Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Kesempatan Kedua!


__ADS_3

DON'T FORGET !!


LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


“ Heyy! Kau hanya lah sebuah kepingan kecil dari pikiranku!! Dan juga seharusnya KAU mendukung majikanmu ini!! HAHH!!!.” suara William yang berada di belakang peri kecil itu sangat terdengar. William tengah memarahi setan kecil yang memiliki pendapat yang berbeda dari nya


“ HAH? MAJIKAN? AKU BUKANLAH SI PERI KECIL ITU!! DAN SATU LAGI! AKU BUKANLAH SEBUAH KEPINGAN KECIL DARI PIKIRAN MU ITU TAHU!! WALAUPUN UKURAN KU MEMANG KECIL. TAPI AKU INI BISA MENGAMBIL KENDALI SELURUH TUBUHMU!!.” sahut setan kecil yang tidak menerima Tuan nya memarahinya.


“ APAAA!!! KAU BERANI SEKALI!! SINI!! KALAU MAU KELAHI SATU LAWAN SATU!!.” William mengajak setan kecil untuk bertanding satu lawan satu.


“ OKAYY!!.” jawab setan kecil yang menyetujui ajakan William.


“ Aku tidak bakal pakai kekuatan sihirku kepadamu!!.” lanjut setan kecil yang mengeluarkan benda-benda kecil melalui tongkat nya, setelah benda-benda kecil sudah keluar. Kemudian ia menyimpan tongkat nya tidak jauh dari nya.


William pun masih bertengkar dengan setan kecil versi William hingga membuat peri kecil yang sedang menerangkan kepada para pembaca. Terganggu karena suara kedua orang itu seperti pengeras suara. Lalu Peri kecil itu berteriak kepada kedua orang itu.


“ HEEYYY!! KALIAN BERDUA BISA TIDAK DIAM!!.” pinta peri kecil yang sedikit terganggu dengan suara bising dari kedua orang konyol yang terlihat sedang melemparkan benda-benda kecil.


“ Kita abaikan kedua orang idiot itu.” gumam peri kecil itu yang melihat layar kamera yang berada di depan nya saat ini.

__ADS_1


“ Tadi aku sampai mana yah?.” Gumam sang peri kecil, sembari memegang dagu nya.


“ Oh benar!.” Seru sang peri. Akhirnya dia mengingat dengan apa yang ingin dia sampaikan.


“ Dan satu lagi. . . . Jika kamu diam-diam menyukai seseorang, nyatakanlah perasaanmu.” Lanjut sang peri yang kembali memberi pendapat kepada para pembaca yang setia.


Tetapi sungguh kasihan nasib Peri kecil itu. William asli dan setan kecil William mengabaikan perkataan dari peri kecil itu, dan mereka pun tetap melemparkan sebuah benda kecil yang sengaja di keluarkan oleh setan kecil untuk melemparkan benda-benda ke seluruh tubuh William asli. Dan tentu saja William asli membalaskan perbuatan setan kecil itu, ia melemparkan balik benda-benda yang di buat dari tongkat sihir setan kecil. Tanpa di sengaja peri kecil itu yang berdiri tidak jauh dari dua orang idiot itu, terkena lemparan tongkat milik setan kecil.


PUK!! .


AAWHH!!


“ HEYY!! SIAPA YANG MELEMPAR TONGKAT MILIK SETAN.” bentak peri kecil kepada kedua orang bodoh yang masih saja berantem.


Sang Peri kecil pun sangat marah besar. Sebab, karena pertengkaran kedua orang idiot itu yang terus menerus melempar berbagai macam benda. Dan tanpa di sengaja setan kecil versi William melempar tongkat kesayangan nya dan tanpa sengaja juga tongkat itu malah meleset ke peri kecil. Dan membuat peri kecil yang sedang menerangkan, terkena lemparan tongkat jahat milik setan kecil. Dan tentu saja sebagai seorang peri yang hati nya sangat bersih, suci dan tidak pernah ter nodai, untuk saat ini dia tidak menyukainya. Apalagi saat tongkat setan kecil itu mengenai kepala nya, sampai membuat lingkaran yang ada di kepala nya sedikit retak akibat kekuatan tongkat jahat milik setan kecil.


