Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
Bersiap siap untuk ke Jepang


__ADS_3

30 menit kemudian. pak Juna keluar dari ruang kerja nya dan sembari ia memberi tanda kepada Riesta untuk bersiap siap terbang ke Jepang melaksanakan meeting nya


"Riesta, ayo kita berangkat. Oh iya pertama ke rumah mu dulu ngambil barang dan pakaian mu yang ingin kamu bawa. Saya tunggu kamu di Parkiran". jawab Juna dan kemudian dia langsung menuju Lift khusus pemilik perusahaan


Setelah itu Riesta menyusul dengan membawa berkas di tangan nya


Dina memanggil Riesta


"Hei Riesta kamu mau kemana?". tanya Dina


"Biasa ada tugas tambahan dari si Bos suruh ikut meeting ke perusahaan Hyunya selama 3 hari dengan si Bos killer. Huft". sahut Riesta dengan nada sebal


"Oh iya Dina tolong banget ya 2 hari lagi kamu minta tolong kepada pak Erik (tukang bersih bersih di kuburan) buat bersihin kuburan ibu saya ya". jawab Riesta.

__ADS_1


"Eh emang sampai berapa hari meeting nya? Kok bisa dadakan sih,kamu ga coba nolak aja?". tanya Dina lagi


"Sampai 3 hari yang pergi meeting nya, sudah aku nolak. Din, tapi si Bos killer nya malah marahin aku kata dia siapa bos nya di sini.". jawab Riesta


"Ya ampun kasian banget kamu ya Ries. Harus sabar ngehadapin bos kayak gitu. Semangat ya Ries". sahut Dina yang langsung memeluk sahabat nya itu dan mengusap usap punggung nya


"Ok. Aku akan urus pemakaman ibu kamu Riesta. Oh iya jangan lupa oleh oleh nya .. hahaha". sahut Dina


"Ok Din. Makasih banget ya dan maaf banget ngerepotin kamu lagi". jawab Riesta dan sembari keluar dari kantor setelah berpamitan dengan Dina


"Terima kasih! pak Gino". sahut Riesta dengan senyum yang alami


"Sama sama. Bu Riesta". jawab pak Gino

__ADS_1


"Pak Gino kita ke rumah Riesta dulu ya pak setelah itu kita langsung ke bandara si Leo sudah menunggu di bandara". perintah Juna kepada pak Gino


"Baik bos". jawab pak Gino


Setelah 45menit kemudian sampai di rumah Riesta karena mobil yang tidak muat untuk masuk ke gang rumah Riesta akhir nya Riesta turun di tempat yang dulu pak Juna pernah mengantarkan nya pulang.


"Pak Juna. Tunggu sebentar ya nanti saya akan kembali secepat nya". jawab Riesta yang sudah turun dari mobil


"Tunggu saya ikut dengan kamu, masa saya harus menunggu di mobil". sahut Juna


"Tapi pak Juna rumah saya sangat kecil dan kumuh pasti pak Juna lebih betah kalau menunggu saja di dalam mobil". jawab Riesta berusaha agar pak Juna tidak ikut. Tapi karena pak Juna orang yang keras kepala tentu saja menolak


"Riesta! Saya akan ikut dengan kamu nanti siapa yang bantu angkatin koper kamu". jawab Juna dan mulai turun dari mobil nya

__ADS_1


Kemudian pak Juna berjalan mengikutin Riesta dari belakang dan akhirnya samapi di rumah Riesta


"Maaf pak. Rumah saya kecil dan berantakan, bapak duduk dulu di sofa itu. Saya ga akan lama". jawab Riesta sambil menunjukkan sofa yang tidak terlalu empuk.


__ADS_2