
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Pasti menurut Dina kehidupan Riesta benar-benar sangat pahit, sampai suatu hari saat Dina datang ke rumah kos-kosan kecil. Dina menemukan Riesta yang sedang melakukan percobaan gantung diri, untung saja Dina melihat nya dari bilik jendela rumah sewa kecil milik Riesta, kemudian dia pun meminta bantuan kepada orang yang tengah melakukan aktivitas joging pagi hari, lalu orang itu pun mendobrak pintu kos-kosan milik Riesta. Dan akhirnya para tetangga yang melihat nya langsung menolong Riesta yang sudah tergantung, bagian leher sudah di kalungi tali tambang yang cukup tebal, kursi makan yang terbuat dari kayu sudah tergeletak tidak jauh dari tempat dimana Riesta mengantung diri.
Setelah itu Dina langsung menghubungi ambulans secepat nya. Tak lama kemudian para medis pun langsung datang, dan membawa Riesta yang sudah tidak sadarkan diri. Dina pun juga ikut dengan ambulans itu, dan untung saja jalanan tidak sedan
“ Baiklah. Benar apa yang kamu katakan, aku tidak akan bersedih lagi. Walaupun kedua orang tua sudah tiada, tapi aku di sini memiliki sahabat yang baik kepadaku, suami yang mencintaiku dan masih banyak orang yang sangat baik kepadaku, dan juga bu Deby yang sudah aku anggap sebagai ibuku sendiri. Terima kasih Dina. Karena kata-katamu itu bisa membuatku semakin kuat dalam menjalani kehidupan, dalam kehidupan kita tidak boleh gampang menyerah, terikat pada masa lalu atau menyesali kesalahan yang tidak bisa lagi di putar ulang lagi.”
CUP — CUP...!
“ Aduh cantikku, kamu jangan sedih lagi dong. Nanti kalau sedih, cantik kamu jadi hilang lhoo. Hehe...hehe.” ucap Dina sembari mengusap pipi Riesta yang sudah di banjiri oleh air mata.
“ Hiks. . . Hiks. Makasih ya Din! Ka . . Kamu selalu ada untukku, maaf kalau aku masih selalu membebanimu.” jawab Riesta dia pun
“ Ish! Kamu ngomong apa sih? Aku ga merasa terbebani kok. Sudah-sudah jangan menangis.”
“ Pokoknya jangan lupa dengan apa yang aku katakan! Tetap semangat! Kamu sudah memiliki seorang pria yang mencintaimu, menyayangimu. Dan sekarang kamu harus fokus menjadi seorang istri yang baik! Oh benar jangan lupa beritahu aku ya! Hehe...hehe.” lanjut Dina.
“ Siip! Haha...haha baiklah! Ayo sekarang kembali ke pekerjaan yang sudah menunggu.”
“ Oh iya! Heheh..hehe nanti kalau ada yang melihat kita berdua kayak gini, nanti pasti orang akan salah paham.”
“ Hehehe.... Bisa viral kayak video William yang memarahi Sera.”
“ Video?”
“ Iya betul. Tapi aku tidak tahu siapa yang merekamnya, kalau di lihat dari pakaian yang di pakai William. Mungkin pas sewaktu pertama kali William datang untuk menemuimu.”
“ Coba aku lihat video nya.”
__ADS_1
Dina pun mengambil Ponsel nya yang berada di saku rok yang panjang nya di bawah lulut, dan Dina pun menunjukkan video itu yang berada di grup kaotalk perusahaan Marsh. Kemudian Riesta pun melihat video yang sempat Viral di perusahaan tetapi pak Juna masih belum mengetahui tentang video William memarahi Sera.
Setelah Riesta sudah menonton video itu sampai habis, Dina pun langsung menyilangkan tangan nya di depan dada.
“ Aku sangat suka saat melihat wajah ketakutan wanita licik seperti nya! Dia sangat menyebalkan! Menjelek-jelekin kamu, kalau aku berada di kantin dan mendengar Sera berbicara yang tidak benar tentang kamu. Aku tidak akan segan-segan menjahit mulut nya! Mencabik-cabik wajah nya!.”
“ Pffft... Sudah-sudah, jangan seperti itu. Kalau orang yang jahat kepada kita, jangan masukkan itu ke dalam hati, ataupun membalas orang yang jahat kepada kita. Anggaplah ocehan mereka itu seperti hembusan angin, kalau kita terpancing oleh perkataan mereka, mereka pasti tidak akan pernah lelah menjahati kita. Jika kalau kita mengabaikan mereka pasti lama-kelamaan mereka akan capek sendiri.”
“ Sekarang kita hanya fokus ke depan! Dan tunjukkan kemampuan kita kepada mereka yang tidak suka pada kita. Jika mereka melihat kemampuan kita mengungguli dan dapat pengakuan, pasti mereka akan mengakui keberadaan kita.”
