
Evan pun hanya menatap Dina dengan tatapan mata yang terlihat sangat sedih, ia tidak menjawab pertanyaan dari Dina. Evan pun berjalan ke arah belakang Dina, mencoba melepaskan tali tambang yang mengingat tubuh mungil Dina.
SRET!
Tak butuh waktu lama ikatan tali tambang yang cukup tebal terlepas, dan tentu saja Dina yang menyadari bahwa tali yang mengingat tubuhnya bersama dengan kursi kayu telah terlepas. Dina pun segera bangkit dari kursi, berlari kecil mencari jarak untuk menjauhi pria yang bernama Evan.
"Kau . . . Kau! Belum menjawab pertanyaan dariku!"
"Hum?"
"Kenapa kau menyelamatkanku? Bukannya kau dalang di balik semua ini kan? Dan aku tidak akan bersujud lutut padamu! Tentu saja aku sudah bilang kalau proyek bisnis ini batal, dan aku akan bilang pada Direktur Juna kalau aku tidak berhasil menjalankan proyek yang beliau percayakan padaku."
"Tetapi walaupun mungkin aku belum bisa memaafkanmu, tapi aku berterima kasih karena kau sudah menyelamatkanku."
"Kau tidak usah berterima kasih padaku, aku kesini hanya ingin kau kembali dalam proyek kerja sama ini. Setelah aku melihat file yang tadi pagi kau berikan padaku di atas meja."
"Huh!? Maksud anda?"
"Aku ingin kau ikut serta dalam melanjutkan proyek kerja sama bisnis kali ini! Besok kau harus datang ke perusahaan LS Group, aku menantikan presentasimu. Kang Dina Hee."
Dina membelalakan kedua mata nya, ia terkejut saat mendengar perkataan Evan. Dina pun hanya terdiam menatap pria berkeperawakan tinggi dan juga tegap.
"Kenapa kau diam saja?"
"Heuh? Oh!"
"Atau jangan-jangan kau masih tidak mempercayaiku?"
"Uuhm!"
"Ya sudah, kalau kau memang masih tidak mempercayai kata-kataku tidak apa-apa. Tapi aku sebagai pimpinan dari Perusahaan LS Group, ingin melihat potensimu yang terpendam. Jadi, mulai besok pagi jam 9. Kau datang ke perusahaan LS Group dan presentasikan proyek yang sudah kau buat."
"HEEH!? Apa tidak ada udang di balik batu?"
"Maksudmu?"
"Oh tidak! Jangan anggap serius perkataanku tadi, dan aku berterima kasih atas kebaikan anda. Anda sudah mau memberikan saya kesempatan untuk melanjutkan kerja sama bisnis antar perusahaan, dan anda sudah menyelamatkan nyawa saya. Mungkin suatu hari kalau anda sedang kesulitan, saya akan membantu anda. Sebagai balas budi karena anda sudah menyelamatkan nyawa saya. Kalau begitu saya permisi."
__ADS_1
"Uhm!"
Dina pun lekas berbalik badan, berjalan kembali meninggalkan gudang kosong dan pria tampan blasteran Perancis dan Inggris. Evan Sagara yang masih berdiri diam melihat punggung belakang Dina yang lambat laut mulai menjauh dari nya, tak lama setelah Dina sudah pergi meninggalkan gedung kosong itu. Lalu Evan segera menelepon Asisten pribadi nya Rui.
10 menit kemudian Rui tiba di tempat gedung kosong itu. Terlihat Evan keluar dari gedung yang sudah lama tidak terpakai, dengan sigap Rui membukakan pintu belakang mobil. Mempersilakan Tuan Evan yang berjalan mendekat.
"Wajah Tuan Evan terlihat lesu, jangan-jangan gadis itu masih belum memaafkan perbuatan Tuan?"
Evan pun sudah masuk ke dalam mobil Mercedes berwarna merah metalik. Rui pun segera masuk ke dalam mobil, menyalakan mobil. Dan mereka berdua pun lekas pergi meninggalkan gedung kosong itu.
WHUUZZ!
Di dalam perjalanan. Rui asisten pribadi Tuan Evan yang sudah menjadi tangan kanan nya saat umur Evan 14 Tahun, Rui pun sudah sangat hafal betul sikap Tuan nya itu. Rui pun sedikit mengintip Evan dari kaca spion dalam mobil, terlihat Evan yang sedang bad mood sembari memijat pelipis kepalanya.
