Sebenarnya mas sudah tidak sabar untuk segera membawamu sebagai menantu mama, sayang." ucap Elang ketika mendengar jawaban Aira ketika dia menanyakan tentang target menikah gadis itu yang dia jawab setelah kuliah.
"Aku masih terlalu muda mas."
"Padahal, papa sudah bersiap-siap melamarmu untuk mas setelah kamu lulus." Elang mencebik membuat Aira terkekeh.
"Itu tidak akan berhasil mas. Kak Safna juga belum mempunyai pendamping. Jadi mana bisa aku sebagai adiknya melangkahinya. Kak Safna harus menikah terlebih dahulu, baru aku bisa menikah."
deg...
Perasaan Elang mendadak tidak nyaman. Wanita bernama Safna itu sama saja dengan Delia yang Aira bungkam satu minggu yang lalu. Keduanya mempunyai tabiat yang sama-sama menjadi ular di dalam selimut untuk Aira.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😍
...Jangan lupa like👍, VOTE😁...
...dan rate⭐ lima ya...
...Salam sayang😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...