
Riesta pun merasa ada sesuatu hal yang sangat penting antar dua orang pria itu. Kemudian sang ibu mertua Wendy pun mengetahui kalau Riesta sedang khawatir dengan suami nya, apalagi sangat jarang sang ayah berbicara dengan wajah yang lebih serius dari biasanya. Ibu Wendy pun mengajak Riesta untuk keluar ke taman belakang.
“ Riesta! Ibu lupa! Ibu ingin sekali menunjukkan bunga mawar pink yang baru saja ibu tanam! Ayo kita segera pergi ke taman belakang.” Ajak ibu Wendy menarik tangan kanan Riesta.
“ . . . .”
“ Ibu tahu kalau kamu sedang merasa khawatir dengan Juna. Tapi kamu tidak perlu khawatir! Biasanya kalau seperti itu mereka pasti akan membahas tentang dunia bisnis rank S.” Lanjut ibu Wendy yang menjelaskan pada menantu nya, agar tidak mengkhawatirkan dua orang pria yang terlihat ingin membicarakan obrolan yang terlihat sangat serius.
“ Huh? Dunia bisnis rank S? Apa itu?” tanya Riesta yang baru pertama kali mendengar bisnis rank S, kedua mata nya terlihat sangat penasaran.
“ Nanti ibu akan ceritakan di taman belakang.” sahut sang ibu Wendy.
“ Hum . . .” jawab Riesta sembari menganggukkan kepala nya.
Di ruang baca kedua pria yang wajah nya mirip. Tetapi hanya berbeda usia, tinggi badan dan juga warna rambut. Mereka pun segera masuk ke ruang baca yang sangat di sukai oleh Ayah Juna, sebab sang ayah sangat menyukai membaca buku tentang sejarah, dunia bisnis, dunia pelelangan barang dan masih banyak lagi.
__ADS_1
Di dalam ruang baca yang sudah sangat lama, dan yang masih belum berubah saat Juna masih umur 10 tahun, Juna masih sangat mengingat ruang baca tempat favorit sang ayah yang sangat dia kagumi.
Juna pun melihat ada sebuah komik yang terselip di jajaran buku-buku tebal. Dia pun mulai menyentuh komik nya, kemudian Juna mengingat sewaktu dulu dia pernah menyimpan komik ini di jajaran buku tebal milik Ayah.
“ Ayah! Ayah masih menyimpan komik dariku?” tanya Juna yang masih membuka komik kesukaan nya sewaktu dia masih kecil, ia pun teringat sewaktu dulu Juna pernah menyimpan salah satu komik nya di jajaran buku-buku besar dan tebal milik sang ayah.
“ Ho . . . Ho. Iya! Ayah tidak akan pernah melupakan saat kamu diam-diam menaruh komik itu di jajaran buku Ayah. Ayah sangat tahu kalau kamu kekurangan kasih sayang Ayah, ayah sangat jarang bermain bersamamu atau menghabiskan waktu liburan bersama-sama. Tapi ayah sangat menyayangimu. Maafkan Ayah selama ini . . .” jawab sang ayah yang tertawa kecil, beliau pun mendekati Juna sembari menepuk lembut pundak Juna. Lalu kedua tangan ayah mulai menurun dari pundak, sekarang ia menepuk lengan Juna. Beliau meminta maaf pada sang anak yang mungkin selama ini sang ayah tidak pernah memperhatikan nya, menghiburnya, atau pun mengajak nya liburan bersama. Tetapi, sekarang sang ayah merasa bangga pada Juna karena dia sudah berhasil memimpin perusahaan, membuat para klien dari perusahaan lain pada berondong-bondong ingin bekerja sama dengan perusahaan Marsh.
“ Ayah . . . . Seharusnya Juna yang minta maaf dengan ayah.” sahut Juna menundukkan kepala nya.
“ Oh iya itu benar! Ayah lupa beritahu kepadamu, ini memang benar tentang dunia bisnis. Ayah tadi malam mengangkat telepon, dan mereka dari pemimpin perusahaan LS group dan mereka akhirnya menyetujui untuk ikut serta dalam proyek kerja sama pembuatan diamond.” ujar sang ayah, yang memberitahu pada anak nya bahwa proyek kerja sama yang mungkin sudah lama sekali di ajukan oleh ayah Juna untuk kolaborasi antar kedua perusahaan.
