
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Seorang kakak yang sangat Riesta impikan karena Riesta tidak mempunyai kakak ataupun seorang adik. Dan juga William menyerah dan ingin melihat Riesta bahagia ketika dia melihat senyuman yang Riesta tunjukkan kepada seorang pria yaitu Juna Sebastian, dia merupakan BOSS baru Riesta di perusahaan tempat dia bekerja, senyuman yang di tunjukkan Riesta ketika sedang mengobrol dengan Juna sangat berbeda saat mengobrol dengan William. William sangat tahu betul sorot mata Riesta ketika dia sedang melihat Riesta mengobrol dengan nya, atau saat Riesta sedang bersama dengan nya. Dan tentu saja itu semua terlihat sangat berbeda saat Riesta sedang bersama Juna, dan di hari terakhir Riesta di Tokyo. William menemui Riesta dan Juna dan dia juga menitipkan Riesta sepenuh nya kepada Juna yang di pilih langsung oleh Riesta.
Dan akhirnya setelah kepergian Riesta dan Juna yang kembali ke Seoul, dan tak lama setelah itu William menggantikan posisi sang ayah yang pemimpin perusahaan Stallone. Karena William telah berhasil membuat perusahaan Stallone berkembang dengan pesat saat melakukan kerja sama bersama perusahaan Hyunya, dan juga sang ayah telah melihat bahwa William sudah tumbuh menjadi pria pemimpin, bertanggung jawab dan kompeten. Jadi ayah William mempercayakan sepenuhnya perusahaan Stallone kepada sang anak William.
Kembali lagi ke cerita Riesta dan William yang masih mengobrol tentang Seoul.
“ By the way, kenapa kamu bisa bersama dengan Dina?.” tanya Riesta yang akhirnya sudah selesai menceritakan tentang berbagai macam hal di Seoul saat ini yang sudah sangat berbeda saat 18 tahun yang lalu, sewaktu William masih tinggal di Seoul. Dan dia pun bertanya kenapa William bisa bersama dengan Dina, yang menurut nya ( Riesta ) dia sudah sangat tahu betul bahwa Dina tidak terlalu peduli kepada seorang pria mana pun selain Renald. Padahal sangat banyak sekali karyawan pria di perusahaan Marsh yang diam-diam mengidolakan Dina, dan ada yang menyukai nya.
Riesta pun mengakui nya sendiri bahwa Dina memang sangat cantik, badannya yang tinggi seperti seorang model, pintar, anggun dan masih banyak. Riesta pun sempat berpikir, jika dia terlahir sebagai seorang pria dia akan memilih Dina, daripada primadona perusahaan Marsh yaitu Tzuyu Maretha yang sangat suka memamerkan lekuk tubuh nya yang seksi itu, sombong, dengan riasan make up tebal yang membuat penampilan nya sudah seperti seorang wanita murahan.
William pun menjawab.
“ Heem, Wanita Kanguru itu maksudmu?.” William berpura-pura tidak tahu nama teman nya Riesta, dan menyebut Dina yang sifat nya sangat sangar seperti hewan Kanguru, apalagi tadi pagi dia mendapatkan pukulan yang sangat hebat.
__ADS_1
“ William!! Kenapa kamu malah menyebut nya sebagai Wanita Kanguru? Dia itu punya nama! Kau sungguh sangat jahat! Humf!.” jawab Riesta dengan nada kesal nya memarahi William karena Riesta tidak senang kalau ada yang menjelek-jelekkan temannya, terutama bagi Riesta, Dina sudah dianggap nya sebagai kakak perempuan karena umur Dina yang lebih tua daripada dirinya, di tambah lagi sifat dewasa Dina. Dina selalu membantu dirinya ketika Riesta sedang ada masalah, dan dia merupakan tempat curhat bagi Riesta yang sudah tidak memiliki keluarga.
“ Maafkan aku, Riesta! Itu karena aku tidak tahu nama nya. Ries, jangan bicara seperti itu lagi ya. . . . Itu bisa membuatku sedih.” William memohon kepada Riesta untuk memaafkan nya. William pun menggunakan kembali ekspresi wajah nya seperti anak kucing yang memelas, agar Riesta mau memaafkannya.
“ Baiklah! Tapi kenapa kau memberi julukan Kanguru kepada Dina? Jangan bilang. . . ?.” Akhirnya Riesta pun memaafkan William. Dan dia langsung mengetahui kenapa secara tiba-tiba William memberi julukkan wanita kanguru, apalagi Riesta sangat tahu hewan kanguru adalah hewan yang sangat ahli dalam hal memukul. Dan tentu nya sudah sangat bisa di tebak Riesta, William pernah merasakan pukulan tangan dari Dina.
“ Huuuhm..! Seperti nya kamu sudah tahu ya? Alasan kenapa aku memberi julukan kepada temanmu itu?.” ucap William sambil menyantap makanan yang telah di pesan nya, dan setelah itu mengerakkan tangan kanannya dan membuat sumpit yang di pegang nya ikut bergerak naik dan turun. Dan tentu itu karena gerakkan tangan William yang bergerak ke naik dan turun, seperti memberi tanda betul kepada Riesta karena Riesta sudah tahu alasan yang sebenarnya kenapa William memberi julukkan kanguru.
