
"Calm down! Anda santai saja, aku menyukai ide proyekmu itu. Tapi, ada sedikit kesalahan dalam menguraikan tentang betapa berarti nya sebuah batu permata mulia. Memang di zaman sekarang, banyak sekali calon pengantin yang hanya ingin memakai batu permata di saat hari pernikahan mereka."
"Dan aku hanya ingin anda lebih menghargai batu permata mulia. Banyak sekali dari mereka yang masih memiliki nilai seni yang tinggi, misalkan seperti Ruby, emerald, aquamarine, dan masih banyak yang lainnya."
"Aku hanya ingin untuk membuat batu permata mulia lebih terkenal lagi!"
Dina pun mendengar penjelasan dari Evan, dan memang Dina pun mengakui bahwa dia benar-benar tidak tahu banyak soal batu permata mulia.
"Baik! Presdir! Maafkan saya, saya akan mengubah ide projek saya."
"Kalau begitu aku tunggu hasil itu dalam 2 hari! Jika aku masih belum puas oleh hasil presentasimu, aku sebagai presdir dari perusahaan LS group tidak akan bekerja sama dengan perusahaan Marsh!"
"Kalau begitu cukup sampai sini!"
Para karyawan pun lekas pergi dari ruangan meeting. Dina pun kembali membereskan berkas-berkas yang berada diatas meja.
"Dina! Kau harus semangat!"
Hari pun mulai malam. Dina yang masih berjalan-jalan di sekitar kota malam di negeri Jepang, ia masih memikirkan tentang masalah projek.
"Bagaimana, bisa di beri waktu 2 hari?"
"Setiap orang terpandang yang memiliki status tinggi bertindak sewenang-wenang! SIAL!" gerutu Dina yang melempar botol kaleng ke sembarang tempat.
KLONTANG!!
"Oowh!"
"Siapa sih yang melempar minuman kaleng? Sudah tahu di sediakan sampah!"
"Hey! Kau! Jangan lari!"
"Waduuh!! Lebih baik aku kabur!"
\= \= \= \= DRAP \= \= \= \= \= DRAP \= \= \= \= DRAP \= \= \=
"HEYY! KAU JANGAN KABUR!"
Pria itu pun berhasil mengenggam kain baju Dina. Dan membuat bergerakkan Dina terhenti.
"Ampun! Aku tidak sengaja!"
"Huh? Seperti nya aku kenal dengan suara orang ini?"
Pria itu pun menarik baju Dina hingga membuat keseimbangan Dina tergoyah, dan membuat Dina hampir terjatuh ke aspal. Lalu pria itu pun mendekap Dina dengan satu lengan tangan nya. Kedua orang itu pun sama-sama terkejut, membelalakkan kedua mata nya.
Dengan cepat Dina pun segera bangun dan merapikan baju nya.
__ADS_1
"KAU!?" ujar kedua orang itu secara bersamaan.
"Wanita kanguru! Kenapa kau bisa ada di sini?"
"Lalu? Memang itu masalah untukmu pria aneh! Seharusnya aku balik bertanya!"
"Haiiz! Memang aku selalu sial kalau bertemu dengan pria aneh sepertimu!"
"Bukannya aku yang menjadi korban?? Kenapa aku yang di salahkan? Kau melempar minuman kaleng ke sembarang tempat! Untung saja, aku ini pria yang baik! Kalau tidak . . . Aku akan lapor pada polisi! Dan kau bisa saja di hukum karena membuang sampah sembarangan!"
"Maaf! Aku tidak sengaja! Tapi tolong, jangan laporkan aku pada polisi!"
"Uhm . . . Ya sudahlah! Karena waktu dulu kau sudah membantuku, jadi aku maafkan. Lalu, kenapa kau bisa ada di Tokyo? Apakah Riesta dan si Juna bersamamu?"
"Tidak! Aku tidak bersama mereka berdua, ya tentu saja aku kesini untuk kerjalah! Masa untuk berlibur? Mana mungkin!"
"Kerja? Maksudmu perjalanan bisnis?"
"Iya."
"Oh benar! Aku sedang ada sedikit kendala dengan proyek nya, apakah kau tahu tempat dimana aku bisa melihat-lihat atau mencari lebih dalam lagi tentang batu permata mulia?"
