Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Lalu, siapa wanita yang berada di dalam kamar?


__ADS_3

Di luar ruangan kamar 2022. Rui yang sedang berdiri di depan pintu sembari menjaga bila ada sesuatu yang terjadi terhadap Tuan Evan. Tak lama pun Rui melihat manajer hotel yang terlihat berjalan bersama seorang wanita yang memakai pakaian minim.


“ Maafkan saya! Ini wanita yang saya bawa khusus untuk Tuan Evan.”


“ Heh? Bukannya anda sudah memberi wanita itu?”


“ Huh? Tidak mungkin! Saya baru menemukannya. Lihatlah dia pasti Tuan Evan akan menyukai nya.”


Rui mengedipkan kedua mata nya secara berkali-kali. Dia pun mengingat wanita yang berada di dalam kamar bersama Tuan Evan.


“ Lalu . . . Wanita yang bersama dengan Tuan Evan siapa?”


“ Memangnya ada seseorang yang bisa masuk ke kamar tanpa menggunakan kartu yang sesuai? Tidak mungkin ada seseorang yang bisa menyelinap masuk tanpa kartu kamar.”


Lalu salah satu staf yang tidak sengaja leeat mendengar percakapan manajer Hotel dan juga Rui. Staf itu pun menjawab bisik-bisik di telinga manajer itu.


“ Maaf! Pak! Bukannya ada salah satu tamu yang menginap di kamar 2021? Dan kamar 2021 bisa mengakses masuk ke kamar 2022 karena sedang di renovasi.”


“ HAH! Apa! Itu tidak mungkin! Seharusnya kamar 2021 sudah tidak boleh di pesan!”


Rui yang mendengar percakapan dua orang itu pun segera mengetuk pintu kamar 2022, sembari berteriak kepada Tuan Evan.


“ Tuan! Tuan buka pintu nya! Ada hal penting yang harus saya sampaikan!!”


Evan yang baru saja bermain gila bersama Dina. Dan Dina yang terus menangis karena dia tidak bisa melawan balik pria ganas yang berada di depan nya.


“ Tch! Mengganggu saja!” Evan pun beranjak meninggalkan ranjang berukuran king. Sembari membenarkan ikat pinggang milik nya, Evan pun berjalan menuju pintu dan dia mulai membukakn pintu kamar itu.


“ Apa kau tahu Rui! Jika saat ini aku tidak ingin di ganggu oleh siapapun!”


“ Ah . . . Ya! Saya tahu! Tapi saya hanya ingin beritahu kepada Tuan! Sebenarnya wanita yang saat ini berada di dalam kamar Tuan, dia bukanlah wanita penghibur yang Tuan minta.”


“ Lalu? Siapa wanita itu?”


“ Uhm . . .”


Manajer Hotel nya pun memohon maaf kepada Tuan Evan sembari berlutut di bawah kaki milik Pria tampan yang saat ini memasang wajah seperti ingin membunuh seseorang yang mengganggu waktu Evan.


“ Tuan! Maafkan saya! Saya baru saja menemukan wanita yang Tuan minta! Jadi yang saat ini berada di dalam kamar milik Tuan! Itu . . . Itu adalah salah satu tamu Hotel kami!”

__ADS_1


“ Huum . . . !! Apa kau tahu akibatnya, jika kau melakukan kesalahan?”


“ Iya . . . Iya saya tahu akibat nya Tuan! Tapi saya mohon beri saya kesempatan satu kali lagi! Saya benar-benar tidak tahu kalau ada salah satu tamu yang memesan kamar yang sudah tidak boleh untuk di pesan lagi.”


“ Huh!”


Manajer Hotel pun memasuki kamar milik Evan. Dan dia pun meminta maaf langsung kepada Dina atas kelalaian salah satu Receptionist.


“ Nona! Mohon maaf atas kelalaian salah satu staf saya. Jika nona berkenan, nona bisa menempati kamar 2023 yang berada di sebelah kamar ini.”


“ Hum. Baiklah! Aku maafkan! Tapi aku ingin berada di kamar yang tidak harus bersebelahan bersama pria sinting! Berikan aku kamar yang mana saja! Karena besok aku harus bekerja!”


“ Oh! Okay! Saya akan mengabulkan permintaan nona, dan saya juga akan memberikan nona pelayanan massage gratis dari kami, sebagai permintaan maaf dari kami.”


