Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Ucapan dari Tuan Jang ?


__ADS_3

Tuan Jang yang sudah menunggu sedari tadi pun menyambut dengan ke ramah-tamahan


“pak Gavin maaf karena saya memesan tempat yang cukup jauh dari kantor Anda, pasti Anda sangat lelah setelah perjalanan yang cukup jauh. Sekretaris Park kamu semakin hari semakin cantik saja, ayo silakan duduk dan jangan lupa pesan makanan yang di inginkan”. Sambut ramah Tuan Jang dan memuji Soo Min yang membuat pak Gavin mengerutkan dahi nya karena menurut pak Gavin, Tuan Jang seperti sedang merayu Soo Min


“Tuan Jang bisa saya, maaf tadi saya sedang diet Tuan Jang. pak Gavin apa Anda ingin makan Beef Carpaccio atau Gimbap?”.


Gavin mengambil daftar menu yang di tangan Soo Min dia pun melihat daftar menu, Tuan Jang memanggil Waitres untuk mencatat makanan yang akan di pesan. Waitres pun datang tak lama kemudian, pak Gavin menyebutkan apa yang di pesan nya . Tuan Jang seperti biasa memesan wine


“Beef Carpaccio, gimbab, crispy pork. Dan 2 botol Wine Domaine tahun 1990”.


Ucap Soo Min yang memberitahu kepada Waitres nya pesanan untuk dua orang pria.


“Baik, silakan ditunggu sampai makanan siap”. Waitres itu sudah mencatat makanan yang di pesan oleh Tuan Jang dna juga pak Gavin


“Tuan Jang masih menyukai Wine di umur Anda yang sudah tidak muda lagi? Seharusnya Anda kurangi minum Wine untuk kesehatan Anda”. pak Gavin berbicara sangat santai dan terlihat mengkhawatirkan klien yang sudah bekerja sama dengan nya selama 3 tahun


Tuan Jang hanya tertawa kecil dan tersenyum sangat santai karena nasehat dari pak Gavin.


“Ha...haha, apa aku terlihat setua itu kah? Aku masih merasa kalau aku minum Wine mengingatkan seperti kembali ke umur 30 tahun, dengan semangat masa muda”. Tuan Jang yang sudah berumur 45 tahun dia seperti merasa kembali ke masa muda nya.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= CREK \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Tak lama kemudian Waitres itu memberi 2 botol wine dan 3 gelas kaca berkaki


“Silakan, maaf membuat Anda menunggu lama”. Waitres itu meletakkan 2 botol Wine dan juga 3 gelas. “Maaf bisa kah saya memesan Orange Juice? Karena saya menyetir”. potong Soo Min dan memesan orange juice kepada Waitres. “Baik bu”.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


 


45 minutes later


 


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Akhir nya pesanan mereka sudah tiba. Karena menunggu terlalu lama membuat mereka selesai membicarakan tentang bisnis antara Tuan Jang dan juga Pak Gavin. Soo Min melakukan pekerjaan sebagai sekretaris dengan mencatat apa yang menurut nya penting, setelah pesanan sudah tiba Soo Min meminta izin kepada Tuan Jang. Menuruti apa kata Pak Gavin untuk tidak membuat diri nya di benci oleh Tuan Jang.

__ADS_1


“Tuan Jang, maaf saya harus permisi ke toilet.”


“Ya tidak apa-apa. Kembalilah kesini lagi sekretaris Park sudah selesai”.


Soo Min lekas pergi dari ruangan Privasi itu. Dia masih memikirkan apa yang di beritahu oleh pak Gavin mengenai Tuan Jang yang tidak suka kalau liat orang makan seperti anak kecil blepotan, Soo Min berpikir Tuan Jang tidak seperti itu beliau terlihat sangat ramah. Tapi sebagai bawahan nya pak Gavin, Soo Min hanya mengikuti perintah dari atasan nya dia tidak boleh melanggar itu.


Di dalam ruangan yang privasi itu. Ketawa kecil terukir dari bibir pria Tampan itu yaitu pak Gavin.


“Dia benar-benar mempercayai nya”. pak Gavin berbicara dalam hati nya setelah dia melihat Soo Min itu pergi karena itu Trik yang di buat oleh pak Gavin, pak Gavin membohongi Soo Min agar ketika urusan dia bersama Tuan Jang sudah selesai. Soo Min akan kelaparan dan pak Gavin bisa makan malam bersama sekretaris yang sudah bekerja selama 7 tahun


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Di Toilet khusus perempuan. Seorang wanita berumur 27 tahun sedang berbicara sendiri sambil memandangi pantulan diri nya di cermin


“Huff! Kapan aku harus bilang kepada pak Gavin bahwa aku ingin mengundurkan diri”. Soo Min melihat cermin di kamar mandi dan memandangi diri nya. Dia teringat bahwa ada sesuatu yang sangat penting untuk di beritahu kan oleh pak Gavin


“Hmm?”. Tuan Jang terlihat seperti sedang mencari dan menunggu seseorang


“Anda sedang menunggu siapa Tuan Jang?”.


“Sekretaris Park, tadi dia meninggalkanku pesan dia tidak kembali lagi kesini”


“Jadi dia tidak kembali kesini”. wajah kecewa Tuan Jang sangat jelas terukir di wajah nya yang sesang menahan hangover karena pengaruh alkohol


“Oh iya pak Gavin? Apakah kamu sudah memiliki pasangan yang cocok? Di umur mu yang sudah menginjak 30 tahun seharusnya sudah menggandeng pasangan. Bukan mengandeng dokumen, aku pikir kamu dan sekretaris Park sangat serasi apalagi sekretaris Park sudah bekerja dengan mu 7 tahun. Dia pasti akan menjadi pasangan yang terbaik untuk pak Gavin”.


