Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Tidak seperti Dina yang biasanya?


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


Dina mengela nafas dia merasa bersalah karena harus berbohong kepada Riesta. Dina tidak memberitahu bahwa William mengajak Dina pergi sepulang kantor.


"Maafkan aku Ries! Tapi aku hanya balas budi saja atas kebaikannya." batin Dina yang masih melihat ponsel. Dina tidak mengetahui bahwa manajer Moon sudah berdiri di depan sembari menunjukkan ekspresi wajah yang suram kedua tangan nya di memegang pinggang, pelipis kepala nya terdapat urat otot berwarna hijau÷ menatap tajam Dina wajah manajer Moon terlihat ingin meledakkan semua emosi yang tertahan selama 15 menit.


Ada seorang teman yang duduk tempat di sebelah Dina, lalu teman nya itu memberitahu Dina bahwa manajer Moon tengah berdiri melihat Dina dengan ekspresi wajah yang suram dan gelap.


"Dina! Dina! Ada manajer Moon di sini." bisik rekan kerja Dina. Menyenggol lengan Dina.


"Hah? Dimana?" sontak Dina. Dia pun menyelingak-nyelinguk ke kanan dan ke kiri.


"Lihat arah jam 12!" bisik rekan kerja. Kemudian ia memberi isyarat pada Dina untuk melihat jam tangan nya.


Dina pun melihat arah jam 12 di jam tangan yang di berada di pergelangan tangan kiri nya. Lalu Dina pun mengintip bahwa manajer Moon terlihat sangat menakutkan seperti gunung yang akan segera meletus÷.


GLEG!!


"Hei! Sejak kapan manajer Moon berdiri di situ?" ujar Dina yang berbisik pelan pada rekan kerja nya.


"Humm . . . . ? Sekitar 15 menit yang lalu, saat kau sedang menerima sebuah panggilan telepon." jawab nya.


"Whaat!? Selama itu? Kenapa kau tidak memberitahu ku?" sahut Dina. Dia sangat terkejut saat tahu bahwa sudah 15 menit manajer Moon memperhatikan nya, dan dalam diri nya pasti manajer Moon akan segera mencincang Dina secara kejam dan brutal.


"Tadi sudahku beritahu, tapi kau mengabaikanku." tambah rekan kerja Dina yang melihat wajah Dina yang begitu sangat pucat, dan terlihat Dina menggigit jari-jari tangan nya.


"Aduuh! Tamatlah riwayatku!" sontak Dina dia pun menempelkan tangan nya di kedua pipi, lalu menepuk nya pelan-pelan.


Dina pun lekas bangkit dari kursi hitam itu. Dia pun menatap manajer Moon yang berdiri bersedekap marah dengan tatapan mata yang berapi - api. Dina pun menundukkan kepalanya sembari tersenyum canggung ke arah manajer Moon.


"Selamat siang! Manajer Moon. Tadi sekretaris Riesta menyampaikan pesan padaku, saya di suruh ke ruangan Direktur Juna untuk memberikan salinan dokumen proyek Tim DnR. Jadi saya permisi dulu!" ucap Dina yang menyapa manajer Moon, ia tak lupa memberi senyuman pada manajer yang suka sekali mengkritik pekerjaan Dina. Lalu, setelah itu Dina pun segera membawa map dokumen yang di pilih nya secara acak agar ia bisa selamat dari amukan manajer Moon.


"Kalau begitu silakan!" jawab manajer Moon yang masih menatap tajam Dina.

__ADS_1


Dina pun segera mengambil map yang berada di atas meja kerja nya, lalu ia mengambil map secara asal agar tidak membuat manajer Moon curiga. Kemudian ia segera bangkit dari kursi kantor nya dan meninggalkan meja kerja nya, saat Dina melewati manajer Moon. Manajer Moon menegur dengan nada ketus nya kepada Dina.


"Jika aku melihat kau sedang bersantai-santai, maka aku akan memberimu Surat Peringatan (SP)." tambah Manajer Moon yang berbicara kembali saat Dina melewati nya.


"!!!"


Dina sempat terkejut saat mendengar manajer Moon memberi peringatan kepada nya. Jika Dina melakukan kesalahan lagi, maka karier nya akan segera tamat. Apalagi manajer Moon tidak memiliki hati nurani seperti Direktur Juna, manaker Moon juga tidak akan segan-segan untuk memecat karyawan nya yang tidak menaati peraturan dari nya."


Dina pun berlari kecil. Dan dia pun segera mendatangi sahabat karib nya Riesta yang terlihat mengerjakan sesuatu di layar komputer.


"Riesta! Hu . . . Huhu." renggek Dina yang datang dan langsung memeluk sahabat karib nya yaitu Riesta.


"Hey! Dina ada apa?" tanya Riesta. Dia pun mengusap-usap lembut kepala Dina.


