
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
“ Kang Dina Hee. Kau di panggil ke ruangan direktur Juna. Sekarang! .” perintah dari salah satu karyawan rekan setim Dina.
Dina yang masih terlihat sibuk dengan pekerjaan nya. Jari – jari kedua tangan seperti menari di atas keyboard komputer, dan pupil mata berwarna coklat hanya fokus pada layar monitor. Tetapi saat ada seorang rekan setim Dina yang memberitahu kepada nya bahwa dia di panggil ke ruangan CEO, seketika Dina terkejut dan tidak sengaja membuat salah satu huruf pada keyboard komputer menekan terlalu keras hingga membuat tombol huruf itu sudah hampir terlepas.
CLICKK!!
“ Hahh! Memang nya ada apa? .” sontak Dina yang terkejut dan tidak sengaja menekan tombol hurf keyboard terlalu kasar.
“ Hmm . . . Entah? Cepatlah nanti keburu direktur Juna mengamuk.” sahut rekan Dina memegang dagu nya sembari mengelus-elus dagu nya sendiri. Dan dia pun meminta Dina untuk cepat-cepat ke ruangan CEO. Kalau tidak pasti seluruh karyawan akan kena getahnya.
__ADS_1
“ Apa yang harus aku lakukan! Jangan-jangan aku di pecat! Awas saja pria aneh!! Aku akan membunuhmu saat ini juga.” batin Dina pasti direktur Juna sudah mengetahui kalau dirinya yang membantu William. Dan tentu saja hal yang lebih buruk akan terjadi, jika sampai dirinya di pecat karena membantu pria aneh itu (William). Dia tidak akan segan-segan kepada nya.
Dina yang merasa bahwa diri nya pasti kena hukuman karena membantu William. Dengan sikap yang sangat gugup, kedua kaki gemetaran saat melangkah untuk datang ke ruangan CEO. Saat di depan pintu pun rasa gugup Dina semakin tidak karuan, tangan dina mulai berkeringat dingin untuk menyentuh gagang pintu itu pun rasa nya sudah seperti memasuki rumah hantu seperti di pasar malam. Tetapi menurut Dina lebih menakutkan mengetuk pintu yang lebih besar dari ukuran tubuh Dina. Nafas nya seperti mengikuti lari maraton, detak jantung nya menjadi lebih cepat memicu dari yang biasanya.
\= \= \= Tok \= \= \= \= Tok \= \= \= \= \= Tok \= \= \=
Akhirnya Dina mengetuk pintu nya. Dan kemudian masuk ke ruangan atas perintah dari direktur Juna.
Lalu Dina menunduk sopan kepada atasan nya, kedua tangan nya menggenggam sangat terlihat gemetar. Ya, sebenarnya Juna sudah mengetahui bahwa Dina yang membantu William, tetapi Juna memilih untuk membuat Dina yang berbicara terlebih dahulu sebelum Juna memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya. Jika Juna memberitahu nya untuk menjadi seorang pemandu wisata dadakan untuk pasti Dina akan menolak seperti karyawan yang lainya.
“ .... “ Juna diam tanpa kata dan dia pun mengganti posisi duduk nya menyilangkan kaki panjangnya, dan sembari menopang dagu dengan meletakkan tangan di atas meja. Tatapan mata nya seperti sedang menunggu seorang tersangka/penjahat untuk mengatakan yang sebenarnya.
“ Saya minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan saya. Dan saya mohon kepada pak Juna jangan pecat saya, saya sangat menyukai pekerjaan saya. Anda boleh menghukum saya untuk lembur dalam jangka waktu yang lama, tetapi saja mohon jangan pecat saya.” lanjut Dina yang akhirnya lebih memilih mengatakan yang sejujur – jujurnya. Dan Dina pun memohon kepada Direktur Juna untuk tidak memecat nya, dan juga Dina lapang dada bila di beri hukuman untuk bekerja lembur, daripada dia harus di pecat dari pekerjaan yang sudah sangat Dina cintai. Di tambah Dina juga tidak ingin pergi dari perusahaan yang sudah banyak membantu keluarganya, diri nya hingga Dina memiliki rumah sendiri walaupun sangat sederhana tetapi sangat nyaman untuk di tinggal.
“ Minta maaf?.” jawab Juna posisi nya tidak berubah tetapi dia pun menyipitkan mata nya setelah mendengar Dina mengatakan minta maaf.
__ADS_1
“ Coba kamu jelaskan yang lebih jelas lagi? Karena aku tidak mengerti apa yang kamu katakan.” lanjut Juna yang berpura-pura tidak tahu, tapi dia melakukan nya dengan sengaja untuk mengetes sahabat nya Riesta. Apakah dia akan mengatakan secara detail kenapa William bisa ada di perusahaan ini, dan menjelaskan kenapa Dina tidak mengusir orang asing yang tidak di kenal itu?.
“ Saya yang membantu seorang pria yang bernama William itu. Sewaktu dia datang kemari saya sudah mengusir nya, tetapi karena pria itu sedikit keras kepala saya tidak sengaja memukul nya hingga membuat dia jatuh tersungkur, dia pun menjerit kesakitan dan juga dia berkata bahwa penyakit yang di derita nya kambuh lagi. Jadi saya tidak punya pilihan selain membantu nya, karena saya takut itu menjadi sebuah permintaan terakhir nya. Jadi seperti itu cerita nya pak Juna.” Dina menjelaskan secara detail kenapa dia tidak mengusir William, dan Dina pun awal nya sudah ingin mengusir William dari perusahaan itu tapi sayang nya Dina tidak sengaja memukul perut William. Hingga membuat William kesakitan.
“ Jadi saya mohon jangan pecat saya, saya akan lakukan semua perkataan pak Juna. Apa pun itu!.” lanjut Dina dan dia pun langsung bersujud di tempat Dina berdiri dan memohon kepada Direktur Juna jangan memecat nya, dan Dina pun rela melakukan semua perintah dari Direktur Juna tanpa terkecuali. Misalkan di suruh kerja lembur, kerja 1 bulan tanpa di gaji, atau di pindahkan ke departemen lain pun Dina akan menerima nya dengan lapang dada.
“ Hm . . Penyakit? Seperti nya Riesta tidak pernah cerita kepadaku kalau William memiliki penyakit. Di tambah sewaktu aku menyuruh seseorang untuk mencari informasi tentang William tidak di temukan riwayat sakit. Atau jangan-jangan! Sial! Berani nya dia membohongi bawahanku!.” ucap Juna dalam hati. Dia sedikit tidak terima kalau karyawan nya di bohongin oleh akal-akalan William.
“ Tidak mungkin aku memecatnya, dia juga menjadi korban dan tidak tahu kalau William membohonginya.” lanjut Juna yang memikirkan bahwa Dina yang juga merupakan korban. Dan juga Dina tidak mengetahui bahwa William menipu nya, dan akhirnya pun Juna tidak mungkin untuk memecat karyawan nya yang tidak tahu menahu bahwa William menipu nya.
“ Hmmm. . . .”
Juna pun kembali membuka mata setelah dia berpikir panjang. Dan akhirnya Juna pun membuka suara nya dan memberitahu keputusan apakah Dina akan di pecat atau Dina akan di berikan surat SP karena Dina melakukan kesalahan? Atau Juna memberikan Dina hukuman. . .
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )
__ADS_1
Bersambung*. . . . .