Tuan Jang mencomblangi Gavin dengan sekretaris Park Soo Min dan membuat pak Gavin memikirkan apa yang di bilang oleh Tuan Jang


“Dia hanya sekretaris saya Tuan Jang, tidak mungkin kita akan memiliki perasaan suka. Dia hanya melihatku sebagai atasan dan saya pun sama menganggap dia sebagai karyawan teladan”


“Kalau saja anak ku segera pulang dari dinas luar negeri nya, aku akan menyuruh nya untuk melamar —”. Ucapan Tuan Jang semakin ngawur karena dia sudah berada di pengaruh alkohol. Kemudian Tuan Jang tertidur tanpa melanjutkan bicara nya yang masih menjadi teka teki bagi pak Gavin


Gavin pun kemudian segera memanggil Asisten pribadi Tuan Jang untuk menyuruh nya membawa Tuan Jang yang tidak sadarkan diri dan tertidur sangat pulas


Setelah 15 menit Soo Min menunggu pak Gavin di luar di dalam mobil mewah itu. Tiba tiba perut Soo Min berbunyi


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= Kruyuk \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=

__ADS_1


“Kenapa pak Gavin sangat lama sekali, perutku sudah sangat lapar dan aku juga ingin segera berbaring nyaman di kasur empuk”. Soo Min melihat jam tangan nya di pergelangan tangan kiri melihat bahwa sudah menunjukkan pukul 5 sore. Soo Min kemudian melihat sosok bayangan tinggi yang baru saja keluar dari Restoran itu, Soo Min mengenali sosok bayangan yang cukup jauh dari pandangan nya. Dia pun segera membukakan pintu belakang mobil dan memperSilakan atasan nya pak Gavin dengan sangat sopan.


“Apakah kamu sudah menunggu di sini sangat lama?”. tanya pak Gavin yang sudah masuk ke dalam mobil dan melihat wajah yang sedikit lesu dari muka Soo Min


“Tidak pak Gavin, baru saja mobil nya di ambil oleh Valet parking. Kita akan menuju ke apartemen pak Gavin atau ke kantor?”.


“Kita akan ke Restoran tempat biasa”.


“Baik pak Gavin, apakah ada anda ingin bertemu dengan Klien lagi?”.


“Bukan klien tapi ada seorang yang ingin aku ajak, dan pasti dia sudah menunggu”. pak Gavin melihat dari kaca spion yang ada di dalam mobil menatap Soo Min


“Apa dia ingin membuatku lembur lagi? Tatapan yang sangat menyebalkan. Ahh! Tuhan berikan aku sedikit kekuatan untuk menghadapi nya!”. batin Soo Min berbicara dalam hati karena dia tidak bisa membayangkan kehidupan yang sangat indah ketika dia sudah pulang dan berada di kontrakkan nya.


Setelah 1 jam perjalanan mereka dari Restoran Jungsik dan mereka berdua sampai di Restoran yang tidak kalah mewah dari sebelum nya.


Soo Min membukakan pintu nya untuk pak Gavin dan setelah pak Gavin sudah turun dari mobil. Soo Min terdiam tidak mengikuti langkah kaki nya pak Gavin


“Kenapa kamu diam di sana?”.


“Bukan nya kita tidak bertemu dengan Klien pak Gavin? Jadi lebih baik saya menunggu di dalam mobil saja”. Soo Min berdiri sopan dan tersenyum sopan


“Apakah kamu tidak ingin makan?”


“Tapi pak Gavin nanti saya akan membuat orang spesial pak Gavin merasa terganggu karena keberadaan saya”. Tolak halus Soo Min dia tidak belum tahu bahwa pak Gavin kemari karena hanya ingin makan berdua dengan Soo Min


“Ikut saja dengan ku!”. pak Gavin menarik tangan sekretaris nya dan membuat sekretaris Park terseret karena pak Gavin menarik tangan nya


\= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= \= Tuk \= \= \= \= \=


\= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= \= Tuk \= \= \= \= \=


“Silakan Tuan dan nona ikuti saya”. Waitres itu menyambut mereka berdua karena sebetulnya Gavin suda memesan meja untuk dua orang di tempat yang sangat spesial


Ketika Waitres itu mengantarkan mereka di tempat yang di pesan oleh pak Gavin. Tiba tiba Soo Min melepaskan gandengan tangan nya dan melihat pemandangan yang sangat Indah dan melihat pemandangan Sunset yang sangat indah


“Cantik nya....”. Soo Min menikmati pemandangan yang ada di depan nya matahari mulai tenggelam dengan sedikit langit berwarna oren.


Setelah melihat Sunset. Soo Min baru tersadar bahwa di hanya ada dua kursi di tengah meja berbahan kayu yang sangat mengkilap itu.


“Kenapa kursi nya hanya ada dua saja? Bukan nya seharusnya ada 3 kursi?”. wajah terkejut nampak dari wajah cantik Soo Min


“Ha...haha.. apa kamu percaya apa yang aku bilang kepadamu? Orang yang sedang menunggu itu adalah sekretaris Park”. pak Gavin memundurkan kursi meja makan nya dan memperSilakan Soo Min untuk duduk


“Silakan nikmati hasil kerja kerasmu selama ini. Sekretaris Park”.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤


__ADS_2