
Juna pun keluar dari ruangan nya sembari mengancingkan jas nya, ia berjalan ke meja kerja sekretaris.
"Sayang, jangan terlalu lelah bekerja ya! Ingat kamu harus jaga kesehatanmu."
"Iya! Aku tahu kok, tenang saja!"
Reina yang melihat kemesraan mereka berdua hanya mengepalkan tangan nya, dan menipiskan bibirnya, rahang nya sedikit bergeser.
"Dasar! Menyebalkan! Sampai kapan aku harus melihat wanita ****** ini tersenyum bahagia bersama kak Juna! Aku tidak menerima itu!" batin Reina mengesekkan gigi nya, kedua mata nya menyipit melihat Riesta yang tersenyum bahagia bersama Juna.
"Oh iya! Pak Juna, tadi perusahaan CS group menelepon."
"Apa yang mereka katakan?"
"Uhm . . Mereka bilang, kalau acara pelelangan tiba-tib di percepat. Jadi, mereka meminta pak Juna untuk segera hadir ke acara pelelangan itu."
"AAppa? Kenapa bisa mendadak sekali? Bukannya mereka bilang kalau acara pelelangan itu 2 bulan lagi?"
"Saya juga terkejut mendengarnya pak. Bagaimana ini? Apakah kita batalkan saja?"
"Kapan? Pelelangan itu di laksanakan?"
"Mereka bilang 1 bulan. Tetapi, mereka juga bilang lebih baik pak Juna di percepat kedatangannya. Karena, bisa jadi pelelangan itu di acara nya di majukan kembali."
"1 bulan kah!"
"Sayang, aku nggak papa. Kamu pergilah, kan kita hanya berpisah 1 bulan saja."
"Tapi, sayang! Aku tidak tega terus meninggalkanmu lagi. Ini sudah ke 3x nya, aku ingin menemanimu."
"Sudah, sayang. Tidak apa-apa. Kita hanya berpisah sementara, setelah itu kita bisa bersama lagi. Menyambut kelahiran anak kita."
"Tapi—. Tetap saja, aku tidak tega meninggalkanmu sendirian lagi. Apalagi bagiku 1 bulan waktu yang sangat lama sekali."
"Bukannya dulu kamu pernah bilang. Jangan buat klien kita kecewa, itu akan mempengaruhi kualitas perusahaan Marsh!"
"Itukan dulu . . . Dan sekarang sudah ga berlaku lagi, aku tidak ingin meninggalkan istriku dan calon anakku."
"Sayang . . Jangan seperti itu! Kamu harus tetap datang ke acara pelelangan itu, kasihan klien kita."
"Hufh! Ya sudah deh, nanti aku akan telepon ibuku untuk menemanimu di rumah ya!"
"Oh! Nanti aku akan meminta tante untuk menginap di rumahku."
__ADS_1
"Iya! Biar mommy ku saja yang menemani kak Riesta, soalnya mommy ku pernah bilang kalau ia sangat merindukan keponakannya."
"Terserah istriku saja, tapi ingat kalau terjadi apa-apa harus telepon aku atau ibu ya!"
"Uhm baiklah!"
"Dan untuk Reina, sekarang kamu boleh pulang! Kemasilah barang-barangmu dan yang penting jangan lupakan buku daftar tentang barang yang akan di lelang!"
"Siap, pak Juna!"
Reina pun segera berpamitan pada Riesta, ia pun tak lupa menundukkan kepala nya kearah Juna. Dan segera membawa sling bag, dan juga sedikit merapikan dokumen yang masih bertumpuk tidak jelas.
"Bye kak Riesta!"
"Iya! Hati-hati!"
"Iya kak Riesta, tenang saja!"
Reina pun segera pergi meninggalkan perusahaan Marsh. Karena ia harus segera bersiap-siap untuk terbang ke Perancis, untuk membahas kembali klien perusahaan CS tentang membeli barang lelang yang akan di laksanakan di Perancis dalam waktu 1 bulan.
Jam 12 . Di bandara Icheon. Juna, Reina beserta dengan Riesta dan juga tante Celine menunggu keberangkatan pesawat.
"Baby, kamu jangan menyusahkan mama mu ya! Tetaplah di dalam perut mama ya, dan nunggulah kepulangan ayah! Ayah tidak akan pergi meninggalkan kalian berdua, nunggulah ayah 1 bulan lagi. Kita akan berkumpul kembali."
"Istriku? Kenapa kamu malah tertawa? Seharusnya kamu bersedih dong."
