Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Now, you are My Wife!


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


Mobil mereka pun segera pergi meninggalkan rumah yang seperti istana. Dan sekarang hanyalah pohon-pohon yang berlalu lalang, juga rumah-rumah elit.


Beberapa jam kemudian pak Gino berhenti di depan pintu perusahaan yang sangat tinggi dan seluruh bangunan itu sudah seperti rumah kaca. Banyak sekali karyawan yang berlalu lalang memasuki perusahaan itu, di depan pintu terdapat 2 orang penjaga untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang buruk.


Pak Gino lalu keluar dari mobil. Tak lupa beliau membukakan pintu mobil bagian belakang sembari menundukkan kepala nya dan meletakkan tangan kanan nya memegang perut dengan sangat sopan.


“ Tuan dan Nyonya kita sudah tiba. Nanti hubungi saya jika ada sesuatu yang di butuh kan.” pinta pak Gino dengan nada yang lembut memberitahu jika tuan dan nyonya membutuhkan dirinya untuk pergi ke suatu tempat.


Juna pun hanya menjawab dengan sebuah anggukkan dan senyuman tipis di bibirnya, sembari mengancingkan kancing jas kembali. Juna pun memasukkan tangan kanan nya ke saku celana dan berjalan untuk memasuki perusahaan yang sudah di beli nya sejak beberapa bulan yang lalu.


Riesta yang masih sedikit mengobrol dengan pak Gino, tak lama kemudian Juna pun memberikan sinyal tangan dengan jari nya seperti memegang pistol kepada Riesta untuk tidak terlalu lama mengobrol.

__ADS_1


“ Riest!” Juna memanggil Riesta untuk segera berjalan bersama dengan nya.


“ Hah? Oh baiklah.” jawab Riesta yang tengah mengobrol dengan sopir pribadi Juna yang umur nya mungkin seperti mendiang ayah nya.


“ Sekali lagi terima kasih pak Gino. Kalau begitu saya permisi dulu.” pamit Riesta dia membungkuk hormat kepada pak Gino. Karena walaupun pak Gino adalah bawahannya Juna, tetapi Riesta harus tetap menghormati nya sebagai orang yang umurnya lebih tua dari dirinya.


“ Sama-sama nyonya. Itu sudah menjadi pekerjaan saya untuk mengantar-jemput anda.” jawab pak Gino. Menurut pak Gino sudah sangat jarang seorang wanita kaya seperti wanita-wanita yang selalu menempel pada Juna sebelum dia menikahi Riesta yang sangat hormat kepadanya. Sering sekali pak Gino di marah-marahi, di perlakukan semena-mena, atau bahkan ada yang sampai memukul pak Gino hanya karena pak Gino telat beberapa detik saja. Tetapi akhirnya setelah beberapa pulih tahun pak Gino mengabdi untuk keluarga Sebastian dan akhirnya menjadi sopir pribadi tuan muda Juna, dan beberapa kali pak Gino di perlakukan semena-mena dengan wanita yang hanya menyukai status sosial, glamouran dan lain-lain.


Akhirnya setelah malam pertama kali tuan Juna bertemu dengan Riesta di klub dan membawa nya ke rumah nya, dan pak Gino sangat bersyukur dan senang ketika mendengar bahwa tuan Juna akan menikahi seorang wanita yang sifat nya seperti malaikat (Riesta). Dan juga karena tuan Juna bersama dengan Riesta. sifat dingin, angkuh, dan tidak akan pernah peduli dengan hati seseorang yang di miliki tuan Juna lambat-laun sudah berkurang.


Pak Gino hanya tersenyum saat melihat Riesta yang berlari menuju tuan Juna yang sudah berada di depan pintu. Pak Gino berdoa semoga kebahagiaan selalu mengelilingi tuan dan nyonya, tak lama setelah itu pak Gino pun langsung pergi dari perusahaan. Karena masih ada pekerjaan lain yang harus di kerjakan nya.


Tetapi Juna merasa bahwa sangat aneh bagi nya apalagi Riesta sudah menjadi istri nya, bukan lagi seorang sekretaris yang selalu berjalan menjaga jarak dengan nya.


