Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Nervous!


__ADS_3

JANGAN LUPA YA ! TETAP LIKE, FAVORIT & VOTEA


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


LIKEΒ Β Β Β Β Β Β Β Β  πŸ‘


FAVORIT   ❀


VOTE         ⭐


Dina yang merasa sedikit tidak nyaman karena dress yang di pakai nya, apalagi di tambah dengan penumpang lain yang terus-menerus mendesak tubuh kecil Dina. Tangan kanan Dina yang sudah lama memegang handle gantungan sudah mulai gemetar, dan tanpa di sengaja ada seorang penumpang turun dari bus dan penumpang itu terlihat buru-buru dan tidak sengaja menyenggol badan Dina yang memang sangat kecil.


Dan membuat Dina hampir saja terjatuh, dan untung saja William langsung memeluk Dina dari depan. Wajah Dina seperti mencium kemeja milik William, lantas tidak lama Dina pun mengangkat wajah nya, sembari berdiri kembali seperti sedia kala.


Perasaan gugup sedang melanda Dina. Di tambah ini pertama kali nya dia tidak sengaja menempelkan wajah nya ke dada pria, tiba-tiba membuat jantung Dina berdebar cukup kencang. Dan William pun mengubah posisi berdiri nya, dia pun memblok Dina agar dia tidak terdorong-dorong kembali oleh penumpang lain.


Dina yang terkejut dengan apa yang di lakukan William oleh dirinya dia melindungi Dina di antara para penumpang lainnya. Dan Dina pun berdiri di posisi dekat kaca yang cukup besar, memang dia tidak ada lagi penumpang yang tidak menyenggol lagi Dina. Di dalam hati terkecil Dina, Dina tersentuh dengan perlakukan manis dari William. Apalagi saat ini Dina yang berada di depan tubuh tinggi William menutupi Dina agar tidak terdorong oleh penumpang lainnya. Dan William pun menyuruh Dina untuk memegang kain kemeja milik nya dengan erat.


β€œ Peganglah kain kemejaku.” pinta William yang menyuruh Dina untuk memegang kain kemeja agar tidak terjatuh seperti tadi.

__ADS_1


β€œ Hah? Kenapa aku harus memegang kemejamu?.” ujar Dina yang malah berbalik bertanya kepada William, kenapa dia harus memegang kain kemeja William.


β€œ Cepatlah! Apa kau mau terdorong seperti tadi?.” perintah William yang sedang berpegangan pada handle bus dan tubuh nya berusaha untuk melindungi tubuh kecil Dina.


β€œ Tidak mau!.” jawab Dina dengan suara lantang, menolak perintah dari William karena menurutnya itu tidak mungkin sekali Dina memegang kain kemeja William. Itu seperti memeluk William secara tidak langsung.


β€œ Ini hanya sebentar saja, apalagi penumpangnya nambah banyak.” sahut William yang tidak ingin membuat Dina terdorong-dorong ataupun terjatuh kembali.


Dina pun yang menatap kedua bola mata berwarna coklat yang teduh dan terlihat mengkhawatirkan dirinya, Dina pun tertegun menelan saliva nya.


β€œ Ya baiklah!.” jawab Dina yang mulai memegang erat kain kemeja milik William. Tampak sekali wajah Dina sedikit merah, apalagi ini pertama kali nya ada seorang pria yang meminta Dina untuk berpegangan pada nya. Kedua tangan yang mungil nan putih itu memegang kain kemeja seorang pria untuk menghindari berdesak nya penumpang di dalam bus, sebab wanita itu tidak memiliki pilihan lainnya. Apalagi saat ini dia memakai mini dress yang bagi nya terlalu pendek untuk nya, apalagi banyak sekali pria kantor yang baru pulang bekerja.


β€œ Ada apa dengan diriku? Tidak mungkin aku merasa grogi terhadap pria aneh ini!.” batin Dina yang merasakan sentuhan tangan William yang seperti memeluk nya. Dina hanya terdiam karena ini merupakan sebuah perlindungan dari William agar tidak membuat Dina berdempet-dempet dengan penumpang lain.


β€œ Tenanglah Dina! Kamu tetap harus bisa tenang! Tidak boleh jatuh cinta lagi!.” gumam Dina sembari menarik nafas nya dalam-dalam untuk menenangkan rasa groginya.


