
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
“ Tapi aku tidak tahu nama nya, yang aku tahu badan nya tinggi dia setinggi leherku, rambut nya agak berantakkan, dan dia memakai jas hitam kemeja warna navy. Itu saja yang aku tahu selebih nya tidak tahu.” ucap William yang memberitahukan ciri-ciri pria yang membuat Dina menangis. Dan Riesta pun mengingat-ngingat karyawan pria yang memakai kemeja Navy, dan memiliki tinggi yang kurang dari William.
“ Wajah nya? Bagaimana wajah nya?.” tanya Riesta yang masih belum menemukan identitas pria yang sudah disebutkan ciri-ciri nya oleh William. Dia pun kembali bertanya tentang wajah pria itu kepada William.
“ Wajah nya aku tidak melihat jelas karena dia sedang berciuman dengan seorang wanita berpakaian minim, dan setelah itu teman mu berdiam seperti patung dan habis itu aku menarik tangan nya dan menjauhkan wanita Kanguru itu dari kedua orang yang sedang berciuman. Oh benar saat aku menggenggam tangan nya, tangan nya gemetaran dan dingin dan satu lagi saat aku berhenti mendadak karena tidak tahu kantin nya mata nya merah dan lebam seperti nya dia menangis diam-diam di tengah perjalanan.” jawab William yang akhirnya mengingat tentang wanita sexy yang bersama dengan pria itu, lalu dia pun kembali memberitahukan ciri-ciri seorang wnaita sexy yang tengah berciuman dengan pria yang membuat Dina menangis. Sembari menyeruput ice americano yang tadi dipesannya.
Sruupt!
__ADS_1
“ Hmm . . . Wanita berpakaian minim? Seperti nya aku sudah tahu kenapa Dina menangis.” sahut Riesta akhirnya dia tahu kenapa Dina menangis, dan tentu saja Riesta sangat tahu wanita sexy yang disebutkan ciri-ciri nya oleh William.
“ Oh benarkah? Jadi siapa pria itu?.” Wajah William terlihat berbinar-binar menggenggam sumpit nya di tangan kanan.
Riesta kemudian menceritakan tentang pria yang bernama Renald kepada William, sambil dia memakan makanan yang tadi sudah di pesan nya. Riesta memberitahu bahwa diam-diam Dina menyukai Renald, tetapi entah Renald menyadar nya atau tidak tentang perasaan Dina kepada Renald. Dan sebelum pergantian direktur, Renald menyukai Riesta apa pun yang di berikan oleh Dina kepada Renald seperti makanan, minuman, kue, dan lain - lain Renald malah memberikan itu semua ke Riesta, Riesta yang sudah tahu bahwa semua yang di berikan Renald dari Dina. Riesta menolak itu semua, dia tidak ingin melukai ataupun menyakiti hati teman baik nya. Dan sewaktu itu pun Riesta tidak ingin memikirkan tentang mempunyai seorang pacar, ataupun hubungan romantis.
“ Ooh jadi cerita nya seperti itu, Huum . . .!.” jawab William yang menganggukkan kepala nya terus – menerus. Saat mendengar semua cerita tentang Dina yang menyukai Renald, tetapi pada akhirnya cinta Dina hanya bertepuk sebelah tangan.
Tapi dalam hati kecil William, dia merasa empati terhadap Dina. Apalagi soal nasib percintaan nya yang bernasib sama seperti nya, hanyalah sebuah Cinta yang bertepuk sebelah tangan.
“ Apakah sekarang kamu sudah mau mengakui kelebihan Juna? Will . . . Will sifat kekanak – kanakan mu masih belum berubah juga, tapi terima kasih kamu sudah membantu Dina. Aku sangat tidak tahu, jika kalau kamu tidak bersama Dina, aku tidak ingin melihat Dina bersedih. Apalagi Dia sudah sangat baik kepadaku, jadi aku mohon padamu. Bisakah kamu membuat nya kembali tersenyum, dan melupakan perasaan sakit hati yang sedang melandanya?.” pinta Riesta sembari memohon dan menunjukkan ekspresi wajah yang seperti anak kecil yang sedang merayu sang ibu untuk di belikan mainan. Dan tentu saja William tidak bisa mengabaikan ekspresi wajah yang seperti anak kecil
“ Jeezz!? Baiklah! Tapi aku hanya melakukan sebisaku . . . Tetapi pukulan nya masih terasa sakit, mungkin dia memukulku karena aku memang keras kepala. Oh benar, lalu siapa wanita yang berpakaian minim yang bersama dengan Renald? Sempat saat aku membawa Dina menjauh dari kedua orang itu, aku sedikit melihat wanita itu tersenyum licik. Seperti nya dia sengaja melakukannya agar wanita Kanguru itu melihatnya.” jawab William yang mengendalikan rasa gemas ingin mencubit kedua pipi Riesta, saat dirinya melihat Riesta menunjukkan ekspresi wajah yang seperti anak kecil.