"Manajer Moon! Dia pria tua yang menyebalkan! Andai saja aku memiliki jabatan yang lebih tinggi dari nya. Aku akan mencincang tubuh gendut nya, lalu daging-daging nya aku beri makan untuk harimau!! Huufh!!" ucap Dina yang menggerundel memaki manajer Moon yang sangat membuat Dina kesal, dan jika suatu saat Dina akan membalas perbuatan manajer Moon yang di lakukan pada nya. Dina akan membalas 1000% kali lipat.


"Pffft!"


"Ries? Kenapa kamu tertawa?" tanya Dina yang melihat sahabat karib nya malah tertawa saat ia sedang meluapkan emosi nya.


"Pfft. . . Cara bicaramu lucu sih! Jadi nya aku tertawa mendengarnya." jawab Riesta.


"Iya . . Iya, maafkan aku Din! Kenapa dengan manajer Moon? Apa dia memarahimu lagi?" tanya kembali Riesta pada sahabat karib nya.


"Uh-hum!" sahut Dina sembari menganggukkan kepala nya.


"Sabar, kamu jangan membalas kejahatan dengan kejahatan juga. Itu sangat tidak baik, biarkan saja. Suatu hari dia akan mendapatkan balasannya di akhirat nanti." ucap Riesta yang menenangkan sahabat karib nya agar tidak membalas kejahatan yang di lakukan oleh manajer Moon. Riesta pun memberi nasehat jika Dina terus bersabar atas perlakuan apa yang di lakukan oleh manajer Moon pada nya, maka nanti di akhirat nanti manajer Moon akan mendapat balasan oleh Tuhan.


"Ooh . . Begitu!? Baiklah, Riesta kamu memang seperti seorang malaikat. Hatimu benar-benar sangat bersih, tidak pernah memendam perasaan dendam atau pun kesal. Sepertinya aku harus mencontoh kamu yang sangat sabar menghadapi seseorang yang tidak menyukai kita." sahut Dina yang memuji sahabat karib nya yang memiliki hati yang baik. Dan tidak pernah memiliki perasaan dendam pada orang yang sudah jahat kepadanya.


"Makasih Ries!" lanjut Dina yang mencium pipi Riesta. Dan membuat Riesta terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Dina.


“Heeks!? Dina!”


“Maaf Ries! Tapi tenang saja direktur Juna tidak tahu menahu tentang ini. Sstt!”


POK!

__ADS_1


Riesta menepuk kening sahabat karib nya yang menjadi-jadi semakin aneh, lalu Dina pun mengusap kening nya


"Iya, sama-sama. Oh iya Din? Kamu sudah mengirim salinan Analisis Investasi selama 1 tahun yang di minta oleh Pak Juna belum?" tanya


"OOH!? Iya! Ries! Aku akan kembali ke meja kerjaku, Bye!" sahut Dina yang berlari terbirit-birit. Karena dia belum mengirimkan salinan Analisis Investasi itu ke alamat e-mail Juna.


Riesta yang melihat sahabat karib nya yang berlari terburu-buru hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya. Sifat pelupa Dina masih saja menempel pada nya, Riesta tersenyum geli melihat Dina yang masih seperti biasanya. Tiba - tiba ponsel Riesta bergetar.


DRET . . DRET


Ada sebuah pesan yang masuk ke ponsel Riesta, kemudian Riesta pun melihat siapa yang mengirim pesan. Saat Riesta melihat layar ponsel yang bertuliskan nama 'William' dia pun segera membuka ponsel nya dan membaca pesan dari sahabat kecil nya.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= PHONE \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


‘Halo! Apakah saat ini di kantormu sedang sibuk?'


- William Stallone


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


"Hum? Kenapa William bertanya tentang ini?"


"Tidak biasanya dia bertanya seperti ini . . . Atau jangan-jangan!?"


Riesta pun langsung mengingat saat Dina bilang kalau sehabis pulang kerja dia sudah ada janji dengan teman nya. Riesta pun tersenyum sendiri, ternyata yang di maksud oleh Dina. Bahwa sebenarnya Dina sudah memiliki acara dengan William, Riesta pun bahagia mengetahui bahwa sebetulnya Dina tidak menutup rapat hati nya untuk seorang pria.


Riesta pun segera membalas pesan dari William


"Tidak, khusus hari ini kantor tidak terlalu sibuk."


Riesta kemudian menyentuh tombol segitiga berwarna abu yang berada di pojok kiri, kemudian terkirimlah pesan balasan untuk William.


"Tidak biasanya Dina menyetujui ajakkan jalan dari seorang pria asing. Uhm . . . Seperti nya aku mencium bau-bau benih cinta. Nih!”

__ADS_1


( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )


Bersambung*. . . . .


__ADS_2