
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Terakhir nya untuk bertemu dengan sahabat kecil nya itu. Karena Dina sangat takut kalau melihat hantu yang bergentayangan, dan mengganggu kehidupannya yang tenang.
Dina pun kalo membantu William untuk menemui Riesta. Jika, direktur Juna sampai tahu siapa yang membantu William pasti di akan dipecat dari perusahaan Marsh. Dina terjebak di dua pilihan yang tersulit, tapi akhirnya pun Dina memilih pilihan kedua yaitu membantu William. Setelah dia membantu William dia juga mengancam ke William jika dia membeberkan ke direktur Juna bahwa dia yang membantu William. Dina tidak akan segan-segan untuk meminta pertanggung jawaban kepada William sebab karena dia. Dina dipecat dari perusahaan dan menjadi seorang pengangguran.
Setelah William sudah duduk di sofa hitam. Dina lekas meninggalkan William sendiri, karena memang disaat ini yang ada di pikiran Dina. Dia lebih ingin kembali lagi bekerja daripada harus mengurus bayi besar yang tepat di belakang punggung nya saat ini.
William pun berteriak kepada Dina.
“ Baiklah aku tidak akan memberitahu kepada direkturmu itu. Tapi terima kasih sudah mau membantuku, jika suatu hari kamu mendapatkan masalah aku akan membantumu tanpa kamu suruh. Tenang saja aku akan membalas budi kepadamu.”
“ Hmm. . . Lebih baik aku tidak bertemu denganmu lagi, itu akan menjadi lebih merepotkan jika aku bertemu denganmu suatu hari nanti. Saat nya mengucapkan Good bye FOREVER!.” jawab Dina dengan senyuman kecut ke arah William yang masih duduk di sofa itu.
William pun masih menjawab.
__ADS_1
“ Suatu hari kita akan bertemu lagi. Kanguru galak.” ucap William dan memberikan julukan Kanguru galak kepada Dina. Hingga membuat Dina yang mendengar si William memberinya julukan Kanguru hanya mengepalkan tangan nya, dia tidak ingin lagi berurusan dengan William lagi.
Di dalam lift Dina masih merasa kesal karena dia harus berurusan dengan pria yang paling menyebalkan hingga membuat emosi nya meluap-luap.
“ Kenapa! Hari ini aku sangat sial! Bertemu dengan pria yang tidak sengaja aku tinju, eh malah dia memiliki penyakit yang serius. Dan memenuhi permintaan yang sangat merepotkan hingga membuat kedua pundakku terasa sakit.” batin Dina yang memijat pundak kanannya. Dia sangat ingin sekali pergi ke SPA untuk memulihkan diri nya dan juga dia ingin sekali bermanja dengan luluran yang sangat wajib bagi seluruh wanita.
William pun yang sudah duduk di sofa itu hingga 45 menit lama nya. Dia merasa sudah sangat lapar, cacing di perut nya tiba-tiba berdemo untuk meminta makanan. Tetapi dia bingung siapa yang harus dia minta tolong apalagi dia lupa untuk meminta nomor kanguru galak itu, bagi William hal yang paling penting selalu saja di lupakan. Karena William tidak punya pilihan akhirnya William pergi dari ruangan itu dan dia mulai bertanya kepada karyawan yang ada di sekitar nya.
Puk! William menepuk pundak karyawan yang tengah berjalan di depan nya.
“ Aku ingin bertanya.” ucap William yang bertanya kepada karyawan yang berada di lobby perusahaan.
“ Iya benar sekali. Seperti apa yang anda bilang, tapi aku bukan mencari pak Juna. Aku ingin bertanya dimana kantin yang berada disini?.” jawab William dan dia pun bertanya kepada salah satu karyawan yang berkemeja putih.
“ Oh kantinnya berada di lantai paling bawah, dekat ruangan gudang.” jawab karyawan itu dengan jawaban singkat.
“ Ok. Terima kasih!.” sahut William dia pun segera pergi ke kantin setelah bertanya kepada karyawan.
William pun langsung menekan tombol lift dan tak lama kemudian lift pun terbuka.
__ADS_1
TING!!
Dan William pun langsung masuk kedalam lift bersama para karyawan lainnya. Tapi ada salah satu karyawan yang berada di dalam lift itu terkejut. Iya Dina yang tidak sengaja bertemu lagi dengan William, Dina pun dengan menepuk kening nya saat melihat pria aneh itu.
“ ADUH! Kenapa aku harus bertemu dia lagi?.” batin Dina yang masih melihat William yang ikut masuk ke dalam lift bersama karyawan lain. Ya karena sekarang sudah jam istirahat tidak heran banyak karyawan yang berada di dalam lift termasuk Dina.
William yang melihat Dina hanya tersenyum meledek kemudian dia berpindah agar William bisa mengobrol dengan Dina.
“ Haha. . . .haha. Seperti nya doa mu masih tersangkut di atas pohon, kita bertemu lagi kanguru galak.” ucap William dengan suara sangat kecil agar para karyawan yang lainnya tidak mendengar percakapannya.
“ Sial! Apa yang kamu lakukan disini? Dan kenapa tidak mengambil lift yang di samping nya saja sih!.” jawab Dina dengan nada yang jutek kepada William.
“ Oh lift yang berada di samping nya yah? Aku udah menekan terus tapi lift nya tidak mau terbuka. Ya sudah aku menekan tombol lift yang ini saja, aku kesini ya tentu untuk mengisi cacing di dalam perutku yang sedang berdemo. By the way, apakah sekarang sudah masuk jam istirahat kantor?.” sahut William dan dia pun bertanya kepada Dina. Karena di dalam lift itu sangat banyak karyawan.
“ Ya. Tapi sekarang kau jangan merepotkanku lagi! Karena ketika aku sedang makan, aku tidak ingin diganggu oleh orang sepertimu ini.” jawab Dina tidak pun menatap tajam ke arah William.
TING! Tak lama kemudian lift itu berhenti tepat di lantai 1. Para karyawan pun segera keluar dari lift itu menjadi terpisah-pisah ada yang menuju ke kantin yang berada di dalam gedung dan ada yang menuju keluar gedung. Dina pun yang sudah berada di luar lift, dia melihat Renald yang sedang berdiri melihat jam tangan nya. Dina langsung menuju kearah Renald yang berdiri dengan memakai jas hitam, kemeja biru navy dan celana hitam. William yang melihat si Kanguru galak itu dengan mata yang berbinar-binar seperti saat dia melihat Riesta, ketika Riesta bersama dengan Juna. William langsung mengetahui bahwa wanita yang tadi membantu nya menyukai salah satu karyawan yang tengah berdiri itu.
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )
__ADS_1
Bersambung*. . . . .