“ Jeeezz... Riesta. . . Riesta, kenapa hatimu sangat lembut seperti kapas, dan apakah kamu bukan seorang malaikat yang turun dari surga dan sedang mencatat amal baik dan amal buruk setiap manusia?”
“ Apa sih Dina! Kamu berlebihan deh! Aku hanya manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan, jangan sama kan hatiku seperti malaikat itu terlalu jauh sekali. Di tambah kesalahanku sangat banyak sekali, ke keegoisanku, apalagi sewaktu itu aku mau melakukan percobaan bunuh diri.”
“ Ayo sekarang kita kembali ke meja kerja! Lama kelamaan kita seperti ibu-ibu yang bergossip dan jika ada seorang yang salah paham kepada kita itu lebih buruk daripada gossip ala ibu-ibu.”
“ Heheh.... Baiklah! Sudah 1 jam kita mengobrol bermacam-macam, tidak terasa. Baik bu Boss!.”
Dina dan Riesta pun keluar dari Pantry room, dan mereka berdua pun kembali ke meja kerja
Di ruangan Juna.
Juna yang masih menanda tangani dokumen yang masih tertumpuk rapi di atas meja.
Dret. . . .!!
Dret. . . .!!
Ponsel berwarna hitam keluaran terbaru dari brand yang secara langsung di buat di negeri Korea Selatan. Berdering di atas meja yang berada di selipan map dokumen.
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= CALLING \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
“ Halo, Juna. Apakah Riesta ada di sampingmu?”
__ADS_1
“ Maaf Ibu. Riesta ada di meja kerja nya sekarang. Ibu aku ini anakmu lho? Kenapa yang selalu di tanyakan Riesta saja. Aku sangat sedih lho.”
“ Heeh. . . Ngapain ibu nanyain kamu, kan kamu saja tidak pernah menanyakan kabar ibu. Apalagi sewaktu kamu belum menikah dengan Riesta, oh benar nanti malam kita makan malam bareng ya! Sudah sangat lama sekali, ibu kangen kamu dan Riesta.”
“ Huummm. . . . Tapi sekarang di perusahaan sedang sangat sibuk, lain hari saja ya bu.”
“ Tapi ibu sudah buat masakan yang sangat enak, nanti kalau kamu enggak datang lalu siapa yang akan makan ini semua. Dan kamu selalu saja menolak ajakan makan malam ibu, itu membuat ibu sangat sedih. . . .”
“ Kalau suatu hari tiba-tiba ibu sudah tidak ada bagaimana?”
“ IBU! Jangan ngomong yang aneh-aneh seperti itu lagi! Ya baiklah nanti malam aku dan Riesta akan pulang ke rumah.”
“ Oh benarkah itu? Janji! Kamu jangan berbohong lagi dengan ibu yah!.”
“ Ya . . . . Ya! Ibu mau di bawakan sesuatu?”
“ Tidak usah, kedatangan kalian berdua sudah membuat ibu sangat senang. Jaga kesehatanmu dan juga bilang kepada Riesta jangan terlalu lelah bekerja, oh iya! Satu lagi kamu jangan sampai membuat Riesta lelah bekerja!.”
“ Bye. Jangan lupa nanti malam!.”
“ Iya bu. Bye.”
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= END CALL \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Panggilan pun telah terputus. Juna langsung menaruh ponsel nya di atas tumpukkan kertas, dan dia pun langsung meregangkan tubuh nya di kursi putar, sembari memijat lembut pelipis kepala.
Juna teringat dengan omongan ibu nya yang sudah mulai ngelantur, memang beberapa hari setelah hari pernikahan mereka kesehatan ibunda Juna mulai menurun. Juna sudah membujuk ibu nya untuk segera di rujuk ke rumah sakit, tetapi beliau tetap saja menolak. Dan seperti nya ibunda Juna sedang menyembunyikan sesuatu tentang penyakit yang beberapa hari ini di rasakan oleh nya, tetapi beliau sengaja menyembunyikan rasa sakit nya dari Juna dan Riesta.
Beliau tidak ingin membuat Juna dan Riesta bersedih, ke pikiran. Dan jika mereka mengetahui nya tentang penyakit yang di derita ibu nya pasti akan membuat pasutri yang baru saja menikah dan berbahagia akan membuat kesedihan di kehidupan antar pasutri baru, apalagi jika Juna mengetahui nya pasti akan membuat terpukul saat tahu kalau ibunda nya penyakit yang pernah di derita nya kembali menggerogoti tubuh lemah sang ibu.
Di waktu bersamaan di kediaman orang tua Juna. Sang ibu yang baru saja menyudahi mengobrol dengan anak semata wayang nya, lalu wajah cantik yang masih terpancar di wajah wanita yang sudah berumur.
( **Jangan lupa ya kakak-kakak ! Tinggalkan LIKE dan VOTE jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )
__ADS_1
Bersambung. . . . .
THANK YOU 😍😍**