
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
William pun mengerjai balik wanita itu, dia pun berpura-pura memiliki penyakit gagal ginjal. Will pun berpura-pura terjatuh dilantai yang berwarna putih itu, tangan nya melambai-lambaikan kepada wanita yang masih berdiri didepan. William pun memulai akting nya.
__ADS_1
"Aduh! Ginjalku sakit! Tolong aku, aku kemari untuk bertemu dengan sahabat kecilku. Aku sudah datang jauh-jauh sebelum aku dijemput oleh malaikat pencabut nyawa. Tolong pertemukan aku dengannya, aku mohon sekali kepadamu" Will memulai akting nya dia sampai mengeluarkan airmata nya dengan wajah yang memelas, Will memang berbakat dalam bidang akting. Hingga membuat orang yang melihat nya merasa kasihan kepadanya, Dina pun yang awal nya tertawa. Tawa nya pun mulai berhenti dan wajah Dina mulai panik, dia merasa bersalah kepada Pria itu karena Dina tahu bahwa dia sangat kuat meninju bagian samping kanan perut pria aneh itu. Dina pun langsung meraih tangan pria itu yang masih diangkat itu, Dina pun langsung memapah pria itu dan dengan pelan-pelan Dina membaringkan pria itu di tempat sofa yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.
Setelah itu dina pun dengan cepat membuatkan teh hangat dan juga membawa kantung air panas untuk diletakkan diperut pria aneh itu agar tidak terlalu sakit, Dina merasa bersalah jika terjadi sesuatu kepada pria yang sudah dia tinju dengan sekuat tenaga. Dina akan terpenjara karena sudah membuat orang asing meninggal, dan itu akan membuat masa depan Dina tidak cemerlang karena mau bagaimana pun karena Dina tidak se ngaja dia tetap akan menjadi seorang napi.
"Maafkan aku! Dan juga tolong jangan laporkan aku ke polisi, aku akan membantumu untuk bertemu dengan seseorang yang ingin kamu temui. Aku janji!" Dina memohon kepada William sambil berlutut memegang kedua tangan William. Dina sebetulnya sangat tidak ingin melakukan hal yang seperti ini tapi daripada dia harus terseret kasus hukum karena tidak sengaja membuat orang kesakitan.
"Hmm...! Apakah kamu benar akan menemaniku untuk menemui sahabatku? Kamu tidak sedang membohongiku kan? Tapi dia sebenarnya juga bekerja disini jadi kamu hanya harus memapahku ketempat meja kerja seseorang yang ingin aku temui" jawab William.
__ADS_1
"Baiklah. Aku tidak akan berbohong! Tapi siapa nama teman yang ingin kamu kunjungi itu?" tanya Dina dia pun bertanya kembali kepada Will siapa teman yang dia ingin kunjungi saat ini.
"Riesta Shaenatta, katanya dia bekerja disini sebagai seorang sekertaris. Apakah dia ada?" Will menyebut nama orang yang sangat dikenal oleh Dina. Dina juga terkejut kenapa pria ini mengenal Riesta?.
Dan juga sebetulnya siapa pria aneh ini yang datang jauh-jauh untuk bertemu dengan Riesta, dan juga pada saat ini Riesta masih belum datang ke perusahaan. Bagi Dina yang sudah mengetahui kenapa Riesta telat pun merasa bimbang ingin membantu pria aneh ini atau menghalangi pria ini sampai saat nya Riesta berangkat ke perusahaan.
BERSAMBUNG. . . . .
__ADS_1