Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Promise! Treat Me Gently!


__ADS_3

Juna pun lalu menutup pintu kamar mandi. Riesta dengan kecepatan seperti kilat kuning, segera mengambil kotak yang berada di laci meja. Riesta pun bernafas lega untung saja Juna tidak membuka laci meja itu, kalau tidak . . . Riesta akan benar-benar tidak menyembunyikan wajah nya dari Juna Sebastian.


Riesta pun segera membuka kotak nya dan langsung melepas handuk kimono berwarna putih. Riesta pun tetap masih merasa grogi saat memegang lingerie sexy di kedua tangan nya, apalagi di tambah dengan bahan nya yang benar-benar tipis dan tembus pandang Riesta bisa melihat dengan mata telanjang dari lingerie yang di pegang oleh nya saat ini.


Riesta menelan saliva yang sempat terhambat dari tenggorokan nya. Dia pun mengatur nafas kembali, Riesta tidak boleh membuang-buang waktu nya. Di saat dia memiliki waktu untuk memakai lingerie di saat Juna sedang mandi.


Riesta pun dengan cepat memakai satu set lingerie dari pemberian ibu mertua nya. Dan setelah dia memakai nya dia pun langsung cepat-cepat memanjat ranjang berukuran king, lalu dia pun segera menutupi seluruh tubuh nya menggunakan selimut yang berwarna coklat sesuai dengan sprei nya.


15 menit kemudian.


Pintu kamar mandi terbuka


Krek!


Seorang pria yang sudah selesai mandi, bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek saja. Pria itu pun melihat sekeliling nya, seperti sedang mencari sesuatu yang hilang. Dan dia pun baru menyadari bahwa sang istri nya sudah tertidur di ranjang yang berukuran king, Riesta yang masih menutupi dirinya menggunakan selimut, kedua tangan nya yang gemeter saat Riesta tahu bahwa Juna sudah selesai mandi. Riesta hanya terus mengedipkan mata nya, Riesta benar-benar sangat gugup. Jika saat Juna naik ke atas ranjang dan memakai selimut sembari memeluk istri tercinta nya, dan akhirnya . . . .


Riesta terus mengatur nafas nya yang naik turun. Jantung nya yang terus memacu seperti sedang bermain roller coaster di dunia fantasi.


\= \= \= Tap \= \= \= Tap \= \= \= Tap \= \= \= \= \= \=


Langkah kaki tegas terdengar oleh Riesta.


Tanpa berpikir panjang Riesta menutup kedua mata nya, agar Juna itu tidak curiga terhadap Riesta.


“ Aku harus berpura-pura sudah tertidur.” batin Riesta yang masih merem melik, bersembunyi dalam selimut, sembari memegang kain lingerie untuk menenangkan jantung nya yang terus memicu.


“ Canggung sekali . . . Di tambah kita menginap dirumah ibu mertua.” Tambahnya. Riesta pun mulai memejam kan mata sembari terus menggenggam erat-erat kain selimut yang begitu lembut dan tebal.


Langkah kaki itu seperti tengah berjalan menuju arah tempat tidur dengan model klasik, tempat tidur yang sangat mewah, elegan dengan perpaduan sprei berwarna coklat bak kerajaan Inggris.


Di samping tempat tidur itu terdapat laci meja ukir yang terkesan kuno tetapi terlihat elegan, ukir-ukiran yang sangat detail mengelilingi meja laci itu dan gagang laci berbentuk bulat menonjol di atas nya ada sebuah lampu tidur yang juga terlihat kuno namun tetap terlihat seperti baru.


Lalu pria itu kemudian duduk di tepi kasur yang empuk, dan pria itu menatap istri tercintanya yang sudah terlelap tidur yang berada di samping nya. Tatapan itu penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, sang suami pun tidak tega membangunkan istri nya. Lalu dia pun mencium lembut kening sang istri nya.


CUP!

__ADS_1


“ Good Night. My beloved Wife . . .” ucap Juna yang memberikan ciuman selamat malam untuk Riesta dengan sangat lembut dan penuh cinta.


Riesta yang merasakan ciuman yang lembut di kening nya. Dia pun merasa bersalah kepada sang suami nya, apalagi tugas seorang istri yang paling utama adalah melayani kemauan sang suami nya. Riesta pun membuka kedua mata nya, lalu Riesta pun berbalik badan memandang ke arah sang suami.


“ Hmm . . . Kamu sudah selesai mandi? Maaf tadi aku ketiduran.” ucap Riesta sembari mengucek-ngucek mata nya.


“ Maaf kalau aku jadi membuatmu terbangun. Tidak apa-apa. Aku tahu kamu sangat lelah, apalagi tadi di pagi di perusahaan ada sedikit masalah. Kamu istirahat saja.” jawab Juna dengan suara lemah lembut nya, sembari mengusap-usap lembut kepala sang istri nya.


“ Tapi . . . Aku ingin kamu memelukku.” pinta Riesta dengan ekspresi wajah yang seperti sedang menggoda Juna.


Blush!!


“ Apakah kamu sedang merayuku?” tanya Juna yang mulai menindihi tubuh Riesta.


“ Si-siapa yang merayumu! Kalau begitu tidak usah aku tarik kembali permintaanku tadi. Selamat malam!” sahut Riesta yang mendorong pelan tubuh Juna yang sudah berada di atas tubuh nya.


