Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Tentukan Pilihanmu Kang Dina Hee !


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah. Dina pun segera bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan LS Group, terlihat dari kedua mata nya yang bersinar-sinar dan terlihat percaya diri.


"Kali ini pasti ide proyek kerja sama itu berhasil! Aku akan mengalahkan ke sombongan si pria GILA itu!"


TING!


"HUH? Siapa yang mengirim pesan di pagi hari? Tak biasa nya."


Dina pun segera mengambil ponsel nya, ia pjn segera menuju ke aplikasi pesan.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= MESSAGE \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


'Dina aku akan menyusulmu ke Tokyo!'


-Riesta


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= END \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


"Uhm? Riesta?"


Dina pun segera membalas pesan dari sahabat karib nya tersebut.


"Riesta tenang saja, aku pasti akan berhasil!"


Dina pun segera mengambil tas model sling bag sembari memasukkan ponsel nya. Ia pun merapikan sedikit kunciran rambut model ekor kuda, dan juga kain kemeja nya, dan ia pun segera memakai sepatu yang merupakan pemberian dari William saat kejadian Dina menjadi pemandu wisata sementara.


Dina pun segera tiba di perusahaan LS. Ia pun segera berjalan memasuki perusahaan yang akan menjadi penentu kerja sama bisnis antar perusahaan Marsh.


Di dalam ruangan meeting, seperti biasa rekan tim Dina dan juga karyawan perusahaan LS group menunggu kedatangan Presdir Evan Sagara.


KREK!


"Presdir Evan sudah tiba!"


Evan pun segera duduk di kursi bagian tengah, sembari menyilangkan kaki nya. Dengan wajah cool nya, dan juga senyum datar nya. Tetapi, di dalam pikiran nya Evan kali ini, ia masih bertanya-tanya kenapa ia tidak ingin membiarkan Dina pergi dari hadapannya. Apalagi semalam Evan melihat Dina pergi bersama pria yang merupakan Rival dalam bisnis nya. Yaitu William Stallone.


"Kenapa aku tidak rela membiarkanmu pergi?"


"Tidak biasanya, aku seperti tidak rela melihat seorang wanita pergi meninggalkanku. Ya aku tahu kalau aku tidak memiliki hubungan spesial dengan nya. Tetapi saat melihat ia tersenyum, tertawa bersama pria banci (William) aku merasa tidak terima!"


"Presdir Evan?"


" . . . . "


"Tuan? Tuan? Tuan Evan?" ujar Rui yang memanggil Boss nya secara berulang-ulang.

__ADS_1


"Huh?"


"Tuan, bagaimana menurut anda ide proyek yang di sampaikan olehnya?"


"Oh, menurutku itu cukup bagus dari yang sebelumnya! Dan aku akan memikirkan apakah perusahaan LS group akan menyetujui kerjasama ini!" jawab Evan yang meninggalkan ruangan meeting tiba-tiba.


"Kenapa lagi dengan pria GILA itu? Dasar sombong! Menyebalkan!"


Di ruangan CEO. Evan masuk dan sesampai nya ia melempar kertas-kertas yang di atas meja kerja nya.


"AAKKH! SIAL!"


"Kenapa aku masih memikirkannya! Apalagi aku belum pernah melihat nya tersenyum seperti itu! Kenapa harus selalu pria banci itu yang terus saja beruntung!"


TOK . . . !!


TOK . . . !!


"Tuan! Bolehkah saya masuk?"


"Ya masuklah!"


Rui pun membuka gagang pintu ruangan Evan, sembari membawa dokumen ide proyek yang dari tempat meeting tadi.


Rui pun terkejut saat Evan sudah duduk di lantai dan banyak lembaran kertas yang berjatuhan di samping Tuan muda Evan.


" . . . . . "


"Apa tuan Evan masih memikirkan yang semalam?"


"Itu bukan urusanmu!"


"Saya sudah mengenal tuan 10 tahun. hDan ini pertama kali nya saya melihat Tuan tidak fokus saat di ruang meeting, dan sekarang anda duduk di lantai dan kertas-kertas dokumen berjatuhan."


"Jangan-jangan Tuan menyukai nona Dina?"


" . . . . "


"Kalau memang iya, aku akan membantu Tuan untuk membuat nona Dina memaafkan kesalahan Tuan saat di hotel itu."


