
Dina yang sudah berada pergi dari perusahaan LS Group. Dan saat ini Dina berjalan sembari menggerutu, tanpa di sadari ada sebuah mobil hitam berhenti tepat di samping nya, lalu di dalam mobil itu keluar beberapa pria berbaju hitam memakai kacamata hitam, beberapa pria itu berperawakan besar, tubuh kekar nya, tinggi.
Dan saat yang bersamaan Dina yang terkejut, sebab pria itu memegang pergelangan tangannya. Dia pun menendang perut pria berpakaian hitam, tetapi naas Dina pun akhirnya tertangkap karena dia kalah dalam jumlah dan juga kekuatan.
Pria itu segera membawa Dina untuk masuk ke dalam mobil van berwarna hitam. Di dalam mobil hitam, pria berpakaian hitam menutup kedua mata Dina menggunakan sapu tangan.
Dina pun berteriak kepada pria berpakaian hitam.
"Hey! Lepaskan aku! Dan juga kau sebenarnya siapa! Kenapa kau menculikku?." bentak Dina
"Gadis cantik, kau tidak perlu tahu siapa kita! Lebih baik kau diam saja, jika kau berteriak lagi aku akan membunuhmu saat ini juga!."
"Huh!."
Tetapi kemudian teman pria berpakaian hitam berbisik kepada pria yang tadi mengancam Dina.
"Hey . . .! Kita jangan sampai membunuhnya, BOSS hanya menyuruh kita membawa wanita ini, bukan membunuh nya. Kalau kita membunuh nya, kita juga akan di jadiin abu oleh BOSS!."
"Hah? Benarkah!."
"Ish! Kau ini!."
Dina pun sedikit mendengar pria yang menyebut BOSS, tetapi Dina kemudian terpikir oleh pria gila yang semalam dan juga pria itu pimpinan baru dari perusahaan LS Group.
"Pasti yang menculikku, pria gila itu! Licik sekali!."
Akhirnya mobil Van itu tiba di sebuah gedung kosong yang terlihat sudah lama tidak di huni. Pria berpakaian hitam menyeret Dina untuk berjalan, kedua mata Dina masih di tutupi oleh sapu tangan dia tidak tahu sebenarnya dia berada dimana saat ini.
"Cepat jalan!."
Dina pun berdoa di dalam hati.
"Tuhanku, tolong selamatkan aku dari orang-orang yang ingin berbuat jahat kepadaku." batin Dina yang berdoa kepada Tuhan dalam hati.
"Aku bilang cepat jalan! Jangan banyak melamun!."
__ADS_1
Dan setelah itu Dina di sekap oleh pria berpakaian hitam itu, pria itu mengikat Dina di kursi kayu.
"Hey! Lepaskan aku! Aku hanyalah rakyat biasa!."
Dan tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang mendekat ke arah Dina.
"Kang Dina Hee!."
"Manajer Moon!?."
"Pak manajer kenapa anda menculik saya? Salah saya apa? Bukannya tadi saya sudah memilih untuk mengundurkan diri dari proyek kerja sama itu?."
"Iya memang kau memilih mengundurkan diri. Tetapi pada akhir nya, Presdir Evan tidak mau menanda tangani proyek kerja sama itu!."
"Lalu apa hubungannya dengan anda menculik saya? Kalau Direktur Juna mengetahui perilaku anda terhadap bawahan nya, mungkin beliau akan memecat anda secara tidak hormat, dan anda akan kena hukuman karena menculik seorang wanita!."
"Tentu saja ada hubungannya! Dan memang dari awal aku mau mengundurkan diri dari perusahaan Marsh, dan aku lebih baik memilih tawaran yang mengiurkan dari Presdir Evan. Tentu saja aku membutuhkanmu agar Presdir Evan menepati tawaran yang mengiurkan."
"Jadi anda memilih berkhianat ke perusahaan Marsh yang selama ini sudah banyak membantu anda? Anda benar-benar pria keji!."
"Kau bilang aku pria yang keji? Kang Dina Hee, aku jelaskan sekali lagi! Di zaman yang seperti ini sangat jarang sekali ada manusia yang jujur, baik dan tulus! Kau pasti mengerti kan? Oh, aku baru ingat bukannya kau pernah merasa di bohongi oleh Renald Arnold? Kau menyukai Renald, kau menuruti perkataan apa pun yang keluar dari mulut nya. Tetapi pada akhirnya dia tidak membalas semua kebaikan mu, dia malah berpacaran dengan Maretha. Ya, mungkin aku tahu alasannya kenapa Renald tidak menyukaimu." ujar manajer Moon yang melihat penampilan Dina dari atas ke bawah yang hanya memakai kemeja dan juga celana panjang. Dan tentu saja di mata manajer Moon walaupun Dina seorang wanita, tetapi penampilannya sudah ketinggalan zaman, apalagi wajahnya hanya memakai polesan bedak tidak memakai pewarna di bibir nya membuat Dina terlihat seperti seorang penyakitan.