Mereka pun berdiri seperti itu lebih dari 30 menit. Dina mulai merasa diri nya dan William seperti pasangan kekasih, apalagi William masih tetap melindungi Dina dari penumpang lain.


Dan akhirnya mereka berdua pun tiba di tempat yang memang sudah di tentu kan oleh Dina, dia pun cepat-cepat melepaskan kain kemeja William. Dia pun memberitahu kepada William kalau sudah tiba di tempat tujuan.

__ADS_1


β€œ Ki-kita sudah tiba, sekarang kamu boleh lepaskan tanganmu dari pinggangku.” pinta Dina yang akhirnya bisa bernafas lega. Karena sedari tadi dia terus menahan rasa grogi nya saat William berada di dekat tubuh mungil Dina.


β€œ Oh! Sudah sampaikah? Maaf kalau kau merasa tidak nyaman.” jawab William yang memang tidak tahu kemana tujuan sebenarnya wisata nya. Sebab, Dina tidak memberitahunya.


β€œ Uhm. Ayo turun, kau harus tetap di belakangku! Jangan sampai tersesat! Awas saja kalau kau malah menambah bebanku.” perintah Dina yang sudah kembali seperti ibu kanguru yang sedang menjaga sang anak untuk berada di samping nya.


β€œ Oke! Siap!.” sahut William sedang melakukan penghormatan ala militer tentara.


β€œ Sifat nya berubah sangat cepat sekali. Padahal tadi sudah seperti anak kucing yang sedang butuh perlindungan.” gumam pelan William yang mengomentari Dina. Karena saat di dalam Bus Dina seperti anak kucing yang tidak berdaya, tetapi saat bus nya sudah turun dia sudah seperti induk kanguru.


Mereka berdua pun segera turun dari subway. Setelah mereka berdua sudah turun, lalu mereka pun segera menuju kereta bawah tanah stasiun Jamsil untuk segera menuju ke Lotte World tempat yang di maksud oleh Dina sebagai tempat yang luar biasa.


Mereka pun telah tiba di stasiun Jamsil dan memesan tiket untuk tujuan Lotte World. Setelah itu mereka pun segera menunggu kereta tiba. Untung saja mereka tidak terlalu lama menunggu kereta untuk menuju ke Lotte World, beberapa menit kereta sudah di stasiun Jamsil. Setelah kereta benar-benar sudah berhenti mereka berdua pun segera naik, untung saja kereta itu tidak terlalu ramai. Dan Dina pun bisa duduk, karena sejak sedari tadi dia terlalu lama berdiri hingga membuat kaki nya sedikit kesemutan.


Mereka pun duduk bersampingan. Dina yang menguap karena dia sedikit lelah akibat pulang dari kerja dan biasanya saat sudah pulang kantor Dina langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur ukuran single bed milik nya, tetapi kali ini dia tidak beruntung dan pak Juna memerintahkan Dina untuk menjadi pemandu wisata William karena dia tidak menjalankan tugas nya bila ada seseorang asing yang tidak pernah membuat janji dengan Direktur Juna. Maka orang itu harus di usir dengan baik-baik, tapi jika orang itu tetap keras kepala maka tidak punya pilihan lain selain memanggil petugas keamanan untuk mengusir orang asing itu keluar dari Perusahaan Marsh.


Tetapi karena Dina melanggar peraturan jadi Dina pun harus menerima konsekuensi nya, untung saja Dina tidak di pecat dari perusahaan Marsh. Sebab, saat Dina menjelaskan kepada Direktur Juna kenapa Dina tidak mengusir William. Dan Dina juga menjadi korban dari aktor dadakan ala William, akhirnya Juna memaafkan Dina dan sebagai hukumannya karena telah melanggar peraturan. Juna pun kemudian menyuruh Dina untuk menjadi pemandu wisata William, walaupun sebenarnya Dina lebih menginginkan kerja lembur 1 minggu dari pada harus menjadi pemandu wisata pria aneh yang sudah membuat masalah untuk dirinya.


( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini πŸ₯°πŸ₯° )

__ADS_1


Bersambung* . . . . .


__ADS_2