
Suara tegas itu membuat langkah sekretaris Park itu berhenti
“Apa ada lagi yang bisa saya bantu pak Gavin?” tanya Soo Min.
Sekretaris Park menyembunyikan wajah kesal di balik senyuman nya kepada Pria yang ada di hadapannya itu.
“Hukumanmu aku ganti. Sekarang temani aku menghabiskan makan siang ini!”. Jawab Gavin menyuruh Soo Min untuk menemani ia menghabiskan waktu jam makan siang.
Tiba-tiba Ceo itu berdiri dari meja kerja nya dan melangkah mendekati wanita yang telah bekerja bersama nya selama 7 tahun
“Humm?..... apakah kamu tidak ingin makan siang? Atau kamu mungkin lebih menyukai aku memberimu Work Over Time kah?”. Lanjut Gavin.
Senyuman menyeringai nya terukir amat jelas di bibir Pria itu
“Hah?...”
Wajah bingung wanita itu karena tiba tiba atasan nya itu menganti hukuman nya secara tiba-tiba lebih tidak bisa di prediksi dari cuaca
“Cepat jawab lah! Aku paling benci harus menunggu lama hanya karena sebuah jawaban. Yes or No?”.
Pria itu mulai mundur dari wajah cantik wanita yang ada di depan nya sekarang. Dia pun menuju ke tempat sofa yang lembut itu tempat dia menghabiskan makan siang nya
“Atau kamu lebih suka makan siang bersama manager Choi?”.
Senyum kecewa yang sangat samar di bibir nya Gavin ketika menanyakan kalimat terakhir yang menyebutkan nama manager Choi Min Ho.
Sekretaris Park pun hanya pasrah oleh ajakkan dari Direktur nya itu.
“Tidak pak..... oke saya akan temani bapak makan siang”.
Sekretaris itu pun mendekati sofa dan juga meja berbahan kaca itu. Setelah jarak nya sudah dekat dengan pak Gavin. Dia masih berdiri di depan nya pak Gavin, dan kemudian pak Gavin menyuruh sekretaris nya untuk duduk di sofa yang di tepuk-tepuk nya.
“Duduk lah!”.
Perintah singkat yang keluar dari bibir yang sangat sexy itu
“Hah?..... baiklah”.
Sekretaris itu pun duduk di sofa yang satu nya jarak nya lumayan jauh dari pak Gavin. Pak Gavin melirik kembali sekretaris Park.
“Duduk lah di sampingku! Kali di situ kamu seperti sedang mengamatiku ketika aku sedang makan”.
Sekretaris Park akhirnya menuruti perintah nya. Dan dia pun duduk di samping pak Gavin dengan posisi duduk yang rapat dan sopan tangan nya di atas rok span berwarna putih, tetapi mata nya hanya fokus ke arah makanan yang ada didepan mata nya saat ini.
GLEG! . . . . . sekretaris itu hanya menelan saliva bekas makanan yang hanya masuk sedikit ke tenggorokannya.
__ADS_1
Pria di sebelah nya pun menyadari bahwa wanita yang duduk di samping nya belum sempat makan siang karena pak Gavin sengaja untuk membuat Sekretaris itu makan siang bersama nya. Senyum kemenangan terukir sangat di jelas di bibir Direktur Gavin yang tampak menyeringai tipis.
Pak Gavin memasukkan makanan nya kedalam mulut nya itu, sengaja agar membuat wanita di samping nya itu membunyikan suara perut yang kelaparan karena belum terisi makanan yang bergizi.
GLEG..... Pupil sekretaris itu mengikuti arah makanan yang tadi di masukan ke dalam mulut dan terlihat sangat jelas bagian kerongkongan menelan makanan itu.
Sekretaris Park itu menyadari sesuatu kalau dia sedang di kerjai oleh pak Gavin. Dia pun memalingkan pandangan nya dan melihat sekeliling ruangan yang sangat luas dan rapih.
“Sial! Kenapa aku masuk ke dalam Trik nya! Hampir saja!”
batin Sekretaris Park yang mata nya sudah tidak terfokus kan pada makanan yang sangat menggiur kan bagi nya.
Pak Gavin pun menyadari bahwa wanita yang berada di samping nya telah menyadari Trick nya dia. Lalu dia menyendok makanan itu.
“Buka mulutmu!”.
Perintah tegas pak Gavin . Dan sekretaris Park pun bingung dengan perintah dari pak Gavin itu.
“Heuh?”
“Aku bilang buka mulutmu! Atau kamu tidak mengerti bahasa manusia ya?”
