
Tante Celine pun segera menancapkan gas mobil nya dan pergi meninggalkan rumah Riesta.
Di dalam rumah Riesta. Jam 11.06 pm waktu korea atau 04.06 pm waktu Paris.
Di kamar tidur Riesta pun terbangun. Ia pun segera bangun dan kemudian ia bersandar pada dipan kasur, sembari mengusap-usap perut yang sudah membesar.
"Baby, mama merindukan ayahmu. Sekarang dia sedang apa ya?"
"Lebih baik mama mengirimkannya pesan."
Di Kyriad Paris Hotel.
"Pak Juna! Anda yakin tidak ingin menginap di rumah pamanku?"
"Tidak perlu! Dan tidak mungkin saya menginap satu atap dengan sepupu Riesta! Jadi, lebih baik kau kembali saja ke rumah pamanmu!"
"Ya sudah! Maafkan saya yang sedikit lancang, kalau begitu saya akan pulang."
Di saat Juna sedang check in. Tiba-tiba HP nya berdering, ia pun segera melihat layar ponsel nya.
Raut wajah Juna berubah seketika, terlihat dari bibir nya yang tersenyum saat melihat layar ponsel yang bertuliskan. "My Beloved Wife".
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
'Sayang, aku merindukanmu. Apakah kamu sudah turun dari pesawat?'
-Riesta (My Beloved Wife)
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Sabg Resepsionis itu pun segera memberikan kartu kamar pada Juna. Lalu, Juna pun segera mengambil kartu hotel. Kemudian ia pun lekas pergi meninggalkan meja resepsionis dan berjalan menuju lift.
Juna pun sudah berada di kamar Hotel fasilitas Presidental Suit. Lalu, ia pun segera mengendorkan dasi nya dan duduk di sofa berwarna hitam. Dan Juna segera menelepon sang istri tercinta nya yang berada di Seoul.
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
"Hallo, sayang."
"Hallo, suamiku. Kamu sekarang dimana?"
"Aku sudah di kamar hotel."
"Huum. Sendiriankah? Lalu, Reina dia dimana? Kamu tidak memesan kamar hotel seperti dulu lagi kan?"
"Apakah kamu cemburu, istri manisku?"
"TIDAK!! Aku hanya nanya saja!"
chuckles
"Kenapa kamu tertawa? Nanti aku putuskan teleponnya!"
"Maaf sayang, kamu lucu sekali. Bibirmu masih saja berbohong, aku tahu kalau kamu sedang cemburu. Tapi, tenang saja. Aku di hotel sendirian, tidak bersama sepupumu."
"Huhm! Lho? Lalu Reina dimana? Apa dia berada di kamar hotel yang berbeda?"
"Tidak, dia menginap di rumah pamannya."
"Paman? Paman siapa?"
"Kenapa istriku bertanya balik padaku?"
__ADS_1
"Seingatku, Reina tidak memiliki paman di Paris. Tapi, mungkin salah satu paman Reina sudah ada yang menetap di Paris. Aku tidak tahu selebihnya, tapi yang penting aku sudah lega. Karena Reina menginap di rumah pamannya."
"Istriku cemburukan?"
"Uh? Tidak! Siapa lagi yang cemburu! Sudah bye aku mau tidur!"
TUUUT!!
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Juna pun terkejut saat Riesta memutuskan telepon nya.
"Istriku sungguh imut!" batin Juna sembari tersenyum tipis. Ia pun sangat senang saat mengetahui bahwa Riesta cemburu pada sepupu nya Reina.
"Ini tidak akan lama, aku harus mempercepat pekerjaan ini. Istri dan calon anakku sudah menungguku di rumah."
Juna pun segera beristirahat sebentar untuk mengisi energi. Dan tentu saja untuk merilekskan pikiran nya yang seperti kabel berunded, sebab untuk pertama kali nya. Ia harus meninggalkan Riesta selama 1 bulan, yang bagi nya seperti 1 abad.
Dirumah Felix Lefevre.
"Paman! Paman! Rencana nya bagaimana? Aku ingin mendapatkan kak Juna selama nya!"
"Sabar dulu, tapi kali ini aku membutuhkan tubuhmu."
"Kau begitu tidak sabaran! Apakah mommy mengetahui tentang rahasia kita berdua?"
"Tidak, tenang saja Honey!"
"Come here! Kita akan melakukan itu di sini. Aku sudah sangat lama menunggu kedatanganmu"
"Ingat! Jangan sampai membuatku hamil! Ini memang bukan pertama kali nya untukku, tapi aku hanya ingin memiliki anak dari Kak Juna!"
"Dasar tidak sabar!"
Felix dan Reina pun segera menyatukan diri. Melakukan hubungan intim, Reina pun tidak peduli bahwa ia melakukan hubungan terlarang dengan mantan pacar Celine (Mommy Reina).
"Aaakkkhh!!" teriak Reina yang sudah telanjang. Dan di tubuh nya penuh dengan keringat.
"Honey, kau menikmatinya kan?"
"Iya . . Iya! Bi.. bisakah kita menyudahinya?"
"HUH? Kenapa? Kita baru saja melakukan nya 3 jam yang lalu? Tak biasanya kau meminta nya berhenti di tengah-tengah klimaks kita berdua."