"Batu permata mulia? Sejak kapan perusahaanmu berganti bidang?"
"Bukan berganti, hanya saja perusahaanku ingin bekerja sama dengan perusahaan Diamond."
"Huh? Maksudmu?"
"Ya! Tentu saja, aku tahu tempat yang kau inginkan!"
"Ayo ikut denganku!"
"HEH?"
William pun mengandeng tangan Dina, dan mereka pun berjalan kembali.
Sampai di tempat gedung pelelangan yang akan melelangkan batu permata mulia dari berbagai negara, jenis, dan juga berbagai bentuk. Serta kelangkaan batu permata mulia.
"Tempat ini??"
"Ya! Ini adalah batu permata mulia yang akan di lelangkan. Kau bisa bertanya apapun padaku, pasti aku akan menjawabnya. Aku ini ahli dalam bidang berlian lho!"
Dina pun melihat-lihat etalase kaca tempat penyimpanan batu permata yang akan di lelang.
"Woow apakah ini Emerald?"
"Oh, ini bukan. Walaupun berwarna hijau seperti batu permata Emerald, tetapi dia bukan."
__ADS_1
"Huh? Lalu ini batu permata apa?"
"Ini adalah batu permata Alexandrite."
"Ooh."
"Lalu apa beda nya antara batu permata Emerald dengan Alexandrite?"
"Beda nya ketika batu permata Alexandrite di tempatkan di cahaya yang cukup terang maka ia akan berubah menjadi warna hijau seperti batu permata Emerald. Dan kalau di tempatkan di tempat gelap maka batu permata Alexandrite akan berubah menjadi warna merah seperti batu permata ruby."
"Itulah perbedaan kedua batu permata. Ya walaupun banyak yang tidak menyukai batu Alexandrite, apalagi batu permata Ruby sangat banyak di sukai oleh semua orang karena warna merah darah."
"Oh begitu. Tapi kenapa harga untuk batu permata Alexandrite masih di sekitar $ 12.000 dollar AS ( Rp 172 Juta)?"
"Bukannya kau tadi bilang kalau batu permata Alexandrite itu tidak banyak di sukai?"
"Uhm . . . Bukan tidak banyak di sukai, mungkin banyak orang yang suka melihat pergantian warna yang indah di kandungan batu permata itu. Tidak semua orang menyukai batu permata Ruby, berlian, blue diamond. Pasti masih banyak juga yang menyukai batu permata Alexandrite."
"Oohh . . . ! Jadi begitu, aku tidak pernah mengetahui itu. Bagiku, hanya melihat dari etalase kotak kaca ini sudah cukup puas. Kenapa masih banyak orang yang membeli batu permata yang harga nya ratusan juta, lebih baik membeli rumah atau membuka usaha kecil-kecilan."
"Untuk pertama kali nya aku melihat ada seorang wanita yang lebih mementingkan kebutuhan primer, dia tidak menyukai hal-hal yang mewah. Cukup menarik juga wanita kanguru ini!" batin William yang mencuri-curi pandang ke arah Dina.
Setelah 30 menit William memberikan ilmu pengetahuan nya tentang macam-macam batu permata yang berada di tempat pelelangan khusus untuk anggota VVIP.
Dan hari pun sudah larut malam. Dina dan William segera pergi dari gedung tempat penyimpanan barang, benda dan berbagai jenis yang akan di lelangkan.
"Sekali lagi aku berterima kasih, aku dapar pengetahuan tentang batu permata yang belum pernah aku lihat secara langsung."
"Lalu kau bisa tahu tentang macam-macam batu permata dari mana?"
"Aku mempelajari nya dari Internet, ya walaupun hanya sedikit saja yang aku tahu. hehe ... hehe."
"Woow! Itu menurutku sudah sangat luar biasa, banyak sekali orang yang males mempelajari dari internet dan langsung hafal tentang macam-macam batu permata."
"Terima kasih atas pujiannya. Kalau begitu, aku kembali ke penginapanku."
"Oh! Mau ku antarkan?"
"Tidak usah, kau juga besok harus bekerja kan?"
"Ya sudah. Bye!"
"Bye!"
Mereka pun mengambil jalan yang berlawanan untuk kembali ke tempat pulang mereka.
2 hari pun sudah berlalu . . . .
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