
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Dan setelah Dina dan William mengantri cukup lama. Sekarang tiba giliran mereka untuk segera naik Roller Coaster, Dina pun dengan semangat nya. Dia ingin cepat-cepat untuk mendapatkan kursi paling depan.
“ Ayo! Cepatlah! Nanti keburu di tempat in kursi paling depan!.” perintah Dina menyuruh William untuk gerak cepat, karena Dina sangat mengincar kursi paling depan.
“ Iya . . . . Iya!.” seru William.
Tetapi sayang sekali ternyata di kursi paling depan sudah ada orang yang tempati.
“ Yaahh....! Kau sih jalan nya lama sekali!.” decak Dina yang kecewa karena kursi paling depan sudah ada orang yang tempatin.
“ Di tempati deh!.” lanjut nya sembari memajukan bibir nya.
“ Ya maaf, bukan nya bagus kalau duduk di tengah? Kan tidak ada beda nya bukan?.” sahut William yang mencoba menenangkan Dina, padahal William sebenarnya di dalam hati nya sangat bersyukur, sebab akhirnya dia tidak harus duduk paling depan saat bermain wahana roller coaster. Tersenyum-senyum sembunyi.
“ Tentu saja ada bedanya lah!! Baiklah aku akan memohon kepada dua orang di sana untuk tukaran tempat. Kau duduk di sini! Jangan serahkan tempat ini kepada orang lain.” renggek Dina yang masih saja ingin duduk di kursi paling depan, dan Dina pun mencoba untuk barter dengan pengunjung yang duduk di depan.
“ Baiklah!.” jawab William singkat. Tentu saja William terkejut dengan apa yang baru saja di bicarakan oleh Dina, bagi William ini pertama kali nya dia melihat seorang wanita dewasa yang masih berkepribadian seperti seorang anak kecil berumur 5 tahun yang ingin merebut tempat duduk di sekolah taman kanak-kanak. William hanya bisa menaruh telapak tangan nya di kening, sembari menggeleng-gelengkan kepala nya saat melihat Dina yang berjalan menjauh, dan menuju tempat duduk paling depan.
"This woman is very ambitious!" gumam William.
Dan kemudian Dina pun segera berjalan kedepan. Lalu Dina berbicara kepada dua orang anak sekolah yang duduk paling depan, untuk tukaran tempat.
“ Adik-adik . . . Boleh tidak kita tukaran tempat?.” pinta Dina dengan nada yang sangat lembut, dan juga senyuman manis nya, untuk segera meminta barter dengan dua pengunjung yang masih memakai seragam sekolah.
__ADS_1
“ Heh? Maaf kak tidak bisa.” tolak salah satu siswa sembari tersenyum kecut saat melihat Dina yang berdandan memakai dress yang cantik.
“ Kami sudah menempati tempat ini, silakan kakak cari tempat lain lagi!.” usir teman siswa yang duduk di sebelah nya, nada nya seperti sedang mengusir Dina secara tidak sopan. Dan tentu saja membuat katup amarah Dina berbunyi saat melihat dua siswa sekolah yang tidak sopan pada Dina yang lebih tua 11 tahun dari dua orang siswa itu.
“ Sial! Aku harus melebih-lebihkan kepada dua orang anak sekolah ini.” batin Dina. Ia terlihat tersenyum di ujung bibir nya terlihat dari bahasa tubuh bahwa Dina harus membuat perhitungan dengan dua orang siswa yang masih tertawa bersama teman sebangkunya.
“ Wahh. . . Rambut kamu bagus sekali! Kamu pasti habis dari salon ya?.” puji Dina, ia pun mulai melakukan aksi nya untuk memberi pelajaran kepada dua orang anak sekolah itu.
“ Benarkah itu?.” seru bareng anak sekolah, sembari mengelus rambut masing-masing dan terlihat sekali kalau kedua anak sekolah itu sangat suka pujian dari Dina.
“ Iya benar! Dan juga wajah kalian seperti aktris Park Shin Hye. Sayang lho kalau kalian duduk paling depan . . . Nanti bisa-bisa semua dandanan kalian hilang, apalagi rambut kalian. Kalau adik-adik duduk paling depan tidak baik buat kecantikan. Dan di tambah lagi kalian kan masih muda, nanti kalau kalian duduk paling depan. Wajah kalian akan cepat kusut, lusuh dan lain-lainnya.” ucap Dina yang memulai memuji wajah kedua anak sekolah itu agar mereka mau menyerahkan tempat duduk itu padanya.
“ Iya benar juga ya kak! Apalagi aku kesini sedang menunggu kencan butaku.” jawab salah satu siswa itu.
“ Iya! Kakak tidak berbohong. Dan juga adik-adik bilang sedang menunggu pacar nya ya? Iishh . . . Lebih baik kalian tidak susah naik deh. Kalau kamu tetap naik, dan kamu sudah bertemu dengan nya. Lalu setelah kencan buta itu melihat penampilanmu . . . Apa yang akan dia katakan ke kamu?.” sahut nya. Dina pun kembali mencoba menakut-nakuti kedua anak sekolah itu dengan memberitahu mereka jika mereka tetap kekeh naik wahana ini mungkin pria yang sedang di tunggu oleh kedua siswi itu akan terkejut saat melihat penampilan acak-acakkan kedua siswi itu, lalu kemudian Dina membisikan sesuatu hal kepada dua orang siswi itu.
