Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Perjanjian antara Ibu dan Anak!


__ADS_3

“ Ya sudah terserah padamu saja. Ayah akan selalu mendukung kamu, karena ayah sudah menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya pada kamu.” Tambahnya sembari menepuk pundak anak nya. Beliau pun berjalan sembari menyentuh buku yang berada tidak jauh dari Juna berdiri saat ini, beliau pun kemudian menarik salah satu buku dari susunan buku yang masih tertata sangat rapi seperti buku di perpustakaan.


“ Besok aku akan memilih 4 karyawan untuk ikut serta dalam proyek kerja sama ini! Aku akan memberikan mereka tes tentang keseriusan mereka untuk membuat perusahaan Marsh berkembang.” jawab Juna. Akhirnya ia pun mencoba mengambil karyawan nya yang akan ikut serta dalam proyek kerja sama yang sangat penting ini, dan tentu saja Juna tidak ingin melibatkan istri nya dalam bahaya.


Keesokan harinya. Juna dan Riesta segera berpamitan kepada kedua orang tua, karena mereka harus mulai beraktivitas seperti biasa.


“ Terima kasih ibu dan ayah. Kami pergi berangkat kerja.” Riesta membungkukkan badan nya berpamitan kepada ibu dan ayah mertua.


“ Iya! Sama-sama. Sering-seringlah menginap di rumah ini, hanya sekedar mampir pun boleh.” sahut ibu Wendy dia pun memeluk Riesta, lalu ibu Wendy memberikan sebuah ciuman pipi atau yang di sebut cipika-cipiki dengan lembut pada menantu kesayangannya.


“ Juna! Kau jangan lupakan ibumu! Oh iya jaga Riesta baik-baik! Jika sampai terjadi apa-apa pada Riesta . . Jangan harap ibu akan memaafkanmu!” perintah ibu Wendy dengan tegas sembari menunjuk-nunjukkan jari telunjuk nya ke arah Juna yang merupakan anak nya sendiri.


“ Ibu! Sebenarnya siapa sih anakmu? Kenapa kau memperlakukanku seperti itu?” batin Juna yang hanya berbicara dalam hati, dia pun bingung dengan tindakan ibu nya yang malah menganggapnya sebagai anak orang lain.


“ Baiklah ibu!” jawab Juna dengan nada sedikit ketus, sembari memalingkan pandangan nya ke arah lain.


“ Pfft . . . Tenang saja bu! Pasti Juna akan selalu melindungiku, menyayangiku.” ucap Riesta yang tertawa kecil saat melihat betapa lucu nya ibu dan anak bercanda gurau.


“ Hik . . . Hik! Kalau saja waktu bisa di putar kembali.” ujar sang ibu yang mulai bertingkah kekanak-kanakan di umur yang sudah tidak muda lagi.


“ Ibu! Jangan kekanak-kanakan seperti itu, nanti hari pekan jika tidak sibuk kami akan menginap di sini. Dan jika ibu ingin Shopping aku akan mengizinkan ibu meminjam Riesta, tetapi asalkan dia di pulangkan ke rumah kami.” protes Juna. Menggeleng-gelengkan kepala nya melihat tingkah ibu nya yang masih saja kekanak-kanakan seperti itu, lalu akhirnya Juna pun mengizinkan sang ibu nya jika suatu hari ia merasa bosan, Juna pun akan menyuruh Riesta untuk menemani ibu untuk pergi berbelanja. Tetapi ia pun meminta pada ibu nya jika mereka sudah selesai jalan-jalan maka ibu nya jangan lupa memulangkan kembali Riesta ke rumah Juna.

__ADS_1


“ Iya . . . Iya! Tidak mungkin ibu akan menculik Riesta, tapi janji kan setiap akhir pekan kalian menginap disini lagi?” sahut ibu Wendy dia pun senang mendengar nya bahwa setiap akhir pekan mereka akan menginap di rumah ibu dan ayah.


“ Ya ibu.” jawab Juna singkat.


Riesta yang masih berdiri di samping Juna hanya tersenyum-senyum. Saat melihat 3 orang yang sedang bercanda ria, Riesta sangat bersyukur dia di terima dengan sangat baik di Keluarga Sebastian. Dan Riesta bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga kecil yang sudah lama sekali dia mendambakan kehangatan sebuah keluarga yang pernah hilang dari kehidupan Riesta.


“ He. . . He. Tenang saja ibu! Pasti aku akan selalu mengunjungi ibu, dan jika Juna melarang nya maka aku akan memarahinya! Dan bercerita tentang anak durhaka, yang melupakan kedua orang tuanya.”


“ Hum . . Hum. Ibu setuju!” ujar ibu Wendy mengangguk-anggukan kepala nya.


“ Baiklah! Sudah saat nya kita berangkat, tidak enak dengan karyawan yang lain kalau mereka melihat Direktur dan Sekretarisnya telat!” sela Juna mulai melangkahkan kaki nya ke arah pintu rumah, menyenggol siku tangan Riesta memberikan kode untuknya agar segera mengakhiri obrolan.