__ADS_1
“ Wanita itu menyebalkan! Jika aku terlahir sebagai seorang pria saja ketika melihat wanita murahan seperti tadi sudah aku akan membuatnya menghilang dari muka bumi ini, dan juga aku tidak ingin memiliki seorang wanita seperti nya untuk menjadi pacarku ataupun tunanganku.” protes Riesta yang memukul meja makannya kembali, dan tentu saja membuat William terkejut karena Riesta melakukan nya dengan sedikit keras, dan juga bergema.
“ Itu Tzuyu Maretha. Dia benar-benar keterlaluan! Itu sudah kelewat batas! Ya dia memang sudah sangat terkenal di perusahaan ini wanita paling jahat dan licik, apa pun yang dia inginkan dia akan terus berusaha untuk mendapatkannya walaupun harus menggunakan cara yang paling kotor! Dan sewaktu itu dia sengaja ingin membuat hubungan pertemananku dengan Dina hancur, karena sewaktu itu Renald selalu mengejarku. Tapi untung saja aku mendengar dia saat bergosip dengan teman kantor nya saat berada di toilet wanita, aku mendengar rencana licik nya dan dia berkata kalau rencana nya berhasil setelah membuat Dina membenci ku, Dia melakukan rencana lebih licik lagi dia sangat ingin aku di pecat dari perusahaan Marsh. Dan juga dia ingin merebut jabatanku yang sebagai sekretaris kepercayaan pak Choi.” Riesta pun bercerita tentang sifat buruk Tzuyu Maretha yang berusaha untuk menghancurkan ikatan persahabatan dengan Dina. Maretha itu selalu saja membuat Riesta menjadi kambing hitam agar karier nya sebagai Sekretaris utama menghilang dan membuat Direktur sebelumnya memecat Riesta, dan tentu saja Maretha akan menempati posisi Sekretaris utama.
“ Dan sewaktu pak Juna menjadi direktur baru dia dengan sangat bodohnya menggoda pak Juna, apakah dia tidak mempunyai otak? Dan semua rencana nya gagal dan dia pun dipindahkan ke Department gudang. Aku mendengar cerita itu dari Dina, dan disaat itulah aku dan dia merasa bahwa Maretha sudah mendapat KARMA.” lanjut Riesta yang bercerita kembali tentang cerita Maretha yang akhirnya mendapatkan KARMA atas perbuatannya. Dan tentu saja Riesta sangat senang. Sebab, Riesta sangat membenci wanita yang berusaha menghancurkan persahabatan nya dengan Dina. Dan juga akhirnya Dina dan Riesta kembali baikkan, dan mereka tidak akan mudah di bohongi dengan gosip yang tidak jelas asal-usul nya yang bsia membuat ikatan persahabatan mereka runtuh.
“ Haha . . . Haha, seandainya saja aku melihat kejadian itu secara langsung mungkin itu akan sangat lucu, seorang karyawan yang di tendang setelah merayu direktur berhati dingin.” sahut William yang tertawa terbahak-bahak saat Riesta bercerita tentang KARMA yang akhirnya di dapatkan oleh Maretha, dan William berharap jika dia bisa melihat kejadian langsung saat Maretha di usir oleh Juna. Dan tentu saja William bisa membayangkan wajah marah yang di tunjukkan oleh Juna saat mengusir Maretha.
“ Woow! Kamu sungguh jahat Ries. Kamu malah bahagia di atas penderitaan seseorang.” lanjut William yang sembari mengeleng-gelengkan kepala nya. Saat melihat sahabat kecil nya itu terlihat bahagia di atas penderitaan orang lain. Apalagi orang nya itu sangat jahat kepada Riesta.
“ WILL!! Kenapa kamu malah membela wanita itu?! Huumf!?? Jangan bilang kamu sudah tergoda karena melihat pakaian minim nya yah?! Ayo jawablah!!.” tanya Riesta yang menatap tajam mata William. Riests pun kembali menginterogasi William, dan Riesta sedikit curiga kepada sahabat kecil nya itu. Reista berpikir bahwa selera wanita William adalah wanita yang sexy dan jugs glamour, tentu saja Riesta tidak ingin sahabat nya itu memilih pasangan hidup yang salah.
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )
__ADS_1
Bersambung*. . . . .