Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Untuk Pertama kali nya Direktur Juna bertanya tentang Karyawannya.


__ADS_3

“ Siapa yang mau memecatnya? Iya memang itu sudah lama dan aku juga sudah melupakannya, aku hanya ingin bertanya. Kang Dina Hee aku melihat data profil nya dia pernah mengikuti pelatihan Taekwondo, dan dia mendapatkan gelar anak remaja terhebat saat usia 12 tahun. Dan di usia itu dia sudah mengenakan sabuk hitam.”


“ Iya betul! Dina dia seperti Wonder Woman! Aku pun mengagumi nya. Oh kamu ingin berlatih taekwondo dengan nya? Nanti aku bisa minta tolong pada nya!" jawab Riesta kedua mata mulai bersinar-sinar saat ia bercerita tentang sahabat karib nya yaitu Dina.


“ Bukan itu . . Tidak bukan apa-apa. Aku hanya bertanya saja, karena walau bagaimana pun aku seorang pimpinan nya seharusnya respect dengan semua karyawan nya kan?”


“ . . . .” Tanpa mengeluarkan suara Riesta melihat sang suami nya yang sudah mulai berubah sedikit, demi sedikit. Dia sudah mulai memedulikan para karyawan nya, sewaktu dulu Juna sangat tidak pernah memedulikan karyawan. Yang hanya di peduli kan ialah perkembangan perusahaan, kinerja yang bagus untuk perusahaan, dan selalu memberikan kerja lembur kepada karyawan yang melanggar peraturan.


“ Huh? Kenapa sayang? Apa ada sesuatu di wajahku?” tanya Juna menatap wajah Riesta. Karena sedari tadi Riesta terus menatap dirinya hampir selama 3 menit.


“ Uhm . . . Tidak aku hanya terkejut saja, aku hanya memandangimu dan bertanya kepada Tuhan apakah ini Suamiku Juna Sebastian? Apakah suamiku tidak sedang kesambet atau salah minum obat?” tanya Riesta yang meledek suami nya yang baru pertama kali nya bertanya tentang karyawan di tempat kerja nya. Dan tentu saja membuat Riesta berpikir bahwa suami nya sedang kesambet atau salah minum obat.


“ Maksudmu? Aku tidak boleh berubah? Setidaknya aku hanya ingin menjadi seorang pemimpin yang baik untuk para karyawanku. Tenang saja aku ini masih tetap Juna Sebastian! Suami tertampan yang memiliki Istri tercantik, dan terbaik di dunia.” ucap Juna. Ia pun memuji diri nya sendiri, sembari menggoda mencolek dagu milik Riesta.


“ Apaan sih! Pakai segala gombal dan memuji dirinya sendiri! Malu tahu di dengar oleh pak Gino!" sahut Riesta dengan nada ketus, ia pun mencubit pedas telapak tangan Juna.


“ Pfft . . . Tidak biasanya Tuan memuji dirinya, ataupun merayu seorang wanita.” batin pak Gino yang berpura-pura tidak mendengar, dan tetap fokus menyetir agar tidak membuat Tuan dan Nyonya mengetahui bahwa sebenar nya pak Gino mendengar pembicaraan mereka berdua.


“ Tenang saja! Pak Gino sedang fokus menyetir.” jawab Juna mendekatkan wajah nya ke Riesta yang masih cemburut, menyilangkan tangan nya di depan dada.


Fiuuh . . . !!


Riesta diam-diam melihat pak Gino yang terlihat sedang serius menyetir.


Tak lama kemudian mereka bertiga sudah sampai di pintu utama Perusahaan Marsh. Seperti biasa pak Gino selalu membukakan pintu untuk Tuan dan Nyonya, Riesta pun selalu tersenyum dan a tak lupa mengucapkan 'Terima kasih' untuk pak Gino.


Juna dan Riesta pun segera masuk ke perusahaan. Bekerja seperti biasa, Riesta bekerja sebagai Sekretaris dan Juna sibuk menanda tangani dokumen.


Di ruangan Juna. Juna masih memikirkan tentang perusahaan LS group, akhirnya setelah sekian tahun perusahaan yang terkenal di bidang perhiasan berlian yang paling TOP no 1 di Negeri Sakura.

__ADS_1


“ Apakah aku harus mengikuti perkataan Ayah? Apalagi tidak mungkin aku melibatkan Riesta untuk ikut serta dalam proyek kerja sama ini . . Ya sudahlah, aku akan kumpulkan 4 orang untuk ikut serta dalam proyek kerja sama ini.” gumam Juna memainkan pulpen, dan juga melihat kertas dokumen di tangan nya.


Juna pun memanggil Dina. Juna pun kemudian menyuruh karyawan lain untuk memanggil Dina. Sebab Riesta sedang melakukan pertemuan dengan klien, jadi Juna pun menyuruh karyawan lain. Biasanya Juna sering memanggil Riesta untuk menyuruh karyawan yang di panggil nya datang ke ruangannya.


TOK . . . !


TOK . . . !


“ Masuklah!” jawab pria pemilik ruangan CEO dengan suara tegas.


Pak Moon pun datang menghadap ke ruangan CEO.