"Tidak perlu!"


"Sekarang, kau keluar! Aku ingin menenangkan diriku sendiri. Dan lalu bilang pada Dina aku akan menyetujui proyek kerja sama ini!"


"Baik! Kalau begitu saya permisi."

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa jam lama nya. Tak lama kemudian Riesta dan Juna pun datang ke Perusahaan LS Group.


"Dina! Kau tidak apa-apa kan?"


"Riesta? Kenapa kamu datang?"


"Iya! Tentu saja aku mengkhawatirkan sahabatku apalagi saat aku mengetahui kalau pemimpin perusahaan ini pria playboy cap miliuner. Aku langsung memaksa Juna untuk cepat-cepat terbang ke Tokyo!"


"Nanti aku akan beri pelajaran pada Juna! Bisa-bisa nya membuat sahabat karibku dalam bahaya!!"


\= \= \= \= \= TAP \= \= \= \= \= TAP \= \= \= \= \= \= \= TAP \= \= \= \= \=


Terdengar suara langkah kaki yang tegas dan menggema. Terlihat dua orang pria berjalan mendekati dua orang wanita yang berdiri berdampingan.


Tak lama kemudian dari arah yang berbeda seorang pria berwajah tampan, berjalan mendekati dua orang wanita. Ya pria itu adalah Juna.


Evan dan Rui pun sudah terlihat, dan sesama pempimpin perusahaan. Dengan wajah yang dua-dua nya sangat tampan seperti karakter anime.


"Oh . . . Jadi, Direktur Juna baru datang kesini?"


"Bukannya dia Sekretaris Riesta? Anda bertambah menjadi wanita yang cantik."


"Mari kita bicarakan kerja sama ini di ruangan pribadiku!"


Juna, Riesta dan Dina pun mengikuti Evan dari belakang.


Sesampai nya di ruangan pribadi milik Evan Sagara. Lalu, ia pun mengeluarkan sebuah map dan memberikan nya pada Rui asisten pribadi Evan. Dan Rui pun memberikan nya pada Direktur Juna.


"Aku menyetujui kerja sama ini! Tetapi dengan syarat! Jadi silakan Direktur Juna membaca syarat yang aku tulis di map yang anda pegang!"


Juna pun mulai membaca syarat yang di tertulis di lembaran kertas berwarna putih. Setelah ia sudah selesai membaca Evan pun kembali melontarkan perintah nya.


"Jika anda setuju, silakan anda tanda tangani dokumen yang berada di tangan anda. Maka antar kedua perusahaan akan menjadi rekan partner bisnis!"


"Aku tidak setuju dengan syarat no 5!"


"Kenapa dengan Direktur Juna?" batin Dina yang melihat wajah kesal Juna saat menatap Evan.


"Ooh . . !! Bukannya bagus bagi karyawan anda yang bernama Kang Dina Hee bekerja di perusahaan LS yang sudah terkenal di seluruh negara dan menjadi satu-satu nya perusahaan 50 tahun terkenal sebagai perusahaan paling lama berdiri?"


"HAH? TUNGGU DULU! Aapaan itu! Kenapa aku harus pindah perusahaan ke tempat anda? Mungkin bagi semua orang perusahaan anda paling besar! Tetapi aku sudah menyukai perusahaan Marsh! Aku tidak peduli bila mungkin aku menentang kerja sama ini, dan membuat Direktur Juna kecewa!" sela Dina dengan wajah yang marah dan mengebrak meja kerja milik Evan Sagara.


"Kenapa kau marah? Bukannya itu bagus untuk anda dalam mengejar karir anda kan? Itu tidak akan lama 3 bulan anda sudah boleh kembali ke perusahaan Marsh!"


"Apa-apaan itu! Ini persyaratan yang aneh! Tidak masuk akal!"

__ADS_1


"Memang bagi anda terdengar aneh, tapi aku sebagai Presdir disini. Aku cukup menyukai hasil ide proyekmu yang mengagumkan."


"Dina! Saya memang setuju dengan apa yang di katakan oleh Evan, sekarang adalah pilihanmu. Aku sebagai pemimpinmu ini semua adalah hasil kerja kerasmu, kau boleh menentukan nya sendiri." ucap Juna.


__ADS_2