
Gavin masih terlihat sangat sibuk dengan tablet nya menscroll layar tablet nya. Tak lama kemudian Soo Min keluar dari kamar mandi dia memakai handuk kimono memperlihatkan leher putih dan jenjang dan terlihat air yang masih mengalir di area leher nya, Gavin yang awal sedang dalam mode fokus langsung hancur setelah melihat Soo Min yang keluar dari kamar mandi.
Klotak.... pen yang di pegang oleh Gavin tiba - tiba terlepas dari genggaman tangan Gavin.
GLEG!....
DEG!
DEG!
DEG!
Gavin menelan saliva nya sedari kering karena belum terisi oleh air atau pun minuman kopi hangat. Mata Gavin menatap wanita yang ada di sebelah kiri nya yang hanya memakai handuk kimono membuat nya terlihat sexy
“Hum!”. Tenggorokan Gavin tiba - tiba terasa gatal dan dia pun langsung cepat mengambil pen nya yang terjatuh tadi . Dia pun mengaktifkan kembali mode serius nya..”Pakai, pakaian mu yang di atas meja”. ucap Gavin berpura - pura seperti tidak melihat Soo Min yang hanya memakai handuk kimono
“Baiklah, terima kasih pak Gavin atas pakaian nya”. Soo Min melihat paper bag yang sangat banyak di atas meja kayu itu dan tak lupa berterima kasih kepada pria yang masih dalam mode serius nya. Dia pun melihat isi paper bag nya, mata nya sangat terkejut setelah melihat isi nya. Dan melirik tajam ke arah Gavin yang sedang serius melihat tablet nya
“Kapan dia membelikan pakaian wanita ku? Dan juga size nya yang biasa aku gunakan. Apa jangan - jangan! Dasar mesum! Ternyata di balik keseriusan dan juga tampang dingin nya, teesimpan juga “. Soo Min langsung membawa paper bag yang berisi pakaian dalam wanita dan juga blouse, rok dan juga sepatu high heel
Gavin pun mematikan mode serius yang sedari tadi sudah goyah karena Soo Min hanya memakai handuk kimono yang menampakkan leher putih nya dan paha mulus serta putih. “Hampir saja!”. Gavin mengusap kening nya agar pikiran kotor yang sempat terlintas di bentak nya menghilang
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Setelah Soo Min sudah rapi dengan Blouse berwarna soft pink dengan renda di bagian dada nya, rok span di atas lutut berwarna hitam, sepatu high heel berwarna putih berhak 5cm. Tataan rambut dengan model di gulung berbeda dari hari kemarin. Make up natural membuat kecantikan Soo Min semakin terpancar.
Kring!.......Kring!
Soo Min langsung hafal dengan nada tersebut, dia pun segera membuka tas kecil nya mengambil benda mungil yang sedari tadi berbunyi
Pembicaraan lewat telepon
“Halo, apa ini dengan sekretaris Park dari Gavin Jewelry Group?”.
__ADS_1
“Iya, saya sendiri. Ada apa yang bisa saya bantu?”.
“Iya, iya. Anda ingin membuat jadwal temu dengan pak Gavin, pada jam 8 pagi untuk membahas project baru model Jewelry yang akan segera di launching. Baik saya akan segera sampaikan pada pak Gavin”.
“Sama - sama”.
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= END CALL \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Tiba - tiba setelah panggilan berakhir Gavin yang awal nya masih mode serius. Sekarang sudah memakai kemeja biru dongker, celana panjang berwarna hitam dan seperti biasa Soo Min dengan sigap mengambil dasi biru muda polos. Soo Min memakaikan dasi biru muda itu ke leher pria yang sangat tinggi dan membuat Gavin harus menurunkan kepala nya sedikit agar memudahkan Soo Min yang tinggi badan nya hanya 1,6m walaupun sudah memakai sepatu high heel setinggi 5 cm itu tidak cukup membantu nya karena tinggi Gavin sekitar 1,83m.