Dua orang siswi pun terdiam. Dan dia sedang mendengarkan kata-kata Dina, lalu membayangkannya dan tidak lama kemudian. Kedua siswi itu berteriak sangat keras.
Jeritan mereka hingga terdengar sampai tempat William yang saat ini sedang menjaga tempat paling tengah. Dan pengunjung lain pun melihat ke arah sumber suara itu.
“ Benar! Kakak terima kasih! Benar apa yang di bilang sama kakak, lebih baik kita jangan naik ini dulu. Kalau begitu kakak silakan duduk di sini. Kami minta maaf karena tadi sempat membuat kakak tersinggung. Kalau begitu kami permisi dulu.” ucap siswi nya. Dia dan teman nya segera turun dan meminta maaf kepada Dina karena tadi mereka sedikit jutek pada Dina.
“ Ya! Sama-sama! Tidak apa-apa kakak tidak tersinggung kok. Semoga kencan buta kalian berjalan dengan sukses!” jawab Dina yang tersenyum kepada dua orang siswi itu, tetapi di dalam hati nya Dina sangat senang karena rencana nya berhasil.
“ Iya kak! Bye!” pamit kedua siswi itu pada Dina.
Lalu kedua siswi pun segera bangun dari tempat duduk paling depan yang sudah di incar-incar oleh Dina. Dan saat kedua Siswi itu membungkukkan kepala nya sebagai tanda hormat kepada orang yang lebih tua dari kedua siswi itu, lalu kemudian kedua siswi itu pun langsung pergi meninggalkan area roller coaster. Dina pun langsung memberi sinyal tangan kepada William yang masih tetap menjaga tempat nya.
“Sini!” teriak Dina sembari memberi sebuah isyarat sinyal tangannya ke arah William.
__ADS_1
William pun segera bangun dari tempat duduk yang awal nya sudah dia jaga dengan sangat baik. Lalu William pun berjalan mendekati Dina, lalu Dina pun menepuk-nepuk tempat duduk di sampingnya.
“ Ada apa? Bukan nya kau bilang aku harus jaga tempat itu?” tanya William yang sudah berdiri di depan Dina, dia pun bingung mengapa ia di panggil oleh nya dan membuat tempat duduk yang berada di tengah harus di tinggalkan oleh nya.
“ Tidak usah!” jawab Dina singkat.
“ Hah? Maksudmu?” tanya William yang masih tidak mengerti dengan jawaban Dina yang singkat itu.
“ Iya tidak usah. Sekarang duduk di sini aja! Lebih seru kalau naik paling depan.” Dina menjelaskan pada William, dan menunjuk tempat duduk yang berada di samping kanan nya.
“ Tadi aku sudah berhasil membuat kedua anak sekolah itu memberikan tempat paling depan untukku . . Hahahah.” lanjutnya Dina tertawa dengan sangat bangga, sembari meletakkan kedua tangan nya di pinggang nya.
“ Kau berhasil? Bukannya kalau anak sekolah sering sekali sangat susah untuk di bujuk? Bagaimana kau melakukannya?” tanya William yang terkejut sebab Dina berhasil membujuk kedua anak sekolah menengah atas, dan tentu saja William merasa kagum pada nya karena sudah berhasil membuat kedua siswi itu mau mengikhlaskan tempat duduk itu.
“ He . . . Hehe. Ada deh . . .!” sahut nya Dina memegaabg dagu dan masih tertawa bahagia.
“ Haha . . . Aku sudah bisa menebaknya, kau pasti membohongi kedua anak sekolah itu?” William menebak apa yang di lakukan oleh Dina terhadap kedua siswi itu.
“ Bukan membohongi! Tapi ini lebih ke fakta, mereka yang bilang sendiri kalau mereka sedang menunggu kencan buta nya disini. Dan tentu saja mereka berdandan dengan sangat cantik, kemudian aku memberitahu mereka kalau naik wahana ini akan membuat riasan mereka hancur. Hahaha.” jelas nya. Dina pun tentu tahu apa yang akan terjadi bila seorang wanita yang sudah berdandan sangat cantik menaiki wahana roller coaster, dia pun berusaha untuk mencegah kedua siswi itu agar tidak kecewa. Sebab pasti jika mereka sudah menaiki wahana ini penampilan mereka seperti habis bangun tidur.
“ Kau bukannya sama aja dengan mereka? Dandanmu, pasti akan rusak juga bukan?” tanya William.
“ Benar juga ya! Tenang saja, rambutku kan di ikat ke samping. Jadi tidak akan berantakkan.” jawab singkat Dina yang tidak peduli jika penampilannya menjadi jelek yang penting saat ini dia harus bermain sepuasnya di Lotte World.
“ Ayo!! Naiklah, permainan sudah mau di mulai lho.” lanjut Dina yang mendorong pelan William untuk segera duduk, karena sudah ada pemberitahuan bahwa wahana permainan akan mulai di jalankan.
William pun menuruti perkataan Dina. Lalu dia pun segera duduk di samping nya, dan tak lama setelah itu. Wahana Roller Coaster di mulai.
( ***Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )
__ADS_1
Bersambung***. . . . .