Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : 3 Months later


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


Riesta pun menepuk pundak sahabat karib nya, air mata membanjiri wajah cantik wanita yang memakai gaun pengantin berwarna putih.


“ Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu Din. Kamu sudah banyak sekali membantuku, peduli padaku, mendengarkan semua curahan hatiku, terus mendorongku untuk tetap tegar, dan kamu sering memarahiku kalau aku membuat kesalahan. Kamu sudah aku anggap seperti saudara perempuan. Aku sangat bersyukur memiliki dirimu, mungkin kalau aku tidak memiliki dirimu aku mungkin sudah membuang semua cita-citaku, harapan orang tuaku, dan karier serta semua-muanya. Pokok nya jika kamu sedang dalam masalah ingat jangan menyimpan semua itu sendirian, dan juga kamu jangan sembunyikan sakit hatimu karena Renald. Masih banyak pria yang lebih baik daripada Renald! Segala-gala nya dari Renald si playboy cap kaleng itu!! Suatu hari kamu akan menemukan seorang pria yang mencintaimu! Dan kamu jangan mencintai seorang pria yang tidak mencintaimu! Oke!”


“ Hu...hu...hu. Riesta. . . . Kamu membuatku jadi ikut-ikutan menangis. Tapi. . .? Kamu tahu dari siapa? Tentang Renald itu?” tanya Dina yang suara nya menjadi sedikit terputus-putus karena dia ikut menangis.


“ Dari William. Dia bercerita sewaktu 1 minggu yang lalu saat William datang ke Perusahaan Marsh. Kamu seharusnya jangan sembunyikan itu semua dariku, dan juga kamu jangan memendam sakit hatimu sendirian! Berceritalah kepadaku, dan kamu juga boleh menangis di atas pundakku, pelukanku.” sahut Riesta sembari menghapus air mata sahabat karib nya yang masih berderai air mata yang membasahi kedua pipi nya.


“ Maafkan aku Riest. Karena aku tidak ingin merepotkanmu, ataupun mengganggumu karena masalahku. Apalagi waktu itu kamu sedang menyiapkan berkas-berkas, menyebar undangan, dan lain-lain.” jawab Dina dengan suara yang lirih sehabis menangis.


“ Haiiizz. . . Dina. . .dina. Apa kamu masih menganggapku orang asing? Aku kan sudah bilang kepadamu aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku, dan kamu juga sudah menganggapku sebagai adik perempuan bukan? Seharusnya kamu ceritakan masalahmu padaku ya! Jangan di pendam-pendam. . . Untung saja William memberitahuku, tentang itu.” jawab Riesta yang meminta Dina untuk bercerita jika ada masalah kepadanya, Riesta sangat peduli pada Dina yang sudah di anggap sebagai saudari nya.


“ Dan menurutku William pria yang baik. Ya memang, dia masih memiliki sifat yang sedikit kekanak-kanakan, dan juga aku sangat senang melihat kedua sahabat yang aku sayangi saling akrab, kompak, dan saling membantu satu sama lain. Coba deh kamu pertimbangan lagi si William itu, hehe. Di tambah William sangat jarang dekat dengan seorang wanita, mirip sekali denganmu. Apalagi si Renald playboy itu dia tidak pernah memedulikan perasaanmu, aku sebagai sahabatmu. Aku ingin kamu bahagia bersama pria yang baik untukmu.” tambah nya. Riesta pun menyuruh Dina untuk memikirkan kembali tentang William daripada Dina harus memikirkan pria yang bernama Renald yang tidak tahu di untung! Lalu ia pun berusaha untuk menjodohkan sahabat karib nya dengan sahabat kecil nya.

__ADS_1


“ Ya memang betul yang kamu katakan Riest. Tapi maafkan aku Ries! Walaupun William baik, tapi untuk saat ini aku tidak mau berfokus pada hubungan yang sedikit rumit. Makasih banyak Riest, kamu memang sahabat terbaikku. Baiklah sekarang saat nya kamu berduaan bersama suamimu, aku tidak mau jadi nyamuk yang mengganggu pasangan suami istri yang tengah berbahagia. Hehehe. Dan juga perutku masih sedikit lapar karena perbuatan si pria aneh itu! Huufh!!. Bye Riest!” jawab Dina. Ia pun segera pamit pada Riesta.


Dina pun pergi sembari melambaikan tangan dengan senyuman, menunjukkan gigi gingsul yang putih dan tertata rapih. Kedua mata nya pun ikut tersenyum. Riesta yang membalas dengan senyuman dan lambaian tangan kepada sahabat karib nya yang sudah sangat membantu nya, sewaktu Riesta mengalami keterpurukan karena kedua orang tua yang sudah meninggalkan Riesta begitu cepat.


Riesta pun kembali melingkarkan tangan kanan nya ke lengan kiri Juna yang masih berdiri di sampingnya. Dan mereka berdua pun berjalan bersama Juna mengikuti red karpet dan para tamu yang melihat kedua pengantin yang sedang berjalan memberikan tepuk tangan, ada yang bersorak.


