
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
“ Hmm. Oh benar nanti setelah aku pulang kerja, apa kamu ingin melihat rumahmu yang dulu lagi?.” tanya Riesta menanyakan William apakah William ingin melihat rumah lama nya yang saat ini mungkin sudah lama tidak terpakai sejak kepergiannya.
“ Ooohh.. Rumah itu ya? Baiklah aku sangat penasaran dengan rumah keluargaku dulu, tapi apakah kamu tidak kelelahan?.” jawab William. Dan dia pun sedikit penasaran dengan rumah yang sudah 18 tahun tidak pernah di kunjungi nya. Kemudian William pun masih tidak ingin merepotkan Riesta apalagi saat mendengar bahwa Riesta ingin menemani nya ke rumah lama nya itu, dan William tahu karena sewaktu kecil Riesta memiliki tubuh yang lemah dan sering sekali terkena penyakit, terutama jika Riesta kelelahan, atau kena angin malam yang sangat dingin. William masih mengingat itu semua.
“ Tidak apa - apa. Aku yang sekarang sudah sehat, dan sekali lagi aku bukan Riesta saat masih kecil yang sering sakit - sakitan. Dan satu lagi aku juga ingin mengajakmu berkeliling melihat kota Seoul di malam hari, Seoul malam hari sungguh sangat indah berbeda sewaktu kita masih anak kecil.” jawab Riesta dengan sangat percaya diri. Memang saat dia sudah menginjak umur 15 tahun Riesta tidak pernah jatuh sakit, dan dia sudah benar-benar bisa melakukan aktivitas berat lainnya. Berbeda sekali saat Riesta masih berumur 8 tahun, dia baru bermain bola salju bersama William. Seluruh badannya sudah mengigil sangat hebat, dan Riesta pun segera di bawa ke ruang UGD di rumah sakit yang cukup terbaik, di kota Seoul
“ Ries, sifatmu belum sama sekali berubah dirimu masih sangat bersinar, bahagia, tersenyum hangat dan masih tetap saja keras kepala. Mungkin ini kepala batumu itu lebih keras daripada sewaktu kecil. Tapi walaupun sifat kepala batumu masih sangat keras, aku sungguh bahagia bisa melihatmu bahagia seperti saat ini, tetapi aku akan selalu melindungimu dan menjagamu karena kedua orang tua mu sudah berpesan kepadaku untuk selalu ada disisimu.” batin William melihat wajah Riesta yang sedang bercerita tentang segala hal yang ada di kota Seoul ini dengan sangat gembira.
__ADS_1
Dan William pun teringat ketika kedua orang Riesta pergi untuk berbisnis dan harus meninggalkan Riesta yang selalu sakit - sakitan, William sangat mengingat janji itu sampai saat ini. Dan juga sewaktu William mendengar berita dari Juna sewaktu berada di Tokyo mengenai kedua orang tua Riesta yang sudah meninggal William benar - benar merasa sangat sedih pasti Riesta sudah menjalani kehidupan yang sangat berat tanpa adanya kedua orang yang sangat penting bagi Riesta.
Tetapi saat William melihat Riesta yang tersenyum kepada pria yang di sukainya, William merasa bahwa dia harus merelakan Riesta untuk bahagia bersama pria yang disukainya.
Dan William akan terus melindungi Riesta ketika suatu hari pria yang di sukainya menyakiti hati Riesta atau bahkan yang lebih kejam meninggalkan Riesta tanpa memberitahu alasan yang sangat jelas.
Maka sebab itu William terus mengawasi Juna, walaupun William sebenarnya tidak ingin melihat Riesta bersama dengan pria lain selain dirinya. Tetapi untuk kebahagiaan Riesta, William sudah membuang perasaan iri hati kepada Juna. William sangat ingin melihat wanita yang sangat dia cintai bahagia walaupun bukan bersama dirinya.
