Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Kang Dina Hee vs Evan Sagara!


__ADS_3

“ Tuan! Aku berdoa semoga anda bisa menemukan seorang wanita yang bisa merubah sifat Tuan Evan!”


Tes . . . !


Tes . . . !


Rui mendengar suara shower yang berasal dari kamar mandi milik Tuan Evan.


“ Huh? Kenapa aku mendengar suara orang yang sedang mandi?”


“ Aku harus mengecek nya! Sebelum Tuan Evan kembali!”


Dina yang masih berada di kamar mandi, dia pun mematikan air Shower. Ia mulai memakai handuk kimono berwarna putih, Dina belum mengetahui bahwa ada seseorang yang berada di luar pintu kamar mandi.


“ Segernya!”


Na . . . . Na . . . Na


Dina membuka pintu kamar mandi, dan tentu saja Rui yang sudah berdiri di samping pintu kamar mandi, dengan gaya kuda-kuda nya. Tetapi naas sekali saat Rui ingin menangkap seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi milik Tuan Evan. Rui sudah terkena bantingan dari Dina, dan saat ini Rui sudah berada di bawah lantai dan kedua tangan nya di pegang dengan sangat kuat oleh Dina.


Dina dengan tatapan seram nya menatap Rui sembari memegang kedua tangam milik Rui, Dina pun menginjak salah satu tubuh Rui, sembari Dina melontarkan pertanyaan terhadap Rui.


“ HEY! KAU SIAPA! CEPAT JAWAB! ATAU JANGAN-JANGAN KAU SENGAJA MENGINTIPKU!! CEPAT JAWAB!! JIKA TIDAK AKU AKAN BERTERIAK!!”


“ Ouch! Tidak! Saya tidak bukan pria yang seperti itu! Saya . . . Saya!”


“ APA! OOH ATAU KAU JANGAN-JANGAN PENCURI! CEPAT JAWAB!!. HAHH!!”


“ Saya bukan seorang pencuri . . . Saya hanya seorang asisten pribadi yang baru saja meletakkan barang milik Tuan saya!”


“ ASISTEN? LALU DIMANA TUANMU! SEHARUSNYA SEORANG ASISTEN HARUS MENGIKUTI TUAN NYA KEMANA PUN!”


Saat Dina masih menginterogasi Rui. Tiba-tiba sebuah pintu kamar 2022 terbuka dan terlihat langkah kaki yang tegas dan semakin mendekat masuk ke ruangan 2022. Dua orang yang masih berada di ruangan itu, Rui yang masih terjebak oleh belenggu tangan dan kaki Dina.


Seketika suara dua kata terdengar oleh dua orang yang masih berada di kamar 2022.


“ Siapa kau!”


“ Hah?!”


Rui pun yang sangat mengenal suara pria itu lalu Rui pun menengok ke arah pria yang sesang berdiri sembari menyilangkan kedua tangan nya di depan dada, tatapan Tuan Evan terlihat sangat gelap dari yang biasanya


“ Tuan! Tuan tolong saya!”


Dina pun yang masih terkejut. Dina pun melontarkan pertanyaan kepada pria berjas Navy yang berdiri di samping nya, tatapan gelap dari pria itu membuat ruangan Hotel sedikit mencengkam.

__ADS_1


“ Kau! Kau siapa! Kenapa kau bisa masuk ke kamar ini?”


“ Heh . . .? Kenapa kau malah balik bertanya kepadaku? Tentu saja ini ruangan kamarku! Jadi sekarang jawab pertanyaanku!”


“ Hah! .”


“ Gawat! Dina! Jika dia benar-benar pemilik ruangan ini, aku harus bagaimana! Tidak mungkin aku menjawab kalau aku salah kamar?” batin Dina÷


“ Dan kalau di lihat-lihat pria ini bukan tandinganku . . Aku harus jawab sejujur-jujurnya!” batin Dina ÷


“ Uhm . . Maaf! Saya . . . !”


“ Oh! Kau tidak perlu menjawabnya! Karena saya sudah tahu kedatanganmu ke sini . . Apa kau sudah tidak sabar untuk mendapatkan pelayanan pria tampan sepertiku kan?”


“ Heh? Maksud anda apa?”


Rui yang masih berada di bawah kendali Dina. Rui memasang ekspresi wajah terkejut, tidak mungkin wanita yang kuat seperti dia merupakan layanan dari Hotel Tres Spades.


Evan pun mulai melangkahkan kaki nya mendekati Dina yang memakai handuk kimono, dengan wajah yang terlihat sangat percaya diri. Evan pun mulai membuka Jas navy nya lalu membuang nya ke sembarang tempat, Dina yang masih menahan kedua tangan pria yang masih tersungkur di lantai dna juga menahan pergerakkan salah satu tubuh Rui.


“ Hey! Kau jangan dekat-dekat! Atau aku hancurkan tubuh asisten pribadimu yang berada di genggaman tanganku!”


“ . . . . “ Evan terdiam dan tidak menuruti perkataan Dina, senyum licik nya masih terukir di wajah tampan pria yang berusia 31 tahun.


Gasp!


Rui yang terkejut setelah mendengar jawaban dari Tuan Evan yang terlihat begitu tenang dan santai nya. Di sisi lain Dina yang masih meragukan jawaban dari pria yang sama sekali tidak memiliki hati nurani dengan seorang asisten pribadinya, Dina pun sedikit heran kenapa masih ada manusia yang tidak memiliki hati seperti nya.