"Aku sangat lelah! Dan tubuhku penuh dengan keringat! Satu lagi, besok pagi aku harus bekerja!"
"Apa kau ingin membuatku mati karena harus memenuhi nafsu sesatmu? Bisa-bisa aku tidak bisa menikah dengan kak Juna, atau pun memiliki anak dengan nya!"
"Ya sudah! Terima kasih Honey. Atas layananmu itu, benar-benar memuaskanku!"
"Tch! Kau terus menghujaniku berkali-kali! Tapi ingat! Aku kan sudah berhasil memuaskanmu, kau harus berhasil untuk membuat kak Juna menjadi milikku!"
"Tenang saja! Itu sangat mudah untukku Honey!"
"Kita tidak mandi bersama?"
"Sana mandi bersama dengan bantal! Nanti aku bisa mati berdiri karenamu!"
BRAK!
Hari esok nya.
__ADS_1
Reina dan Juna pun segera bertemu dengan klien di Restoran La Table.
"Bonjour !" sapa klien yang sudah menunggu di restoran.
"Bonjour ! Désolé je suis arrivé en retard. (maafkan saya datang terlambat.)" jawab Juna.
"C'est d'accord! Je viens aussi d'arriver il y a quelques minutes! (tidak apa-apa! saya juga baru saja sampai beberapa menit yang lalu!)" ucap klien yang sembari memberi tanda untuk waitres.
"Oh, sepertinya saya tidak melihat Sekertaris Riesta?"
"Oh! Maaf sekali lagi. Atas kelancangan saya, dia adalah Sekretaris baru." jawab Juna yang membuka kancing jas nya, kemudian ia pun duduk dengan gaya Bossy.
"Je m'appelle Reina Aileen. s'il vous plaît, aidez-moi!"
"Wajah nya terlihat seperti Sekretaris Riesta!" batin klien nya yang menatap penampilan Reina dari Head and Toe.
"Oh, silakan duduk. Dan pesanlah makanan."
Reina pun segera duduk.
Dan setelah melakukan perundingan untuk membahas tentang dana untuk membeli barang langka yang di lelang di Hotel De Vulpian.
"Je vous remercie! Et encore une fois félicitations à Mr. Juna qui deviendra père! (Terima kasih! Dan sekali lagi selamat untuk Pak Juna yang akan menjadi ayah!)" ucap klien nya yang menjabat tangan Juna.
"De rien. J'espère que cette fois, l'entreprise se déroulera bien! et vous avez réussi à récupérer les objets de valeur de votre famille. (sama-sama. semoga bisnis kali ini berjalan lancar! dan anda berhasil mendapatkan barang berharga wasiat keluarga anda kembali.)" jawab Juna.
Setelah selesai bertemu dengan klien, Juna pun kemudian menyuruh Reina untuk pulang.
"Kau lebih baik sekarang pulang!"
"Huh? Kenapa kak Juna menyuruh saya untuk pulang? Bukannya saya di sini sebagai pengganti kak Riesta?"
"Aku bilang kau pulang sekarang! Aku bisa melakukan pekerjaanku sendiri, dan aku tidak membutuhkan dirimu!"
"Baiklah! Kalau itu keinginan kak Juna."
"Oh dan satu lagi, kau tidak boleh memanggilku dengan sebutan itu! Memang, kau sepupu dari Istriku. Tetapi itu terdengar seperti suara wanita penggoda. Jadi mulai sekarang dan seterusnya, kau harus tetap profesional dalam pekerjaanmu dan tetap menyebutku dengan PAK / DIREKTUR JUNA!"
"Maafkan saya, saya memang tidak se-profesional Kak Riesta. Kalau begitu saya permisi, kalau Direktur Juna membutuhkan sesuatu silakan hubungi saya." jawab Reina dengan sedikit senyuman kecut saat ia menundukkan kepala nya ke arah Juna.
Lalu Reina yang masih berdiri, Juna yang memberi tanda untuk taksi. Saat mobil taksi itu sudah tiba di depan mereka Juna pun segera masuk, dan menutup pintu taksi kembali. Reina hanya berdiri melihat pria tampan (Juna) yang masih saja memperlakukan Reina sangat dingin, tak lama kemudian mobil taksi itu pergi meninggalkan Reina.
"Tch! Sampai kapan aku harus bersabar! Kak Juna masih saja bersikap dingin denganku, pria ini benar-benar cukup sulit untuk di taklukkan!"
"Apa yang sulit Honey?"
"Kau lagi! Sejak kapan kau ada disini? Apa kau masih tidak puas dengan pelayananku yang kemarin? Dan satu lagi kau harus berhati-hati saat memanggilku!"
"Aduh . . Kenapa my honeyku jadi galak seperti ini? Apa kau benar-benar mengincar kakak ipar yang merupakan suami dari sepupumu itu?"
"Tentu saja! Bukannya sudah aku bilang, aku ingin memiliki nya seutuhnya. Hanya untukku!"
"Woow! Baiklah kalau itu yang kau inginkan, tapi jangan lupa untuk membayarnya!"
"Iya nanti aku akan transferkan ke bank mu!"
"Honey . . . Honey, bukan itu yang aku maksud. Aku hanya ingin pelayananmu yang semalam itu."
"Kau pria **** gila! Apa kau ingin membuatku mati di atas kasurmu itu?"
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤
__ADS_1