Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Siap nyonya Riesta Sebastian!


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


《 AYO YANG KEMARIN KOMENTAR LEBIH SUKA CERITA JUNA DAN RIESTA, DARI CHAPTER "95" AUTHOR UPDATE CERITA TENTANG MEREKA BERDUA SETELAH MENIKAH. AYOO!! JANGAN LUPA DI BACA, DAN JUGA LIKE - AN nya!!! 》


“ Cepat sarapan! Bisa-bisa nanti di jalan terjebak macet, apalagi selama kita cuti 3 Bulan jarang sekali menengok keluar ataupun melihat situasi perusahaan.” perintah Riesta denggan nada suara galak menyuruh Juna untuk segera sarapan, sembari memegang sodet kayu.


“ Siap nyonya Riesta Sebastian!” jawab Juna memberi hormat ala militer.


Mereka berdua pun sarapan bersama. Kadang sering sekali Riesta membayangkan jika suatu saat ada suara tangisan bayi, tangisan berebut mainan atau pun berebut makanan di meja makan pasti akan membuat suasana rumah ini semakin hangat. Riesta juga sangat yakin kalau Juna pasti tidak sabar ingin mengendong seorang bayi dan menjadi seorang ayah, dan Riesta juga ingin sekali rasa nya menjadi seorang ibu untuk.


Juna malah ingin memiliki anak yang banyak. Menurut nya pasti akan menyenangkan kalau setiap dia pulang kerja menyambut nya dan memanggil nya “ Papah!!.” Dan di setiap ruangan rumah nya selalu ada suara anak kecil yang sedang bermain video game, ada yang bermain di taman bunga. Dan juga ada yang berlari-lari di ruangan rumah.


Juna pun tidak peduli mau anak laki-laki ataupun perempuan, jika yang suatu saat Riesta hamil anak pertama mereka. Juna hanya berharap ibu serta anak nya sehat dan baik-baik saja saat memiliki anak pertama, Juna sudah sangat senang karena Tuhan sudah mempercayakan kepada nya seorang anak.


Dan jika Riesta sudah hamil mungkin, Juna tidak akan membiarkan Riesta kelelahan karena bekerja. Juna akan mencari seorang Sekretaris untuk menggantikan posisi Riesta saat sedang mengandung, karena Juna tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada wanita yang sangat di cintai nya dan juga calon anak mereka berdua.


Setelah selesai sarapan. Mereka berdua langsung berangkat kembali bekerja, seperti biasa nya selalu ada pak Gino yang sudah siap untuk mengantar ke mana pun pasangan yang baru saja menikah.

__ADS_1


Pak Gino menundukkan sedikit kepalanya sembari tersenyum. Saat melihat pasutri yang tengah jalan dari kejauhan, mereka berdua seperti pasangan yang sangat sempurna dari kejauhan tampak sekali cahaya yang mengelilingi pasutri.


Pak Gino yang sangat gembira. Karena setelah sekian lama akhirnya tuan muda Juna mendapatkan seorang wanita yang akan mendampinginya, seorang yang akan selalu akan di sisinya. Pak Gino juga tidak menyangka bahwa tuan muda Juna yang sifat nya sudah sangat terkenal arogan, sombong, angkuh, berhati dingin kepada setiap perempuan.


Dan juga banyak sekali wanita yang dengan segala trik untuk mendapatkan hati seorang pria tampan seperti Juna Sebastian, saat trik wanita itu berhasil tak lama kemudian Juna mengetahui semua trik wanita yang digunakan oleh nya. Juna langsung memberikan selembar cek uang yang sangat banyak, dengan sikap kasar dan perintah yang mutlak saat keluar dari mulut Juna. “ Kau pergi dari hadapanku! Sekarang juga!! Dan jangan sampai aku melihat lagi, wajahmu yang menjijikkan itu!.” Saat seorang wanita ataupun seorang pria yang mendengar kata seperti itu, maka orang tersebut harus menuruti ucapan nya. Jika tidak ada yang mengikuti semua ucapan nya nyawa seseorang itu yang akan jadi taruhannya, tetapi akhirnya saat bertemu dengan seorang wanita yang bernama Riesta Shaenatta. Sifat Juna yang dulu lambat laun sudah berkurang, walaupun tidak semua nya.


Pasutri yang sudah berdiri di depan pak Gino. Pak Gino tak lupa menundukkan kepala nya dengan sopan, kemudian mengangkat kepala kembali sembari menyapa dengan senyuman yang hangat.


“ Selamat pagi! Tuan Juna dan Nyonya Riesta.” sapa pak Gino sembari menundukkan kepala nya saat melihat pasangan pengantin baru yang baru keluar dari rumah bak istana.


“ .....” Juna hanya menganggukkan kepala nya, wajah nya masih datar seperti biasanya.


Berbeda dengan Riesta yang menjawabnya dengan senyuman lebar ciri khas nya, hampir memperlihatkan gigi putih, tertata rapi tanpa celah.


