Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Menolong atau Mengabaikannya?


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


AUTHOR is the BACK AGAIN!! 🥰🥰


Dina yang mendengar cerita itu dari Riesta langsung ikut gembira. Akhirnya, setelah beberapa tahun Riesta mempunyai seorang pria yang akan selalu menjaga, menyayangi, mencintai, dan melindungi nya.


Kembali lagi ke cerita Dina yang berusaha untuk memberikan waktu Riesta dan Juna untuk menghabiskan waktu berdua, Dina harus tetap mencegah William ini agar tidak mengganggu waktu mereka berdua yang saat ini masih berada dirumah.


“ Cepat bawa aku menemui Riesta! Aku ingin sekali bertemu dengan sahabatku yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.” William tetap berakting agar membiarkan Dina memanggil atau mengantarkan nya ke tempat meja kerja milik Riesta.


“ Apa yang harus aku lakukan?? Jika aku menolong nya pasti pak Juna akan memarahiku habis-habisan, tapi kalau aku tidak menolong nya. . . . .


Jika dia benar-benar memiliki penyakit yang serius dan tinggal hanya menghitung hari . . . . Akkkhh!! Aku bingung. Kenapa dia harus menunjukkan wajah yang seperti itu??.” Batin Dina menggigit bibir bawah nya, dia merasa bimbang harus memilih yang mana.

__ADS_1


Dina yang bingung harus menjawab apa, karena wajah pria yang saat ini sedang duduk di sofa seperti seekor kucing yang sangat ingin bertemu dengan ibu nya. Dina juga kasihan terhadap pria ini penyakit nya kambuh karena pukulan darinya, tetapi dia juga tidak ingin mengganggu waktu Riesta dan juga Direktur Juna.


Di sisi lain jika dia menolong pria ini pasti direktur Juna akan memecatnya walaupun Dina merupakan sahabat karib dari calon istri nya, dan disisi lain jika dia tidak menolong pria ini jika suatu hari nanti dia tidak bertemu dengan Riesta pasti dia akan menjadi hantu yang selalu mengganggu hidupnya Dina.


Dina diblok oleh kedua pilihan yang sangat membingungkan dan akhirnya pun dia memilih pilihan kedua. Dia pun berbohong kepada pria aneh ini dengan memberitahu kepadanya bahwa Riesta tidak ada di ruang kerjanya saat ini.


“ Maaf pak, tapi sejak tadi pagi Riesta sudah pergi dengan direktur Juna untuk bertemu dengan klien yang sangat penting. Jadi sampai sekarang Riesta belum kembali lagi ke ruang kerja nya, lebih baik anda segera pulang dan beristirahat dirumah anda. Dan jika nanti Riesta sudah kembali saya akan menghubungi anda, jadi anda tidak terlalu lelah menunggu.” ucap Dina dia pun memberikan pilihan kepada William. Agar dia tidak membuat keributan lebih besar lagi di perusahaan Marsh. William pun berdiam sejenak dia sedang memikirkan untuk tetap menemui Riesta dimana pun dia berada saat ini. Tetapi melihat wanita yang di depan nya sudah memperlakukan dia dengan baik, dan dia seperti nya belum mengetahui bahwa dirinya akting agar dia tidak diusir dari perusahaan Marsh oleh para penjaga keamanan.


“ Hmm. . . .” suara William dia memegang dagunya sendiri memejamkan kedua mata nya memikirkan pilihan yang tepat karena pasti jika dia memilih pilihan pertama dia harus kembali lagi ke hotel, pasti dia tidak akan memberikan kejutan kepada Riesta. Dan yang pasti wanita yang ada didepannya mungkin saja bisa menipu nya dan tidak memberitahu bahwa Riesta telah kembali ke kantor. jadi akhirnya dia pun memilih pilihan kedua dia kembali berakting lagi dan dia pun meminta tolong kepada Wanita di depan nya ini untuk tidak memberitahukan kepada Riesta bahwa dia sudah berada di perusahaan ini.


