
Hari esok nya mereka ke bandara untuk pulang dan setiba nya di bandara William sudah menunggu diruang tunggu
"Will? Kenapa dia ada disini?". batin Riesta yang bingung karena William ada di bandara padahal dia tidak menghubungi nya
"Pasti kamu bingung karena William ada di bandara, aku yang memberitahu nya bahwa sekarang kamu sudah ada yang menjaga dan tidak sendirian lagi". jawab Juna yang memberitahukan Riesta
"Oh ternyata". sahut Riesta yang melihat ke arah Juna dengan mata menyipitkan
"Kenapa Juna tak memberitahuku terlebih dahulu?". tanya Riesta yang memajukan bibir nya beberapa senti dan dengan suara ngambek seperti anak kecil
"Pasti kalau aku memberitahumu kamu pasti menolak. Karena waktu kamu masih kecil ketika William pergi keluar negeri kamu menangisi nya. Dan itu membuat mu malu untuk mengingat tentang kejadian itu?". sahut Juna yang dengan sengaja menceritakan semasa Riesta kecil yang berasal dari William
"Pasti William yang memberitahu!!". batin Riesta pipi nya merah karena malu
William pun melihat mereka berdua dan langsung segera menghampiri nya
"Riesta". panggil William yang langsung memeluk Riesta dengan erat sengaja agar membuat Juna cemburu
"Tsk! Si sialan ini!". batin Juna yang melihat William yang memeluk Riesta
"Huhuhu, Riesta kamu benar benar ingin pergi? Apa kamu tidak ingin bekerja dengan ku saja?". tanya William yang menangis manja di pelukan Riesta dan membuat Juna geram
"Sudahkan Reuni kalian!". jawab Juna yang memisahkan pelukan mereka
__ADS_1
"Dia sekarang milikku". sahut Juna yang menunjukkan tangan Riesta yang terdapat cincin
"Tapi kalian belum resmi. Bisa juga bukan dia akan menjadi milikku, Aku tak akan menyerah!". jawab William yang tidak mau menyerah
"Riesta jika dia menyakitimu atau membuat mu menangis laporkan saja pada ku. Oke!". pinta William yang memegang tangan Riesta
"Baiklah. Makasih Will, kamu sudah sangat baik padaku". jawab Riesta yang tersenyum dan juga sedikit sedih karena akan berpisah dengan William
"Baik lah ayo Riesta kita berangkat". sahut Juna memberitahu Riesta bahwa pesawat akan segera berangkat
"Ok. Bye William, semoga kita bisa bertemu lagi". Riesta segera mengucapkan perpisahan kepada teman masa kecil nya itu dan segera melangkahkan kaki nya bersama Juna
"Baik lah. Hati hati Riesta, jaga dirimu baik - baik!". jawab William yang mulai melambaikan tangan
Dan setiba nya di bandara. Juna dan Riesta memutuskan untuk kembali ke kantor dulu sebelum pergi ke pemakaman orang tua Riesta
"Seperti nya kamu sangat betah sekali di sini kah?". tanya Juna yang mengandeng tangan Riesta
"Benar sekali! walau di Tokyo pemandangan nya sangat bagus, tapi tetap rumah sendiri yang lebih nyaman". jawab Riesta yang tersenyum
Dret...dret....dret
Telepon genggam Juna berdering dan Juna pun mengangkat Telepon nya dan ternyata yang menelepon adalah Ibu Juna
__ADS_1
"Halo anak ku yang tersayang! kamu baik - baik saja kan? sekali - sekali pulang lah ke rumah apa kamu tidak kangen dengan ibu dan ayah?". suara lembut Ibu Juna yang sedikit terdengar oleh Riesta yang berada tepat di samping Juna
"Iya ibu. aku baik - baik saja, kemarin ada meeting jadi ga sempet ngabarin ibu. Ayah dan ibu baik - baik saja?". jawab Juna yang sedikit malu karena Riesta berada di samping karena menurut Juna itu memberi kesan kepada dirinya bahwa dia Anak mami
"Oh iya Juna kamu kapan pulang ke rumah? Sekali sekali makan bersama dengan ayah dan ibumu yang sudah tua ini, sebelum orang tua mu meninggal". tanya Ibu Juna yang ingin sekali anak semata wayang nya itu pulang ke rumah setelah beberapa tahun ini Juna jarang pulang ke rumah orang tua nya
"Iya ibu, nanti malam aku pulang dan juga ingin memperkenalkan calon istri ku". jawab Juna yang ingin memperkenalkan Riesta kepada orang tua nya
Riesta yang mendengar nya itu kaget karena dia belum siap untuk bertemu dengan orang tua Juna dan sekaligus senang, gugup yang sedang bercampur aduk di pikiran Riesta
"Ahh! kenapa cepat sekali memperkenalkan ku kepada orang tua Juna. aku sangat takut mereka tidak menerimaku". batin Riesta tangan nya mulai berkeringat setelah mendengar Juna yang ingin memperkenalkan nya kepada orang tua nya
"Calon Istri? akhir nya kamu mempunyai pacar. Ibu tak sabar ingin bertemu dengan calon menantu ku. Nanti ibu buatkan makanan yang enak dan banyak". jawab ibu Juna yang suara nya terlihat sangat gembira mendengar bahwa Juna akan membawa calon Istri nya
"Iya udah bu. sampai disini aku tutup ya, masih harus ke kantor dulu". sahut Juna yang memberitahu ibu nya agar menutup telepon nya
"Iya baiklah!. Jangan lupa nanti malam kamu harus pulang ya!". jawab ibu Juna yang menutup telepon nya
Setelah telepon nya sudah terputus dan Juna langsung memasukan telepon genggam nya di saku Jas nya mulai melangkahkan kaki nya meninggalkan bandara dan menuju ke kantor
pak Gino yang sudah menunggu di mobil dan dengan sigap membukakan pintu nya untuk Juna dan Riesta yang masih bergandengan tangan
"Juna lepaskan gandengan tanganmu nanti pak Gino akan tau". pinta Riesta yang sedikit lagi akan melihat pak Gino
__ADS_1
"Tidak mau! biarkan seluruh kantor tau bahwa kamu akan menjadi calon istri dari Juna Sebastian". jawan Juna dengan berlaga gaya Bossy
"JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤"