
“Oh benar juga, siapa namamu?” Soo Min berhenti melangkah dan dia menanyakan kepada pria aneh itu siapa nama nya karena sejak pertamakali bertemu pria itu tidak memberitahu namanya
“Luke” pria itu hanya memberitahu nama panggilan sewaktu kecil nya dia tidak memberitahukan nama marga nya kepada wanita itu karena menurutnya dia tidak mungkin memberitahukan nama lengkap nya kepada orang asing walaupun dia sudah ditolong oleh nya
“Hmm, namaku Park Soo Min. Jadi karena aku sudah tau namamu itu akan memudahkanku kalau kamu melakukan hal yang mencurigakan”
Pria itu pun mengikuti perkataan Soo Min dia hanya duduk di sofa itu sambil menunggu Soo Min selesai mandi, walaupun pupil mata milik Hae melihat sekeliling diruangan yang sempit itu dia melihat bingkai foto Soo Min yang bersama dengan keluarga nya, Soo Min yang tersenyum bahagia memakai topi toga. Dan foto Soo Min yang sedang fokus di meja kerja miliknya. Dan juga foto-foto lainnya bersama teman kuliah nya, rekan tim, dan lain-lainnya.
Tak lama kemudian Soo Min keluar dari kamar dan memberitahu kepada pria aneh itu dan tak lupa memberikan kaos punya mendiang ayah nya.
“Ini pakai kaos milik ayahku, kamu boleh gunakan kamar mandi dulu. Tetapi setelah kamu selesai mandi kamu kembali ke tempat ini. Oh iya jangan sampai kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan ketika aku sedang tidur! Mengerti!!”
“Mengerti, terimakasih atas bantuanmu”
Pria aneh pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri nya karena sejak hari petang Luke berlari-lari dari kejaran pengawal ayah nya. Beberapa menit kemudian Luke selesai mandi dia pun sudah memakai kaos milik mendiang ayah Soo Min, Soo Min yang masih sibuk menatap layar komputer karena tiba-tiba dia mendapat pekerjaan mendadak dari Gavin. Luke yang menatap dari kejauhan wajah serius Soo Min melihat jari-jemari menari di atas keyboard.
“Oh, kamu sudah selesai ya. Di lemari kulkas ada samyang ramen. Kamu bisa buat sendirikan?” ucap Soo Min yang masih sibuk mengetik dan mata nya masih fokus ke layar monitor komputer
“Oh baiklah. Ngomong- ngomong jam segini kamu masih bekerja?”
Luke melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 12 malam. Luke pun masih merasa terheran-heran karena dia baru pertamakali nya melihat seorang wanita yang bekerja keras tak kenal waktu dan tak kenal tempat atau pun wanita itu walaupun terlihat kelelahan tetapi dia tetap mengerjakan. Luke juga merasa kasihan terhadap Soo Min walaupun dia dan Soo Min baru pertamakali bertemu siapa boss yang menyuruh karyawan nya di tengah malam untuk bekerja yang seharusnya jam segini setiap orang mengistirahatkan tubuh nya karena seharian bekerja.
“Iya. Begitulah keras nya hidup di zaman yang serba canggih seperti ini, manusia harus bisa menjadi seperti sebuah robot yang tidak pernah tidur. Oh panci nya ada di lemari atas dan juga mangkuk nya di samping lemari dekat panci itu. Maaf kalau tempat nya berantakkan”
“Kamu seperti wonder woman. Aku sangat jarang melihat wanita karier yang bekerja keras seperti dirimu, itu membuatku malu sebagai seorang pria”
__ADS_1
“Haha bisa saja. Mungkin karena aku menyukai pekerjaanku jadi itu seperti penyemangat untukku agar aku terus tetap semangat dalam menjalani hidup yang berat” jawab Soo Min sambil menguap hingga membuat kedua mata Soo Min berair
“Kamu hebat bisa mencintai pekerjaanmu, padahal kamu seorang wanita biasanya seorang wanita hanya mempedulikan kecantikkan saja agar bisa mendapatkan seseorang pria kaya tanpa harus lelah bekerja. Tapi setelah aku melihat dirimu yang sangat tidak kenal lelah membuatku merubah pandanganku terhadap wanita, dan juga kecintaan nya terhadap pekerjaan walaupun harus mengurangi waktu istirahat” jawab Luke yang sudah memegang panci tapi dia sangat binggung karena ini pertamakali nya di memasak.