"Huh? Kenapa aku harus nangis? 1 bulan itu memang lama, tapi kalau kita memiliki ikatan keluarga yang erat pasti kita merasa tidak akan terpisahkan. Walaupun, nanti kamu sudah berada di Perancis, aku bisa merasakan kalau kamu tetap di sampingku mengusap perutku dan aku masih bisa mendengar suaramu."
"Baby, mamamu kenapa dia sekarang berhati dingin? Kan ayah tidak ingin berpisah dari kalian berdua."
"Sudah . . Sudah! Lihatlah, kelakuanmu di lihatin oleh orang-orang!"
Di sisi lain yang cukup jauh dari tempat Juna dan Riesta. Ada dua orang wanita yang terlihat melihat kemesraan Riesta dan Juna.
"Mommy! Lihatlah! Wanita ****** itu, dia tidak berhak bahagia! Aku ingin merebut kebahagiannya!"
"Aduuuhh....! Anakku sayang, sabar ya! Mommy sudah dapat ide untuk memisahkan mereka berdua, kamu tenang aja! Pasti cara ini akan berhasil!"
"Uhm? Apakah rencana mommy kali ini akan berhasil? Aku tidak mau kalau rencana itu tetap akan gagal! Aku sudah bosan, apalagi sebentar lagi bayi dari wanita ****** itu akan lahir!"
"Tenang saja! Pasti ini akan berhasil, oh iya! Kamu ingat tidak. Paman Felix?"
"Paman Felix!? Maksud mommy paman felix? Penjahat yang merupakan tingkat S. Selama ini beliau sudah melakukan kejahatan tanpa ketahuan oleh pihak FBI kan? Memang dia tinggal di Perancis? Bukannya paman Felix masih di Amerika Serikat?"
__ADS_1
"Mommy menyuruh paman Felix untuk pindah ke Perancis, kamu kan sudah tahu kalau paman Felix itu orang yang sangat pintar dalam melakukan kejahatan, pasti kali ini rencana kita untuk memisahkan Juna dan Riesta akan berhasil. Kamu percayakan pada Mommy!"
"Iya, mommy nanti akan memberitahu pamanmu, ia cukup cerdas untuk melalukan rencana ini! Tapi ingat, kamu tetap harus di samping kakak ipar mu. Dan satu lagi, jangan sampai tingkah lakumu membuat ia curiga."
"Baiklah, Mom!"
Setelah menunggu beberapa puluh menit. Akhirnya pengumuman pun mulai berbunyi, untuk memberitahu agar segera bersiap-siap untuk menunjukkan passport, dan visa masing-masing.
Kemudian setelah keberangkatan Juna dan Reina ke perancis. Riesta bersama dengan tante Celine segera meninggalkan bandara Icheon.
Jam 19.30 di kediaman rumah Juna dan Riesta. Riesta pun pulang bersama tante Celine, dengan perasaan yang sedikit gelap di wajah Riesta.
"Keponakkanku sayang, kamu jangan sedih ya! Kan sudah ada tante, kamu bisa anggap tante seperti mendiang kakak Angel (ibu Riesta)"
"Terima kasih tante. Tante, sekarang lebih baik tante pulang saja. Kasihan paman Richard di rumah sendirian, pasti paman juga kesepian."
"Yakin? Kamu tidak apa-apa?"
"Tenang saja tante, di sini kan sudah ada pelayan. Jadi, tante tidak perlu khawatir."
"Ya sudahlah, kalau begitu tante pulang dulu ya! Lusa besok tante minta izin pada suami tante untuk menjagain kamu. Ingat! Telepon tante ya bila terjadi sesuatu apa-apa!"
"Iya tante! Hati-hati di jalan tante."
Tante Celine pun pergi meninggalkan rumah bak Istana. Ia pun kemudian masuk ke dalam mobil keluaran audi, terlihat tante Celine sedang menelepon seseorang.
"Dalam waktu dekat! Siapkan rencanaku, ingat! Ini untuk putriku Reina! Dan juga keponakkanmu"
"Jika sampai gagal maka! Perusahaan keluargamu akan aku buat menghilang!"
"Baik! Buddy tenanglah!"
"Dan satu lagi, kau jangan sampai kelepasan memanggil Reina dengan sebutan aneh-aneh!. Kau harus memanggil nya seperti keponakan, karena target pria kali ini cukup cerdas."
"Itu sangat mudah!"
"Bagus! Ingat jangan sampai gagal! Kalau gagal, kau tahu kan akibatnya!"
"Tenang saja Buddies. Tidak akan gagal, Buddies ninggal duduk dengan tenang."
"Hum! Baiklah aku tunggu kabar baiknya!"
TUUT!
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