Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : SOS !


__ADS_3

\= \= \= \= \= \= \= \= Phone Calling \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


"Hallo! Pak Gavin ada apa lagi? Sekarang sudah larut malam. Saya bukanlah robot yang harus bekerja terus-menerus!." ketus So Min yang langsung menjawab telepon nya tanpa melihat ke layar ponsel nya.


"Maaf nak So Min. Ini bu Shin tetangga rumah, ibumu sedang jatuh sakit. Dan beliau menyuruh nak So Min untuk datang kemari dan membawa calon menantu." jawab bu Shin tetangga depan rumah ibu So Min. Tanpa di sadari oleh So Min ternyata sang ibu So Min berpura-pura sedang jatuh sakit, dan menyuruh bu Shin untuk menelepon So Min. Sebab jika tidak mungkin So Min mungkin tidak akan percaya kepada ibu nya, karena sudah sangat sering ibu nya berakting, beralasan kepada So Min agar dia mau ke rumah ibu nya.


"Apa?? I- ibu saya sakit? Sekarang bagaimana keadaan ibu saya?." sontak So Min mata nya sudah seperti terisi penuh ketika mendengar kabar bahwa sang ibu sedang jatuh sakit.


"Sangat buruk nak So Min. Dan dia terus menerus memanggil namamu dan memohon sambil menanggis. Menyuruh nak So Min untuk pulang dan jangan lupa membawa seorang calon menantu yang sangat tampan." jawab bu Shin yang mengikuti intruksi dari tulisan ibu Park. Sembari membaca apa saja yang di tulis oleh ibu Park.


So Min pun hanya terdiam saat mendengar perkataan bu Shin. Dan So Min pun langsung mengerti yang di bicarakan bu Shin, So Min pun berpikir. " Luke ? Apa aku harus meminta bantuan nya lagi ?."


"Hallo So Min! Nak So Min apakah kamu masih ada di situ?."


"Hah? Iya, iya bu Shin maaf sinyal nya tidak terlalu jelas. Baiklah besok pagi aku akan menjenguk ibu, maaf ya bu Shin selalu merepotkan anda. Dan sekali lagi terima kasih bu Shin sudah menjaga ibu saya. Selamat malam."


"Tidak apa-apa. Sebagai tetangga harus saling tolong menolong, ibumu sebetulnya juga sangat ingin kamu segera menikah. Ibumu tidak ingin melihatmu terus mengandeng berkas dokumen, menatap layar komputer. Ya sudah selamat malam dan selamat istirahat."


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= End Call \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Setelah sudah selesai menjawab telepon dari bu Shin. Kemudian So Min pun menelepon (Luke) segera, tak lama kemudian (Luke) menjawab telepon dari So Min.


Di waktu yang bersamaan di kediaman keluarga Sebastian. Luke yang berada di kamar nya duduk di sofa panjang sembari memainkan gitar nya, ponsel nya pun berada tidak jauh dari jangkauan nya. Luke memang seperti sedang menunggu kabar dari So Min karena dia ingin mengirim pesan kepada So Min, tetapi dia tidak mau mengganggu waktu istirahat So Min. Akhirnya dia pun lebih memilih memainkan gitar nya untuk menghilangkan rasa bosan nya, tak lama setelah itu ponsel milik Luke berdering yang di letakkan di atas meja kaca hingga membuat suara dering nya dari ponsel nya sedikit mengema.


Dret. . . !


Dret . . !


Luke yang menenggok ke layar ponsel nya. Luke pun langsung menaruh gitar nya tepat di sampingnya, dalam hati Luke dia sangat senang saat mengetahui bahwa dia di telepon oleh So Min.

__ADS_1


"So Min!"


\= \= \= \= \= \= \= \= \= Phone Calling \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


"Halo, Luke. Maaf mengganggu tidurmu."


"Tidak. Aku belum tidur kok, ada apa kamu meneleponku jam segini?."


"Hm. . . Besok pagi kamu ada acara tidak?."


"Besok aku lagi free. Memang ada apa ya?".


"Maaf banget nih. Barusan aku di telepon bu Shin, dia memberitahuku bahwa Ibuku jatuh sakit, dan ibuku bilang kepadaku besok aku harus membawamu ke rumah ibu."


"Auntie Park sakit? Sekarang keadaan nya gimana? Baiklah besok aku akan membantumu."


"Keadaannya sekarang sudah membaik. Oke, besok ketemu di halte bus jam 7 pagi Sekali lagi maaf banget ya, aku membuatmu repot karena permintaan ibuku yang aneh-aneh."


"Sudah, tapi seperti biasa jam 9 pagi sudah ada di perusahaan! Tidak boleh telat." jawab So Min yang sebenarnya belum meminta izin kepada pak Gavin. Dan dia pun berbohong kepada Luke bahwa dia sudah mendapatkan izin dari pak Gavin.


"Ooh. Hahaha.... sabar ya. Kalau begitu kamu istirahat sudah jam 11 malam. Besok aku tunggu di halte bus. Selamat malam!."


"Hum. Selamat malam."


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= End Call \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


So Min pun menutup telepon nya. Dia pun berpikir bagaimana untuk menyampaikan pesan kepada pak Gavin, apalagi kalau pak Gavin tahu So Min akan pergi bersama Luke menjenguk sang ibu.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku katakan kepada pak Gavin?."

__ADS_1


"Ya sudahlah. Aku bilang kepadanya kalau aku menemani ibuku ke rumah sakit, tetapi kalau dia menyuruh seseorang untuk membuntutiku? Bodo amat lah. Dia juga tidak akan tahu kalau aku pergi pagi-pagi, aku akan mengirimkan pesan kepadanya."


Di kediaman rumah Gavin. Seorang pria yang masih membaca buku di ruang baca, ruangan itu sangat banyak sekali buku-buku yang tersusun rapih, ruangan itu sudah seperti perpustakaan, gaya arsitektur ruangan itu dan semua ruangan itu berwarna coklat tua.


TING ! !


Satu pesan masuk ke handphone Gavin. Lalu Gavin pun meletakkan buku di meja yang berada tepat di sebelah tangan kiri, dan setelah itu Gavin membuka pesan masuk di ponsel nya.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


'Selamat malam, pak Gavin. Maaf saya besok izin masuk terlambat, karena saya ada urusan sangat penting. Saya menerima kerja lembur di malam hari. Terima kasih sebelumnya, maaf menganggu jam istirahat anda.'


- Park So Min


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Terlihat kerutan di atas kening pria tampan yang sedang membaca sebuah pesan dari sekretaris nya tersebut. Pria itu mengenggam erat ponsel keluaran terbaru yang berasal dari negeri gingseng.


"Urusan penting? Apa ada urusan penting selain bekerja! Dan berani-berani sekali dia hanya meninggalkan sebuah pesan kuno seperti ini!"


"Ooh baiklah! Aku akan memberikanmu cuti untuk sehari! Tetapi besok jangan lupa, Ibu ingin bertemu denganmu!" perintah Gavin yang mengetikkan pesan itu di ponsel milik nya dan ia pun segera mengirimkan nya pada Soo Min.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Soo Min pun membaca ponsel nya. Ia pun membelalakan kedua mata nya, Soo Min sangat terkejut kenapa nyonya Riesta ingin bertemu dengannya apalagi terlihat dari percakapan Gavin. Bahwa nyonya Riesta ingin membicarakan sesuatu hal yang penting.


"Nyonya Riesta? Ada apa yah? Atau jangan-jangan ini permasalahan tunangan pak Gavin yang gagal kah?"

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤


__ADS_2