
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Semua wanita selalu mengejar-ngejar dengan cara apapun untuk mendapatkan perhatian dari nya, ada yang menjual tubuhnya, ada yang merayu dan menggoda nya. Dan lain sebagai nya bagi William wanita yang selalu mengejar-ngejarnya sudah tidak memiliki harga diri, dia paling benci dengan wanita yang hanya mencintai harta, status yang tinggi dan juga ketampanan dari wajah nya.
Menurut William wanita seperti tidak pantas untuk di cintai, terutama wanita yang mementingkan status sosial nya daripada harga dirinya. William sangat membenci wanita yang tidak bermoral walaupun wanita itu berpendidikan tinggi, cantik, kaya. Tetapi wanita itu sangat sombong kepada orang yang tidak sederajat dengan nya. Dan wanita itu membanggakan diri nya sendiri karena dia memiliki segala nya.
Berbeda dengan sewaktu dia bersama dengan Riesta ketika dia masih berumur sekitar 8 tahun. Riesta yang sangat polos dengan sifat nya yang sewaktu itu sangat manja kepada William. Seperti, ketika dia ingin sekali makan permen. Riesta merengek sekeras-keras nya karena kedua orang tua nya tidak memperbolehkan nya terlalu banyak makan permen karena jika Riesta memakan terlalu banyak permen malam hari Riesta akan merengek, memegangi bagian bawah pipi nya. Dan ibu nya Riesta yang sudah mengetahui bahwa Riesta sakit gigi memarahi nya sebab Riesta masih saja tidak menurut karena diam-diam Riesta memakan banyak permen. Atau jika saat kedua orang tua nya sedang tidak ada dirumah. Riesta selalu menginap dirumah William, walaupun dirumah Riesta sudah banyak pelayan. Tetapi Riesta masih merasa takut ketika dia tidur sendirian. Jadi, mendiang ibu nya Riesta meminta tolong kepada orang tua William menitipkan Riesta yang sewaktu masih kecil Riesta sering sekali sakit-sakitan. Karena tubuh kecil Riesta yang sewaktu kecil sering sekali sakit, jadi karena itu kedua orang tua Riesta sebenarnya sangat tidak tega untuk meninggalkan Riesta sendirian dirumah.
Tapi karena urusan yang mendesak jadi orang tua Riesta tidak mempunyai pilihan yang lain, mereka pun kadang sering meminta tolong pada keluarga Stallone menitipkan anak semata wayang mereka. Persahabatan kedua keluarga itu sangat erat dan saling membantu jika ada sesuatu masalah terjadi. Tetapi tak lama kemudian keluarga Stallone pindah ke negara Tokyo, Riesta pun yang sudah menganggap William sebagai kakak yang sangat baik kepada nya, Riesta pun menangisi saat melihat William akan pergi meninggalkannya. Riesta sangat bersedih karena tiba-tiba sahabat nya yang selalu menyayangi nya , dan menjadi teman bermain sewaktu dia masih kecil sudah tidak berada didepan rumah Riesta, setiap hari nya Riesta hanya melihat rumah kosong yang merupakan bekas tempat tinggal William, kadang terlintas bayangan dimata Riesta sesaat melihat rumah itu dia melihat William yang melambaikan tangan nya dari kejauhan dan memanggilnya.
“ Riesta! Ayo kita main!.” William memanggil Riesta untuk bermain bersama sewaktu William masih tinggal didepan rumah yang saat ini sudah kosong tidak ada suara yang memanggil anak perempuan itu.
Hingga kini setelah 18 tahun tidak bertemu William yang sewaktu itu akhirnya bertemu dengan sahabat nya saat dia harus menggantikan ayah nya untuk datang ke rapat klien nya di perusahaan Hyunya. William sangat tahu punggung belakang sahabat kecil nya itu, dan dia pun memanggil nama wanita itu yang masih berjalan memegang dokumen di tangan kanan nya. Dan ternyata wanita yang dipanggil oleh nya memang sahabat kecil nya dan sekaligus orang yang dia cintai selama 18 tahun, dia ingin sekali memeluk wanita itu dengan erat dan memberitahu nya bahwa dia menyukai nya sejak dia masih kecil. Tetapi ketika dia sudah mengumpulkan keberanian untuk pengakuan kepada wanita itu, ternyata wanita itu sudah memiliki pria lain di hati nya dan William masih dianggap sebagai kakak yang baik kepada nya.
Ya akhirnya pun karena dia ingin melihat sahabat nya bahagia, dia pun merelakan nya. Dan dia juga mengancam kepada pria yang sudah berhasil mendapatkan hatinya Riesta di saat mereka berdua akan meninggalkan Tokyo dan kembali ke Korea.
__ADS_1
“ Jagalah Riesta baik-baik, dan satu lagi kalau kau membuat Riesta menangis aku tidak akan segan merebut Riesta darimu dan juga membuatmu menghilang dari hadapannya Riesta dan didalam hatinya! INGAT itu baik-baik Juna Sebastian!!.”
Karena itu pun William memutuskan untuk menemui kembali sahabat nya setelah beberapa bulan, sewaktu mereka bertemu kembali di tokyo itu. Tetapi naas nya dia harus berurusan dengan wanita yang galak dan yang meninju perut nya dengan kekuatannya, untung saja dia memiliki bakat akting yang terpendam jadi dia bisa menggunakan nya di seperti saat ini. Agar dia juga tidak di usir dari perusahaan Marsh.