“ Heh? Kemana hati nurani pria ini? Atau jangan-jangan dia mencoba menantangku! Kamu jangan mau tertipu oleh nya!” batin Dina yang membangun paksa badan Rui, dan sekarang posisi Rui sudah seperti seoramg wanita yang sedang di tikam. Kepala Rui menghadap ke arah Tuan Evan, dan tentu saja tidak mungkin kepercayaan antar dua orang pria yang sudah sangat lama bisa hancur begitu muda hanya karena seorang wanita yang tiba-tiba saja membuat kehebohan di kamar 2022.


Diam-diam Rui mengedipkan mata nya ke arah Tuan yang masih berdiri dengan sangat santai, Evan pun tentu tahu apa yang harus dilakukan nya.


GLEG!


Rui pun kembali dengan bakat akting yang terpendam nya, Rui memohon sembari menangis.


“ Tuan! Tuan! Tolong saya! Saya sudah sangat lama bekerja dengan anda . . . Tidak mungkin Tuan akan membiarkan nyawa saya di ambil dengan begitu sadis kan?”


“ Heh? Tidak mungkin juga aku membunuh seseorang yang tidak bersalah! Dan itu akan membuat masa depanku hancur! Dina . . . Dina! Sekarang apa yang harus aku lakukan? Di sini ada dua orang pria, dan tentu saja aku harus mewaspadai pria yang saat ini berdiri dengan santai nya di depanku! Pasti dia memiliki keahlian yang melebihiku!” batin Dina dengan nafas yang tergugup-gugup.


“ Kamu harus tenang Dina!” lanjut Dina yang masih memandangi tajam ke arah pria yang tengah berdiri di hadapan nya.


Evan itu mengabaikan perkataan dari Dina, dia tetap terus berjalan mendekati Dina yang masih menyekam Rui. Evan dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi, tetapi berbeda dengan Dina dia semakin gugup saat Evan terus berjalan menghampiri nya, Dina pun sudah menilai dari pergerakkan pria asing yang berada di depan nya dan tentu saja Dina sudah tahu kemungkinan pria asing yang mengabaikan nya memang memiliki keahlian melebihi nya.


“ Hey! Sudah ku bilang jangan bergerak! Atau . . Aku akan patahkan salah satu lengan asisten pribadimu ini!”

__ADS_1


“ Heeh!” Evan tersenyum simpul melihat Dina yang terlihat ketakutan. Dan membuat Evan semakin tergoda melihat wanita yang pertama kali nya menghajar asisten pribadi Evan.


“ Kenapa pria ini malah tersenyum? Dia benar-benar sakit jiwa!” batin Dina yang masih menahan kedua lengan Rui asisten pribadi Evan.


Dan tentu saja dalam hitungan detik Evan yang masih berjalan mendekati Dina, Dina pun yang tidak bisa membaca pergerakkan dari pria asing yang saat ini sudah berhasil membebaskan asisten nya dan tentu saja Dina sekarang dalam posisi yang terancam. Dan Dina pun tidak bisa bergerak, pria asing itu melepas dasi milik nya kemudian memakaikan dasi itu untuk mengikat kedua tangan Dina.


Dengan senyuman yang merekah di bibir Evan.


“ Heeh! Apakah kekuatanmu hanya segini saja?”


“ LEPASKAN AKU!! . “


“ RUI! Kau keluar dari ruanganku!”


“ Baik Tuan!”


Rui pun segera berlari. Dia pun menuruti perintah yang tentu saja harus di patuhi oleh Rui, Rui pun segera menutup pintu nya dan di dalam kamar hanya tersisa dua orang saja. Dina yang terdiam membisu melihat asisten itu pergi dan menutup pintu kamar 2022, saat Dina berada dalam lamunan nya Evan segera mengendong Dina ala fireman's carry. Dan tentu saja Dina sangat terkejut saat pria asing yang saat ini bersama nya mengendong nya.


“ Eehh!”


BRUK!


Dina pun di lemparkan ke atas ranjang yang berukuran king size, dan tatapan Dina pun berubah drastis dia terlihat sangat gugup, jantung nya pun bergegup sangat kencang, sembari dia memundurkan tubuh nya menjauh dari pria yang saat ini membuka kancing kemeja nya satu persatu. Pria itu masih tersenyum licik melihat raut wajah wanita yang terlihat sangat gugup.


“ Ka-kau! Ka-kaau jangan berani-berani mendekatiku lagi!”


“ Heeh! Baru pertama kali aku melihat wanita yang menarik sepertimu! Kamu tidak perlu takut, rileks saja! Kita akan bersenang-semamg malam ini!”


Gasp!


“ Huh! Apa maksudmu? Aku tidak mengerti! Dan kau salah orang, aku bukanlah wanita ya—!”


“ Sshhh . . .!”


CUP!


Tiba-tiba saja pria asing itu membungkam bibir Dina. Dan tentu saja Dina sangat terkejut, tiba - tiba pria asing ini mencuri bibir Dina.


“ Humm! Pria ini bau alkohol!” batin Dina yang masih membuka kedua mata nya karena saking terkejut nya Dina. Karena pria asing tiba-tiba berbuat seperti ini kepada Dina.


“ Bibir wanita ini sangat lembut dan manis! Baru pertama kali ini aku merasakan sensasi seperti ini!”


Dina pun tidak bisa bergerak apalagi kedua tangan nya sudah terikat oleh dasi milik pria asing yang saat ini ******* bibir milik Dina. Dan lama - kelamaan tangan pria itu meraba handuk kimono putih yang saat ini di pakai Dina, tangan pria itu membuka perlahan tali kimono. Membuat belahan dada milik Dina terbuka, Dina merasa ada sebuah tangan yang menyentuh di dalam handuk kimono yang di pakai Dina.


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤

__ADS_1


__ADS_2