Kaki ku sangat kesemutan, kenapa aku merasa tinggi badanmu seperti bertambah semakin pendek saja”. ledek Gavin yang harus menekukkan kaki nya agar memudahkan Soo Min memasangkan Dasi nya. “Terimakasih atas pujian anda pak Gavin”. Soo Min menatap penuh sindir ketika Gavin meledek tentang tinggi badan nya
“Oh iya nanti jam 8 pagi. Pak Song ingin bertemu dengan anda tentang masalah project baru Jewelry yang akan segera di launching dan seperti nya sedikit ada Problem dengan project itu”. nada Soo Min seketika berubah ketika mengatakan kalimat masalah
“Siapa yang bertanggung jawab pada project jewelry itu? Panggil dia setelah saya selesai meeting dengan pak Song”.
“Dan juga apakah nona Bae sudah membalas email tentang pembatalan pertemuan itu?”.
Soo Min pun mengecek Hp nya setelah selesai memasang dasi pak Gavin. Karena semalam dia tidak mengecek email nya akibat terlalu nyaman berada di alam mimpi nya.
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
“Kenapa tiba - tiba Gavin membatalkan pertemuanku? Aku ingin tahu alasan yang sebenar nya dari mulut nya kenapa dia membatalkan pertemuan yang sudah aku nanti nantikan! Nanti jam 9 pagi aku akan datang ke kantormu”.
- Bae Yun Hee
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Tangan Gavin mengenggam erat Hp Mungil itu membuat Soo Min tertegun karena moody Gavin bisa mengakibatkan rusak nya Hp mungil Soo Min
“Pak Gavin! Boleh kah saya meminta kembali Hp saya yang di tangan pak Gavin?”. Soo Min mencegah Gavin sebelum Hp mungil berisi catatan schedule menghilang walaupun sebenar nya Soo Min sudah mencatat jadwal di buku khusus nya . Tapi di Hp mungil itu banyak kontak para klien penting, teman kantor dan juga foto Soo Min dengan mendiang ayah nya.
“Ini, nanti kalau nona Bae datang ke perusahaan bilang saja kalau aku sedang meeting di luar. Mengerti!”. Gavin mengembalikan benda mungil itu kepada Soo Min dan Soo Min langsung memeluk Hp itu di dekapan dada nya
__ADS_1
“Baik pak Gavin, apa ada yang bisa saya bantu?”.
......
......
......
Gavin menyentuh dagu nya setelah tadi sedikit bad mood karena nona Bae si penganggu itu dia ingin datang ke perusahaan nya dan itu sangat menganggu bagi nya. Gavin tersenyum Smirk menatap wanita yang di hadapan nya masih memegang benda mungil nya di dekapan dada nya. Dia mendekatkan wajah nya ke telinga Soo Min di bisikan sebuah kata yang berada di luar kendali bagi sekretaris itu
“Cium aku!”. Perintah Gavin memberi tanda jari telunjuk nya menyentuh bibir nya. Dia memerintahkan Soo Min untuk mencium bibir Gavin
“Huh? M-maksud pak Gavin? Saya.....mencium bibir anda?”. Mata belalak Soo Min sangat jelas di pupil mata hitam nya.
“Benar, kamu harus cium bibirku! Atau aku yang akan mencium bibirmu dengan paksa”. Gavin melangkahkan kaki nya mendekat Soo Min yang berdiri di depan nya. Soo Min mulai berjalan mundur ketika atasan nya itu terus mendekat.
DEG!
DEG!
DEG!
Soo Min terpojok ke tembok besar dan tangan kekar Gavin langsung memblok menyentuh tembok dinding nya
“Apa yang harus aku lakukan?”. batin Soo Min melihat wajah pria tampan yang sekarang sudah ada di hadapan nya.
Gleg! Soo Min menelan saliva nya untuk menghilangkan rasa gugup nya. “Cepat! Cium aku”. ucap Gavin tangan nya memegang dagu Soo Min. Mata Gavin menatap fokus ke bibir mungil dengan sedikit lipstik merah muda milik Soo Min
“Ba-baiklah, tutup mata anda pak Gavin”. Soo Min meminta Gavin untuk menutup mata nya
Penuh dengan rasa gugup Soo Min mendekati wajah pria tampan itu untuk segera melakukan permintaan dari atasan nya mencium bibir nya. Ketika jarak bibir mereka berdua sudah hampir bersentuhan tiba - tiba.
KRING!
KRING!
KRING!
__ADS_1