“ Perusahaan LS group! Perusahaan itu! Yang selama 50 tahun di kenal sebagai perusahaan berlian yang merupakan pencipta berlian terbaik di dunia?” sontak Juna yang terkejut. Karena memang sudah lama sekali perusahaan LS group menyetujui proyek kerja sama, apalagi saat Juna masih berumur 10 tahun dia sering sekali melihat sang ayah yang terlihat frustasi karena perusahaan LS Group selalu saja menolak ide proyek yang di buat oleh ayah Juna.
“ Iya itu benar! Tapi mereka bilang, mereka ingin melihat hasil presentasi keseriusan dari perusahaan kita! Apakah kamu sudah menyiapkan file, dokumen untuk membuat mereka benar-benar menyetujui proyek kerja sama ini?” ucap sang ayah wajah nya terlihat sangat serius. Sebab, sudah saatnya perusahaan Marsh melakukan yang terbaik mengerahkan ide proyek paling cemerlang, apik, dan paling luar biasa, untuk mendorong agar perusahaan LS Group mau menanda tangan proyek kerja sama kali ini bersama perusahaan Marsh.
__ADS_1
“ Itu sudah ayah! Tapi . . Aku tidak mungkin meninggalkan Riesta sendirian! Apalagi kalau mengajak Riesta ikut bersamaku, ayah pasti sudah mengenal pemimpin mereka yang sekarang kan?” ujar Juna yang memegang dagu nya, dia pun sudah mengira pasti akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melakukan proyek kerja sama antar perusahaan. Dan tentu saja dia tidak tega meninggalkan Riesta ataupun membawa nya, sebab Juna sudah mengetahu asal usul keluarga konglomerat Sagara. Apalagi pemimpin yang saat ini duduk di kursi CEO, pria yang berumur 31 tahun, terkenal sebagai pria playboy sadis, ganas, dan semaunya memperlakukan wanita seperti pakaian yang bila sudah lama, atau tua akan di buang ke tempat antah beranta!
Tentu saja sebagai seorang suami Juna tidak ingin membahayakan keberadaan Riesta, apalagi membuat Riesta berada dalam posisi yang sangat berbahaya pria binatang seperti Evan Sagara.
“ Benar! Dia merupakan cucu ke 12 dari Keluarga Sagara dan juga Anak pertama dari Vincent Sagara. Juga ayah sangat tahu kalau anak dari Vincent Sagara mendapatkan julukan playboy cap miliuner.” sahut ayah Juna yang mengangguk-anggukan kepala nya, dia pun juga setuju dengan yang di katakan oleh Juna. Sangat berbahaya bila mengikut serta kan Riesta dalam proyek bisnis kerja sama ini. Riesta adalah wanita yang sangat baik, polos, dan juga memiliki wajah yang sangat cantik. Tentu saja ayah Juna sudah bisa menebak pasti Evan Sagara langsung menyukai menantu kesayangan nya, dan itu bisa saja menghancurkan pernikahan anak nya yang baru berjalan 3 bulan. Apalagi anak dari Vincent sangat terkenal egois, sadis, dan tidak memiliki hati nurani pada semua wanita.
“ Pfft . . . ! Yang benar saja? Apakah itu julukan nya? Sama sekali tidak keren.”
“ Tetapi aku takut kalau Riesta ikut denganku, pasti si Playboy cap kaleng itu merayu istriku. Tapi tidak mungkin kalau perusahaan kita membatalkan proyek kerja sama nya. Apalagi sangat sulit untuk mengajak perusahaan LS group untuk melakukan proyek bersama-sama.”
“ Hum . . . Lebih baik kau andalkan karyawanmu! Karyawan terbaikmu! Dan jangan sampai melibatkan seorang karyawan wanita yang berpakaian feminin, oh benar! Ayah baru ingat! Bukannya salah satu karyawanmu ada yang memiliki keahlian taekwondo? Lebih baik kau rekut saja dia, dan sisa nya terserah kau!.”
“ Maksud Ayah . . Kang Dina Hee? Walaupun dia merupakan sahabat karib nya Riesta, tapi dia juga termasuk karyawan di perusahaan Marsh. Bagaimana kalau sampai Riesta tahu aku membahayakan sahabatnya? Dan dimana tanggung jawabku sebagai seorang pemimpin kalau sampai semua orang tahu.”
“ Tenang . . . Tenang! Sahabat istrimu tidak akan dalam bahaya, sebab Ayah tahu kemampuan taekwondo putra dari Vincent. Pasti tidak akan terjadi apa-apa pada karyawanmu.” jawab Ayah Juna yang memang sudah tahu tentang data karyawan di perusahaan Marsh yang di pimpin oleh sang anak.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