
“Ssst! Aku butuh bantuanmu sekarang, nanti aku bayar berapapun yang kamu inginkan, asalkan kamu tidak membuat suara yang berisik seperti tadi” ternyata Pria yang membungkam mulut Soo Min adalah pria yang tadi di cari para pengawal yang bertanya kepadanya. Soo Min pun menganggukan kepala nya
“Kenapa kamu melarikan diri? Jangan-jangan kamu menipu para pengawal itu yah?” Soo Min membuka suara nya setelah pria itu tidak membungkam mulut nya lagi. Pria yang berdiri di hadapan nya sedikit tersenyum karena untuk pertamakali nya dalam hidup nya ada seseorang yang tidak mengetahui siapa dia sebenarnya.
“Aku bukan seorang penipu dan juga bukan seorang penjahat, apakah dari wajahku terlihat seperti seorang kriminal” pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah milik Soo Min. Soo Min menjauhkan wajah nya karena pria aneh itu mendekatkan wajahnya hingga membuat Soo Min menahan bidang dada pria aneh itu agar dia tidak mendekatkan wajahnya lagi. Soo Min menelan saliva nya yang sedari tadi dia merasa ketakutan sejak pria aneh itu membungkamkan mulut nya
“La-lalu sebenarnya kalau kamu bukan orang jahat kenapa kamu dicari-cari oleh segerombolan pria itu?”
“Hmm.. itu tidak penting, pokoknya aku benar-benar bukan orang jahat kalau kamu tidak percaya padaku kamu bisa mengecek diriku. apakah aku menyimpan pistol dan juga senjata tajam lainnya” pria itu menyuruh Soo Min untuk mengecek seluruh tubuh nya. Pria itu mengangkat kedua tangan nya kesamping. Soo Min pun tak punya pilihan selain memeriksa pria aneh itu
“Maaf, aku harus mengeceknya. Ini pilihanku satu-satunya” Soo Min pun mulai mengecek pria aneh itu meraba setiap baju nya dan juga celana panjang nya untuk mengecek bahwa dia memang tidak memiliki senjata tajam. Setelah selesai mengecek Soo Min pun perlahan mundur dari pria aneh itu
“Maafkan aku karena sudah menuduhmu yang tidak-tidak, baiklah aku akan menolongmu kamu tidak usah membayarku. Ayo ikuti aku karena di sini tempat jalan pintas untuk sampai ke kos-kosanku, tapi nanti jika kamu berada di kos-kosanku kamu jangan mengambil kesempatan! Kalau kamu berani mengambil kesempatan aku akan melaporkanmu kepada polisi!” ucap Soo Min dia memberikan syarat kepada pria aneh itu agar tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan terhadap diri nya. Pria itu hanya tersenyum setelah mendengar wanita itu tidak ingin dibayar dengan uang miliknya.
“Baiklah, aku janji tidak akan menyentuhmu” jawab Pria aneh itu
Pria aneh itu pun mengikuti Soo Min untuk segera tiba di kos-kosan milik Soo Min yang tidak jauh dari tempat gang sempit itu. Dan agar para pengawal yang mencari nya tidak bisa menemukan dirinya, setelah mereka menyusuri jalanan yang sedikit gelap dan sempit karena itu merupakan jalan pintas untuk menuju ke kos-kosan Soo Min dengan sangat cepat.
\= \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= \= Tuk \= \= \=
\= \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= \= Tuk \= \= \=
__ADS_1
\= \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= \= Tuk \= \= \=
Pria aneh itu tampak kelelahan dan dia merasa sedikit khawatir kenapa sedari tadi dia dan wanita itu melewati jalanan yang cahaya nya sangat minim sekali.
“Hey! Kamu tidak sedang membohongi ku kan?” tanya pria aneh itu memegangi bahan bagian belakang blouse Soo Min dengan sangat erat.
“Tidak. Tenang saja aku tidak akan membohongimu, ini satu-satu nya jalan agar kita tidak bertemu dengan segerombolan pria yang mencarimu. Sebetulnya aku juga paling benci harus lewat jalanan yang seperti ini, tapi karena aku merasa bersalah telah berteriak dan menuduhmu sebagai pembunuh sehingga para pengawal itu mencari sumber suaraku karena berteriak. Maafkan aku, jadi ini sebagai permintaan maafku padamu aku menolongmu dari segerombolan pria itu”
“Oh iya ngomong-ngomong apa kamu takut dengan kegelapan?” tanya Soo Min yang merasa bahan blouse nya dipegang dengan sangat erat.