Sewaktu pertama kali William bertemu dengan Riesta di Tokyo saat berada di perusahaan Hyunya. William langsung memberitahu kepada orang tua nya bahwa dia bertemu dengan Riesta ketika William menggantikan ayah nya untuk meeting di perusahaan Hyunya. Tentu saja kedua orang tua William sangat semang mendengar kabar dari anaknya, sebab setelah beberapa puluh tahun lost kontak akhirnya William bertemu dengan wanita yang disukainya.
Kedua orang tua William dan keluarga Shaenatta sudah saling mengenal sejak mereka dua keluarga bertetangga dan juga di bisnis mereka berdua sering bekerja sama. Jadi menurut kedua orang tua William, Riesta sangat cocok masuk ke dalam daftar list bukan karena Riesta anak dari konglomerat tetapi karena sejak kecil Riesta sudah bermain bersama dengan William. Dan Ayah serta ibunda Riesta selalu menitipkan Riesta ketika mereka bepergian jauh, karena kondisi tubuh lemah Riesta yang sering sekali jatuh sakit.
Dan kedua orang tua William berharap bahwa anak nya akan mendapatkan seorang istri yang perhatian, baik, lemah lembut dan bisa memberikan kebahagiaan untuk William serta suatu saat mereka akan membangun keluarga kecil. Dan memberikan kebahagiaan, kehangatan dari tingkah cucu kelak di masa depan.
__ADS_1
Dan akhirnya ibu William menyuruh William untuk secepatnya menyatakan perasaannya dan membawa Riesta untuk bertemu dengan ayah serta ibu William dan juga keluarga Shaenatta, tetapi ketika William memberitahukan kalau kedua orang tua Riesta telah tiada ayah serta ibu William sangat syok.
Terutama sang ayah William tidak percaya bahwa seorang pria dengan pendirian yang sangat kuat, tidak pantang menyerah dan juga tidak pernah mengalami kegagalan dalam dunia perbisnisan apalagi bersaing dengan perusahaan lain selalu banyak sekali tender yang dengan suka rela bekerja sama bersama perusahaan Shae, setelah melihat presentasi proyek yang dibuat sendiri oleh Direktur paling jenius yaitu Rio Shaenatta yang merupakan ayah Riesta dan juga seorang ayah sekaligus bisa menjadi seorang ibu bagi Riesta setelah kepergian mendiang ibu nya.
Kedua orang tua William tidak menyangka bahwa selama ini rekan bisnis yang telah memberikan ilmu di dunia perbisnisan mengakhiri hidup nya dengan bunuh diri, sebab kehilangan orang yang sangat dicintainya. Dan setelah mereka berdua mendengar kabar duka itu ibu William menyuruh anak nya untuk cepat-cepat melamar Riesta pasti selama ini Riesta hidup dengan kesepian, kesedihan dan juga ibu William sangat tahu bahwa Riesta memiliki tubuh yang sangat lemah seperti mendiang ibu nya.
Akhirnya pun William mengikuti apa yang di katakan oleh kedua orang tua nya dan juga kata hati nya sendiri, karena William sudah memendam perasaan suka nya terhadap Riesta selama 18 tahun. William memberanikan diri nya untuk menyatakan cinta nya, tetapi tentu saja rival William.
Juna Sebastian tidak akan membiarkan wanita nya di rebut oleh pria lain, akhirnya Juna berhasil menggagalkan dan membawa Riesta pergi bersama nya. Awal nya William tidak akan menyerah untuk mendapatkan Riesta, pada akhirnya setelah mengetahui bahwa Riesta hanya menganggap dirinya sebagai sosok seorang kakak yang sangat baik, akhirnya William merelakan cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Tetapi walaupun begitu William tetap akan selalu di samping Riesta, jika Riesta membutuhkan bahu untuk bersandar maka William dengan hati yang senang akan meminjamkan bahu untu bersandar bagi Riesta. Dan William berjanji, jika ada seseorang yang membuat Riesta menangis maka William akan beri pelajaran untuk orang yang sudah menyakiti Riesta dan membuat Riesta bersedih.
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )
__ADS_1
Bersambung*. . . . .