
Dret...dret
Riesta menjawab telepon dari ibu Juna
"Halo bu". jawab Riesta
"Riesta makasih atas Kue nya, sangat enak rasa nya seperti toko langganan ibu". sahut bu Wendy
"ibu bisa aja.. Riesta juga senang kalo ibu menyukai nya". ucap Riesta lewat telepon
"Oh iya nanti siang kamu sibuk atau tidak?". tanya bu Wendy
"Tidak bu. memang ada apa ya?". sahut dan menanyakan Riesta
"Tidak apa apa. Ibu tutup telepon nya dulu ya". jawab bu Wendy
Panggilan Telepon pun berakhir
"Kira kira ada apa ya?". batin Riesta karena jawaban bu Wendy tampak aneh.
__ADS_1
Tapi sebetul nya ibu Juna menelepon Juna agar Riesta bisa di pulangkan lebih awal dari jam pulang kantor nya
Tak terasa pun jam sudah menunjukkan pukul 3 sore Juna pun langsung menyuruh Riesta untuk masuk ke ruangan nya
"Riesta! Kamu keruangan ku sekarang". panggil Juna lewat telepon kantor karena dia lagi sibuk menanda tangani berkas
"Baik". jawab singkat Riesta dan mulai beranjak dari meja kerja nya dan menuju ruangan Juna
Krek.. Riesta pun sudah berada di dalam ruangan kerja Juna
"Ada apa? Ada yang perlu aku bantu?". tanya Riesta yang melihat Juna sangat sibuk dengan berkas nya
"Oh aku juga sudah menelepon pak Gino untuk menjemputmu. Maaf tidak bisa menemani mu belanja, lain kali aku akan mengajakmu". lanjut Juna
"Baik. Iya tidak apa apa, kamu juga sedang sibuk". jawab Riesta yang mulai meninggalkan ruang kerja Juna tapi Juna meletakkan berkas nya di meja dan menghampiri Riesta
"Tunggu!". suara Juna membuat Riesta berhenti
"Kamu pake kartuku saja, apapun yang kamu mau beli saja". lanjut Juna yang menyerahkan kartu black card limit
__ADS_1
"Tidak usah... aku pake uang tabungan ku saja". tolak Riesta
"Jangan menolak ku, kamu adalah calon istriku sudah seharus nya aku membelanjakan mu sebagai calon suamimu". sahut Juna dan langsung memberi ke Riesta
"Tapi..". jawab Riesta yang keberatan
"Tidak ada tapi tapi an!. Oke". pinta Juna
"Baiklah. Terimakasih". jawab Riesta sambil mencium pipi kiri Juna
Juna pun memerah karena di cium oleh Riesta
Dan Riesta pun meninggalkan kantor dia pun gugup karena biasa nya dia tak inisiatif mencium pria
"Biasa nya dia tidak pernah inisiatif untuk menciumku?". lamunan Juna sambil memegang pipi yang di cium Riesta
"Aku sangat malu... kenapa aku sangat agresif?". batin Riesta pipi nya sangat merah
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤
__ADS_1