“Ti-tidak, mana ada seorang pria yang takut kegelapan! Aku takut kalau kamu membohongiku dan meninggalkanku sendirian disini” pria aneh itu beralasan agar tidak terlihat seperti seorang pengecut yang takut dengan kegelapan. Soo Min yang masih berjalan pelan dia sedikit tidak percaya perkataan pria aneh itu
“Hmmm? Benarkah begitu? Tenang saja kan sudah kubilang aku tidak membohongimu. Apa diwajahku terlihat seperti sedang membohongimu?”
Karena menurut nya bekerja menjadi seorang idol hidupnya menjadi tidak bebas seperti sekarang, hidup sebagai seorang idol sangat berat setiap dia pergi keluar, pergi main dengan teman, dan lain sebagai nya pasti seorang fans akan mengikuti nya terus. Apalagi kalau ada seorang sasaeng yang tidak menyukai nya pasti akan melakukan hal yang lebih mengerikan lagi kepadanya dan juga kepada orang-orang yang ia sayangi, walaupun sang ayah memaksa nya sebagai seorang idol tetapi dia tetap tidak mau.
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
__ADS_1
Setelah 10 menit mereka melewati jalan yang sempit itu akhir nya mereka berdua tiba di sebuah rumah tingkat, rumah itu terdapat banyak sekali pintu dan juga jendela sebagai jarak antara satu kos ke kos yang lain, kos - kosan Soo Min berada di lantai yang paling atas karena ukuran nya tidak terlalu luas dan juga termasuk kos-kosan yang paling murah harga nya sebab ruangan itu sebelumnya merupakan ruangan penyimpanan gudang. Soo Min kemudian mengajak pria aneh itu untuk segera naik ke anak tangga yang sudah berada didepan mata nya.
“Kita sudah sampai”
“Woow! Apakah ini kos-kosan milikmu?” Pria aneh itu terkagum kagum melihat rumah kos-kosan yang sangat besar walaupun lebih besaran rumah nya daripada rumah kos-kosan milik Soo Min.
“Iya, ayo ikuti aku naik ke atas” Soo Min pun mulai melangkahkan kaki nya menaikki anak tangga itu kemudian diikuti oleh pria aneh yang masih memakai masker hitam
\= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= \= Tuk \= \= \=
\= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= \= Tuk \= \= \=
Mereka menaiki anak tangga sudah cukup tinggi seperti menaiki lantai tiga di mall. Dan setelah itu Soo Min pun berhenti tepat didepan pintu berwarna putih dan juga jendela putih itu, pria aneh itu merasa aneh kenapa setelah naik anak tangga yang cukup tinggi itu akhir nya wanita itu malah berhenti didepan pintu halaman nya terdapat kebun bunga dan juga tanaman yang lain. Soo Min pun menekan tombol pin nya dengan sangat cepat dia pun memperSilakan pria aneh itu untuk masuk.
“Silakan masuk, nanti kamu tidur di sofa jangan pernah memasuki area kamar tidurku!”
Soo Min memberikan peringatan terlebih dahulu kepada pria aneh itu.
“Baiklah, permis— eh?” Mata belakak pria aneh itu setelah melihat ruangan yang saat ini ia menginjakkan kaki di ruangan yang tidak seluas kamar mandi miliknya. Pria aneh itu sangat terkejut, karena dia sudah salahpaham mengira bahwa kos-kosan milik wanita itu seluas saat pertama kali dia tiba. Soo Min hanya tersenyum dia sudah mengira pasti pria aneh itu salahbpaham karena mengira kos-kosan dia sangat luas seperti mereka berdiri didepan rumah pemilik kos-kosannya.
“Oh benar, aku akan meminjamkanmu baju milik mendiang ayahku. Dan kamu harus duduk di sofa ini jangan banyak bergerak ataupun melakukan hal yang mencurigakan kalau aku melihatmu tidak mengikuti perintahku aku akan memanggil polisi secepatnya untuk mengusirmu secara tidak hormat! Mengerti!” Soo Min melepaskan sepatu high heel nya dan meletakkan tas nya di atas meja komputer. Saat ini yang Soo Min inginkan adalah mandi dengan air hangat untuk merilekskan seluruh tubuhnya akibat bekerja seharian dan juga membersihkan tubuh nya yang lengket.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