"Aku memang menyadarinya kalau diriku tidak seperti Maretha atau pun wanita yang berada diluaran sana, tetapi harga diriku lebih tinggi dari pada wanita yang menjual diri nya untuk mengejar seseorang yang di sukainya. Dan aku tidak peduli bila ada seorang yang mengatai penampilan ku yang sudah ketinggalan zaman! Dan satu lagi! Aku tidak akan pernah kembali untuk menangani proyek kerja sama! Lebih baik kehilangan karier, dari pada harus kehilangan harga diri!."
"Dan aku tidak akan ikut serta dalam proyek kerja sama ini, jika si pria gila itu tetap bertingkah sombong. Aku tidak akan pernah mau bersujud di kedua kaki nya!."
"Ooh! Kau hanyalah karyawan kecil! Tapi sudah sombong seperti itu, apakah kau tidak tahu bahwa Tuan Evan itu adalah orang yang paling berkuasa di seluruh negeri!."
"Memang aku hanyalah karyawan kecil! Tapi aku tetap memiliki harga diri, dan aku tidak peduli jika aku menyinggung nya! Dan jika anda ingin membunuhku karena telah menyinggung pria gila itu aku tidak takut!."
"OOOHH!! JADI KAU MEMILIH MATI DI TANGANKU SEKARANG YA!!."
"BAIKLAH AKU AKAN MENGABULKAN PERMINTAANMU!."
SREET!
__ADS_1
Terlihat pria berbaju hitam berdiri di samping manajer Moon, pria itu terlihat memberikan sebuah pistol berwarna hitam pekat. Lalu pistol itu sudah berpindah tangan. Saat ini manajer Moon memegang pistol hitam, kemudian manajer Moon sedikit mengusap permukaan pistol hitam yang saat ini di genggam di tangan kanan nya. Kedua mata manajer Moon menatap Dina yang masih terikat di kursi kayu dengan tatapan penuh amarah, sedikit senyuman seorang psycho terukir di bibir manajer Moon saat melihat Dina yang ketakutan.
"Apakah ada kata-kata terakhir yang ingin kau ucapkan? Sebelum aku mencabut nyawamu?."
"Aku akan tetap mempertahankan harga diriku!."
"Kau benar-benar wanita yang keras kepala!."
Manajer Moon segera mengarahkan pistol itu ke arah Dina, tentu saja manajer Moon sudah membuka genggaman pistol itu. Dan jari telunjuk manajer Moon terlihat sedang tinggal menekan pemicu (trigger), Dina pun menutup kedua mata nya, keringat mulai terlihat menetes di pelipis kepala Dina, kedua tangan dan kaki nya tampak sedikit gemetar, dan Dina terlihat sulit untuk menelan air liur nya.
Dina pun hanya bisa berdoa dalam hati, jika di pilih Dina sebenarnya tidak ingin memilih pilihan ini. Tetapi, dia juga tidak terima jika harga diri nya di injak-injak oleh pria yang bernama Evan Sagara. Terlihat manajer Moon sudah bersiap-siap untuk menekan pelatuk pistol itu.
DOOR!!
.
Suara pistol itu sangat terdengar cukup keras, Dina pun masih bisa mendengar suara tebakkan pistol yang terdengar. Tetapi seharusnya jika suara pistol sudah di tembakkan, kenapa Dina masih bisa mendengar dan juga merasakan detak jantung nya yang seperti ingin meledak. Dina pun perlahan-lahan membuka kedua mata nya, penglihatan nya sedikit kabur sebab ada nya asap yang masih membekas di ruangan gedung kosong itu. Dan akhirnya setelah pandangan Dina sedikit jelas, ia terkejut saat melihat ada seorang pria yang berdiri tepat di depan manajer Moon dan terlihat tangan pria itu menggenggam tangan kanan manajer Moon ke arah lain.
Tetapi Dina tidak tahu siapa pria yang sudah menyelamatkan nyawa nya, tapi Dina melihat wajah gugup manajer Moon saat melihat pria yang sedang berdiri tepat di depan manajer Moon, mencengkeram kuat tangan kanan manajer Moon hingga membuat manajer Moon menjatuhkan pistolnya.
"Tuan! Tuan! Maafkan saya! Saya hanya ingin menghukumnya, karena dia tidak mengikuti perkataan Tuan."
"Sepertinya kau sudah tidak WARAS! Kenapa kau malah menghukum seorang wanita!! Kau seperti seorang pengecut, mulai detik ini dan selamanya. Aku tidak ingin melihat wajah seorang pengecut seperti dirimu!!."
"HAAAH!! TUAN . . . !! MAAFKAN SAYA! SAYA JANJI TIDAK PERNAH MELAKUKAN KESALAHAN LAGI, BERIKAN KESEMPATAN SATU KALI LAGI UNTUK SAYA TUAN."
"Kau di pecat!."
"Pengawal! Bawa pria ini pergi! Dan jangan sampai aku melihat wajah nya lagi!."
"Baik, tuan Evan!."
Dina pun terkejut saat pengawal itu menyebut nama Evan, ia pun berpikir keras kenapa pria itu malah berada di sini dan terlebih lagi dia sudah menyelamatkan nyawa nya.
"Kau! Mau apa kesini!"
__ADS_1
**JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤
Jika ingin mengkritik tolong berkomentarlah dengan bahasa yang baik, Author juga manusia 🤭👌**