“ Jeezz. . . Wanita ini malah mengusirku, lebih baik aku kerjain saja dia. Apalagi pukulan wanita ini sungguh sangat kuat, maafkan aku ya! Aku harus menunjukkan bakat aktingku lagi.” batin William menyipitkan mata nya dia pun memulai kembali akting nya agar wanita ini membantu nya.


Dina yang amarah nya semakin ditahan karena melihat pria yang sangat keras kepala ini, dia sangat ingin menendang keluar pria ini dengan kedua tangan nya yang sekarang sudah sangat gatal. Tetapi karena ternyata pria ini memiliki penyakit jadi dia hanya menghela nafas panjang.


Huufh!!


“ Dina kamu harus tahan amarahmu! Jangan karena kamu sudah tidak tahan amarahmu ini akan berakibat fatal untuk masa depanmu nanti. Dan pasti akan lebih sulit untuk mencari pendamping hidup daripada harus mencari pekerjaan!.” batin Dina pandangan mata dina seperti sebuah katana pedang yang tajam dan ingin menebas habis pria yang sangat menyebalkan ini. Pria yang sudah dewasa tapi sifat nya seperti anak kecil yang sedang merengek tidak ingin pulang.

__ADS_1


Akhirnya Dina pun berhasil menahan amarahnya. Dina pun dengan suara yang lembut, menjawab permintaan William.


“ Baiklah kalau itu pilihan anda, jadi saya akan membantu anda. Lalu apa yang bisa saya bantu?.” tanya Dina dengan senyuman kaku nya. Dan dia pun akhirnya memilih untuk membantu William


William tersenyum samar. Setelah dia berhasil membuat wanita ini tidak mengusir nya pergi, William sangat bangga dengan akting nya yang luar biasa melebihi aktor yang di drama-drama.


“ Yeahh!! Aktingku berhasil! Lebih baik aku menyuruh wanita ini untuk tidak memberitahu Riesta bahwa aku ada di perusahaan Marsh, dan meminta nya untuk mengantarkan ku ke tempat yang bisa membuat Riesta terkejut karena kedatanganku.” batin William yang tersenyum-senyum sendiri dan Dina yang melihat pria aneh ini tiba-tiba tersenyum sendiri seperti orang gila. Dina merasa bahwa pria aneh ini memang sedikit gila


“ Kenapa dia tiba-tiba tersenyum-senyum sendiri? Apakah karena penyakit nya memang sudah akut , hingga membuat saraf otak nya jadi rusak? Lebih baik aku tidak lagi berurusan dengannya.” Dina bermonolog tanpa suara dan masih memandang William dengan penuh ke anehan. Dan Dina menilai bahwa pria aneh ini sedikit gila.


“ Hmm...? Kamu jangan menghubungi Riesta ataupun direktur Juna kalo saya sudah berada di perusahaan ini. Dan apakah di tempat ini ada tempat persembunyian yang lebih aman? Disini terlalu ramai dan pasti ini jalan yang biasa dilalui oleh semua karyawan kan?.” ucap William dan dia pun bertanya kepada wanita yang saat ini didepan nya untuk membantu dirinya mencari tempat persembunyian yang lebih aman, agar surprise nya untuk membuat Riesta terkejut tidak gagal.


“ Iya baiklah, saya janji saya tidak akan membocorkan surprise anda ataupun menghubungi Riesta dan pak Juna, saya akan memapah anda ke tempat yang lebih tersembunyi. Apakah anda puas? Anda sudah membuat saya kerepotan!.” jawab Dina dengan nada yang tegas.


“ Hah? Aku membuatmu kerepotan? Hmm..? Kalau kamu tidak meninju ku dengan pukulan yang sangat kuat mungkin kamu tidak akan terlibat disituasi seperti ini, tapi ini terakhir kali nya aku meminta tolong kepadamu. Dan juga aku untuk pertama kali nya melihat seorang wanita yang sifat nya sangat mirip seperti kanguru, walaupun kamu cantik. Tetapi, tetap saja sifatmu tidak lembut seperti Riesta.” ucap William karena baru pertama kali dalam hidupnya dia ditinju dengan seorang wanita, karena sewaktu dia tinggal di Tokyo.


( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )

__ADS_1


Bersambung*. . . . .


__ADS_2