Pak Gavin mengejek sekretaris itu yang tidak mengerti bahasa manusia. Dan akhir nya sekretaris itu menuruti perintah nya dari pada di katain seperti alien yang tidak mengerti bahasa manusia.
“Aaaa!!”
Mata sekretaris itu belalak dia sangat terkejut ketika makanan sudah ada di dalam mulut nya. Dan dia pun mengunyah makanan yang harga nya biaya 1 minggu untuk makanan diri nya yang berada di kantin lantai 1.
“Makanan ini sangat luar biasa! Hmm sangat enak dan juga bumbu nya sangat meresap. Lidahku seakan ikut menari nari.”
Mata sekretaris Park tertutup karena dia sangat menikmati makanan itu. Sampai akhir nya pak Gavin terus menyuapi sekretaris nya hingga titik menghabiskan dan makanan itu pun bersih.
“Apakah kamu sudah merasa kenyang?”
Pertanyaan pak Gavin berhasil membuat sekretaris itu tersadar dari makanan yang membuat dia tidak fokus.
“Uhuk. . . Uhukk!”.
Sekretaris itu tiba - tiba batuk dan mata nya sangat terkejut karena dia sangat ingat betul bahwa dia mengambil peralatan makan nya hanya sepasang tidak dua pasang.
“Minumlah air putih dulu”.
Pak Gavin memberi gelas air putih nya yang berada di samping nya dan menyodorkan gelas itu kepada Sekretaris Park.
Gluk....
__ADS_1
Gluk...
Gluk...
Sekretaris Park menghabiskan air putih itu sampai tak terisa. Akhirnya dia pun merasa sedikit lega.
Dia pun masih terkejut dan berpikir setelah melihat gelas khusus untuk Direktur yang berada di tangan kanan nya.
“Tadi sendok, sekarang gelas! Apa aku seperti melakukan sebuah ciuman tidak langsung? Tenang Soo Min kamu tidak sengaja melakukannya, jangan – jangan dia sengaja melakukannya.”
batin sekretaris Park lamunan nya tersadar dan dia pun. Melihat ke arah pak Gavin yang masih tertawa kecil. “Sepertinya dia memang sengaja melakukannya!”. Sekretaris Park itu melirik tajam ke arah direktur nya.
Tiba - tiba tangan kekar dan mendekat ke arah wajah sekretaris Park, dan di sentuh bibir Sekretaris Park yang terdapat sisa makanan yang masih menempel menggunakan jari jempol Pak Gavin, kemudian jari jempol yang tadi mengambil sisa makanan. Kemudian pak Gavin langsung memasukkannya ke dalam mulut pak Gavin.
“Delicious!”
Ucapan mengoda pak Gavin membuat jantung sekretaris Park berdebar seperti dia sedang menonton drama romantis.
DEG!....
DEG!...
DEG!...
Untuk pertama kali nya pak Gavin melakukan ini kepada Sekretaris nya yang sudah 7 tahun bekerja untuk nya. Seperti menyuapi, memberi minum, dan mengelap makanan yang tersisa di bibir manis sekretaris Park.
“Seperti Anak kecil, makan saja masih berantakkan.”
Senyum manis terukir dari wajah tampan pak Gavin karena melihat sekretaris itu seperti anak kecil yang masih menyisakan makanannya yang menempel pada bibir nya.
“Hah?.... itu k-karena pak Gavin yang tiba - tiba menyuapiku menggunakan peralatan makan yang habis di gunakan pak Gavin.” ucap Sekretaris itu yang masih sangat gugup setelah kejadian ini. “Hmm.... maksudmu itu seperti ciuman yang tidak langsung dariku ya?”
Sekretaris Park merasa dia harus segera pergi dari ruangan direktur nya yang semakin sengaja membuat dirinya sedikit kesal. Sekretaris Park itu pun berdiri dari sofa nya dan kemudian membalikkan badan nya membungkuk sopan kepada Pak Gavin.
“K-karena makanan Anda sudah habis, saya permisi untuk melanjutkan kerja.”
Sekretaris Park berusaha untuk menyembunyikan rasa gugup nya yang mengelilinginya.
“Apakah kamu tidak lupa mengucapkan sesuatu?” Suara tegas pak Gavin membuat langkah sekretaris Park berhenti.
“Oh maaf kan saya pak Gavin. Terima kasih atas makanan nya”. Sekretaris itu membungkukkan badan nya dan tak lupa dengan senyum manis nya.
Sekretaris itu kemudian membalikkan badannya dan siap melangkah mendekati pintu yang sangat besar dan juga tinggi.
Brakk!
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