
JANGAN LUPA UNTUK TERUS LIKE , VOTE DAN FAVORITKAN NOVEL INI!
π π π π
LIKEΒ Β Β Β Β Β Β Β Β π
FAVORITΒ Β β€
VOTEΒ Β Β Β Β Β Β Β β
Dan juga di sepanjang jalan mall, Dina menjadi pusat perhatian. Karena Dina berjalan tanpa alas kaki, Dina pun akhirnya memegang kain baju milik William. Dan memilih untuk bersembunyi di belakang tubuh pria yang cukup bisa menutupi dirinya.
Tak lama kemudian William pun menggandeng tangan Dina, memasuki toko boutique YS yang isi nya adalah pakaian yang sangat cantik, berkualitas, dan harga nya tentu sangat mahal.
β Selamat datang! Ada yang bisa kami bantu?.β ucap seorang pelayan boutique dengan sangat ramah.
β Tolong carikan ukuran sepatu yang seperti ini. Semua model!.β perintah William sembari memberikan sepatu punya Dina yang sudah patah. Dan tentu saja karena William tidak tahu menahu tentang ukuran sepatu seorang perempuan jadi dia meminta tolong kepada pelayan boutique untuk mengambilkan sepatu sesuai ukuran Dina.
Dina masih melihat-lihat harga sepatu yang di pajang di luar kotak kardus. Tanpa diketahui William sudah meminta pelayan untuk mencarikan ukuran sepatu yang sesuai dengan bekas sepatu yang tadi di pegang oleh William.
β Baiklah! Silakan tunggu sebentar.β jawab pelayan boutique yang sudah menerima sepatu milik Dina, dan tentu saja pelayan itu hanya terheran-heran dengan sepatu Dina yang terlihat sangat lusuh. Dalam hati pelayan itu, apakah kedua orang ini bisa membayar barang yang di jual di boutique ini?.
Dina yang masih iseng melihat harga sepatu di toko boutique, dia pun benar-benar sangat terkejut melihat tag label untuk harga sepatu model mules yang di banderol dengan harga 30 juta.
β Gila! Harga nya bisa membuat detak jantung berhenti.β batin Dina memegang dada dan tentu saja detak jantung nya hampir benar-benar berhenti berdetak saat melihat harga sepatu itu.
William pun menyuruh Dina untuk memilih sepatu untuk menggantikan sepatu yang patah saat para gadis sekolah ingin berfoto dengan William saat di bus tadi.
Dina yang hanya berdiam saja setelah melihat harga sepatu nya, dan tiba-tiba William pun memanggil pelayan toko untuk membawa sepatu ukuran 238mm atau dalam satuan perhitungan dari Eropa adalah 37.
__ADS_1
β Ini semua sepatu model terbaru dan juga sesuai dengan size yang di minta.β ucap pelayan toko dan tak lupa mengembalikan sepatu milik Dina yang sudah patah.
β Ehh?? Sejak kapan sepatu sebelahku ada di tangan pelayan ini?.β batin Dina yang benar-benar lupa bahwa selama ini William memegang kedua sepatu Dina yang terlihat lusuh itu.
β Whoaaa!! Banyak sekali sepatu dengan ukuran kakiku?.β Dina hanya tertegun melihat banyak sekali tumpukkan kotak sepatu yang saat ini di depan matanya.
β Whaat? Tapi harga sepatu nya mahal sekali.β gumam Dina yang membuka salah satu dari tumpukkan kotak yang melebihi tingginya dan tentu saja di bagi menjadi dua barisan. Membuat Dina sangat pusing melihat bamyak nya tumpukkan kotak, dan dia harus memilih salah satu sepatu di antara tumpukkan itu.
β Tidak apa-apa pilih saja, kasihan pelayan toko nya sudah membawa semua sepatu ukuran 37.β sahut William yang tadi tidak sengaja mendengar gumaman Dina. Saat Dinna terkejut melihat harga dari salah satu sepatu yang di pegang oleh nya.
β Hmm.. Baiklah terserahmu.β sahut Dina.
Dina pun mencoba berbagai sepatu yang sudah di siapkan oleh pelayan toko boutique, Dina juga tak lupa melihat harga sepatu yang di coba nya.
β Yang benar saja! Harga untuk sepasang sepatu bisa buat beli berbagai macam barang di Gwangjang Vintage Market yang merupakan pasar Tradisional Seoul.β
William yang melihat Dina sedang mengenakan sepatu, dan Dina pun memberitahu William bahwa dia sudah menentukan pilihan sepatu nya.