“ Jangan salahkan aku ya . . . . Ini untuk kalian berdua agar menghentikan pertengkaran yang sangat tidak berguna.” batin peri kecil yang akan menggunakan kekuatan nya untuk memisahkan kedua orang yang masih saja berantem seperti anak kecil.


“ Uhm . . . Untuk pertama kali nya aku harus menggunakan kedua tanganku untuk menghentikan mereka, semoga saja aku tidak di usir dari surga.” lanjut peri kecil dia pun berdoa kepada Tuhan nya agar dia tidak di usir karena untuk pertama kali nya dia memberikan sebuah pelajaran kepada majikan nya yaitu William.


Lalu peri kecil itu pun menggunakan tongkat ajaib nya yang berwarna putih bersih, dia pun segera membacakan mantra di depan tongkat nya. Setelah peri itu sudah rampung membacakan sihir nya, lalu peri itu pun memegang tongkat nya yang terlihat berkelip-kelip dan sudah di bacakan mantra nya. Peri itu pun tidak punya jalan lain selain memberikan hukuman kepada dua orang idiot yang masih saja bertengkar.


Peri itu pun lalu mengarahkan tongkat nya ke dua orang yang jarak nya cukup jauh dari mereka. Yang pertama tentu nya peri kecil akan menghukum si setan kecil yang sudah membuat peri sangat marah, setelah itu baru kepada majikan nya yang tetap saja memiliki sifat ke kanak-kanakkan.

__ADS_1


PIM . . . !


PIN . . . !


POM . . . !


Buuufhh!!!


Kedua orang idiot yang sedari tadi tidak menyadari kesalahan mereka berdua, tiba-tiba di depan mereka banyak asap seperti awan di langit. Dan kedua orang itu pun sangat terkejut sesaat dirinya menyadari bahwa ada sebuah tali tambang dan juga perekat berwarna putih mengelilingi diri mereka, tali tambang itu pun dengan sangat cepat mengikat lengan tangan dan juga lengan kaki, dan perekat berwarna putih itu merekat bibir mereka. Tanpa hitungan menit kedua orang idiot yang sedari tadi membuat keributan, akhirnya terkena hukuman dari peri kecil itu.


Tubuh mereka tidak bisa bergerak kembali, kedua tangan mereka tidak bisa kembali melemparkan benda-benda yang berjatuhan berserakan di antara tubuh kedua orang itu. Dan juga mulut mereka yang dari tadi mengoceh, berteriak-teriak. Sekarang tidak ada lagi suara-suara bising yang bisa mengganggu pendengaran peri kecil.


Setan kecil itu pun langsung menyadari bahwa sihir yang saat ini di alami nya berasal dari peri kecil. Peri kecil yang berdiri cukup jauh dari jarak dirinya, peri kecil itu pun mengusap tongkat milik nya, dan mencium tongkat kesayangan peri kecil.


“ Uuhhm . . . Uuuhhhhh . . .uuhmmm.” suara setan kecil yang menatap marah ke arah peri kecil yang masih berdiri di depannya. Setan kecil itu seperti sedang protes kepada peri kecil yang menggunakan sihir nya kepada setan kecil, dan tentu saja peri kecil tahu apa yang di katakan oleh setan kecil nya.


“ Hah? Apa? Kau memintaku untuk membatalkan sihirku?.” tanya peri kecil yang menatap dengan pandangan penuh ejek ke arah setan kecil.


“ Itu tidak mungkin! Aku sudah sangat sabar mendengar suara kalian berdua yang hampir saja merusak pendengaranku ini. Jadi aku sedikit memberi hukuman kepada kalian. Dan akhir nya bisa tenang diriku ini tidak mendengar suara ocehan dari mulutmu.” lanjut peri kecil yang berputar-putar mengelilingi kedua orang yang masih di ikat.


“ Hum . . . . Uuuhmm . . . . Uhuhhmmm.” suara ocehan setan kecil.


“ Oh benar! Juga untung saja karena aku sangat baik, jadi aku memaafkan kalian berdua.” ujar peri kecil yang akan memberi kesempatan kedua kali untuk dua orang yang saat ini sedang protes. Terutama setan kecil yang terus mengoceh tidak jelas.

__ADS_1


( **Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )


Bersambung**. . . . .


__ADS_2