3 Bulan Kemudian


Setelah 3 Bulan. Pasangan pengantin baru memilih untuk cuti dari pekerjaan. Dan mereka berdua pun tinggal di rumah Juna yang sebelumnya. Hari pun sudah pagi dan Juna pun bersiap-siap untuk kembali bekerja, Riesta yang sudah bangun lebih awal sudah berpakaian rapih. Walaupun Riesta sudah menjadi nyonya Sebastian, tetapi Riesta masih ingin menjadi salah satu karyawan di perusahaan sang suami membantu nya, dan selalu ada di sisi sang suami. Riesta yang sudah memakai baju kerja sehari-hari. Dia memakai blouse berwarna soft pink, di kombinasikan dengan blazer tartan berwarna merah stabilo dengan sedikit perpaduan garis-garis berwarna kuning dari brand Gucci yang merupakan hadiah dari ibu Juna sewaktu mereka berdua berbelanja, dan rok span berwarna senada dengan warna blazer. Riesta yang masih memakai celemek bermotif katak dari tokoh sanrio, untuk melindungi baju nya agar dia tidak mengotor blazer pemberian dari ibu mertua nya yang sangat baik kepadanya.


Dan sepatu high heel dari brand Gucci model horsebit loafers berwarna hitam dengan sedikit corak kulit macan tutul. Sepatu yang di kenakan Riesta merupakan barang yang sangat di sukai oleh nya, hampir setiap saat Riesta tidak ingin mengganti sepatu yang lainnya. Karena sepatu nya merupakan pemberian dari mendiang ibu nya, sebab dari itu Riesta sering sekali memakai sepatu seperti model pantofel dan terlihat seperti sepatu yang sudah kuno. Tetapi menurut Riesta tidak penting walaupun sepatu yang dia kenakan seperti model yang sudah ketinggalan zaman dan lain-lain. Dia tetap menyukai sepatu yang di berikan oleh mendiang ibu nya saat Riesta berulang tahun 23 tahun, dan sampai di usia 28 tahun setelah kepergian sang ibu.


\= \= \= TAP \= \= \= \= TAP \= \= \= \= TAP \= \= \= \=


\= \= \= TAP \= \= \= \= TAP \= \= \= \= TAP \= \= \= \=


“ . . . . !”


Wanita itu tiba-tiba sangat terkejut. Pria itu pun memeluk erat-erat pinggang wanita cantik yang sedang memasak di dapur, lalu pria itu menundukkan kepala nya menempelkan dagu ya ke bahu wanita yang sedang di peluk nya saat ini.

__ADS_1


Kemudian pria itu membisikan sesuatu yang membuat daun telinga wanita itu sedikit merah.


“ Istriku, tampak cantik memakai celemek itu. Apakah kamu akan memakai celemek ini nanti malam? Hmm. . .” bisik pria itu. Lalu pria itu dengan sengaja meniup pelan daun telinga wanita cantik itu, hingga membuat wanita itu bergidik geli. Sebab tiba-tiba pria itu meniup daun telinga nya dan membisikan sesuatu hal mesum, hingga membuat kedua daun telinga waanita itu terlihat merah.


Blushh. . . .!!


Wanita tampak sekali menyembunyikan rasa malu nya. Dan wanita itu pun menjawab pria yang merayu nya itu.


“ Pagi hari pikiran mu sudah memikirkan hal yang seperti itu, cepat makan aku sudah membuatkan makanan kesukaanmu.” jawab ketus wanita itu lalu wanita itu pun menggunakan siku tangan nya sedikit menyenggol bagian kanan perut kekar pria yang masih memeluk wanita yang tinggi nya sepundak pria yang merupakan suami nya.


“ Aawwh. . ! Baiklah sekarang aku melepaskanmu. Tapi tidak untuk malam ini, dan aku sangat menanti gaya ganasmu yang lainnya.” ucap Juna dengan senyuman menyeringai nya membisikkan kata demi kata yang keluar dari mulut nya kepada Riesta.


Dan menurut Juna ketika mereka berdua beraksi di atas ranjang, Riesta lah yang lebih agresif ketimbang dirinya. Juna sangat senang saat melihat wajah istri nya yang seperti menikmati nya, lekuk tubuh yang sangat indah di mata Juna saat Riesta mengambil posisi di atas tubuh Juna. Tetapi saat pagi menyambut mereka Riesta akhirnya baru menyadari bahwa dirinya lebih agresif dan itu membuat nya malu untuk mengingat setiap Riesta yang menjadi agresif dan dominan ketika melakukan hubungan Suami dan Istri


“ Pagi buta begini kami sudah memikirkan hal mesum!! Huuffhh!” gerutu Riesta yang heran dengan Juna di pagi buta membisikan hal mesum seperti tadi.


( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )


Bersambung*. . . . .

__ADS_1


__ADS_2