
Reina pun segera keluar dari kamar milik nya, dan berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu.
\= \= \= TAP \= \= \= TAP \= \= \= \= TAP \= \= \= \=
\= \= \= TAP \= \= \= TAP \= \= \= \= TAP \= \= \= \=
Dan dari bawah tangga itu terlihat, ada 3 orang yang sedang duduk di sofa dan mengobrol dengan ibu Angel (ibunya Reina). Dan saat Reina sudah melihat siapa 2 orang yang tengah mengobrol, kedua mata Reina langsung melihat pria tampan yang duduk di samping wanita cantik. Ya, betul siapa lagi yang bisa membuat Reina hanya terpesona dengan seorang pria yang merupakan kakak iparnya, sekaligus suami dari Riesta yang merupakan sepupu Reina.
Riesta yang melihat dari kejauhan meyapa Reina.
"Hay! Rei. Maaf kak Riesta datang terlambat, pasti kamu sudah menunggu cukup lama ya?."
"Tidak apa-apa kok. Kak Riesta, aku juga baru saja bersiap-siap."
"Mommy? Kenapa mommy tidak memanggil pelayan untuk membuatkan minum buat kak Reista dan kakak ipar?."
"Oh iya benar juga. Maafkan tante, tante keasyikkan mengobrol dengan Riesta. Riesta dan Juna mau minum apa?."
"Tidak usah, tante. Nanti merepotkan tante, aku hanya mau mengajak Rei untuk mencari kado, sekaligus mengajak nya jalan-jalan."
"Sekali lagi maafkan tante ya! Maklum kalau sudah keasyikkan ngobrol sampai lupa untuk menjamu tamu."
"Iya ga papa kok. Aku malah senang bisa mengobrol banyak."
"Mommy gimana sih?? Sampai-sampai kelupaan. Ya sudah Reina berangkat dulu ya mommy!."
"Iya! Kalian bertiga hati-hati di jalan ya!."
"Iya Mom!."
"Tante Riesta pamit dulu ya."
Riesta dan Juna pun segera berpamitan dengan tante Celine. Dan mereka pun berjalan duluan, dan seketika pun ibu Reina membisikkan sesuatu kepada anak nya saat jarak antar pasutri yang membuat Reina iri dan mengepalkan tangan nya.
__ADS_1
"Kamu tahan emosimu, jangan membuat Riesta curiga! Dan jangan lupa jaga sikapmu!! Mommy sudah mendapatkan ide untuk membuat Juna membenci Riesta."
"Benarkah itu mom?."
Ibu nya pun menganggukkan kepala nya, dan memberi tanda kepada anak nya untuk segera menyusul pasutri yang sudah jauh dari jarak antar kedua wanita yang membicarakan rencana licik mereka berdua.
"Ok! Bye Mom!."
"Bye!."
Reina pun berlari kecil menyusul pasutri. Dan Riesta pun mulai merangkul sepupu yang sudah lama sekali tidak bertemu, dan Riesta sangat senang akhirnya setelah sekian lama berpisah dengan sepupu nya. Akhirnya mereka bisa bertemu dan bisa menghabiskan waktu bersama-sama, Riesta benar-benar sangat bahagia serta gembira dan menunjukkan senyum yang hangat ke sepupu nya, berbeda dengan Reina. Dia benar-benar tidak suka dengan semua yang dimiliki oleh sepupu nya Riesta, dia ingin merebut semuanya, serta merebut orang yang tercinta nya yaitu Juna Sebastian.
Senyum yang di balas oleh Reina untuk membalas senyum Riesta adalah senyum palsu, tidak tulus. Dan dalam hati kecil Reina bergumam. "Aku sebal melihatnya terus tersenyum kepadaku, aku sebal melihat nya bahagia bersama kakak ipar! Aku sebal melihat wajah nya, dan aku ingin memiliki semua yang di miliki nya!!."
Mereka bertiga pun telah sampai di halaman rumah keluarga Aileen. Dan terlihat mobil dari brand mercedes keluaran terbaru terparkir tepat di samping halaman yang kosong dan memang di buat khusus untuk parkir mobil milik ayah Reina.
Tapi karena sang ayah masih berangkat bekerja jadi lahan itu pun tidak ada yang menempati, apalagi di dalam garasi juga ada 2 buah mobil. Untuk kedua wanita yang selalu berada di rumah, dan memang di beli secara khusus untuk bepergian jika mereka ingin pergi shopping, pergi makan di luar, atau pergi ke tempat lainnya.
Riesta merasa tidak enak apalagi ada seseorang di dalam mobil itu yang terus memandangi nya dari kaca depan.
"Juna! Di dalam mobil ini ada Reina! Kamu jangan seperti ini!."
"Kak Riesta tidak perlu malu-malu, dan jangan canggung. Aku tidak akan melihat keromantisan kak Riesta bersama kakak ipar."
"Juna! Lepaskan tanganmu! Aku jadi tidak enak terhadap sepupuku."
Juna pun mengabaikan permintaan dari istri nya dan malah membuat Riesta memegang tuas nya, dan telapak tangan kiri Juna memegang tangan Riesta seperti membuat Riesta mengemudi mobil. Tapi tetap Juna yang memegang kendali dan menekan rem yang berada di bawah kaki nya.
