Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Sifat asli yang di Sembunyikan !


__ADS_3

Reina pun menuju kamar tidur milik nya, sembari berjalan melompat-lompat kecil dan bersenandung nada. Reina sudah tiba di kamar milik nya, dia pun membuka lemari baju dan memilih dress yang tergantung sangat rapih di lemari berwarna putih. Di lemari itu banyak sekali dress, mini dress, baju, gaun. Yang kalau dikatakan oleh orang lain kekurangan bahan atau kehabisan bahan. Sebab, semua pakaian milik Reina terlalu pendek, ada belahan yang sangat lebar di bagian belakang punggung nya, dan masih banyak model dress yang menunjukkan kesan glamour, seksi dan elegan.


Reina pun mengingat kembali saat seminggu yang lalu, sejak Reina bertemu dengan Juna untuk pertama kali. Di kota Icheon.


1 minggu yang lalu. Di malam hari kota Icheon, yang tidak terlalu banyak hiruk pihuk khalayak ramai. Sebab, saat itu sudah jam 10 malam. Dan di jalanan yang sering kali Reina lewati merupakan tempat yang memang sangat sepi, apalagi saat malam hari. Pasti sudah banyak sekali pria pemabuk yang memakai tindik di telinga, hidung serta mulut. Bertato hingga di sekujir tubuh nya, wajahnya yang sangat sangar sembari merokok bersama teman pria yang memiliki penampilan yang sama.


Juna yang menyelamatkan Reina sewaktu dia mendapatkan pelecehan seksual oleh para pria pemabuk di jalanan kota Icheon. Ketika malam hari, setelah Reina pergi karaoke bersama teman-temannya. Karena Reina yang pada waktu itu memakai mini dress yang cukup pendek, Reina pun tidak memakai celana pendek berwarna hitam. Sebab menurut nya itu sangat risih untuk memakai celana pendek hitam, hingga memperlihatkan belahan dada . Dan Juna pun menyelamatkan Reina dari para pria pemabuk, dan sejak saat itulah Reina langsung jatuh hati terhadap Juna. Dan ketika Reina tiba di rumah setelah Juna membayar taksi untuk Reina, dan menyuruh supir taksi itu agar mengantar Reina sampai ke tujuan dengan selamat.


Dan saat pertemuan Reina dengan Juna, lalu saat Reina sudah tiba di rumah.


Reina pun membuka pintu rumah yang berwarna putih, dengan sangat semangat. Dan memanggil sang ibu dengan nada yang sangat semangat.


"Mommy! Mommy!." seru Reina yang membuat kehebohan di rumah yang cukup besar, namun tidak sebesar rumah keluarga Shaenatta.


Wanita paruh baya yang terkejut mendengar suara anak perempuan yang paling di sayang nya, dan membuat wanita paruh baya itu tersedak saat tengah minum teh hijau. Setelah, mendengar suara anak nya yang berteriak-teriak seperti seorang pedagang.


"Mommy! Mommy! Mommy!."


"REINA!! Tidak bisakah kamu tidak membuat kehebohan ketika dirumah? Kamu ingin membuat mommy serangan jantung?!."


"Maaf kan Reina, Mommy."


"Baiklah, mommy maafkan. Lalu kenapa kamu berteriak-teriak dan membuat kebisingan di tengah malam?."

__ADS_1


"Uhh. . . . Mommy, tadi aku bertemu dengan seorang pria yang benar- benar sangat tampan! Mungkin jika dibandingkan dengan kak Will, dia 2x lipatnya dari kak Will. Pria itu seperti sebuah lukisan yang sangat sempurna, dia bagaikan lukisan yang keluar dari komik!”


"Jadi . . . ?? Apakah kamu tahu nama pria itu?."


"Hem. . mm. . ."


"Aku tidak tahu nama pria itu, karena pria itu menyelamatkanku dari pria-pria pemabuk yang berada di gang sempit."


"Apaa?? Jangan katakan kepada mommy kamu dilecehkan oleh pria pemabuk itu lagi?."


"Itu. . . Itu, memang benar. Tapi aku benar-benar tidak tahu kalau pria pemabuk itu masih berada di gang itu, untung saja pria itu menyelamatkanku. Kalau tidak!! Amit-amit deh!!."


"Huufhh!! Kan mommy sudah bilang! Kamu jangan keluyuran malam terus! Sudah seperti kupu malam saja. Untung saja para tetangga kita bodoh dan masih saja bisa di tipu. Kalau tidak? Bisa-bisa mencoreng nama baik keluarga kita."