β Bagaimana? Cocok tidak?.β tanya Dina yang tengah berdiri menunjukkan sepatu yang di coba nya kepada William yang tengah duduk di sofa berwarna krem.
β Hmm. . . Cocok, tapi ada sesuatu yang kurang?.β jawab William yang melihat Dina memakai sepatu, tapi kemudian dia berpikir ada sesuatu yang kurang pada pakaian yang di pakai Dina. Dia pun ia tahu apa yang membuat ada sesuatu yang kurang pada di diri Dina.
β Apa yang kurang? Menurutku tidak ada?.β gumam Dina yang masih memikirkan jawaban dari William. Tetapi, Dina tidak bisa menemukannya dan menurutnya tidak ada yang kurang dari sepatu yang saat ini di pakai oleh Dina.
Setelah berpikir, akhirnya William menemukan apa yang menurut nya kurang pada pakaian yang di kenakan oleh Dina. Lalu William pun langsung memanggil pelayan toko, di saat Dina tengah berpikir dan melihat sepatu yang tengah di pakai nya.
β Pelayan!!.β seru William yang memanggil pelayan. Dan tentu saja pelayan nya pun mendekat ke sumber suara William, sembari menundukkan kepala nya pelayan itu melontarkan kata. β Ada yang bisa kami bantu lagi?.β ucap pelayan itu yang sudah berdiri di dekat William.
β Tolong pilihkan dress cantik untuk dia dan jangan lupa rias wajah nya.β perintah William yang menyuruh pelayan itu untuk merias Dina yang tengah berdiri memandangi cermin yang besar, dan tentu saja Dina tidak tahu kalau William sedang berbicara dengan pelayan toko itu.
__ADS_1
β Baik pak!.β jawab singkat pelayan yang melihat Dina dari kejauhan, lalu pelayan itu pun bergegas melangkah mendekati Dina yang masih memandangi cermin.
β Nona mari ikut dengan saya.β lanjut pelayan yang datang tiba-tiba dan membuat Dina terkejut, pelayan itu memegang lengan Dina seperti sedang membawa nya sesuatu tempat.
β Ehhh??.β sontak Dina yang terkejut saat ada dua pelayan yang memegang lengan Dina dari belakang dan mengajak nya pergi dari tempat etalase sepatu.
Pelayan nya pun dengan secepat kilat menyeret Dina. Dan memmbuat Dina tidak memiliki kesempatan untuk berbicara kepada William kenapa tiba-tiba dirinya harus di rias dan membeli dress?.
β Nona, apakah pria itu pacar nona? Dia sangat mirip idol boyband yang sedang naik daun.β ujar pelayan yang sedang mer Dina
β Pacar nona ganteng sekali, saya sampai sempat salah paham. Saya kira pacar anda dari kalangan selebritis. Pas saya dengar suara nya ternyata beda, tapi wajah nya sangat mirip.β seru pelayan lain, yang sedang memegang dress yang cukup banyak dan masih menggunakan hanger baju.
β Nona benar-benar sangat beruntung!.β ujar salah satu pelayan yang tersenyum dengan Dina. Dina pun membalas senyum pelayan itu, senyuman canggung. Karena memang dia dan William tidak memiliki hubungan seperti apa yang saat ini di pikirkan oleh pelayan toko boutique.
β Hehehe, itu bukan pacar saya. Dia hanya teman.β jawab Dina yang akhirnya mengakui bahwa dia dan William hanya lah sekedar teman bisnis. Dan tentu saja para pelayan toko itu terlihat kecewa mendengar jawaban dari Dina.
β Yahh! Sayang sekali, padahal kalian berdua terlihat sangat serasi.β sahut pelayan yang saat ini memberikan salah satu dress yang di pegang nya kepada Dina. Lalu Dina pun mulai menutup ruang ganti yang sudah di sediakan di toko boutique itu.
β Heh? Serasi dari mana nya?.β batin Dina yang sedang memakai dress yang di pilihkan oleh pelayan toko boutique.
Dina pun lebih memakai dress sendiri dari pada harus di bantu oleh pelayan toko, karena menurutnya ini seperti hanya memakai pakaian yang sering di gunakan.
[ Note : Maaf author update 1 chapter dulu, nanti kalau para pembaca rajin VOTE poin. author akan update lebih lagi π. ]
[ Di sini kita simbiosis mutualisme ya kakak, A.K.A saling menguntungkan. Author menghibur para pembaca, tapi kakak jangan lupa VOTE poin kakak, biar Novel author bisa masuk rangking.π ]
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini π₯°π₯° )
Bersambung* . . . . .
__ADS_1