“ Huum!”


Dina pun segera meloncat dari atas kasur yang bagi nya mengerikan, dan tentu saja Dina merasa bersyukur karena dia bisa selamat dari pria asing yang masih berdiri menampakan wajah yang benar-benar menakutkan.


Dina pun segera mengambil barang-barang nya yang berada di kamar 2021, dengan secepat kilat dia pun kembali ke kamar 2022. Lalu manajer serta salah satu staf pengangkut barang yang sudah stand by di luar ruangan kamar 2022, Evan yang tengah duduk di sofa berwarna merah maroon masih berada dalam mood yang sangat jelek. Dina yang dengan santai nya melewati pria yang tengah duduk di sofa, dan di tengah jalan Dina berhenti menghampiri pria yang tengah duduk itu.


“ Maaf! Pasti sekarang moodmu kacau balau ya? Yah . . . Karena disini sudah ada wanita penghibur yang sebenarnya, jadi selamat bersenang-senang! Oh benar! Aku sudah memaafkan tindakkanmu yang tadi itu. Selamat malam Tuan!”


Dina pun kembali berjalan sembari mendorong koper milik nya, dan tentu saja staf dan manajer Hotel yang sudah menunggu÷ di luar koridor Hotel. Setelah kepergian Dina, lalu seoramg wanita yang berpakaian minim pun masuk keruangan milik Evan. Wanita itu pun mendekat, memeluk Evan yang tengah duduk melamun di sofa berwarna merah maroon itu.


“ . . . “


“ Tuan? Apa anda ingin minum segelas wine yang paling anda sukai? Saya akan menemani anda.”


Wanita itu mulai menuangkan botol wine ke dalam gelas berkaki yang sangat cantik, lalu wanita itu menyodorkan gelas berkaki itu ke Evan yang masih duduk di sofa. Saat wanita itu ingin memberi gelas berisi Wine tiba-tiba Evan menepiskan tangan wanita yang sedang memegang gelas itu.


PRANK!


Gelas berkaki yang berisi Wine saat ini sudah pecah dan hanya menjadi sebuah serpihan kaca dan juga air yang berwarna merah mengotori lantai metalic÷. Dan tentu saja mood Evan semakin buruk, dia pun kemudian berteriak mengusir wanita itu pergi dari kamar nya.


“ CEPAT! KAU PERGI DARI SINI!!”


“ Ouch . . . ! Tapi Tuan? Saya belum melakukan tugas saya!”


“ KAU PERGI DARI SINI! JIKA KAU TIDAK PERGI MAKA AKU AKAN MENYURUHMU LOMPAT DARI JENDELA KAMAR INI!!”

__ADS_1


“ RUI!!”


Rui pun segera muncul saat dia mendengar suara Tuan Evan berteriak memanggil nya, dan tentu saja dari awal Rui sudah mendengar keributan÷ yang berasal dari kamar Tuan Evan saat Rui baru saja melangkahkan beberapa langkah untuk pergi meninggalkan kamar 2022 dan segera beristirahat.


“ RUI!!”


Krek!


Rui pun segera datang dan membuka pintu nya, dengan nafas yang terengah-engah.


“ Iya! Tuan ada apa?”


“ Cepat kau usir wanita ini pergi dari sini! Dan ini selembar cek uang untuk nya! Usir wanita ini jangan sampai aku melihat wajah nya lagi!!”


“ Ba-baik Tuan!”


“ Nona! Ayo kau ikut keluar!” pinta Rui yang memaksa wanita yang sedang duduk di lantai untuk segera berdiri dan lekas pergi dari kamar Evan.


“ Tuan Evan! Maafkan aku! Tolong jangan usir aku dari sini! Aku mohon!!”


“ Rui! Cepat bawa pergi wanita ini dari sini.”


“ Baik! Tuan!”


Rui pun menyeret paksa wanita itu keluar dari kamar Evan. Saat Rui mengantarkan wanita itu, tiba-tiba ponsel yang berada di saku jas Rui berdering.


Ting!


\= \= \= \= \= \= \= \= \= You got message \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


'Selidiki asal-usul tentang tamu wanita yang sebelumnya! Harus selesai dalam 5 menit!'


'Kirim ke e-mail'


- Evan (L'S)


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=

__ADS_1


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤


__ADS_2