"Iya. . . Iya. Para tetangga saja yang pada dasar nya kampungan! Mungkin semua tetangga pada iri kepada kita, apalagi rumah kita yang palung besar, luas dan mewah daripada yang lain. Lebih baik kita abaikan saja omongan dari tetangga, tidak penting sekali. Suka nya mengurusi hidup orang lain!."


"Ya.. sudah kamu tidur sana! Kalau ayah kamu bangun dan tahu kamu baru pulang apalagi dengan pakaian yang seperti itu. Bisa-bisa beliau akan marah besar!."


"Oh benar! Aku lupa kalau sekarang ayah sudah pulang dari perjalanan bisnis. Makasih mommy! Oke Reina akan segera ke kamar sekarang. Muach mom!."


"Kamu bau alkohol!."


"Iih mommy! Kan aku sudah umur 26 tahun wajar saja jika aku . . .uhk. . . . Minum alkohol. . .huk. . . Aku kan bukan anak kecil lagi."

__ADS_1


Reina pun segera menuju ke kamar nya, walaupun Reina masih sempoyongan. Karena saat di karaoke dia terlalu banyak minum. Ibu Reina masih bersyukur, untung saja tidak terjadi hal yang buruk pada anak kesayangan nya. Tetapi ibu nya pun masih saja heran, mengapa secepat itu Reina langsung melupakan William Stallone dengan pria yang menyelamatkan Reina. Dan beliau pun langsung mengecek data tentang pria yang di maksud oleh anak nya itu.


Kembali lagi kediaman Aileen


Setelah 1 minggu berlalu. Dan 2 hari lagi adalah hari pernikahaan William dan Dina.


Reina pun masih sibuk memilih dress yang sedikit sopan, karena permintaan ibu nya untuk jangan memakai mini dress atau dress yang kekurangan bahan. Jika kalau Reina memakai pakaian seperti itu, pasti akan langsung di curigai oleh Juna dan Dina. Dina yang saat pertama kali bertemu dengan Reina saat di kantor. Dina berfirasat bahwa Reina yang merupakan anak perempuan dari adik kandung mendiang ayah Riesta, terlihat seperti seorang wanita yang sangat licik, murahan, sok polos/lugu, dia bermuka dua, dan satu lagi mungkin dia sengaja berpura-pura baik kepada Riesta agar mendapatkan keuntungan untuk merebut apa yang saat ini di miliki oleh Riesta, menurut feeling Dina. Ketika pertama kali bertemu dengan Reina. Dan Reina pun juga harus berhati-hati terhadap Dina, jika kalau Dina mengetahui rencana yang sebenarnya. Reina tetap harus ekstra hati-hati.


Reina pun melemparkan hanger baju satu persatu, dan membuat kamar yang awal nya sudah sangat rapih, bersih. Sekarang sudah berubah seperti angin tornado yang menerpa ruangan kamar Reina. Ada dress yang berserakkan di lantai marmer, baju model crop yang langsung di lempar di kasur, rok mini yang hanya di abaikan di lantai marmer berwarna putih.


1 jam kemudian.


Lemari putih yang awal nya sangat rapih, penuh dengan pakaian milik Reina. Sekarang lemari putih itu benar-benar porak poranda, oleh baju-dress, celana, skirt yang sudah seperti tumpukkan Gunung Bukhan.


Tapi Reina tetap saja tidak peduli dengan kamar nya yang sangat berantakkan. Karena menurut Reina yang lebih penting sekarang adalah jalan-jalan bersama Juna Sebastian, walaupun sedikit ada pengganggu yaitu Riesta. Tetapi demi untuk merebut Juna Sebastian dari Riesta, maka dia harus lebih banyak bersabar. Sebab, sang ibu sudah memiliki rencana untuk membuat Juna Sebastian menjadi milik Reina selama-lama nya. Dan membuat Juna melupakan Riesta, serta membenci Riesta.


"Huufh! Aku siap! Kak Juna aku akan selalu menunggumu. Dan aku akan membuatmu menjadi milikku selamanya."


"Hahaha. . . . . Haha."


Reina pun segera memakai tas sling bag berwarna pink, sepatu sneaker dan menyemprotkan parfum di area yang pentimg seperti di dalam siku lengan tangan, leher, serta pergelangan kedua tangan. Reina pun akhirnya memilih dress megar berbahan sifon dengan sedikit motif bunga cetak ala butiran salju lengan model cape berbahan mesh yang terkesan elegan dan seksi walaupun tidak terlalu menunjukkan lekuk tubuh, tapi dress itu menunjukkan kesan seperti wanita innocent.


**Jangan lupa ya kakak-kakak ! Tinggalkan LIKE dan VOTE jika sudah membaca novel ini 🥰🥰

__ADS_1


Bersambung. . . . .


THANK YOU 😍😍**


__ADS_2