“Oh benar, sepertinya aku butuh bantuanmu” lanjut Luke dia sangat binggung bagaimana menyalakan kompor yang sangat berbeda didapur tempat tinggalnya.
“. . . . . .”
“Aku sebetulnya tidak pernah memasak, jadi aku tidak tahu bagaimana menyalakan kompor ini. Maaf kalau aku merepotkanmu” Luke akhirnya mengakui bahwa dia tidak bisa menyalakan kompor
“Hah? Aku baru pertamakalinya melihat pria yang tidak bisa memasak. Lalu ketika kamu sedang sendiri kamu tidak makan? Atau meminta makanan kepada tetanggamu?” Soo Min sangat syok ketika Luke memberitahu nya bahwa dia tidak bisa memasak.
“Aku biasanya memesan makanan, itu lebih cepat daripada harus memasak sendiri. Apalagi semisal kalau aku baru saja pulang setelah lelah bekerja”
"Baiklah, aku akan memasakkan mie ramen. Semoga saja kau menyukai nya."
"Uhm makasih ya!"
Di rumah Gavin Sebastian.
Ibu Gavin (Riesta) pun mendekati sang anak nya.
"Sayang, apa kamu tidak menyukai Yoo Hee? Sudah beberapa kali ini kamu menolak pertemuan itu. Kalau iya kamu boleh beritahu ibu kok."
"Maaf bu, Gavin tidak bisa melanjutkan pertunangan ini."
__ADS_1
"Oh kalau begitu baiklah, oh iya ibu lupa. Besok Zeline adik tirimu akan pulang. Besok untuk sekali nya ibu tolong kamu bersikap lembutlah pada adikmu."
"TIDAK! AKU TIDAK AKAN MENGGANGGAP NYA SEBAGAI ADIK! DIA SUDAH MEMBUAT KEHIDUPAN IBU HANCUR!"
"MAAF GAVIN INGIN TIDUR SEBENTAR! GAVIN SANGAT LELAH!"
1 minggu kemudian . . . . .
Suatu hari saat So Min baru saja pulang kerja dan langsung rebahan di atas kasur ukuran single bed yang menurut So Min sangat nyaman itu. So Min yang masih berpakaian blouse warna favorit nya yaitu biru muda dan masih mengenakan rok span abu dengan panjang selulut, mata So Min yang sudah sangat lelah dan harus di recharge seperti ponsel. So Min tidak peduli dengam urusan cuci muka, mandi ataupun berganti baju, sebab mata So Min dan juga kaki So Min sudah tidak bisa bertahan lebih lama. Sepatu yang di lepas ke sembarang tempat dan juga tas kecil pemberian dari rekan tim kerja karena So Min sudah berhasil membuat proyek yang di buat oleh rekan tim nya itu berhasil dan Gavin pun sangat puas dengan hasil tim kerja, jadi sebagai tanda terima kasih tim kerja proyek tender itu pun memberikan sebuah tas branded Maison margiela. Yang hanya di taruh tepat di samping kanan So Min, sesaat kedua mata So Min sudah terlelap. Tak lama kemudian . . . . . .
Kring!. . . . . .
Kring!. . . . . .
Ponsel yang masih berada di dalam tas berdering. So Min hanya mengabaikan saja suara dering yang sedikit mengganggu nya, So Min sengaja mengabaikan nya karena pasti itu telepon dari the Boss yang suka sekali memberi nya kerja rodi.
"Biarkan saja! Maaf ya pak Gavin, untuk sekali saja biarkan saya beristirahat." gumam nya sembari mengambil dan memeluk guling yang tidak jauh dari posisi tidur nya. Lalu So Min pun menghadap ke sisi samping dengan kaki meringkuk mengikat guling.
Kring!. . . . . .
Kring!. . . . . .
Tetapi ponsel itu terus menerus berdering. Hingga membuat So Min bangun dan duduk di atas kasur, lalu membuka sling bag nya dan mengambil ponsel nya tanpa melihat ponsel layar nya.
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤
__ADS_1