Riesta pun langsung menyelimuti diri nya sendiri, sembari berbalik badan ke sebelah kanan. Dan Juna yang melihat tingkah laku merajuk sang istri nya, hanya tertawa geli. Lalu Juna pun langsung menarik tangan sang istri dan Juna berada di atas tubuh Riesta, Riesta yang tiba-tiba terkejut karena Juna menarik tangan nya dan sekarang sudah berada diatas tubuh Riesta. Dan membuat lingerie yang awal nya masih tersembunyi di selimut tebal sekarang sudah terpampang jelas. Dan tentu saja Juna melihat lingerie sexy yang di pakai Riesta, dan Riesta merasa sulit bernafas. Sebab, tatapan Juna membuat Riesta seperti terhipnotis.


Deg . . . !


Deg . . . !


Deg . . . !


Juna pun bertanya kepada Riesta terlebih dahulu. Karena Juna tidak ingin memaksa Riesta seperti saat mereka belum menikah, sekarang Juna sudah berjanji dia akan bertanya terlebih dahulu untuk melakukan hubungan suami istri.


“ Uhm . . . Apakah aku boleh melakukan itu padamu?” ucap Juna yang meminta izin pada Riesta saat melihat tubuh Riesta yang begitu sexy, hingga membuat Juna terpesona melihat Riesta dalam balutan lingerie sexy.


Riesta pun menganggukkan kepala nya. Dan meletakkan tangan kanan nya di tengah bagian pita lingerie yang di berikan oleh ibu Wendy (Ibunda Juna).


“ Tapi . . . Kita lakukan pelan-pelan saja. Jangan sampai membuat ibu dan ayah terbangun. Janji!” jawab Riesta yang tampak malu-malu menatap Juna yang sudah berada di atas tubuh Riesta lagi. Ia pun meminta pada Juna untuk melakukan nya dengan lembut karena ia tidak mau mengganggu ibu dan ayah mertua nya yang sedang istirahat.


“ Janji! Aku tidak akan melakukan nya dengan keras. Aku akan melakukan nya dengan sangat lembut. Maafkan aku karena sewaktu dulu aku tidak melakukan nya dengan lembut.” jawab Juna dengan suara lembut menatap istri nya yang tampak malu-malu seperti seekor anak kucing.


“ Ya itu sudah aku maafkan. Wajar saja kalau setiap orang memiliki rasa cemburu, berarti orang itu sangat mencintai kita. Terima kasih Juna kamu sudah memberikan kebahagiaan untukku.” sahut Riesta yang tersenyum manis menatap wajah suami yang sudah memberikan cinta, serta kehangatan keluarga yang sudah lama Riesta ingin kan semenjak kepergian kedua orang tua nya.

__ADS_1


Juna pun tersenyum dan dia mencium rambut Riesta. Dan Juna pun mulai mendekatkan wajah nya, Juna mencium bibir mungil Riesta. Lalu tak lama ciuman itu berhenti dan Juna mencium kening Pipi, daun telinga dan ciuman itu perlahan menurun dan menciumi leher Riesta yang masih tertutup dengan lingerie sexy.


Riesta menggigit bibir bawah nya. Dia tidak mau membuat suara. Juna pun mulai melepaskan tali bra berwarna senada dengan pita lingerie yang berada di tengah bra Riesta.


Klik!


Dan mereka pun melakukan hubungan suami istri. Riesta juga menjaga agar erangan nya tidak terdengar hingga ke luar ruangan di balik pintu itu, apalagi Riesta mengingat bahwa sekarang dia menginap di rumah orang tua Juna. Dia tidak ingin membangunkan mertua nya yang sangat baik kepada Riesta.


Dan keesokan hari nya. Riesta yang masih tertidur karena kelelahan, apalagi di tambah Juna yang sangat begitu energi terus menghujani Riesta bertubi-tubi.


Zzzzz . . . .


Alarm ponsel yang di taruh di atas meja berbunyi. Dan Riesta yang baru saja terbangun, dan melihat pria tampan yang terus menatap nya.


“ Good morning! My beloved Wife.” sambut Juna yang menatap wajah istri nya, ia pun memberikan sebuah ciuman manis di bibir Riesta.


“ Hum . . Kamu sudah bangun?” tanya Riesta.


“ Kenapa kamu tidak membangunkanku? Kita harus segera berangkat ke kantor!.” lanjut Riesta ia pun langsung segera beranjak dari tempat tidur nya.


“ Ngapain aku harus membangunkanmu? Sekarang kan hari minggu?” sela Juna yang memegang tangan Riesta dan menahan nya untuk tetap berada di sisi nya.


“ Heh? Benarkah? Hehehe. . . Aku benar-benar lupa.” sahut Riesta mengaruk pelipis kepala nya, dan tertawa canggung.


“ Apakah karena semalam kita melakukan itu! Sampai membuatmu melupakan hari? Bagaimana jika kita melakukan nya lagi.” ucap Juna yang mulai merayu Riesta, ia pun langsung menerkam tubuh mungil Riesta.


“ Hah! Kamu! Kita lakukan saja lain hari!.” Ketus Riesta yang mendorong tubuh Juna dengan penuh tenaga, lalu Riesta pun segera loncat dari ranjang nya.


Riesta pun segera berlari ke kamar mandi.


( **Jangan lupa ya kakak-kakak ! Tinggalkan LIKE dan VOTE jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )


Bersambung. . . . .


THANK YOU 😍😍**

__ADS_1


__ADS_2