Juna pun menginjak gas yang berada di kaki kanan Juna, dia pun menginjak gas nya dengan pelan-pelan. Lalu mobil itu pun mulai menyala dan sesaat kemudian mobil itu perlahan-lahan meninggalkan rumah kediaman keluarga Aileen.
Reina yang masih memandangi dari kursi belakang, sembari menyilangkan tangan dan kaki nya. Wajah Reina terlihat cemberut dan tampak seperti tidak suka melihat kakak sepupu nya (Riesta) bahagia, tersenyum, tertawa diatas penderitaan yang saat ini di rasakan oleh Reina. Reina ingin sekali merebut semua yang menjadi milik Riesta dengan cara paksa! Terutama merebut kakak ipar (suami Riesta) Reina membayangkan jika suatu saat rencana nya berhasil dan melihat Riesta yang sangat menderita, dan Reina pun berhasil merebut Juna dari Riesta, membuat Juna membenci Riesta. Pasti akan lebih seru lagi, sayangnya Reina harus mengikuti perintah yang di berikan oleh ibu nya. Kalau dia tidak boleh bertindak gegabah! Bisa-bisa rencana yang sudah direncanakan oleh sang ibu akan hancur lebur, dan berubah menjadi judul MISSION FAILED.
"Aku akan membiarkanmu tersenyum, bermesraan, tertawa bersama kak Juna. Tapi dalam waktu yang dekat, aku akan mengubah senyum kak Riesta menjadi kesedihan, kepedihan, kesakitan."
__ADS_1
"Sekarang gunakanlah waktumu yang tidak lama itu. Kak Riesta!."
Juna yang tidak sengaja melihat wajah cemberut Reina dari kaca depan, Juna pun bergumam dalam hati.
"Kenapa aku memiliki firasat yang buruk, apalagi sejak dari tadi dia seperti memiliki perasaan tidak suka terhadap Riesta."
"Aku harus hati-hati terhadap sepupu nya! Maafkan aku Riest, tapi aku harus menyelidiki sepupumu ini."
Riesta pun kemudian melepaskan genggaman Juna yang sudah cukup lama, apalagi Riesta merasa tidak nyaman karena ada sepupu nya yang berada di belakang kursi nya. Riesta pun kemudian membuka suara nya dan mengajak ngobrol Reina.
"Reina! Kamu sewaktu itu tinggal dimana?."
"Sewaktu aku pindah dari kota Icheon, kami pindah ke Yokohama, tapi kita hanya tinggal sementara di Yokohama selama 3 tahun. Dan setelah itu kemudian ayah akhirnya membangun anak perusahaan di Osaka, lalu kami pun ikut pindah karena aku ingin kuliah di Osaka University. Sampai aku lulus, aku dan ibuku mulai tinggal menetap. Dan akhirnya pun beberapa bulan kemudian setelah mendengar kabar tentang kematian paman. Kami pun segera pergi ke Seoul, dan kerumah mendiang paman yang dulu. Tapi saat kami ke situ ternyata kak Riesta sudah pindah, dan kami bertanya ke tetangga lainnya mereka menjawab tidak tahu."
"Lalu kami bertiga mencari kak Riesta, selama beberapa hari. Dan sampai Reina akhirnya tidak sengaja bertemu dengan kak Will, setelah itu kak Will memberitahu Reina."
"Dan akhirnya aku menemui kak Riesta di perusahaan Marsh. Aku sungguh sangat lega kakak baik-baik saja. Dan benar-benar bersyukir bisa bertemu dengan kakak, maaf ya kak selama ini komunikasi kita terputus. Tapi mulai saat ini kita adalah keluarga, dan kak Riesta akan tetap menjadi kakak yang paling aku sayangi."
"Oh benar kak. Usia pernikahaan kakak bukan nya sudah hampir menginjak 3 tahun? Tapi kok aku lihat perut kakak masih sangat rata?."
"Uhm. . . Mungkin Tuhan belum memberikan kepercayaan penuh kepada kakak."
Saat Reina mengobrol tentang itu, Riesta sedikit murung. Memang benar usia pernikahan mereka berdua sudah hampir menginjak 3 tahun, tetapi masih belum ada tanda-tanda kehamilan. Apalagi di tambah dengan gossip, atau berita yang tidak benar tentang kesuburan Riesta. Membuat Riesta sedikit down.
"Kakak yang sabar ya. . Pasti Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kakak. Dan kakak jangan sedih seperti itu, Reina juga melihat berita yang tidak benar di TV tentang kakak yang mandul. Itu membuat Reina sangat geram! Masa menyebarkan berita yang tidak benar tentang kesehatan kakak, apalagi berita tentang mendiang paman yang memiliki penyakit Depresi tingkat akut! Reina benar-benar ingin membuat pemimpinan TV nya bangkrut! Dan menyuruh nya untuk minta maaf secara langsung ke kakak."
"Rei juga jangan emosi seperti itu. Biarkan saja jika kita terus meladeni para penyebar berita yang tidak jelas, mereka akan semakin terus membuat heboh, dan orang lain pun akan semakin memanas. Jadi biarkan saja, kakak sudah memperkirakan ini semua. Terima kasih ya Rei! Kamu sudah mempercayai kakak."
**Jangan lupa ya kakak-kakak ! Tinggalkan LIKE dan VOTE jika sudah membaca novel ini 🥰🥰
Bersambung. . . . .
THANK YOU 😍😍**
__ADS_1