Dan akhirnya pun wanita yang meninju perut itu membantu nya. Ya, kalau saja Dina tidak ceroboh meninju pria pasti dia tidak akan mendapat masalah yang merepotkan seperti ini.
“ Oke aku akan membantumu! Biarkan walaupun menurutmu sifatku ini seperti seekor Kanguru, itu untuk berjaga-jaga ketika aku sedang dalam situasi yang tidak aman. Dan aku akan membantumu kali ini, tetapi kamu harus syarat kepadaku dulu!.” jawab Dina dia membuat perjanjian dengan William yang masih duduk di sofa ruang tunggu. Tetapi Dina belum mengantarkan William ke tempat dimana Riesta tidak pernah melewati tempat itu.
“ Terima kasih sudah membantuku, jadi aku akan memaafkanmu dan tidak akan melaporkan perbuatanmu yang sudah melakukan kekerasan terhadapku kepada pihak polisi. Syarat?? Syarat seperti apa maksudmu?.” tanya William sembari berpura-pura sakit memegangi perutnya.
“ Syarat kalau kamu sudah bertemu dengan Riesta. Kamu harus segera meninggalkan tempat ini, kamu jangan lama-lama berdekatan dengan nya dan satu lagi kamu jangan membuat keributan yang lebih di perusahaan ini! Paham!? Walaupun kamu persahabatan dengan Riesta tapi tetap saja itu tidak boleh!!.” Dina menyebutkan 3 syarat kepada William.
“ Haizz. . . . . Aku harus memberitahumu untuk sekali lagi, sepertinya kamu sudah tahu kalau Riesta sudah memiliki seorang pacar kan?.” Tanya Dina mengangkat dagu nya sedikit dan kedua tangan nya memegangi pinggang nya. Dengan tatapan tajam melihat kedua mata William yang berwarna coklat.
William menganggukkan kepala nya, tanda dia sudah mengerti apa yang dikatakan oleh Dina.
“ Jadi kamu tidak boleh berlama-lama dengan nya apalagi berciuman. Dan juga Riesta dan Direktur Juna akan segera menikah dalam waktu 1 minggu lagi. Jadi, kamu jangan merusak kebahagiaan Riesta. Paham! Apalagi kalau direktur Juna melihatmu bersama dengan Riesta, mungkin akan lebih buruk daripada sebuah tinjukan dariku.” ujar Riesta yang memberi peringatan kepada William agar tidak macam-macam kepada Direktur Juna. Jika William mencari gara-gara dengan Juna, William sudah di kubur hidup-hidup oleh kedua tangan Juna. Tidak perlu menggunakan batu nisan.
GLEK!
__ADS_1
William hanya mengangguk dan menelan saliva nya setelah mendengar kata terakhir yang diucapkan oleh Wanita itu.
“ Lebih parah dari tinjukan darinya! Mungkin aku akan mati di tangan Juna, bila mencari gara-gara dengan Juna. “ batin William saat mendengar peringatan dari dina agar tidak mencari masalah dengan Juna yang merupakan Rival cinta sahabat masa kecil.
“ Oh benar aku lupa, kamu belum memberitahu namamu. Jadi akan lebih mudah kalau suatu saat kemari lagi.” sahut William karena sejak tadi wanita itu tidak memberitahu nama nya, dan dia langsung meninju perut nya ketika William menyebut nama Riesta kepada wanita itu, dan seperti nya William tahu bahwa dia adalah teman dekat Riesta karena sangat terlihat betapa baik, perhatian, dan juga wanita itu tahu banyak tentang Riesta melebihi nya. William pun merasa sedikit lega setelah mengetahui Riesta akan segera menikah dan dia memiliki teman yang baik disini, dia sewaktu berada di Tokyo William sangat khawatir kepada Riesta apakah selama dia pergi dia memiliki teman yang akan selalu bersama nya.
Apalagi sewaktu William mendengar berita dari Juna bahwa kedua orang tua Riesta sudah meninggal, William sangat terkejut. Setelah melihat sahabat kecil nya itu melalui hari-hari dengan kesendirian, ketakutan dan lain-lain. Tapi setelah William mendengar pertama kali bahwa Riesta sudah menemukan cinta sejati nya yang akan selalu mencintai, menyayangi dan melindungi nya seumur hidup. William merasa sangat lega.
“ Hahh?? Ngapain aku harus memberitahu namaku kepada pria aneh sepertimu? Dan juga setelah Riesta datang, aku tidak akan pernah bertemu lagi denganmu kan?.” jawab dengan nada masam dan wajah jutek nya.
“ Oh baiklah nanti aku akan bertanya langsung kepada kalung ID yang dipakai olehmu.” jawab William dan langsung menarik nama ID pengenal yang biasanya di pakai oleh seluruh karyawan.
“ EEHH!!.” teriak Dina. Karena tiba-tiba William menarik kalung ID nya dan membuat Dina tercekik.
Karena William tiba-tiba menarik ID itu Dina ikut ditarik oleh William, hingga membuat jarak diantara mereka sangat dekat. Dina pun melihat dengan sangat dekat wajah William pria yang menyebalkan itu, kedua mata Dina melihat baik-baik tanpa berkedip wajah pria itu tampan jika dia tidak banyak bertingkah seperti tadi.
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )
Bersambung*. . . . .
__ADS_1