Lalu tiba-tiba Juna pun berhenti, Riesta pun juga ikut berhenti mengikuti Juna. Riesta pun lalu bertanya kepada Juna.


“ Ada apa? Kenapa berhenti?” tanya Riesta yang menengok ke arah Juna dengan wajah polos nya. Karena Riesta tidak mengerti kenapa suami nya berhenti di tengah jalan, dan Riesta berpikir pasti ada berkas yang ketinggalan di rumah.

__ADS_1


“ Hmm . . Apa kamu tetap akan terus berjalan tepat di belakang punggungku? Saat ini kamu memang masih menjadi sekretarisku. Tetapi kamu sekarang adalah istriku, dan seharusnya kamu mengandeng tanganku dan berjalan di sampingku kan?” tanya kembali Juna mendekatkan wajah nya ke wajah istri nya yang masih menunjukkan wajah polos nya. Dan Juna pun meminta Riesta untuk berjalan di samping nya atau menggandeng tangan nya karena saat ini Riesta adalah istri nya sekaligus masih merupakan sekretaris di perusahaan Marsh.


“ Oh, aku belum terbiasa. Baiklah kalau itu maumu, tapi aku sedikit tidak enak nanti jadi pusat perhatian semua karyawan yang ada di sini.” jawab Riesta dengan suara yang sangat kecil dan hanya Juna saja yang mendengar.


Juna pun tak ambil pusing dan menarik tangan kanan Riesta, dan setelah itu Juna memegang jari tangan Riesta. “ Nah, seperti ini.” Juna kembali berjalan lagi sembari memegangi tangan Riesta, Riesta yang membenarkan tas model sling bag nya. Kepala Riesta pun mengangkat ke angkat dan tersenyum melihat wajah tampan suami nya, dalam hati Riesta dia sangat senang dan bahagia karena dia memiliki pria yang sangat baik, menerima keadaan Riesta, mencintai Riesta dengan tulus.


“ Baiklah! Aku akan mencoba nya, maaf karena sudah terbiasa berjalan di belakangmu. Jadi . . . Aku masih terbiasa dengan posisiku sebagai sekretaris. Hehehe, dan apalagi kalau di kantor memamerkan kemesraan takutnya ada yang tidak menyukai nya.” ucap Riesta. Sembari tertawa kaku, agar Juna tidak menyadari nya bahwa Riesta menyembunyikan salah tingkah nya. Detak jantung Riesta yang terus memacu, dan tak lama Riesta pun mengeratkan genggaman tangan hangat Juna.


“ Siapa yang tidak menyukaimu? Bilang kepadaku orangnya!.” ujar Juna sembari menengok ke samping dan meminta Riesta memberitahu jika ada orang yang tidak menyukai Riesta. Jika ada orang yang tidak menyukai Riesta maka Juna tidak akan segan-segan untuk menghajar orang yang tidak menyukai Istri tercinta nya.


“ Sekarang kamu adalah istriku. Dan ke mana sifat manjamu saat kita di rumah?” lanjut Juna. Merayu Riesta karena tiba-tiba sifat Riesta yang sangat manja dengan nya saat di rumah seperti seekor anak kucing, tetapi berubah menjadi seekor kelinci putih yang malu-malu dan bersembunyi di dalam goa gelap sama seperti saat Riesta berada di perusahaan.


“ Itu tidak mungkin. Dan disini sangat berbeda daripada saat kita dirumah, apalagi walaupun aku sudah resmi menjadi istrimu. Aku harus tetap profesional pada pekerjaanku sebagai seorang sekretaris.” jawab Riesta sembari mencubit telapak tangan Juna yang masih menggandeng tangan nya.


“ Aw! Ya sudahlah. Terserahmu saja.” jawab Juna terkejut karena cubitan pedas milik Riesta, dia pun tidak memaksakan Riesta.


( *Jangan lupa ya kakak-kakak ! Tinggalkan LIKE dan VOTE jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )

__ADS_1


Bersambung*. . . . .


THANK YOU 😍😍


__ADS_2