Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
Bertemu


__ADS_3

Dan bisik pelayan yang di butik pun terdengar oleh Riesta


"Wanita dan Pria itu sangat serasii... aku jadi iri". bisik pelayan yang berada di belakang Riesta


"Iya aku juga iri. OMG... Pria nya sangat tampan dan juga perhatian". jawab pelayan yang berada di samping pelayan yang bisik bisik


Dan juna pun langsung mendekat ke Riesta dan mengajak seperti gaya pangeran di negeri dongeng


"My Princess". suara lembut Juna yang mengangkat tangan nya kemudian di raih oleh Riesta


Riesta sangat tersanjung dan juga bahagia karena ada seseorang yang mencintai nya walaupun di bukan lagi dari keluarga terpandang


Di sepanjang mall Juna yang masih mengandeng tangan Riesta dengan wajah sangat bahagia yang pernah dia tampilkan


Mereka berdua kembali lagi ke parkiran tempat pak Gino menunggu mereka


"Silahkan Tuan, Nyonya". Pak Gino membuka pintu mobil, pak Gino pipi nya merah karena melihat penampilan Riesta yang tampak berbeda dari biasa nya yang memakai pakaian formal kantor


"Terimakasih pak Gino". jawab Riesta yang kemudian masuk ke mobil menuju ke rumah orang tua Juna


Tak lama di perjalanan mereka telah sampai di rumah orang tua Juna. Riesta yang sedikit gugup tangan nya yang dingin, Juna yang melihat wajah gugup Riesta menghangatkan tangan Riesta


"Tenang Riesta, ada aku". kata Juna yang mencoba untuk menghilangkan rasa gugup Riesta


"Iya, Juna. Terimakasih". jawab Riesta yang tersenyum ke arah Juna

__ADS_1


"Ayo kita masuk". jawab Juna yang mulai melangkah kan kaki nya menuju Rumah orang tua yang banyak kenangan ketika dia masih kecil


Krek....


Pintu rumah orang tua Juna terbuka dan langsung di sambut hangat oleh ibu Wendy, ibu nya Juna


"Anak ku akhirnya kamu datang". sambut hangat sang Ibu yang kemudian melihat ke arah Riesta dengan tersenyum ramah


"Oh iya Bu. Ini Riesta, calon istri ku yang tadi aku mau kenal kan ke ibu". jawab Juna yang memperkenalkan Riesta


"Tante, aku Riesta Shaenatta". sahut Riesta langsung bersalaman ke ibu Wendy dengan senyuman lembut


"Kamu terlihat sama sepertiku ketika aku masih muda, Riesta terimakasih yang sudah menjaga putra kami". jawab bu Wendy dengan nada lembut dan menerima Riesta


"Ayo silahkan ke ruang makan, papa Juna sudah menunggu". lanjut bu Wendy yang mengajak Riesta dan mengandeng seperti anak nya sendiri


Mereka pun duduk bersama di meja makan dan mulai berbincang bincang


"Papa, dia sangat persis seperti aku ya sewaktu kita masih pacaran". bu Wendy berbicara dengan ayah Juna yang wajah nya seperti Juna versi tua


"Apakah ini calon istri mu Juna?". tanya tegas sang ayah yang menanyakan putra nya


"Iya pah". jawab Juna


Papa Juna pun melihat Riesta dengan teliti takut nya dia akan menyakiti hati Juna

__ADS_1


"Siapa namamu?". tanya ayah Juna


"Riesta Shaenatta". jawab Riesta


Ayah Juna yang nampak kaget karena mendengar nama keluarga Shaenatta. Yang dulu nya menjadi teman kampus nya


"Shaenatta?". tanya lagi ayah Juna kepada Riesta


"Iya". jawab Riesta yang sedikit takut


"Apa kamu anak dari Rio Shaenatta?". tanya ayah Juna yang menyebutkan nama ayah nya Riesta


"Iya betul, om". jawab Riesta tampak kaget kenapa ayah Juna mengetahui nama ayah nya


"Ohh kamu jadi anak nya Rio, Rio itu teman lama kampus saya". jawab ayah Juna yang nampak gembira karena Juna menemukan pilihan yang tepat


"Jadi gimana kabar nya Rio?". tanya lagi ayah Juna yang belum mendapatkan kabar tentang Rio teman sekampus nya dulu semenjak mereka lulus kuliah


Riesta menundukkan kepala nya debgan raut wajah sedih, Riesta ingin sekali menangis karena tak bisa mengungkapkan tentang kematian ayah nya. Juna pun membantu menjawab pertanyaan sang ayah nya


"Pah, sebetulnya--". jawab Juna yang langsubg di potong oleh Riesta karena seharus nya Riesta yang menjawab pertanyaan itu


"Maaf om, ayah saya sudah meninggal 1 tahun yang lalu". jawab Riesta


"Ah! Rio sudah meninggal? Padahal saya ingin sekali bertemu dengan nya. Dan bagaimana dengan ibu mu? Apakah beliau juga sudah meninggal?". tanya ayah Juna yang kaget karena teman sekampus nya meninggal dengan begitu cepat. Dan Riesta pun menjawab dengan mengangguk

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤


__ADS_2