“ Ada apa pak Juna? Apa ada kesalahan yang saya lakukan?” tanya pak Moon sembari menundukkan kepala nya, kedua tangan nya memegang satu sama lain terlihat sekali manajer Moon begitu gugup saat berhadapan dengan Direktur Juna.


“ Tidak . . Aku memanggilmu kemari untuk melakukan Business Trip, tetapi ini bukan sebuah liburan gratis. Ini merupakan pekerjaan, dan aku sudah menulis 4 orang karyawan untuk ikut serta dalam Business Trip. Jadi tolong lakukan tugas mu sebaik mungkin!” kata Juna yang meletakkan pulpen dan dokumen. Lalu ia pun menatap tajam manajer Moon sembari menopang dagu nya.


“ Business Trip? Ke mana Pak Juna?” tanya manajer Moon terlihat senang saat Junaa menyuruhnya untuk Business Trip.


“ Baik pak! Saya akan bertanggung jawab sebagai ketua Tim dalam proyek kerja sama ini! Kalau begitu saya mohon pamit dulu.” Ucap manajer Moon memberikan hormat ala militer ke arah Direktur Juna, lalu manajer Moon tak lupa menundukkan kepala nya untuk segera pamit dari ruangan Direktur Juna. Manajer Moon pun mulai berbalik arah menuju pintu keluar ruangan CEO


“ Iya! Oh sebelum kau kembali ke ruangan kerja mu, panggil Dina untuk datang ke ruangan saya!” pinta Direktur Juna menyuruh manajer Moon memanggil Dina untuk datang ke ruangan nya sekarang.


“ Baik pak!” jawab Manajer Moon singkat.


Pak Moon pun membungkukkan badan nya, dan dia pun segera meninggalkan ruangan CEO. Membuka pintu dan menutup pintu kembali.


Di luar ruangan. Pak Moon memanggil Dina.


“ Dina! Kau cepat ke ruangan Direktur Juna!” ucap manajer Moon dengan nada suara galak memberitahu Dina untuk segera ke ruangan Direktur Juna.

__ADS_1


“ Baik! Pak Moon!” jawab Dina, dia terkejut saat manajer Moon menyuruh nya untuk ke ruangan CEO. Dina pun berpikir pasti ia telah melakukan kesalahan lagi seperti 3 bulan yang lalu.


Dengan perasaan gugup Dina pun segera bangkit dari kursi putar nya. Dan Dina mengambil nafas dalam-dalam, menghilangkan rasa takut nya saat direktur Juna memanggil nya secara tiba-tiba. Apalagi Dina pernah melakukan kesalahan yang sangat fatal saat membantu William untuk bertemu dengan Riesta di perusahaan.


“ Aduuh! Dina! Kamu jangan gugup . . . Tidak akan terjadi apa-apa pada dirimu!” batin Dina sembari menenggangkan detak jantung nya yang mulai tidak beraturan.


\= \= \= TAP \= \= \= \= TAP \= \= \= \= \= TAP \= \= \= \= \= \=


Dina pun sudah berdiri di depan pintu yang menurutnya tempat yang paling di takuti daripada semua Wahana yang ada di Lotte World. Tangan kanan Dina meraih pintu, terlihat tangan kiri Dina memegang kerah blouse berwarna lavender.


Dina pun mengumpulkan keberanian nya untuk mengetuk pintu besar itu.


TOK . . . !


TOK . . . !


“ Masuk!.”


Dina pun memegang gagang pintu, lalu Dian pun membuka pintu yang cukup besar dari tubuh nya.


Dia pun kembali menutup pintu, setelah itu dia berjalan mendekat ke meja kerja Juna.


“ Apa anda memanggil saya?” tanya Dina menundukan kepala nya, berdiri dengan sopan menatap Direktur Juna dengan perasaan sedikit takut.


“ Iya! Kau sudah pernah aku berikan kau tugas untuk mengerjakan proyek kerja sama dengan perusahaan LS group?” tanya Direktur Juna. Ia pun bertanya pada Dina tentang tugas yang sudah lama yang pernah ia berikan pada nya sebelum ia menikahi Riesta.


“ Oh, yang waktu itu yang anda suruh saya mengerjakan proyek itu ya Direktur Juna?” sahut Dina yang mengingat Direktu Juna pernah menyuruh nya untuk mengerjakan proyek kerja sama dnegan perusahaan LS Group. Proyek yang membuat Dina tidak bisa tidur selama 4 hari, karena ia terus mengerjakan proyek yang cukup memguras tenanga dan pikirannya. Kadang ia sering bertanya kenapa Direktur Juna memberikan tugas penting seperti ini pada dirinya yang merupakan karyawan biasa, tidak memiliki riwayat pendidikan yang tinggi sepetti Riesta yang merupakan lulusan dari University ternama.


“ Iya! Apa kau sudah pernah membuat revisi proyek itu?” Direktur Juna melontarkan kembali pertanyaan tentang proyek kerja sama yang ia serahkan pada Dina.

__ADS_1


“ Sudah Direktur! Saya sudah revisi proyek itu.” jawab Dina singkat.


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤


__ADS_2