“ Iish . . Jangan tarik tanganku seperti itu dong!” dumel Riesta yang mencoba melepaskan genggaman tangan Juna yang cukup kuat.


“ . . . . .” Juna mengabaikan Riesta, ia tetap terus berjalan keluar rumah orang tua nya. Tanpa mengatakan apa pun. Orang tua Juna yang melihat sifat anak nya yang tidak tarang-tarang meninggalkan mereka tanpa berpamitan seperti yang di lakukan Riesta, hanya terdiam saja. Ibu Wendy pun tetap melambaikan tangan nya ke arah anak dan menantu perempuannya yang sudah berjalan cukup jauh, hanya terlihat punggung belakangnya.


“ Apa kamu marah? Janganlah marah . . Tersenyumlah dikit . . Ayolah!.” pinta Riesta yang memegang kedua pipi Juna sembari menyentuh ujung bibir Juna untuk tersenyum.


Tiba-tiba Juna memegang pergelangan tangan Riesta, sembari melingkarkan tangan nya di pinggang Riesta. Lalu Juna mendekapkan tubuh Riesta untuk berada di jangkauan terdekat Juna.


“ Ehh!!.”

__ADS_1


Lalu tiba-tiba Riesta merasa sesuatu yang menyentuh bibir nya, dan Riesta melihat dengan sangat jelas wajah Juna sudah berada di depan mata nya. Juna mencium bibir Riesta tempat di halaman rumah, untung saja kedua orang tua Juna sudah masuk ke dalam rumah. Dan tidak ada seseorang yang berlalu lalang, tetapi bagi Riesta ini masih berada di tempat umum apalagi ini masih di halaman rumah kedua orang tua Juna. Jika tiba-tiba ibu Wendy keluar, dan melihat nya. Pasti Riesta tidak bisa menutupi wajah nya yang sangat merah seperti sayuran Tomat.


Ciuman Juna berubah menjadi sebuah *******, dan tentu saja Riesta pun harus menghentikan ciuman ini. Riesta pun segera menginjak sepatu Juna menggunakan kaki nya yang memakai sepatu hak tinggi bentuk balok.


“ Ouch! Kenapa kamu menginjak kakiku?” tanya Juna yang merintih kesakitan. Sebab Riesta menginjak kaki nya, dan membuat Juna berlompatan kecil sembari memegang kaki sebelah kanan. Apalagi Riesta memakai sepatu hak tinggi berhak cukup tebal seperti bentuk balok es batu.


“ Huuh! Itu salahmu sendiri! Kita masih berada di halaman rumah orang tuamu lho! Kalau ibu mu tiba-tiba membuka pintu bagaimana?” jawab Riesta dengan nada ketus, kedua tangan nya di silangkan di depan dada, mengerucutkan bibir nya memalingkan wajahnya ke arah lain. Seperti seorang anak kecil yang sedang mengambek.


“ Tenang saja. Ibu tidak akan membuka pintu nya. Ayo! Sekarang kita berangkat bekerja.” sahut Juna. Ia pun segera merangkul pundak Riesta, dan mereka berdua pun mulai melanjutkan perjalanan mereka


“ Huhm!” gumam Riesta yang masih ngambek, terlihat dari cara Riesta berjalan yang nampak malas-malasan apalagi saat lengan Juna memegang pundak nya dan berjalan di sampingnya.


Seperti biasa pak Gino sudah stand by menunggu di luar mobil. Dan beliau pun membukakan pintu belakang mobil untuk Tuan muda dan nyonya muda. Dan mereka bertiga pun mulai meninggalkan perumahan Elite's, di jalan akhirnya Juna bertanya kepada Riesta.


“ Aku ingin bertanya lebih tentang sahabatmu yang bernama Dina.” tanya Juna. Mereka berdua pun sudah berada di dalam mobil, lalu Juna pun bertanya pada Riesta tentang sahabat nya yang bernama Dina.


“ Uh? Tumben? Apa jangan-jangan Dina melakukan kesalahan lagi ya?” jawab Riesta. Kedua alis nya sedikit terangkat, lalu Riesta pun menatap Juna dengan tatapan penuh kekhawatiran, Riesta pun berpikir sangat dalam. Apakah Dina melakukan kesalahan lagi itu yang di khawatirkan oleh nya.


“ Aku mohon padamu Juna! Jangan pecat Dina! Dina kemarin termasuk korban dari akting kalengan William!” bujuk Riesta. Membuat tatapan wajah seperti seekor anak kucing, terlihat dari sekitar wajah nya yang bercahaya dan membuat Juna memaling wajah nya ke arah lain. Ia tidak tahan melihat wajah imut Riesta ketika ia sedang memohon, dan jika Riesta terus menatap nya dengan wajah anak kucing seperti itu. Mungkin Juna akan menyuruh pak Gino untuk berhenti di tempat, lalu menyuruh pak Gino untuk tunggu di luar dan Juna akan langsung menerkam Riesta di dalam mobil. Tetapi, di sisi lain ia tidak mungkin melakukan itu pada Riesta di dalam mobil.


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤

__ADS_1


__ADS_2