"Rui! Apakah aku sebegitu jahat nya?"
"Hum. . . Kalau itu saya tidak bisa menjawab Tuan Evan."
"Kau, aku bolehkan untuk berkata jujur."
"Tuan yakin??"
"Bukannya tadi sudah ku bilang! Cepatlah jawab!!"
"Menurut saya pribadi. Memang Tuan itu tidak memiliki hati pada setiap wanita, dan tuan hanya menganggap wanita itu seperti pakaian. Bila Tuan sudah bosan maka tuan Evan akan mencari wanita baru, dan mungkin banyak dari sekian wanita yang mengantri untuk bisa menjadi wanita Tuan. Tetapi, hanya untuk pertama kali nya. Saya melihat ada seorang wanita yang menolak tuan Evan mentah-mentah. Itu berarti tipe wanita yang tidak menyukai barang mewah, status, kekayaan, dan juga kepopuleran."
"Dan menurut saya pribadi, nona Dina itu tipe wanita pekerja keras. Dia ingin meraih keinginannya melalui kerja keras nya sendiri, ia tidak mau hasil yang instan atau mudah di capai karena seorang pria kaya."
"Jadi, maksudmu? Aku ini pria yang tidak memiliki hati kah?"
"EHK! Tuan! Saya minta maaf, kan saya menuruti perintah Tuan Evan. Jadi saya berkata yang sejujurnya."
"Ya baiklah! Untung saja mood ku sedang baik."
"Uhm . . . Kalau begitu bagaimana cara untuk mendapatkan hati Dina?"
"Tuan? Tuan Evan yakin?"
__ADS_1
"Hah? Maksudmu aku tidak bisa mendapatkan hati Kang Dina Hee? Aiz! Berbicara denganmu hanya membuat emosiku menjadi meluap-luap!!"
"Aduuh tuan Evan, saya hanya bertanya saja. Kenapa tuan langsung berkata seperti itu?" batin Rui yang menghela nafas panjang. Sembari menyetir mobil.
Keesokkan hari nya.
Kang Dina Hee pun sudah berada di ruang meeting perusahaan LS Group. Dan karena manajer Moon sudah di pecat dari kedua perusahaan, Dina pun mau tidak mau harus bertanggung jawab mengganti posisi manajer Moon yang menjadi ketua Tim.
"Dina! Aku minta maaf kepadamu . . Aku menyesal telah menyakitimu untuk wanita busuk seperti Maretha."
"Renald! Cukup! Kita sekarang sedang bekerja! Jangan membawa dan membahas masalah pribadi kita!"
"Dan satu lagi! Maaf aku sudah tidak memiliki perasaan itu lagi padamu! Jadi, please . . . . Mulai saat ini kita hanya sebatas rekan kerja! Dan aku mohon kau lebih profesional kali ini!"
Evan pun yang tidak sengaja mendengar perbincangan antara Dina dan rekan kerja yang bernama Renald. Evan pun mengerutkan dahi nya, ia tidak suka bila ada seseorang pria yang mendekati Dina. Ya walaupun Evan dan Dina tidak memiliki hubungan spesial apapun.
Krek!
"Presdir Evan telah datang!"
"Silakan untuk ketua tim dari perusahaan Marsh untuk mempresentasikan project kali ini!"
Dina pun menjelaskan ide project kerja sama yang sudah sangat lama mengajukan kerja sama antar kedua perusahaan.
Dan tentu saja para karyawan dan juga Evan mendengarkan presentasi Dina yang menjelaskan melalui layar proyektor, dan setelah Dina selesai menjelaskan mengapa perusahaan Marsh yang sudah terkenal di Asia ingin membuat Perusahaan Ls group untuk bekerja sama.
PROK . . . !!!
PROK . . . !!!
"Hasil presentasimu luar biasa. Tidak salah Direktur Juna menunjukmu, aku cukup puas dengan hasil ide proyek mu yang mengganggumkan."
"Itu memang benar, pak Regar! Tapi, aku melihat ada yang sedikit kurang dalam presentasi yang di sampai kan Kang Dina Hee."
"Maaf Presdir Evan? Menurut anda apa yang kurang?"
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤
__ADS_1