Riesta yang sudah mengenal Dina sejak dia pertama kali masuk perusahaan. Banyak sekali karyawan, pria hidung belang dan masih banyak lagi yang pernah mendapatkan pukulan tinju yang kekuatan pukulan nya seperti seorang atlet tinju yang terkenal dan sering bermunculan di acara olahraga. Dina memang sudah sangat terkenal dengan sifat galak nya kepada orang yang kurang ajar, tidak memiliki sopan dan santun, semena - mena, dan yang paling penting keras kepala.
Riesta pun tahu kenapa Dina tiba-tiba memukul William. Pasti karena sifat kepala batu yang dimiliki oleh William atau sifat kekanak-kanakan, Riesta yang membayangi bagaimana Dina yang tiba-tiba meninju William dan pas Riesta melihat pertama kali mereka berdua ke kantin bareng seperti nya mereka berdua sudah cukup akrab.
Apalagi Dina yang sangat cuek dengan semua pria, terkecuali Renald. Dan pasti nya itu semua karena sifat friendly William dia mampu meluluhkan sifat cuek Dina. Dan membuat William terlihat sangat akrab sesaat mereka sedang berjalan di kantin.
“ Kenapa kamu menertawaiku? Tega nya dirimu Riest! Sahabat tampanmu ini sedang kesakitan, kamu malah menertawainya. Pukulan nya sangat keras sekali saat ini aku masih merasa sakit di perutku, jangan-jangan dia mantan atlet petinju ya?.” ujar William sembari masih memegang sumpit nya, dia pun bercerita kronologi saat dia mendapatkan pukulan tinju dari Dina saat pagi hari.
“ Memang nya kamu melakukan apa sih? Sampai-sampai membuat nya meninjumu?.” tanya Riesta seperti seorang polisi yang sedang mengintogerasi korbannya, tetapi Riesta lebih curiga dengan William. Lalu ia pun melontarkan sebuah pertanyaan kepada William.
“ Hm.. aku tidak melakukan apapun kok! Aku hanya bertanya kepada nya untuk bertemu denganmu.” jawab William yang menyembunyikan sebuah kebenaran yang sebenarnya.
__ADS_1
“ Ooh? Benarkah itu?.” sahut Riesta menyipitkan mata nya dan melihat gerak-gerik William yang terlihat sedang menutupi sesuatu, dan tentu saja Riesta masih dengan jawaban dari William.
“ Tentu saja itu benar! Aku tidak melakukan hal yang lebih dari itu.” William menyembunyikan bahwa sebenarnya dia tiba-tiba mendorong Dina hingga membuat jarak nya dengan Dina sangat dekat, ya William melakukan itu semua hanya dia ingin tahu nama wanita yang meninju nya.
“ Oh tadi aku melihat mata bengkak Dina, seperti nya dia habis menangis!? Jangan bilang kalau kamu yang nembuat nya menangis ya! William!.” tanya Riesta yang melontarkan pertanyaan kepada sahabat kecil nya itu. Nada nya pun langsung berubah seketika, Riesta bertanya dengan nada tegas. Dan diam-diam Riesta sedikit curiga kepada William, dia mengira Dina menangis pasti karena William.
“ Haiizz. . . ! Riesta kenapa kamu selalu menuduhku? Padahal aku pria yang baik-baik tidak seperti Juna ataupun pria itu!.” jawab William. Menunjukkan wajah polos seperti seekor anak kucing, dam tanpa di sadari William menyebut pria yang membuat Dina menangis saat berada di dekat pintu lift yang berada di sebelah nya.
“ Uuups! Aku keceplosan!.” batin William yang menggigit bibir bawah nya dan tentu saja Riesta sangat tahu kenapa William menggigit bibir bawah nya, Riesta sudah sangat kenal betul dengan William. Saat ketika dia sedang menutup-nutupi kesalahan, menyembunyikan sesuatu dari nya, ataupun saat William sedang berakting seperti bintang film.
“ Pria itu? Siapa yang kamu maksud? Cepat katakan sejujur-jujur nya padaku William.” jawab Riesta dia pun memukul meja. Dan kembali lagi mengintogerasi sahabat kecil nya dengan pertanyaan yang semakin lama semakin banyak, dan tentu saja membuat William seperti seorang terdakwa yang di lontarkan banyak sekali pertanyaan
“ Hmm . . Promise you didn't tell Dina?.” William pun meminta kepada Riesta jika dia memberitahu kenapa Dina menangis, Riesta tidak akan marah kepada nya ataupun yang lainnya. Sebab sewaktu mereka berdua sedang menuju kantin Dina menyuruh William untuk tidak membocorkan soal Renald kepada Riesta.
William pun menunjukkan jari kelingking kanan nya, yang biasa nya di lakukan nya sewaktu William membuat janji kepada Riesta tentang kenakalan yang di sembunyikan dari orang tua William sewaktu William masih kecil. Dan jika seseorang yang sudah membuat janji orang tersebut harus menepati janji nya, jika orang itu tidak menepati janji nya maka dia akan di hukum untuk makan 1000ribu jarum .
“ Ya. Aku janji tidak akan memberitahu Dina, cepat beritahu yang kamu maksud pria itu? .” sahut Riesta dia pun menjawab janji jari kelingking William, tentu saja Riesta ingin mengetahu siapa yang membuat Dina menangis.
Mereka berdua pun membuat perjanjian yang hanya di ketahui oleh Riesta dan juga William.
__ADS_1
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )
Bersambung*. . . . .