
"Humm!!". Suara kesal mereka berdua. Riesta yang tau akan situasi nya lebih memilih pergi meninggalkan mereka berdua
"Mending aku tinggalin mereka berdua saja". batin Riesta yang juga ikut merasakan hawa dingin di antara Juna dan William
Tap...tap...tap
Juna dan William yang masih belum sadar Riesta meninggalkan mereka berdua
"Kalau kau berani lagi mendekati Riesta. Aku akan membuat perhitungan dengan mu!". ancam Juna agar William tidak lagi mendekati Riesta
"Emang kamu siapa nya Riesta? Kamu hanya Bos nya saja! Kamu tak tau segala nya tentang Riesta". jawab William yang menatap mata Juna
__ADS_1
Mereka pun baru sadar bahwa Riesta sudah tak bersama dengan mereka lagi
"Riesta?". Juna san Willam memanggil nama Riesta yang sudah lama meninggalkan mereka berdua karena perseteruan mereka berdua
Di tempat Riesta
"Mereka bertengkar seperti anak kecil. Tapi kenapa ketika pak Juna menarik tangan ku dan setiap kali bersama pak Juna aku selalu merasa gugup dan jantungku berdegup terus menerus. Apakah aku juga menyukai pak Juna". batin Riesta yang berhenti dan menggelengkan kepala nya
"Akhir nya aku menemukan mu". batin Juna dan mulai melangkah ke tempat Riesta berdiri
"Jangan berani kabur dari ku lagi. Riesta!". suara Juna yang membuat Riesta kaget
__ADS_1
"Ehh! pak Juna kenapa bapak bisa ada di sini? Pertengkaran nya sudah selesai. Hehehe". tanya Riesta dan juga sekalian bercanda dengan Juna
"Hmm. Iya sudah. Oh benar juga saya ingin mengajak mu ke sesuatu tempat. Ini kan hari terakhir kita berada di Jepang". jawab Juna dan mulai mengandeng tangan Riesta
"Kita mau kemana pak?". tanya Riesta yang masih saja memanggil dengan embel "pak" dan membuat Juna mengerutkan dahi
"Pak?". jawab Juna yang merasa kesal dengan panggilan itu
"Eh. Maksud saya. J-Juna". sahut Riesta dengan gugup karena belum terbiasa
"Ayo ikut dengan ku saja. Jangan banyak nanya". jawab Juna yang mulai melangkah kan kaki nya dan meninggalkan perusahaan Hyunya
__ADS_1