“ Baik. Nyonya, oh maafkan saya nyonya. Karena saya tidak bisa datang ke acara bahagia nyonya Riesta. Sebab saat hari itu cucu saya jatuh sakit, dan saya menjenguk cucu saya yang tinggal di Mokpo.” jawab pak Gino dia pun memberitahu kenapa sewaktu di hari pernikahan tuan Juna dan nyonya Riesta dia berhalangan hadir. Karena tiba-tiba cucu pak Gino yang baru berumur 6 tahun sedang jatih sakit, dan pak Gino pun menjenguk cucu nya yang berada di kota Mokpo.


“ Iya tidak apa-apa pak Gino, terus bagaimana dengan kondisi cucu bapak? Saya juga minta maaf karena tidak bisa menjenguk cucu bapak.” sahut Riesta dia pun merasa bersalah karena Riesta tidak tahu menahu tentang cucu pak Gino yang jatuh sakit, dan Riesta pun meminta maaf karena dia tidak bisa menjenguk cucu nya sehari sebelumnya setelah acara pernikahan mereka selesai.


“ Nyonya tidak perlu repot-repot. Sekarang kondisi cucu saya sudah membaik, kemarin sudah-sudah pulang dari rumah sakit.” ucap pak Gino nada nya senang dan tersenyum karena cucu tersayang nya sudah bisa keluar dari rumah sakit, dan hanya tinggal pemulihan di rumah.


“ Syukurlah, saya senang mendengarnya. Oh benar suamiku, bagaimana kalau besok lusa kita menjenguk cucu pak Gino?” sahut Riesta dia lega karena kondisi cucu pak Gino yang sudah membaik. Dan dia pun meminta izin dan sekaligus mengajak Juna untuk menjenguk cucu pak Gino yang sedang sakit.

__ADS_1


“ Nyonya tidak perlu repot-repot. Tempat tinggal cucu saya sangat jauh, apalagi pemukiman nya hanya sedikit. Rumah anak saya cukup jauh dari pemukiman, saya hanya seorang sopir saya tidak pantas unt—.” tolak halus pak Gino. Dia merasa tidak enak kepada tuan dan nyonya, apalagi di tambah dengan jarak antara kota Seoul ke kota Mokpo yang cukup jauh. Dan pak Gino juga memberitahu bahwa rumah anak nya yang berada di Mokpo sangat berbeda jauh 180° dari kediaman rumah milik Juna. Pak Gino pun juga tidak ingin merepotkan tuan dan nyonya nya, apalagi dia hanyalah seorang sopir dan dia pun merasa bahwa tidak pantas untuk di kunjungi oleh tuan dan nyonya.


Tetapi saat dia sedang berbicara. Juna langsung memotong nya dengan suara tegas seperti biasanya.


“ Baiklah, besok lusa kita akan berangkat ke Mokpo. Jangan menolak!.” sahut Juna dengan suara yang tegas.


“ Beneran? Suamiku? Tapi kalau kamu sibuk karena pekerjaanmu, aku saja yang pergi ke Mokpo.” Riesta yang memeluk lengan tangan Juna. Dia senang karena Juna mau menjenguk


“ Hm...” jawab Juna memberi jawaban yang sangat singkat dan padat.


“ Sekali lagi terima kasih tuan dan nyonya. Saya jadi merasa tidak enak, seorang sopir seperti saya sudah sangat senang saat saya di berikan rumah untuk tempat tinggal dan berteduh dan juga di percaya untuk menjadi sopir, bekerja di keluarga tuan. Selama berpuluh tahun.” Pak Gino membungkukkan badan nya 45° sembari mengucapkan “ Terima kasih” berkali-kali. Pak Gino benar-benar sangat bersyukur karena mendapatkan tuan dan nyonya yang sangat baik kepadanya, kepada keluarga nya, dan beliau pun terharu karena kebaikan tuan dan nyonya nya yang sudah banyak membantu keluarga nya.


“ Sama-sama. Pak Gino, bapak jangan seperti itu aku dan suamiku hanyalah manusia biasa. Bukan seorang Dewa, Malaikat, ataupun Tuhan. Sesama manusia harus saling menolong, jadi sudah menjadi kewajiban bagi kami jika menolong pak Gino yang sudah 10 tahun bekerja untuk keluarga Sebastian.” jawab Riesta memegang kedua bahu pak Gino. Karena pak Gino terus-menerus membungkukkan badannya sembari mengucapkan “ Terima kasih” .


Setelah perbincangan yang cukup lama. Riesta dan Juna yang sudah duduk di belakang sopir, tak lama setelah itu pak Gino menutup pintu mobil belakang. Lalu pak Gino pun membuka pintu sopir dan memasukkan kunci mobil, dan kemudian mengatur tuas/persneling untuk berada di posisi P atau N, kemudian injak rem sedikit agar tidak membuat penumpang terkejut. Lalu mereka bertiga pun segera meninggalkan rumah bak istana dan berangkat ke perusahaan untuk kembali bekerja.


Whuuuzzz......!


( Jangan lupa ya kakak-kakak ! Tinggalkan LIKE dan VOTE jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )


Bersambung. . . . .

__ADS_1


THANK YOU 😍😍


__ADS_2